Ketika Sesuatu Berbahaya, Haruskah Seorang Anak Mengatakan “Itu Berbahaya” atau “Waspadalah” untuk Memperingatkan Orang Lain?

Ketika Sesuatu Berbahaya, Haruskah Seorang Anak Mengatakan “Itu Berbahaya” atau “Waspadalah” untuk Memperingatkan Orang Lain?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Maksud dari Ungkapan-ungkapan Ini?

“Itu berbahaya” dan “waspadalah” sama-sama memberi tahu seseorang untuk berhati-hati terhadap bahaya atau risiko.

Keduanya memperingatkan bahwa suatu situasi, benda, atau tindakan dapat menyebabkan cedera.

Anak-anak mendengar kata-kata ini di dekat kompor panas, alat tajam, atau jalan yang sibuk.

Keduanya mencegah kecelakaan.

“Itu berbahaya” berarti benda atau situasi ini dapat menyakitimu.

Ungkapan ini langsung dan jelas.

Seorang anak mengatakannya ketika seorang teman menyentuh panci panas.

Ungkapan ini menyebutkan bahaya secara terbuka.

“Waspadalah” berarti waspada dan berhati-hati terhadap kemungkinan bahaya.

Ungkapan ini terdengar lebih lembut dan lebih abstrak.

Orang dewasa mengatakannya tentang orang asing atau situasi yang tidak diketahui.

Ungkapan ini memperingatkan tanpa menyebutkan bahaya tertentu.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa.

Keduanya mengatakan “jangan ceroboh di sini.”

Keduanya melindungi dari bahaya.

Tetapi yang satu menyebutkan bahaya sementara yang lain menggambarkan sikap kehati-hatian.

Apa Perbedaannya?

Yang satu menyebutkan bahaya secara langsung. Yang satu menggambarkan sikap hati-hati.

“Itu berbahaya” mengarah pada sesuatu yang spesifik.

Kompor panas. Pisau tajam. Jalan yang sibuk.

Ungkapan ini menyebutkan ancamannya.

“Waspadalah” lebih umum.

Ungkapan ini berarti “perhatikan, sesuatu mungkin salah.”

Ungkapan ini tidak menyebutkan apa.

Ungkapan ini meminta kewaspadaan.

Pikirkan seorang anak di dekat api.

“Berbahaya menyentuh api” sudah jelas.

“Waspadalah di dekat api” juga benar tetapi kurang spesifik.

Yang satu menyebutkan risikonya. Yang satu meminta kehati-hatian.

Yang satu untuk anak-anak. Yang lain untuk orang yang lebih tua.

“Itu berbahaya” adalah yang Anda katakan kepada anak kecil.

“Waspadalah” terdengar seperti nasihat untuk remaja atau orang dewasa.

Gunakan yang pertama untuk anak-anak. Gunakan yang kedua untuk orang dewasa.

Juga, “waspada” berarti curiga atau berhati-hati.

Seorang anak mungkin tidak tahu kata ini.

“Berbahaya” lebih mudah dipahami.

Ajarkan kata-kata sederhana terlebih dahulu.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing?

Gunakan “itu berbahaya” untuk sebagian besar peringatan keselamatan kepada anak-anak.

Gunakan untuk benda panas, benda tajam, ketinggian, atau lalu lintas.

Gunakan untuk menyebutkan bahaya tertentu.

Ungkapan ini cocok untuk momen pengajaran.

Contoh di rumah:

“Berbahaya berlari di dekat kolam.”

“Berbahaya menyentuh kompor.”

“Berbahaya bermain di jalan.”

Gunakan “waspadalah” untuk kehati-hatian umum atau dengan anak-anak yang lebih besar.

Gunakan tentang orang asing, hewan yang tidak dikenal, atau situasi yang rumit.

Gunakan ketika Anda tidak yakin tentang bahaya tertentu.

Ungkapan ini cocok untuk peringatan abstrak.

Contoh untuk kehati-hatian:

“Waspadalah terhadap orang asing yang menawarkan permen.”

“Waspadalah saat berjalan sendirian di malam hari.”

“Waspadalah terhadap anjing itu. Kelihatannya ketakutan.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut.

“Itu berbahaya” untuk risiko spesifik dan jelas.

“Waspadalah” untuk kehati-hatian umum.

Yang satu menyebutkan. Yang satu memperingatkan.

Contoh Kalimat untuk Anak-anak

Itu berbahaya:

“Berbahaya memanjat pagar tua itu.”

“Berbahaya. Pisau itu sangat tajam.”

“Berbahaya. Jauhi api.”

Waspadalah:

“Waspadalah terhadap orang yang tidak Anda kenal.”

“Waspadalah saat menyeberang tempat parkir yang gelap.”

“Waspadalah. Hewan itu mungkin ketakutan.”

Perhatikan “itu berbahaya” menyebutkan ancamannya.

“Waspadalah” menyebutkan sikapnya.

Anak-anak mempelajari keduanya.

Yang satu untuk bahaya yang jelas. Yang satu untuk kehati-hatian.

Orang tua dapat menggunakan keduanya.

Kompor panas: “itu berbahaya.”

Anjing yang tidak dikenal: “waspadalah terhadap anjing itu.”

Anak-anak mempelajari berbagai jenis peringatan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa orang tua mengatakan “waspadalah” kepada anak kecil.

Anak mungkin tidak mengerti kata itu.

Katakan “itu berbahaya” atau “hati-hati” terlebih dahulu.

Simpan “waspada” untuk anak-anak yang lebih besar.

Salah: “Waspadalah terhadap kompor panas” (kepada anak berusia 4 tahun).

Lebih baik: “Berbahaya menyentuh kompor. Panas!”

Kesalahan lain: mengatakan “itu berbahaya” untuk setiap risiko kecil.

Jika Anda terlalu sering mengatakannya, anak-anak berhenti mendengarkan.

Simpan untuk bahaya nyata.

Untuk risiko kecil, katakan “hati-hati” atau “awas.”

Salah: “Berbahaya berjalan di atas karpet” (karpet yang kusut).

Lebih baik: “Perhatikan langkah Anda di karpet.”

Beberapa pelajar menggunakan “waspadalah” untuk bahaya tertentu.

“Waspadalah terhadap tebing itu” baik-baik saja.

Tetapi “berbahaya di dekat tebing itu” lebih jelas.

Jika ragu, sebutkan bahayanya.

Juga hindari mengatakan “itu berbahaya” dengan suara panik.

Kepanikan menakuti anak-anak tanpa mengajari mereka.

Ucapkan dengan tenang tetapi tegas.

Peringatan yang tenang bekerja lebih baik.

Tips Memori yang Mudah

Pikirkan “itu berbahaya” sebagai rambu berhenti merah.

Rambu tersebut bertuliskan BERHENTI.

Jelas dan spesifik.

Untuk bahaya yang disebutkan.

Pikirkan “waspadalah” sebagai bendera peringatan kuning.

Bendera tersebut bertuliskan “pelan-pelan dan lihat.”

Umum dan waspada.

Untuk risiko yang tidak diketahui atau kabur.

Trik lain: ingat usianya.

“Berbahaya” untuk anak kecil.

“Waspada” untuk remaja dan orang dewasa.

Anak kecil mendapat “berbahaya.”

Yang lebih tua mendapat “waspadalah.”

Orang tua dapat mengatakan:

“Bahaya untuk yang kecil. Waspada untuk yang rapuh.”

Itu berarti anak kecil membutuhkan “itu berbahaya.”

Anak yang lebih besar dapat memahami “waspadalah.”

Berlatih di rumah.

Pisau di atas meja: “itu berbahaya.”

Ketukan pintu yang tidak dikenal: “waspadalah. Jangan buka.”

Dua peringatan berbeda. Satu anak aman.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak berusia 4 tahun mendekati oven panas. Orang tua perlu menghentikan mereka segera.

a) “Waspadalah terhadap oven.”

b) “Itu berbahaya. Ovennya panas!”

Seorang remaja berjalan sendirian di malam hari. Orang tua ingin mengingatkan mereka untuk waspada.

a) “Berbahaya untuk berjalan.”

b) “Waspadalah terhadap lingkungan Anda. Tetap waspada.”

Jawaban:

1 – b. Seorang anak kecil membutuhkan “itu berbahaya” yang jelas dan langsung.

2 – b. Seorang remaja membutuhkan frasa kehati-hatian umum “waspadalah.”

Isi bagian yang kosong:

“Ketika balita saya meraih pisau tajam, saya mengatakan ______.”

(“Itu berbahaya” adalah peringatan langsung dan jelas untuk anak kecil.)

Satu lagi:

“Ketika remaja saya pergi ke kota baru, saya mengingatkan mereka untuk ______ dari pencopet.”

(“Waspadalah” cocok dengan kehati-hatian umum dan abstrak untuk anak-anak yang lebih besar.)

Mengetahui bahaya membuat anak-anak tetap aman.

“Itu berbahaya” menyebutkan ancaman dengan jelas.

“Waspadalah” mengajarkan kewaspadaan.

Ajarkan anak Anda keduanya.

Seorang anak yang tahu bahaya menghindarinya.

Ringkasan

“Itu berbahaya” menyebutkan ancaman tertentu dengan jelas untuk anak kecil. “Waspadalah” menggambarkan sikap kehati-hatian umum untuk anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Gunakan “itu berbahaya” untuk kompor panas, pisau tajam, dan jalan yang sibuk. Gunakan “waspadalah” untuk orang asing, situasi yang tidak diketahui, dan risiko abstrak.

Kedua frasa mencegah bahaya.

Seorang anak yang memahami bahaya tumbuh dengan aman.