Saat Membantu Anak Mempersiapkan Ujian, Apakah Sebaiknya Mengatakan “Lakukan yang Terbaik” atau “Berikan Segalanya” untuk Motivasi?

Saat Membantu Anak Mempersiapkan Ujian, Apakah Sebaiknya Mengatakan “Lakukan yang Terbaik” atau “Berikan Segalanya” untuk Motivasi?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Kedua Ungkapan Ini?

“Lakukan yang terbaik” dan “berikan segalanya” sama-sama berarti berusaha sekeras mungkin. Keduanya mendorong anak untuk mengerahkan upaya maksimal dalam suatu tugas, apa pun hasilnya. Anak-anak mendengar kata-kata ini sebelum ujian, pertandingan, pertunjukan, atau tantangan. Keduanya membangun ketahanan.

“Lakukan yang terbaik” adalah dorongan yang tenang dan lembut untuk berusaha sekeras mungkin. Seorang orang tua mengatakannya sebelum ujian ejaan. Ini hangat dan suportif.

“Berikan segalanya” lebih kuat dan lebih intens. Itu berarti mencurahkan semua energi yang Anda miliki ke dalam tugas tersebut. Seorang pelatih mungkin mengatakannya sebelum pertandingan besar. Ini lebih dramatis.

Kedua ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “berusaha sekeras mungkin.” Keduanya menghargai upaya daripada hasil. Tetapi yang satu lembut sementara yang lain intens.

Apa Perbedaannya? Yang satu lembut dan mendorong. Yang satu intens dan antusias. “Lakukan yang terbaik” untuk dorongan sehari-hari. Ini tenang dan hangat. Ini adalah frasa klasik orang tua.

“Berikan segalanya” untuk momen-momen berenergi tinggi dan berisiko tinggi. Ini untuk olahraga, kompetisi, atau pertunjukan besar. Ini lebih dramatis. Ini kurang umum untuk ujian harian.

Pikirkan seorang anak sebelum kuis matematika. “Lakukan yang terbaik” sudah tepat. “Berikan segalanya” akan terdengar terlalu intens untuk kuis. Yang satu untuk usaha yang tenang. Yang satu untuk energi maksimal.

Yang satu untuk semua situasi. Yang lain untuk momen-momen berenergi tinggi atau kompetitif. “Lakukan yang terbaik” untuk pekerjaan rumah. “Berikan segalanya” untuk pertandingan kejuaraan. Gunakan yang pertama untuk ketenangan. Gunakan yang kedua untuk intensitas.

Juga, “berikan segalanya” menyiratkan bahwa Anda mungkin tidak memiliki apa pun yang tersisa setelahnya. Ini untuk menyelesaikan sesuatu yang besar. “Lakukan yang terbaik” untuk upaya yang berkelanjutan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “lakukan yang terbaik” untuk dorongan sehari-hari. Gunakan sebelum ujian, pekerjaan rumah, latihan, atau aktivitas apa pun. Gunakan untuk menenangkan saraf. Itu cocok untuk pembicaraan yang lembut.

Contoh di rumah: “Lakukan yang terbaik dalam ujian ejaan.” “Lakukan yang terbaik, dan saya akan bangga.” “Lakukan yang terbaik, dan itu sudah cukup.”

Gunakan “berikan segalanya” untuk momen-momen berenergi tinggi, kompetitif, atau penting. Gunakan untuk pertandingan olahraga, pertunjukan besar, atau ujian akhir. Gunakan untuk menyemangati. Itu cocok untuk pembicaraan yang intens.

Contoh untuk intensitas: “Berikan segalanya dalam balapan terakhir.” “Ini kejuaraan. Berikan segalanya.” “Berikan segalanya, dan jangan tinggalkan apa pun di lapangan.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya. “Lakukan yang terbaik” untuk ketenangan. “Berikan segalanya” untuk intensitas. Keduanya menghargai upaya.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Lakukan yang terbaik: “Lakukan yang terbaik, dan hanya itu yang penting.” “Saya akan melakukan yang terbaik dalam ujian.” “Lakukan saja yang terbaik. Anda tidak harus sempurna.”

Berikan segalanya: “Berikan segalanya dalam pertandingan besar.” “Saat Anda mencoba masuk tim, berikan segalanya.” “Saya memberikan segalanya, dan saya bangga.”

Perhatikan “lakukan yang terbaik” tenang dan lembut. “Berikan segalanya” intens dan energik. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk usaha yang tenang. Yang satu untuk energi tinggi.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Sebelum kuis: “lakukan yang terbaik.” Sebelum balapan: “berikan segalanya.” Anak-anak mempelajari kata-kata usaha yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak berpikir “lakukan yang terbaik” berarti mereka harus sempurna. Yang terbaik Anda adalah apa pun yang dapat Anda lakukan hari ini. Kadang-kadang yang terbaik Anda kurang, dan itu tidak apa-apa.

Salah: “Saya sudah melakukan yang terbaik, tetapi saya tidak mendapat A, jadi saya gagal.” Lebih baik: “Saya sudah melakukan yang terbaik, dan saya belajar banyak.”

Kesalahan lain: menggunakan “berikan segalanya” untuk aktivitas berisiko rendah. Itu dapat menyebabkan stres yang tidak perlu. Simpan untuk saat energi tinggi benar-benar dibutuhkan.

Salah: “Berikan segalanya saat menyikat gigi.” (terlalu intens) Lebih baik: “Lakukan yang terbaik saat menyikat gigi.”

Beberapa siswa berpikir “memberikan segalanya” berarti menang. Itu berarti usaha, bukan hasil. Anda dapat memberikan segalanya dan tetap kalah.

Juga hindari membandingkan upaya. “Dia memberikan segalanya, dan kamu tidak” itu menyakitkan. Rayakan upaya setiap anak secara individual.

Tips Memori Mudah Pikirkan “lakukan yang terbaik” sebagai tangan yang mantap di bahu. Tenang. Mendukung. Untuk usaha sehari-hari.

Pikirkan “berikan segalanya” sebagai kerumunan yang bergemuruh. Keras. Energik. Semangat. Untuk momen-momen besar.

Trik lain: ingat energinya. “Lakukan yang terbaik” = tenang. “Berikan segalanya” = intens. Tenang dapat “lakukan yang terbaik.” Intens dapat “berikan segalanya.”

Orang tua dapat mengatakan: “Terbaik untuk ujian. Semuanya untuk kontes.”

Latihan di rumah. Pekerjaan rumah: “lakukan yang terbaik.” Pertandingan sepak bola: “berikan segalanya.”

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang orang tua mengucapkan selamat tinggal kepada seorang anak sebelum hari sekolah biasa. a) “Berikan segalanya di sekolah.” b) “Lakukan yang terbaik di sekolah.”

Seorang pelatih berbicara kepada tim sebelum pertandingan final kejuaraan. a) “Lakukan yang terbaik di luar sana.” b) “Berikan segalanya. Jangan tinggalkan apa pun di lapangan.”

Jawaban: 1 – b. Hari sekolah biasa cocok dengan “lakukan yang terbaik” yang tenang. 2 – b. Final kejuaraan cocok dengan “berikan segalanya” yang intens.

Isi bagian yang kosong: “Ketika saya mendorong anak saya sebelum hari sekolah biasa, saya mengatakan ______.” (“Lakukan yang terbaik” adalah pilihan yang tenang, lembut, sehari-hari.)

Satu lagi: “Ketika tim saya akan memainkan pertandingan terbesar musim ini, pelatih berteriak ______.” (“Berikan segalanya” cocok dengan deskripsi yang intens, berenergi tinggi, dan bersemangat.)

Upaya selalu menang. “Lakukan yang terbaik” membangun kekuatan yang stabil. “Berikan segalanya” membangun semangat. Ajarkan anak Anda keduanya. Seorang anak yang mempelajari keduanya akan tahu kapan harus tetap tenang dan kapan harus bersinar terang.