Saat Berbagi Cerita, Haruskah Anda Mengatakan “Mari Membaca” atau “Mari Melihat Buku” dengan Seorang Anak?

Saat Berbagi Cerita, Haruskah Anda Mengatakan “Mari Membaca” atau “Mari Melihat Buku” dengan Seorang Anak?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Mari membaca” dan “mari melihat buku” keduanya mengajak seseorang untuk berbagi waktu dengan cerita tertulis. Mereka menyarankan untuk menikmati buku bersama sebagai sebuah kegiatan. Anak-anak mendengar kata-kata ini saat waktu tidur, di ruang kelas, atau di perpustakaan. Keduanya membangun kecintaan pada cerita.

“Mari membaca” berarti mari kita lihat kata-katanya dan ikuti ceritanya bersama-sama. Ini langsung dan umum. Seorang orang tua mengatakannya saat memegang buku bergambar. Ini berfokus pada tindakan membaca.

“Mari melihat buku” berarti mari kita periksa halaman dan gambarnya bersama-sama. Ini lebih lembut dan luas. Seorang orang tua mengatakannya kepada anak yang masih sangat kecil yang belum bisa membaca. Ini berfokus pada menjelajahi buku secara visual.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya mengundang waktu bersama dengan buku. Keduanya membangun koneksi dan pembelajaran. Tetapi yang satu untuk membaca kata-kata sementara yang satu untuk melihat gambar.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk membaca teks. Yang satu untuk menjelajahi buku secara visual. “Mari membaca” berfungsi saat anak dapat mengikuti kata-kata. Ini termasuk mengucapkan, mengikuti, dan memahami teks. Ini untuk belajar membaca.

“Mari melihat buku” berfungsi untuk segala usia, terutama bayi dan balita. Ini berarti menunjuk gambar, membalik halaman, dan menyebutkan nama benda. Ini untuk keterampilan pra-membaca. Ini lebih lembut dan tidak terlalu menuntut.

Pikirkan seorang anak yang sedang belajar membaca. “Mari membaca halaman ini bersama-sama” sangat cocok. “Mari melihat gambarnya” juga berfungsi. Yang satu mengajarkan kata-kata. Yang satu mengajarkan kegembiraan buku.

Yang satu untuk anak yang lebih besar. Yang satu untuk segala usia. “Mari membaca” untuk anak-anak yang sudah bisa membaca atau sedang belajar. “Mari melihat buku” untuk setiap anak, bahkan bayi. Pilih berdasarkan usia dan suasana hati anak.

Juga, “mari melihat buku” termasuk buku apa pun, bahkan tanpa kata-kata. Buku bergambar tanpa kata sangat cocok untuk dilihat. “Mari membaca” membutuhkan kata-kata di halaman. Cocokkan frasa dengan buku.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “mari membaca” saat Anda ingin fokus pada teks. Gunakan untuk cerita sebelum tidur, buku sekolah, atau pembaca baru. Gunakan saat anak dapat mengikuti kata-kata. Ini cocok dengan momen belajar.

Contoh di rumah: “Mari membaca bab ini bersama-sama.” “Mari membaca kata-kata di halaman ini.” “Mari membaca. Kamu membaca satu halaman, dan saya akan membaca halaman berikutnya.”

Gunakan “mari melihat buku” untuk segala usia, terutama anak kecil. Gunakan untuk bayi, balita, atau waktu bersantai. Gunakan saat Anda ingin fokus pada gambar dan warna. Ini cocok untuk eksplorasi yang nyaman.

Contoh untuk eksplorasi: “Mari melihat buku di sofa.” “Mari melihat buku dan temukan burung biru.” “Mari melihat buku bersama-sama. Kamu bisa membalik halamannya.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Mari membaca” untuk belajar kata-kata. “Mari melihat buku” untuk mencintai buku. Keduanya menumbuhkan seorang pembaca.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Mari membaca: “Mari membaca cerita tentang naga ini.” “Mari membaca bersama sebelum tidur.” “Mari membaca. Saya akan membantumu dengan kata-kata yang sulit.”

Mari melihat buku: “Mari melihat buku dan tunjuk hewan-hewannya.” “Mari melihat buku sambil kita meringkuk.” “Mari melihat buku. Kamu bisa memilih yang mana.”

Perhatikan “mari membaca” terdengar seperti seorang guru atau orang tua yang membantu dengan kata-kata. “Mari melihat buku” terdengar seperti waktu meringkuk yang nyaman. Anak-anak belajar keduanya. Keduanya membangun kecintaan pada buku.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. “Mari membaca halaman ini” (belajar membaca). “Mari melihat gambarnya” (waktu bayi). Anak-anak belajar berbagai cara untuk menikmati buku.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “mari membaca” saat mereka bermaksud “mari melihat buku.” Tidak apa-apa, tetapi anak-anak yang masih sangat kecil mungkin menjadi frustrasi. Jika anak tidak dapat membaca kata-kata, katakan “mari melihat buku” terlebih dahulu. Ini lebih lembut dan membangun kepercayaan diri.

Salah: “Mari membaca” (kepada balita yang tidak bisa membaca). Lebih baik: “Mari melihat buku. Saya akan memberi tahu Anda apa yang ditunjukkan gambar.”

Kesalahan lain: mengatakan “mari melihat buku” saat anak ingin membaca. Jika anak tahu cara membaca, tawarkan “mari membaca.” Hormati keterampilan mereka yang sedang berkembang. Cocokkan undangan dengan kemampuan mereka.

Salah: “Mari melihat buku” (kepada anak yang ingin mengucapkan kata-kata). Benar: “Mari membaca ini. Kamu coba kata pertama.”

Beberapa pembelajar lupa bahwa keduanya baik. Membaca adalah sebuah keterampilan. Melihat buku adalah sebuah kegembiraan. Setiap pembaca mulai dengan melihat. Rayakan kedua tahap.

Juga hindari memaksa membaca saat seorang anak hanya ingin melihat. Jika mereka lelah, katakan “mari melihat buku.” Membaca membutuhkan usaha. Melihat adalah istirahat. Keduanya baik-baik saja.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “mari membaca” sebagai sepasang kacamata. Kacamata membantu Anda melihat kata-kata. Anda fokus pada teks. Keterampilan belajar.

Pikirkan “mari melihat buku” sebagai selimut hangat. Selimut membungkus Anda berdua. Anda menunjuk gambar. Anda tersenyum. Kegembiraan yang nyaman.

Trik lain: ingat tujuannya. “Membaca” untuk kata-kata. “Melihat buku” untuk gambar dan halaman. Kata-kata “dibaca.” Gambar “melihat buku.”

Orang tua dapat mengatakan: “Membaca untuk kepala. Lihat untuk tempat tidur.” Itu berarti belajar membaca mendapat “mari membaca.” Meringkuk sebelum tidur dengan gambar mendapat “mari melihat buku.”

Berlatih saat waktu buku. Dengan pembaca baru: “mari membaca.” Dengan bayi: “mari lihat buku ini.” Dua undangan berbeda. Satu kecintaan pada cerita.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Anak Anda sedang belajar mengucapkan kata-kata. Mereka memiliki buku dengan kalimat sederhana. a) “Mari melihat buku.” b) “Mari membaca ini bersama-sama. Kamu ucapkan kata pertama.”

Bayi Anda ingin duduk di pangkuan Anda dan menyentuh buku karton dengan gambar hewan. a) “Mari membaca kata-kata yang sulit.” b) “Mari melihat buku. Di mana sapinya?”

Jawaban: 1 – b. Seorang anak yang sedang belajar membaca cocok dengan “mari membaca.” 2 – b. Seorang bayi yang menjelajahi gambar cocok dengan “mari melihat buku.”

Isi bagian yang kosong: “Saat anak saya mengucapkan kata-kata, saya mengatakan ______.” (“Mari membaca” cocok dengan momen yang fokus dan membangun keterampilan.)

Satu lagi: “Saat balita saya ingin meringkuk dan menunjuk gambar, saya mengatakan ______.” (“Mari melihat buku” cocok dengan kegembiraan pra-membaca yang lembut.)

Buku itu ajaib. “Mari membaca” membuka pintu ke kata-kata. “Mari melihat buku” membuka pintu ke keajaiban. Ajarkan anak Anda keduanya. Setiap halaman yang dibalik adalah kenangan yang dibuat.

Rangkuman

“Mari membaca” mengundang perhatian yang terfokus pada kata-kata dan teks. “Mari melihat buku” mengundang eksplorasi gambar dan halaman yang menyenangkan. Gunakan “mari membaca” untuk anak-anak yang belajar membaca atau mengikuti cerita. Gunakan “mari melihat buku” untuk bayi, balita, atau waktu gambar yang nyaman. Kedua frasa tersebut membangun kecintaan pada buku. Seorang anak yang mencintai buku tidak akan pernah kesepian.