Apa Arti Ungkapan Ini? “Maaf?” dan “apa yang kamu katakan?” keduanya meminta seseorang untuk mengulangi apa yang mereka katakan. Keduanya memberi tahu seseorang bahwa kamu tidak mendengar atau memahami kata-kata mereka. Anak-anak mengatakan hal-hal ini ketika seorang teman bergumam atau ruangan bising. Keduanya meminta bantuan untuk mendengarkan.
“Apa yang kamu katakan?” berarti tolong ulangi kata-katamu karena aku melewatkannya. Itu umum dan langsung. Seorang anak mengatakannya ketika seorang saudara berbicara dengan pelan. Rasanya jujur dan jelas.
“Maaf?” berarti tolong maafkan aku karena tidak mendengar, dan tolong ulangi. Kedengarannya jauh lebih formal dan sopan. Orang dewasa mengatakannya dalam suasana yang mewah. Itu juga dapat mengungkapkan keterkejutan atau ketidakpercayaan.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya meminta pengulangan. Keduanya menunjukkan bahwa kamu tidak mendengarkan dengan baik. Tetapi yang satu adalah sehari-hari sementara yang satu formal atau dramatis.
Apa Perbedaannya? Yang satu untuk pendengaran sehari-hari. Yang satu untuk momen formal atau terkejut. “Apa yang kamu katakan?” cocok untuk hampir setiap situasi. Sebuah kata yang terlewatkan. Suara yang pelan. Ruangan yang bising. Itu sangat baik.
“Maaf?” sangat formal atau sangat kuat. Itu bisa berarti “Saya terkejut dengan apa yang baru saja kamu katakan.” Seorang anak yang mengatakannya kepada seorang teman terdengar seperti film. Itu benar tetapi tidak biasa.
Pikirkan seorang anak yang melewatkan pertanyaan seorang teman. “Apa yang kamu katakan? Aku tidak mendengarmu” sangat cocok. “Maaf? Aku tidak mendengarmu” terdengar seperti seorang pelayan. Yang satu cocok dengan momen itu. Yang satu tidak.
Yang satu untuk tidak mendengar yang tulus. Yang lain dapat mengungkapkan pelanggaran. “Apa yang kamu katakan?” itu netral. “Maaf?” bisa berarti “Itu kasar.” Hati-hati dengan nada bicara.
Juga, “Maaf” lebih panjang dan lebih sulit bagi anak-anak kecil. “Apa yang kamu katakan?” singkat dan mudah. Untuk anak-anak yang belajar bahasa Inggris, pilihlah yang sederhana. Ucapkan “apa yang kamu katakan?” dengan suara yang baik.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing? Gunakan “apa yang kamu katakan?” untuk sebagian besar kata yang terlewatkan. Gunakan itu ketika kamu tidak dapat mendengar seseorang. Gunakan itu ketika kamu terganggu. Itu cocok dengan percakapan sehari-hari.
Contoh di rumah: “Apa yang kamu katakan? TV-nya berisik.” “Maaf, apa yang kamu katakan? Aku sedang memikirkan hal lain.” “Apa yang kamu katakan? Tolong bicara sedikit lebih keras.”
Gunakan “Maaf?” sangat jarang. Gunakan itu dalam situasi yang sangat formal atau berakting dalam sebuah drama. Gunakan itu ketika kamu benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan seseorang. Anak-anak hampir tidak pernah membutuhkan frasa ini.
Contoh untuk formalitas: “Maaf? Aku tidak begitu mengerti itu.” (formal) “Maaf? Itu adalah hal yang kasar untuk dikatakan.” (terkejut) “Maaf? Bisakah kamu mengulangi pertanyaannya?” (sopan)
Sebagian besar anak-anak seharusnya hanya mengatakan “apa yang kamu katakan?” Itu jelas, jujur, dan alami. “Maaf?” baik untuk dipahami untuk membaca dan film. Tetapi untuk kehidupan sehari-hari, “apa yang kamu katakan?” menang.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Apa yang kamu katakan? “Apa yang kamu katakan? Aku tidak bisa mendengarmu.” “Maaf, apa yang kamu katakan? Aku sedang mengikat tali sepatuku.” “Apa yang kamu katakan? Tolong katakan lagi.”
Maaf? “Maaf? Aku tidak mendengar pertanyaannya.” (formal) “Maaf? Itu tidak terlalu bagus.” (terkejut) “Maaf? Bisakah kamu berbicara lebih lambat?” (sopan)
Perhatikan “apa yang kamu katakan?” terdengar seperti orang biasa. “Maaf?” terdengar seperti karakter dalam film periode. Anak-anak belajar keduanya. Tetapi mereka harus mengatakan “apa yang kamu katakan?” untuk kehidupan nyata.
Orang tua dapat menggunakan “apa yang kamu katakan?” setiap hari. Simpan “Maaf?” untuk pelajaran kosakata. “Di film-film lama, orang mengatakan ‘Maaf.’ Sekarang kita mengatakan ‘apa yang kamu katakan?’” Pembelajaran terjadi dalam momen-momen kecil.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Beberapa anak mengatakan “Maaf?” kepada seorang teman yang bergumam. Itu terdengar aneh. Teman mungkin tertawa. Katakan “apa yang kamu katakan? Aku tidak mendengarmu.” Sederhana lebih baik.
Salah: “Maaf? Kamu bergumam.” Benar: “Apa yang kamu katakan? Aku tidak bisa mendengarmu.”
Kesalahan lain: menggunakan suara marah dengan “apa yang kamu katakan?” Kata-kata yang sama dapat memulai perkelahian jika suaramu tajam. Ucapkan dengan suara penasaran dan baik. “Apa yang kamu katakan?” seharusnya terdengar seperti “Aku ingin mendengarmu.”
Salah: “APA yang kamu KATAKAN?” (marah) Benar: “Apa yang kamu katakan? Aku melewatkannya.”
Beberapa pelajar lupa untuk mengucapkan maaf karena tidak mendengar. Tambahkan “maaf” atau “aku tidak mendengarmu.” “Maaf, apa yang kamu katakan?” bahkan lebih baik. Permintaan maaf ditambah pertanyaan sama dengan sopan santun.
Juga hindari mengatakan “Maaf?” ketika kamu mendengar dengan sempurna. Jika kamu mendengar tetapi terkejut, katakan “sungguh?” atau “aku tidak percaya itu.” Simpan frasa formal untuk kebutuhan pengulangan yang tulus.
Tips Memori Mudah Pikirkan “apa yang kamu katakan?” sebagai menutup telingamu. Tanganmu di belakang telingamu. Kamu bersandar. Kamu mendengarkan lagi. Ramah dan penasaran.
Pikirkan “Maaf?” sebagai monokel yang jatuh. Matamu melebar. Kamu terkejut. Sangat tepat. Sangat dramatis. Untuk film-film lama dan kejutan formal.
Trik lain: ingat nadanya. “Apa yang kamu katakan?” adalah untuk tidak mendengar. “Maaf?” adalah untuk tidak percaya. Tidak mendengar mendapatkan “apa yang kamu katakan?” Tidak percaya mendapatkan “Maaf?”
Orang tua dapat mengatakan: “Apa untuk telingamu. Memohon untuk kejutan atau ketakutan.” Itu berarti kata-kata yang terlewatkan mendapatkan “apa yang kamu katakan?” Berita yang mengejutkan atau kesopanan mendapatkan “Maaf?”
Berlatih di rumah. Melewatkan sebuah kata: “apa yang kamu katakan?” Mendengar sesuatu yang mengejutkan: “Maaf?” dalam sebuah drama. Dua reaksi yang berbeda. Satu pelajaran kosakata.
Waktu Latihan Cepat Mari kita coba latihan kecil. Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Anakmu berada di kafetaria yang bising. Seorang teman mengatakan sesuatu dengan pelan. Anakmu melewatkannya. a) “Maaf? Aku tidak bisa mendengarmu.” b) “Apa yang kamu katakan? Terlalu berisik di sini.”
Teman anakmu mengatakan sesuatu yang sangat kasar dan mengejutkan. Anakmu terkejut. a) “Apa yang kamu katakan?” (netral) b) “Maaf? Itu tidak baik.”
Jawaban: 1 – b. Kafetaria yang bising cocok dengan “apa yang kamu katakan?” yang praktis 2 – b. Keterkejutan pada kesopanan cocok dengan “Maaf?” yang lebih kuat
Isi bagian yang kosong: “Ketika temanku berbisik dan aku tidak bisa mendengar, aku berkata ______.” (“Apa yang kamu katakan?” adalah pilihan yang alami dan baik.)
Satu lagi: “Dalam film lama yang mewah, seorang karakter yang terkejut mengatakan ______.” (“Maaf?” cocok dengan gaya dramatis dan formal itu.)
Mendengar satu sama lain itu penting. “Apa yang kamu katakan?” menjaga percakapan tetap berjalan. “Maaf?” menambahkan drama atau kesopanan yang ekstrem. Ajarkan anakmu keduanya. Gunakan yang sederhana paling banyak. Itu membangun koneksi.
Kesimpulan “Apa yang kamu katakan?” meminta pengulangan dalam percakapan sehari-hari. “Maaf?” adalah cara yang lebih formal atau terkejut untuk menanyakan hal yang sama. Gunakan “apa yang kamu katakan?” untuk momen tidak mendengar yang normal. Pahami “Maaf?” untuk formalitas atau kejutan. Kedua frasa mengatakan “Aku ingin mendengarmu.” Itu adalah hal yang baik untuk dikatakan.

