Saat Membimbing Anak ke Suatu Tempat, Apakah Anda Mengatakan “Ikuti Saya” atau “Ayo Ikut Saya”?

Saat Membimbing Anak ke Suatu Tempat, Apakah Anda Mengatakan “Ikuti Saya” atau “Ayo Ikut Saya”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Ungkapan Ini?

“Ikuti saya” dan “ayo ikut saya” sama-sama mengajak seseorang untuk bergerak bersama Anda.

Keduanya memberi tahu seseorang untuk pergi ke tempat yang Anda tuju.

Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika orang tua memimpin mereka ke tempat-tempat baru.

Keduanya menciptakan gerakan dan kepercayaan.

“Ikuti saya” berarti berjalan di belakang saya di jalur saya.

Ini menyiratkan sebuah garis: pemimpin pertama, lalu pengikut.

Seorang orang tua mengatakannya di toko yang ramai.

Rasanya seperti perintah atau petualangan.

“Ayo ikut saya” berarti bergabung dengan saya sebagai teman yang setara.

Ini menyiratkan berjalan bersama berdampingan.

Seorang orang tua mengatakannya ketika mengundang seorang anak ke dapur.

Rasanya seperti undangan.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip.

Keduanya berarti “ayo pergi bersama.”

Keduanya membawa seorang anak dari satu tempat ke tempat lain.

Tetapi yang satu tentang memimpin sementara yang lain tentang menemani.

Apa Perbedaannya?

Yang satu tentang memimpin. Yang lainnya tentang bergabung.

“Ikuti saya” menempatkan pembicara di depan.

Pendengar berjalan di belakang.

Ini berfungsi dengan baik untuk menavigasi kerumunan atau bahaya.

“Ayo ikut saya” menempatkan pembicara dan pendengar bersama.

Tidak ada yang di depan atau di belakang.

Rasanya lebih seperti kemitraan.

Ini berfungsi dengan baik untuk gerakan sehari-hari.

Pikirkan seorang anak di tempat parkir yang sibuk.

“Ikuti saya” membuat mereka tetap aman di belakang Anda.

“Ayo ikut saya” mungkin membiarkan mereka berkeliaran ke samping.

Yang satu lebih aman untuk beberapa situasi.

Yang satu lebih memerintah. Yang lainnya lebih mengundang.

“Ikuti saya” bisa terdengar seperti perintah.

“Ayo ikut saya” terdengar seperti saran.

Pilih berdasarkan urgensi.

Juga, “ikuti saya” berfungsi untuk mengajarkan sebuah jalur.

“Ikuti saya ke perpustakaan” berarti pelajari caranya.

“Ayo ikut saya ke perpustakaan” berarti bergabung dalam perjalanan.

Yang satu mengajarkan kemandirian. Yang satu membangun kebersamaan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “ikuti saya” untuk navigasi atau pengajaran.

Gunakan di keramaian, tempat parkir, atau tempat baru.

Gunakan ketika Anda membutuhkan anak tepat di belakang Anda.

Itu cocok dengan momen keselamatan dan arahan.

Contoh untuk keselamatan:

“Ikuti saya melalui kerumunan. Tetap dekat.”

“Ikuti saya. Saya tahu jalan ke kamar mandi.”

“Ikuti saya ke pintu keluar. Ke arah sini.”

Gunakan “ayo ikut saya” untuk mengundang dan menemani.

Gunakan untuk pekerjaan rumah, jalan-jalan, atau kegiatan yang menyenangkan.

Gunakan ketika Anda menginginkan seorang mitra.

Itu cocok dengan kebersamaan sehari-hari.

Contoh untuk persahabatan:

“Ayo ikut saya ke kebun. Mari kita sirami tanamannya.”

“Ayo ikut saya. Saya akan menunjukkan kamar saya.”

“Ayo ikut saya ke dapur. Kita perlu menyiapkan meja.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut.

“Ikuti saya” membuat mereka tetap aman di tempat-tempat yang ramai.

“Ayo ikut saya” membuat mereka merasa diinginkan.

Yang satu melindungi. Yang satu termasuk.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Ikuti saya:

“Ikuti saya ke depan antrean.”

“Saya tahu jalan pintas. Ikuti saya.”

“Ikuti saya dengan tenang ke perpustakaan.”

Ayo ikut saya:

“Ayo ikut saya. Saya punya kejutan untukmu.”

“Ayo ikut saya ke taman. Mari bermain.”

“Ayo ikut saya. Kita bisa membangun benteng bersama.”

Perhatikan “ikuti saya” menunjukkan jalannya.

“Ayo ikut saya” membuka undangan.

Yang satu adalah peta. Yang satu adalah sambutan.

Keduanya mengarah ke tempat yang baik.

Orang tua dapat menggunakan keduanya setiap hari.

Berjalan melalui toko: “ikuti saya.”

Pergi ke halaman belakang: “ayo ikut saya.”

Anak-anak mempelajari nada yang berbeda untuk kebutuhan yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “ikuti saya” ketika mereka ingin seorang teman bermain.

Itu terdengar seperti memerintah.

Gunakan “ayo ikut saya” untuk teman.

Itu terdengar seperti undangan, bukan perintah.

Salah: “Ikuti saya ke ayunan.”

Benar: “Ayo ikut saya ke ayunan.”

Kesalahan lain: mengatakan “ayo ikut saya” di tempat yang berbahaya.

Jika Anda membutuhkan anak di belakang Anda untuk keselamatan, katakan “ikuti saya.”

Berjalan berdampingan tidak selalu aman.

Cocokkan frasa dengan risikonya.

Salah: “Ayo ikut saya” (menyeberang jalan yang ramai).

Benar: “Ikuti saya dengan cermat menyeberang jalan.”

Beberapa pelajar lupa untuk melakukan kontak mata.

Lihatlah anak itu ketika Anda berbicara.

Ulurkan tangan Anda untuk “ayo ikut saya.”

Tunjuk untuk “ikuti saya.”

Gerakan membantu.

Juga hindari mengatakan “ikuti saya” dengan suara yang menakutkan.

Itu menakutkan anak-anak.

Gunakan suara yang tenang dan percaya diri.

“Ikuti saya” harus terasa aman, tidak mengancam.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “ikuti saya” sebagai jalur jejak kaki.

Anda meninggalkan jejak. Anak itu menginjaknya.

Satu pemimpin. Satu pengikut.

Aman dan jelas.

Pikirkan “ayo ikut saya” sebagai dua tangan yang berpegangan.

Anda berjalan berdampingan.

Mitra yang setara.

Ramah dan hangat.

Trik lain: ingat huruf pertama.

“Follow” memiliki F untuk “depan.”

“Come” memiliki C untuk “teman.”

Depan mendapat “ikuti saya.”

Teman mendapat “ayo ikut saya.”

Orang tua dapat mengatakan:

“Ikuti untuk keselamatan. Datanglah untuk bermain.”

Itu berarti tempat berbahaya atau ramai mendapatkan “ikuti saya.”

Perjalanan yang menyenangkan atau sehari-hari mendapatkan “ayo ikut saya.”

Berlatih di toko kelontong.

Tempat parkir: “ikuti saya.”

Di dalam lorong: “ayo ikut saya untuk mengambil apel.”

Dua frasa. Satu anak yang aman dan bahagia.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anda dan anak Anda berada di stasiun kereta yang ramai. Anda perlu pergi ke peron.

a) “Ayo ikut saya ke peron.”

b) “Ikuti saya dengan cermat. Tetaplah di belakang saya.”

Anda ingin anak Anda membantu Anda membuat kue di dapur.

a) “Ikuti saya ke dapur.”

b) “Ayo ikut saya. Mari kita memanggang bersama.”

Jawaban:

1 – b. Tempat yang ramai dan berisiko membutuhkan “ikuti saya.”

2 – b. Aktivitas yang menyenangkan dan setara cocok dengan “ayo ikut saya.”

Isi bagian yang kosong:

“Saat kita berjalan melalui tempat parkir yang sibuk, saya memberi tahu anak saya ______.”

(“Ikuti saya” membuat mereka tetap aman di belakang Anda.)

Satu lagi:

“Ketika saya ingin menunjukkan matahari terbenam yang indah kepada anak saya, saya berkata ______.”

(“Ayo ikut saya” mengundang mereka untuk berbagi momen tersebut.)

Membimbing anak adalah sebuah anugerah.

“Ikuti saya” membuat mereka tetap aman.

“Ayo ikut saya” mendekatkan mereka.

Keduanya mengatakan “Saya akan membawamu ke tempat yang baik.”

Itulah inti dari pengasuhan.

Ringkasan

“Ikuti saya” memberi tahu seorang anak untuk tetap di belakang Anda untuk keselamatan atau arahan. “Ayo ikut saya” mengundang seorang anak untuk bergabung dengan Anda sebagai teman. Gunakan “ikuti saya” di keramaian dan tempat berbahaya. Gunakan “ayo ikut saya” untuk kebersamaan sehari-hari.

Kedua frasa tersebut membuat anak-anak tetap dekat.

Suara Anda membimbing mereka pulang.