Ketika Sesuatu Tidak Beres, Haruskah Seorang Anak Mengatakan “Itu Menyedihkan” atau “Itu Disayangkan”?

Ketika Sesuatu Tidak Beres, Haruskah Seorang Anak Mengatakan “Itu Menyedihkan” atau “Itu Disayangkan”?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Itu menyedihkan” dan “itu disayangkan” keduanya merupakan reaksi terhadap berita buruk.

Keduanya memberi tahu seseorang bahwa Anda menyadari ada sesuatu yang tidak baik.

Anak-anak mengucapkan kata-kata ini ketika mendengar tentang kekecewaan atau kehilangan.

Keduanya menunjukkan simpati.

“Itu menyedihkan” berarti peristiwa ini membuat saya merasa sedih.

Itu emosional dan langsung.

Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman kehilangan hewan peliharaannya.

Itu berbagi perasaan.

“Itu disayangkan” berarti peristiwa ini tidak beruntung atau waktunya buruk.

Kedengarannya lebih jauh dan faktual.

Orang dewasa mengatakannya ketika penerbangan dibatalkan.

Itu mengamati nasib buruk tanpa emosi yang mendalam.

Ungkapan-ungkapan ini tampak sangat mirip.

Keduanya mengakui sesuatu yang buruk terjadi.

Keduanya dapat menghibur.

Tetapi yang satu berasal dari hati sementara yang lain berasal dari pikiran.

Apa Perbedaannya?

Yang satu emosional. Yang lainnya logis.

“Itu menyedihkan” berbagi perasaan sedih.

Wajah Anda menunjukkannya. Suara Anda melembut.

Itu menghubungkan hati ke hati.

“Itu disayangkan” menyatakan fakta tentang keberuntungan.

Kedengarannya tenang dan sedikit menjauh.

Anda mungkin mengangkat bahu.

Itu tidak meminta pelukan.

Pikirkan seorang anak yang kehilangan buku perpustakaan.

“Itu menyedihkan” berbagi perasaan.

“Itu disayangkan” mengatakan “itu nasib buruk.”

Yang satu terasa hangat. Yang satu terasa seperti laporan berita.

Yang satu untuk kehilangan pribadi. Yang lainnya untuk ketidaknyamanan kecil.

“Itu menyedihkan” cocok untuk mainan yang hilang, perasaan yang terluka, dan perpisahan.

“Itu disayangkan” cocok untuk ketinggalan bus, hujan saat piknik, atau tiket yang terjual habis.

Pilih berdasarkan seberapa besar hati terluka.

Juga, “disayangkan” dapat terdengar seperti Anda tidak terlalu peduli.

Gunakan dengan hati-hati dengan teman yang benar-benar terluka.

“Itu menyedihkan” hampir selalu lebih baik.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “itu menyedihkan” untuk kehilangan emosional.

Gunakan untuk mainan yang rusak, film sedih, dan perasaan yang terluka.

Gunakan ketika seseorang membutuhkan kenyamanan.

Itu cocok untuk momen yang menyentuh hati.

Contoh di rumah:

“Menyedihkan sekali ikan mas Anda mati.”

“Menyedihkan sekali temanmu pindah.”

“Kamu kehilangan topi kesukaanmu? Itu menyedihkan.”

Gunakan “itu disayangkan” untuk nasib buruk kecil.

Gunakan untuk rencana yang dibatalkan, salah belok, atau pensil yang patah.

Gunakan ketika tidak ada yang benar-benar terluka.

Itu cocok untuk ketidaknyamanan sehari-hari.

Contoh untuk nasib buruk kecil:

“Disayangkan sekali toko tutup lebih awal.”

“Kamu lupa makan siangmu? Itu disayangkan.”

“Disayangkan sekali hujan saat kita berjalan-jalan.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya.

“Itu menyedihkan” untuk perasaan yang sebenarnya.

“Itu disayangkan” untuk masalah kecil.

Yang satu menghibur. Yang satu mengamati.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Itu menyedihkan:

“Menyedihkan sekali gambarmu robek.”

“Itu menyedihkan. Semoga kamu segera merasa lebih baik.”

“Itu menyedihkan. Boleh aku memelukmu?”

Itu disayangkan:

“Disayangkan sekali kita ketinggalan bus.”

“Pertandingannya sudah terjual habis? Itu disayangkan.”

“Disayangkan sekali pensilmu patah.”

Perhatikan “itu menyedihkan” mengarah pada kenyamanan.

“Itu disayangkan” mengarah pada sebuah rencana.

Yang satu berkata “Aku merasakan bersamamu.”

Yang satu berkata “sayang sekali.”

Orang tua dapat menggunakan keduanya dengan anak-anak.

“Menyedihkan sekali kamu kehilangan gelangmu.” (emosional)

“Disayangkan sekali toko tidak punya yang merah.” (nasib buruk kecil)

Anak-anak belajar mencocokkan perasaan dengan kata.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak mengatakan “itu disayangkan” untuk kehilangan besar.

Itu terdengar dingin.

Hewan peliharaan yang hilang bukanlah “disayangkan.” Itu menyedihkan.

Gunakan kata emosional untuk momen emosional.

Salah: “Disayangkan sekali nenekmu sakit.”

Benar: “Menyedihkan sekali nenekmu sakit. Aku turut prihatin.”

Kesalahan lain: mengatakan “itu menyedihkan” untuk hal-hal kecil.

“Menyedihkan sekali kamu menjatuhkan serbetmu” terlalu dramatis.

Simpan kesedihan untuk kesedihan yang nyata.

Gunakan “disayangkan” atau “yah” untuk hal-hal kecil.

Salah: “Itu menyedihkan” (menjatuhkan krayon).

Benar: “Itu disayangkan. Mari kita ambil.”

Beberapa pelajar lupa menawarkan bantuan setelah “itu menyedihkan.”

Jangan hanya mengucapkan kata-kata itu.

Tanyakan “apa yang bisa saya lakukan?” atau berikan pelukan.

Kesedihan membutuhkan tindakan, bukan hanya kata-kata.

Salah: “Itu menyedihkan.” (pergi)

Benar: “Itu menyedihkan. Apakah kamu ingin membicarakannya?”

Juga hindari mengatakan “itu disayangkan” sambil tersenyum.

Kelihatannya Anda tidak peduli.

Cocokkan wajah Anda dengan kata-kata Anda.

Berita buruk pantas mendapatkan wajah yang serius.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “itu menyedihkan” sebagai bunga yang layu.

Bunga itu membutuhkan air.

Hati Anda terasa berat.

Emosional dan lembut.

Pikirkan “itu disayangkan” sebagai mengangkat bahu.

Bahu terangkat.

Anda berkata “yah.”

Logis dan ringan.

Trik lain: ingat huruf pertama.

“Menyedihkan” memiliki S untuk “kesedihan.”

“Disayangkan” memiliki U untuk “uh-oh.”

Kesedihan mendapat “sedih.”

Uh-oh mendapat “disayangkan.”

Orang tua dapat berkata:

“Sedih untuk hati. Disayangkan untuk kereta.”

Itu berarti perasaan menjadi “sedih.”

Kereta belanja yang hilang atau masalah kecil menjadi “disayangkan.”

Berlatih di meja makan.

Mainan yang rusak: “itu menyedihkan.”

Minuman tumpah: “itu disayangkan.”

Anak Anda mempelajari skala berita buruk.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Hamster temanmu mati. Mereka menangis.

a) “Disayangkan sekali tentang hamster itu.”

b) “Itu menyedihkan. Aku benar-benar minta maaf.”

Keluarga Anda tiba di pantai. Hujan mulai turun.

a) “Menyedihkan sekali tentang hujan.”

b) “Itu disayangkan. Mungkin akan cerah.”

Jawaban:

1 – b. Kematian membutuhkan emosional “itu menyedihkan.”

2 – b. Perubahan cuaca cocok dengan “disayangkan” yang lebih ringan.

Isi bagian yang kosong:

“Ketika teman saya memberi tahu saya bahwa orang tua mereka bertengkar, saya berkata ______.”

(“Itu menyedihkan” cocok dengan perjuangan keluarga yang emosional.)

Satu lagi:

“Ketika saya menyadari saya meninggalkan botol air saya di taman, saya berkata ______.”

(“Itu disayangkan” cocok dengan kesalahan kecil yang dapat diperbaiki.)

Hal-hal buruk terjadi.

Cara Anda merespons menunjukkan hati Anda.

“Itu menyedihkan” berbagi air mata.

“Itu disayangkan” berbagi desahan.

Keduanya jujur. Yang satu lebih dekat ke hati.

Ringkasan

“Itu menyedihkan” berbagi kesedihan emosional. “Itu disayangkan” mencatat nasib buruk atau ketidaknyamanan.

Gunakan “sedih” untuk kehilangan dan perasaan yang terluka. Gunakan “disayangkan” untuk masalah kecil dan waktu yang buruk.

Kedua kata mengakui bahwa hidup tidak selalu mudah.

Kata-kata yang baik membuat momen-momen sulit menjadi lebih lembut.