Ketika Orang Tua Berkata “Berperilaku Baik” atau “Bersikap Baik,” Apa Maksudnya?

Ketika Orang Tua Berkata “Berperilaku Baik” atau “Bersikap Baik,” Apa Maksudnya?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Berperilaku baik” dan “bersikap baik” sama-sama meminta anak untuk bersikap baik. Mereka memberi tahu anak untuk mengikuti aturan dan menunjukkan kebaikan. Orang tua menggunakan frasa-frasa ini sebelum sekolah atau kunjungan. Anak-anak mendengarnya setiap hari.

“Bersikap baik” berarti melakukan hal yang benar. Ini singkat dan ramah. Orang tua mengatakannya ketika mengantar anak di pesta. Ini mencakup banyak tindakan kecil.

“Berperilaku baik” berarti mengendalikan tindakan Anda dengan benar. Kedengarannya lebih spesifik dan seperti orang dewasa. Seorang guru mungkin mengatakannya sebelum pertemuan. Ini berfokus pada perilaku yang terlihat.

Kedua ungkapan ini tampak sangat mirip. Keduanya meminta sopan santun dan pengendalian diri. Keduanya menunjukkan harapan dari orang dewasa. Tetapi yang satu terasa hangat dan yang lainnya terasa formal.

Apa Perbedaannya?

Yang satu lebih luas. Yang lainnya lebih spesifik. “Bersikap baik” mencakup perasaan, pilihan, dan sikap. Ini meminta seluruh anak untuk melakukan dengan baik. Ini mempercayai anak untuk mengerti.

“Berperilaku baik” hanya berfokus pada tindakan. Ini meminta duduk, mendengarkan, dan berbicara yang benar. Ini tidak berbicara tentang perasaan di dalam. Ini peduli tentang apa yang dilihat orang lain.

Pikirkan seorang anak di restoran. “Bersikap baik” berarti bantu saudara perempuanmu. Jangan merengek. Makanlah dengan baik. “Berperilaku baik” berarti gunakan garpumu. Duduklah diam. Bicaralah dengan tenang. Yang kedua mencantumkan tindakan yang jelas.

Yang satu lebih lembut. Yang lainnya lebih langsung. “Bersikap baik” terdengar penuh kasih dan percaya. “Berperilaku baik” terdengar seperti sebuah aturan. Anak-anak merespons lebih baik terhadap yang pertama dalam banyak kasus.

Juga, “bersikap baik” cocok untuk anak-anak yang sangat kecil. “Berperilaku baik” cocok untuk anak-anak yang lebih besar yang memahami aturan. Pilihlah berdasarkan usia anak Anda. Keduanya mengajarkan perilaku positif dari waktu ke waktu.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “bersikap baik” untuk momen sehari-hari. Gunakan itu sebelum bermain, sekolah, atau perjalanan mobil. Gunakan itu ketika Anda ingin menunjukkan cinta dengan kata-kata Anda. Itu cocok untuk ucapan selamat pagi dan pengingat malam.

Contoh di rumah: “Bersikap baiklah untuk Nenek hari ini.” “Aku akan menjemputmu jam tiga. Bersikap baiklah.” “Bersikap baiklah kepada adik laki-lakimu.”

Gunakan “berperilaku baik” untuk acara khusus. Gunakan itu sebelum pernikahan, upacara, atau makan malam mewah. Gunakan itu ketika Anda membutuhkan aturan perilaku yang jelas. Itu cocok untuk instruksi formal.

Contoh di luar: “Harap berperilaku baik di museum.” “Kami berharap Anda berperilaku baik selama konser.” “Kepala sekolah meminta semua orang untuk berperilaku baik di aula.”

Orang tua dapat menggunakan keduanya dalam satu hari. “Bersikap baik” saat sarapan. “Berperilaku baik” di kantor dokter. Tidak ada yang salah. Keduanya membantu anak-anak memahami harapan.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Bersikap baik: “Bersikap baiklah saat aku membuat makan malam.” “Ingatlah untuk bersikap baik di rumah temanmu.” “Bersikap baiklah dan bagikan mainanmu hari ini.”

Berperilaku baik: “Harap berperilaku baik selama foto kelas.” “Jika kamu berperilaku baik, kita bisa makan es krim.” “Guru pengganti membutuhkan semua orang untuk berperilaku baik.”

Perhatikan “bersikap baik” terasa seperti pelukan dalam kata-kata. “Berperilaku baik” terasa seperti daftar aturan. Anak-anak belajar dari keduanya. Tetapi “bersikap baik” membangun hubungan yang lebih kuat.

Orang tua juga dapat mengatakan “bersikap baiklah pada diri sendiri.” Itu berarti istirahat dan makan dengan baik. Itu berbeda dari perilaku untuk orang lain. Itu mengajarkan perawatan diri bersama dengan kebaikan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa orang tua terlalu sering menggunakan “berperilaku baik.” Itu mulai terdengar seperti omelan. Anak-anak berhenti mendengarkan. Gunakan itu hanya jika Anda benar-benar membutuhkan perilaku formal.

Kesalahan lain: melupakan “baik” dalam “berperilaku baik.” Beberapa orang mengatakan “berperilaku baik.” Itu adalah tata bahasa yang salah. “Berperilaku” membutuhkan kata keterangan “baik.” Tetapi “bersikap baik” menggunakan kata sifat “baik.”

Salah: “Harap berperilaku baik di pesta.” Benar: “Harap berperilaku baik di pesta.” Salah: “Berperilaku baiklah kepada saudara perempuanmu.” Benar: “Bersikap baiklah kepada saudara perempuanmu.”

Beberapa orang dewasa menggunakan “bersikap baik” untuk berarti “jangan melakukan hal buruk.” Itu terlalu kabur bagi sebagian anak. Tambahkan contoh kecil. Katakan “Bersikap baiklah. Itu berarti tidak memukul.” Instruksi yang jelas membantu pikiran muda.

Juga hindari mengatakan “bersikap baik” ketika seorang anak merasa sedih. Itu bisa terdengar meremehkan. Pertama dengarkan perasaan mereka. Kemudian ingatkan mereka tentang perilaku yang baik.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “bersikap baik” sebagai selimut hangat. Itu mencakup segalanya tentang anak. Perasaan, tindakan, dan pikiran semuanya penting. Selimut itu membuat mereka aman.

Pikirkan “berperilaku baik” sebagai lampu lalu lintas. Hijau berarti berjalan dengan tindakan yang baik. Merah berarti menghentikan tindakan buruk. Itu hanya mengontrol perilaku di luar.

Trik lain: ingat lagi panjangnya. “Bersikap baik” memiliki dua kata pendek. Cepat dan penuh kasih. “Berperilaku baik” memiliki dua kata yang lebih panjang. Lebih lambat dan lebih jelas. Gunakan pendek untuk cinta sehari-hari. Gunakan panjang untuk aturan khusus.

Orang tua dapat mengatakan: “Baik untuk hati. Baik untuk bagian.” Itu berarti “bersikap baik” peduli tentang seluruh anak. “Berperilaku baik” peduli tentang tindakan tertentu.

Berlatih saat tidur. Katakan “bersikap baiklah besok” untuk pagi sekolah. Katakan “berperilaku baiklah di pertemuan” untuk hari-hari khusus. Anak Anda akan belajar perbedaannya secara alami.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anda mengantar anak Anda di pesta ulang tahun dengan teman dekat. a) “Berperilaku baiklah di pesta.” b) “Bersikap baiklah dan bersenang-senanglah.”

Anda membawa anak Anda ke perpustakaan yang tenang untuk acara mendongeng. a) “Bersikap baiklah di perpustakaan.” b) “Harap berperilaku baik. Gunakan suara yang tenang dan tubuh yang duduk.”

Jawaban: 1 – b. Pengaturan yang menyenangkan membutuhkan bahasa yang hangat. 2 – b. Pengaturan formal membutuhkan kata-kata perilaku tertentu.

Isi bagian yang kosong: “Sebelum pertunjukan sekolahku, ibuku berkata, ‘Ingatlah untuk ______ di atas panggung.’” (“Berperilaku baik” lebih cocok di sini karena ada penonton.)

Satu lagi: “Saat sarapan, ayahku mencium kepalaku dan berkata, ‘______ di sekolah hari ini.’” (“Bersikap baik” terasa lebih hangat untuk ucapan selamat tinggal sehari-hari.)

Kedua frasa berfungsi. Pilihlah berdasarkan momen. Momen hangat mendapatkan “bersikap baik.” Momen yang penuh aturan mendapatkan “berperilaku baik.” Anak Anda akan memahami keduanya dengan latihan.

Ringkasan

“Bersikap baik” membungkus seorang anak dengan kehangatan dan kepercayaan. “Berperilaku baik” memberikan aturan yang jelas untuk momen-momen tertentu. Gunakan “bersikap baik” untuk kebaikan sehari-hari. Gunakan “berperilaku baik” untuk pengaturan formal. Keduanya membantu anak-anak tumbuh menjadi orang yang bijaksana. Cinta di balik kata-kata adalah yang paling penting.