Saat Mengajarkan Anak untuk Berbuat Baik, Haruskah Dikatakan “Bersikap Baik” atau “Berbuat Baik” untuk Persahabatan Seumur Hidup?

Saat Mengajarkan Anak untuk Berbuat Baik, Haruskah Dikatakan “Bersikap Baik” atau “Berbuat Baik” untuk Persahabatan Seumur Hidup?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Ungkapan-ungkapan Ini? “Bersikap baik” dan “berbuat baik” keduanya memberi tahu seorang anak untuk memperlakukan orang lain dengan perhatian dan hormat. Mereka menginstruksikan seorang anak untuk menggunakan kata-kata yang lembut dan tindakan yang membantu. Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika bermain dengan teman atau bertemu orang baru. Keduanya membangun hati yang baik.

“Bersikap baik” berarti bertindak dengan cara yang menyenangkan, ramah, dan menyenangkan. Itu umum dan sederhana. Seorang orang tua mengatakannya sebelum waktu bermain. Itu mencakup sopan santun dasar.

“Berbuat baik” berarti bertindak dengan perhatian, empati, dan kemurahan hati terhadap orang lain. Itu lebih dalam dan lebih tulus. Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak melihat seseorang sedih. Itu meminta belas kasihan.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya memberi tahu seorang anak untuk berbuat baik kepada orang lain. Keduanya mencegah kekejian. Tetapi yang satu tentang perilaku di permukaan sementara yang satu tentang kepedulian yang mendalam.

Apa Perbedaannya? Yang satu tentang perilaku yang menyenangkan. Yang satu tentang kepedulian yang tulus. “Bersikap baik” berarti jangan memukul, jangan berteriak, berbagi, dan katakan tolong. Ini tentang kesopanan dasar. Ini adalah pelajaran pertama dalam bergaul.

“Berbuat baik” berarti memperhatikan ketika seseorang terluka dan membantu. Itu berarti berusaha keras untuk membuat seseorang merasa lebih baik. Ini tentang empati. Ini adalah pelajaran yang lebih dalam.

Pikirkan seorang anak di sebuah pesta. “Bersikap baiklah kepada anak-anak lain” berarti jangan mendorong atau merebut mainan. “Berbuat baiklah kepada anak baru” berarti mengundang mereka untuk bermain dan duduk bersama mereka. Yang satu tentang tidak bersikap jahat. Yang satu tentang bersikap baik secara aktif.

Yang satu untuk kesopanan sehari-hari. Yang lain untuk kepedulian ekstra. “Bersikap baik” cocok untuk permainan normal. “Berbuat baik” cocok ketika seseorang sedih atau tersisih. Gunakan yang pertama untuk aturan dasar. Gunakan yang kedua untuk pelajaran yang lebih dalam.

Juga, “baik” terkadang bisa berarti pura-pura sopan. “Baik” selalu tulus. Ajarkan anak-anak untuk berbuat baik dari hati, bukan hanya baik di permukaan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-masing? Gunakan “bersikap baik” untuk aturan sosial dasar. Gunakan sebelum waktu bermain, di sekolah, atau dengan orang baru. Gunakan untuk mencegah memukul, merebut, atau berteriak. Itu cocok dengan sopan santun sehari-hari.

Contoh di rumah: “Bersikap baiklah kepada adikmu. Jangan merebut.” “Ingatlah untuk bersikap baik kepada teman-temanmu di pesta.” “Bersikap baiklah. Gunakan tanganmu yang lembut.”

Gunakan “berbuat baik” untuk pelajaran empati yang lebih dalam. Gunakan ketika seseorang sedih, tersisih, atau terluka. Gunakan untuk mendorong kepedulian aktif. Itu cocok dengan momen pengajaran.

Contoh untuk kebaikan: “Berbuat baiklah kepada siswa baru. Undang mereka untuk bermain.” “Temanmu sedih. Berbuat baiklah dan tanyakan apa yang salah.” “Berbuat baiklah. Itu berarti membantu tanpa diminta.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Bersikap baik” untuk aturan dasar. “Berbuat baik” untuk hati yang peduli. Keduanya membangun orang yang baik.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Bersikap baik: “Bersikap baiklah. Katakan tolong dan terima kasih.” “Bersikap baiklah kepada sepupumu. Biarkan dia mendapat giliran.” “Bersikap baiklah. Jangan mendorong dalam antrean.”

Berbuat baik: “Berbuat baiklah. Bagikan camilanmu dengan seseorang yang lupa membawa camilan mereka.” “Berbuat baiklah. Anak laki-laki itu sedang duduk sendirian. Ajak dia bermain.” “Berbuat baiklah. Bantu ibumu membawa belanjaan.”

Perhatikan “bersikap baik” adalah tentang perilaku baik dasar. “Berbuat baik” adalah tentang kepedulian dan empati ekstra. Anak-anak mempelajari keduanya. Satu untuk tata krama. Satu untuk hati.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Waktu bermain: “bersikap baik.” Teman yang sedih: “berbuat baik.” Anak-anak mempelajari berbagai tingkat kebaikan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa orang tua mengatakan “bersikap baik” ketika seorang anak bersikap kejam. “Baik” terlalu lemah untuk perundungan. Untuk kejahatan yang nyata, katakan “berbuat baik” atau “itu tidak baik.” Gunakan kata-kata yang lebih kuat untuk masalah yang lebih kuat.

Salah: “Bersikap baiklah” (anak sedang memanggil nama). Lebih baik: “Itu tidak baik. Bagaimana perasaanmu jika seseorang mengatakan itu padamu?”

Kesalahan lain: mengajarkan “baik” tetapi tidak “berbuat baik.” Anak-anak belajar untuk bersikap sopan tetapi tidak berempati. Tambahkan pelajaran yang lebih dalam. Ajarkan anak Anda untuk memperhatikan perasaan orang lain.

Salah: Hanya mengatakan “bersikap baik” selama bertahun-tahun. Lebih baik: “Bersikap baiklah dengan kata-katamu. Berbuat baiklah di dalam hatimu.”

Beberapa pembelajar lupa bahwa kebaikan membutuhkan latihan. Bantu anak Anda berlatih. “Mari kita pikirkan satu hal baik yang bisa kita lakukan hari ini.” Kebaikan tumbuh dengan penggunaan.

Juga hindari bersikap baik atau berbuat baik hanya ketika seseorang sedang menonton. Ajarkan bahwa kebaikan adalah untuk setiap saat, bukan untuk pujian. Orang yang benar-benar baik adalah baik dalam kegelapan. Jadilah teladan.

Tips Memori Mudah Pikirkan “bersikap baik” sebagai jalan yang mulus. Jalannya mudah dilalui. Tidak ada benjolan. Tidak ada batu. Perilaku baik dasar.

Pikirkan “berbuat baik” sebagai uluran tangan. Tangan itu mengulur untuk mengangkat seseorang. Perhatian ekstra. Cinta ekstra. Empati yang mendalam.

Trik lain: ingat tindakannya. “Baik” tidak berarti bersikap jahat. “Berbuat baik” berarti bersikap baik secara aktif. Tidak jahat mendapat “baik.” Bertindak baik mendapat “berbuat baik.”

Orang tua dapat mengatakan: “Baik untuk aturan. Baik untuk permata hati.” Itu berarti sopan santun dasar mendapat “bersikap baik.” Kepedulian yang tulus mendapat “berbuat baik.”

Berlatih di rumah. Berbagi mainan: “bersikap baik.” Membantu teman yang sedih: “berbuat baik.” Dua pelajaran kebaikan yang berbeda.

Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak akan pergi ke pesta ulang tahun. Orang tua ingin mengingatkan mereka tentang sopan santun dasar. a) “Berbuat baiklah kepada semua orang.” b) “Bersikap baiklah. Ucapkan terima kasih dan jangan merebut hadiah.”

Seorang anak melihat teman sekelasnya menangis sendirian saat istirahat. Orang tua ingin mengajarkan empati. a) “Bersikap baiklah kepada anak yang menangis.” b) “Berbuat baiklah. Pergi dan lihat apakah mereka baik-baik saja. Tanyakan apakah mereka butuh bantuan.”

Jawaban: 1 – b. Tata krama pesta dasar cocok dengan “bersikap baik.” 2 – b. Membantu anak yang sedih cocok dengan “berbuat baik” yang lebih dalam.

Isi bagian yang kosong: “Ketika anak saya pergi ke waktu bermain, saya mengingatkan mereka untuk ______.” (“Bersikap baik” adalah pengingat tata krama dasar untuk bermain.)

Satu lagi: “Ketika anak saya melihat seseorang tersisih, saya memberi tahu mereka untuk ______ dan memasukkan mereka.” (“Berbuat baik” cocok dengan pilihan yang aktif dan berempati.)

Baik itu baik. Berbuat baik itu lebih baik. “Bersikap baik” memulai perjalanan. “Berbuat baik” menyelesaikannya. Ajarkan anak Anda keduanya. Anak yang baik mengubah dunia.

Ringkasan “Bersikap baik” mengajarkan tata krama dasar seperti berbagi, mengucapkan terima kasih, dan tidak memukul. “Berbuat baik” mengajarkan empati yang lebih dalam seperti membantu yang sedih, memasukkan yang tersisih, dan peduli dari hati. Gunakan “bersikap baik” untuk aturan sosial sehari-hari. Gunakan “berbuat baik” untuk pelajaran tentang kasih sayang dan kepedulian aktif. Kedua frasa tersebut membangun manusia yang baik. Anak yang baik disukai. Anak yang baik dicintai.