Saat Menunggu Itu Sulit, Haruskah Seorang Anak Diberitahu “Bersabar” atau “Tunggu dengan Tenang” untuk Membantu Mereka Tetap Diam?

Saat Menunggu Itu Sulit, Haruskah Seorang Anak Diberitahu “Bersabar” atau “Tunggu dengan Tenang” untuk Membantu Mereka Tetap Diam?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Bersabar” dan “tunggu dengan tenang” sama-sama memberi tahu seorang anak untuk tetap diam dan tidak kesal saat menunggu. Mereka meminta seorang anak untuk mengendalikan tubuh dan emosi mereka selama penundaan. Anak-anak mendengar kata-kata ini dalam antrean, sebelum makan, atau saat menunggu giliran. Keduanya membangun pengendalian diri.

“Bersabar” berarti menerima penantian tanpa mengeluh atau terburu-buru. Itu umum dan langsung. Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak bertanya “apakah kita sudah sampai?” Ini adalah frasa kesabaran klasik.

“Tunggu dengan tenang” berarti menjaga tubuh Anda tetap diam dan suara Anda tenang saat Anda menunggu. Ini lebih spesifik tentang cara menunggu. Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak menggeliat atau merengek. Itu mengajarkan tindakan menunggu dengan tenang.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta seorang anak untuk berhenti tidak sabar. Keduanya mengajarkan keterampilan menunggu. Tetapi yang satu adalah sikap umum sementara yang lain menggambarkan tindakan.

Apa Perbedaannya?

Yang satu tentang sikap. Yang satu tentang tindakan. “Bersabar” adalah tentang hati dan pikiran Anda. Itu berarti “jangan frustrasi.” Itu adalah permintaan umum.

“Tunggu dengan tenang” adalah tentang tubuh dan suara Anda. Itu berarti “tetap diam, jangan merengek, jangan menggeliat.” Itu adalah instruksi khusus. Itu mengajarkan seperti apa kesabaran itu.

Pikirkan seorang anak dalam antrean panjang. “Bersabar” memberi tahu mereka bagaimana perasaan di dalam. “Tunggu dengan tenang” memberi tahu mereka apa yang harus dilakukan dengan tubuh mereka. Yang satu untuk pikiran. Yang satu untuk tubuh.

Yang satu untuk mempelajari idenya. Yang lainnya untuk mempraktikkan keterampilannya. “Bersabar” adalah pelajarannya. “Tunggu dengan tenang” adalah pengingatnya. Gunakan yang pertama untuk mengajar. Gunakan yang kedua untuk mengoreksi.

Juga, “bersabar” dapat diucapkan sebelum penantian dimulai. “Tunggu dengan tenang” diucapkan selama penantian ketika anak sedang berjuang. Keduanya bermanfaat. Yang satu untuk persiapan.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “bersabar” untuk mengajarkan sikap sabar. Gunakan itu sebelum penantian yang lama. Gunakan itu ketika seorang anak mulai frustrasi. Itu cocok dengan sisi mental.

Contoh di rumah: “Bersabar. Kita akan makan ketika Ayah pulang.” “Bersabar. Giliranmu akan datang.” “Bersabar. Hal-hal baik datang kepada mereka yang menunggu.”

Gunakan “tunggu dengan tenang” untuk sisi fisik kesabaran. Gunakan itu ketika seorang anak menggeliat, merengek, atau terburu-buru. Gunakan itu untuk memberikan instruksi khusus. Itu cocok dengan momen aksi.

Contoh untuk tindakan: “Tunggu dengan tenang. Jangan merengek.” “Tunggu dengan tenang. Berdiri diam di antrean.” “Tunggu dengan tenang. Gunakan suaramu yang tenang.”

Anak-anak membutuhkan kedua frasa tersebut. “Bersabar” untuk pikiran. “Tunggu dengan tenang” untuk tubuh. Keduanya membangun kesabaran.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Bersabar: “Bersabar. Air membutuhkan waktu untuk mendidih.” “Bersabar. Temanmu hampir tiba.” “Aku tahu kamu ingin membukanya. Bersabar.”

Tunggu dengan tenang: “Tunggu dengan tenang dalam antrean. Jangan mendorong.” “Tunggu dengan tenang. Kita akan pergi dalam lima menit.” “Tunggu dengan tenang. Tarik napas dalam-dalam.”

Perhatikan “bersabar” adalah tentang perasaan. “Tunggu dengan tenang” adalah tentang tindakan. Anak-anak mempelajari keduanya. Yang satu untuk hati. Yang satu untuk tangan dan suara.

Orang tua dapat menggunakan keduanya. Sebelum perjalanan: “bersabar.” Di ruang tunggu: “tunggu dengan tenang.” Anak-anak belajar kesabaran dalam kata-kata dan perbuatan.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa orang tua mengatakan “bersabar” tetapi tidak mengajarkan caranya. Anak-anak perlu tahu seperti apa kesabaran itu. Ajarkan mereka untuk bernapas, berdiri diam, atau menghitung. Keterampilan, bukan hanya kata-kata.

Salah: “Bersabar!” (tanpa alat). Lebih baik: “Bersabar. Mari kita hitung sampai 20 bersama-sama.”

Kesalahan lain: mengatakan “tunggu dengan tenang” dengan suara marah. Jika Anda berteriak “tunggu dengan tenang,” itu tidak masuk akal. Model tenang saat Anda mengatakannya. Suara Anda adalah pelajarannya.

Salah: “TUNGGU DENGAN TENANG!” (berteriak). Lebih baik: (suara tenang) “Tunggu dengan tenang. Seperti ini.”

Beberapa pelajar menggunakan “bersabar” ketika anak tidak dapat memahami waktu. Balita tidak tahu “sepuluh menit.” Katakan “segera” atau “setelah lagu ini.” Buat menunggu menjadi konkret.

Juga hindari mengatakan “bersabar” terlalu lama. Anak-anak memiliki batasan. Jika penantian terlalu lama, ubah rencananya. Kesabaran adalah otot. Itu menjadi lelah.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “bersabar” sebagai hati yang tenang. Hati berdetak perlahan. Tidak terburu-buru. Tidak ada kemarahan. Untuk pikiran.

Pikirkan “tunggu dengan tenang” sebagai patung yang diam. Patung itu tidak menggeliat. Tenang dan diam. Untuk tubuh.

Trik lain: ingat fokusnya. “Bersabar” adalah untuk perasaan di dalam. “Tunggu dengan tenang” adalah untuk tindakan di luar. Di dalam dapat “bersabar.” Di luar dapat “tunggu dengan tenang.”

Orang tua dapat mengatakan: “Sabar untuk pikiran. Tenang untuk bagian belakang.” Itu berarti perasaan mendapatkan “bersabar.” Tubuh dan suara mendapatkan “tunggu dengan tenang.”

Berlatih di rumah. Sebelum antrean: “bersabar.” Dalam antrean: “tunggu dengan tenang.” Dua langkah. Satu anak yang sabar.

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak akan menunggu janji dokter yang lama. Orang tua ingin mempersiapkan mereka. a) “Tunggu dengan tenang di ruang tunggu.” b) “Bersabar. Dokter akan segera menemui kita.”

Seorang anak sedang mengantre dan terus menggeliat dan merengek. a) “Bersabar.” b) “Tunggu dengan tenang. Berdiri diam dan tarik napas.”

Jawaban: 1 – b. Mempersiapkan penantian cocok dengan mental “bersabar.” 2 – b. Mengoreksi kegelisahan fisik cocok dengan tindakan “tunggu dengan tenang.”

Isi bagian yang kosong: “Ketika anak saya akan menunggu giliran, saya berkata ______.” (“Bersabar” mempersiapkan pikiran mereka untuk menunggu.)

Satu lagi: “Ketika anak saya mulai merengek dalam antrean, saya berkata ______.” (“Tunggu dengan tenang” mengoreksi kegelisahan fisik dan vokal.)

Kesabaran tumbuh perlahan. “Bersabar” menanam benih. “Tunggu dengan tenang” menyiraminya. Ajarkan anak Anda keduanya. Anak yang sabar adalah anak yang damai.

Ringkasan

“Bersabar” mengajarkan sikap batin menunggu dengan tenang tanpa frustrasi. “Tunggu dengan tenang” menginstruksikan tindakan luar: tubuh diam, suara tenang, tidak menggeliat. Gunakan “bersabar” untuk mempersiapkan seorang anak untuk menunggu. Gunakan “tunggu dengan tenang” untuk mengoreksi menggeliat, merengek, atau terburu-buru selama menunggu. Kedua frasa membangun pengendalian diri. Seorang anak yang belajar menunggu dengan tenang belajar hidup damai.