Saat Kamu Melihat Sesuatu yang Hidup, Haruskah Kamu Mengatakan “Itu Hewan” atau “Makhluk” untuk Menggambarkan Apa Itu?

Saat Kamu Melihat Sesuatu yang Hidup, Haruskah Kamu Mengatakan “Itu Hewan” atau “Makhluk” untuk Menggambarkan Apa Itu?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti Ungkapan Ini?

“Itu hewan” dan “makhluk” keduanya menggambarkan makhluk hidup yang bukan tumbuhan atau manusia.

Mereka memberi tahu seseorang bahwa apa yang kamu lihat adalah organisme yang hidup dan bergerak.

Anak-anak mengucapkan kata-kata ini tentang anjing, serangga, burung, atau ikan.

Keduanya menamai makhluk hidup.

“Itu hewan” berarti makhluk hidup ini termasuk dalam kerajaan hewan.

Itu jelas dan ilmiah.

Seorang anak mengatakannya ketika melihat tupai.

Itu adalah kata sehari-hari.

“Makhluk” berarti makhluk hidup, seringkali dengan rasa takjub atau takut.

Itu sedikit lebih seperti cerita.

Seorang anak mengatakannya ketika melihat serangga aneh atau binatang mitos.

Rasanya lebih imajinatif.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa.

Keduanya menggambarkan makhluk hidup non-manusia.

Keduanya menamai kehidupan.

Tapi yang satu ilmiah sementara yang lain imajinatif.

Apa Perbedaannya?

Yang satu untuk sains dan hewan sehari-hari. Yang satu untuk imajinasi atau makhluk tak dikenal.

“Itu hewan” untuk kucing, anjing, burung, ikan, dan serangga.

Itu adalah kata yang benar dan netral.

Itu untuk sekolah dan kehidupan nyata.

“Makhluk” untuk hewan yang tampak aneh, mitos, atau tidak dikenal.

Ikan laut dalam yang aneh, naga, monster.

Itu kurang ilmiah.

Itu memiliki perasaan takjub atau takut.

Pikirkan seorang anak melihat seekor anjing.

“Itu hewan” sudah benar.

“Itu makhluk” akan terdengar aneh untuk seekor anjing.

Sekarang pikirkan seorang anak melihat serangga bercahaya di dalam gua.

“Makhluk apa itu?” lebih cocok.

Yang satu untuk normal. Yang satu untuk aneh.

Yang satu untuk semua hewan. Yang lainnya untuk hewan aneh atau tidak dikenal.

“Itu hewan” untuk kupu-kupu.

“Makhluk” untuk bayangan misterius di dalam air.

Gunakan yang pertama untuk fakta. Gunakan yang kedua untuk imajinasi.

Juga, “makhluk” dapat mencakup manusia dalam beberapa buku lama.

Tetapi untuk anak-anak, itu berarti makhluk hidup non-manusia.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan “itu hewan” untuk sebagian besar hewan nyata sehari-hari.

Gunakan itu untuk hewan peliharaan, hewan kebun binatang, hewan ternak, dan satwa liar.

Gunakan itu di kelas sains.

Itu cocok dengan identifikasi faktual.

Contoh di rumah:

“Lihat, itu hewan. Itu kelinci.”

“Itu bukan mainan. Itu hewan.”

“Apakah itu hewan atau tumbuhan?”

Gunakan “makhluk” untuk makhluk aneh, tidak dikenal, atau imajiner.

Gunakan itu untuk hewan misterius, binatang mitos, atau serangga yang menakutkan.

Gunakan itu untuk bercerita.

Itu cocok dengan rasa takjub atau takut.

Contoh untuk imajinasi:

“Makhluk macam apa itu? Ia punya enam kaki.”

“Makhluk itu bersembunyi di bawah batu.”

“Makhluk aneh hidup di gua itu.”

Anak-anak dapat menggunakan keduanya.

“Itu hewan” untuk yang nyata.

“Makhluk” untuk imajinatif atau tidak dikenal.

Keduanya membangun kosakata.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Itu hewan:

“Itu hewan. Bisakah kamu membelainya?”

“Anjing adalah hewan. Kucing juga hewan.”

“Itu hewan, bukan mainan.”

Makhluk:

“Makhluk apa itu di pohon?”

“Makhluk itu merangkak ke dalam kegelapan.”

“Aku melihat makhluk bersisik di kolam.”

Perhatikan “itu hewan” bersifat faktual.

“Makhluk” bersifat misterius atau imajinatif.

Anak-anak mempelajari keduanya.

Yang satu untuk sains. Yang satu untuk cerita.

Orang tua dapat menggunakan keduanya.

Di kebun binatang: “itu hewan.”

Membaca dongeng: “makhluk ajaib.”

Anak-anak mempelajari konteks yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak menyebut setiap hewan sebagai “makhluk.”

Itu tidak salah, tetapi terdengar aneh untuk hewan peliharaan.

Seekor anjing adalah hewan, biasanya bukan “makhluk.”

Simpan “makhluk” untuk makhluk yang tidak dikenal atau aneh.

Salah: “Anjingku adalah makhluk.”

Lebih baik: “Anjingku adalah hewan.”

Kesalahan lain: menggunakan “makhluk” untuk tumbuhan.

Tumbuhan bukanlah makhluk.

Makhluk bergerak. Tumbuhan tumbuh.

Ajarkan perbedaannya.

Salah: “Bunga itu adalah makhluk.”

Benar: “Bunga itu adalah tumbuhan.”

Beberapa pembelajar berpikir “makhluk” berarti menakutkan.

Tidak semua makhluk menakutkan.

Kupu-kupu juga makhluk.

Tetapi “hewan” lebih baik untuk yang umum.

Juga hindari takut pada setiap makhluk.

Sebagian besar makhluk tidak berbahaya.

Ajarkan rasa hormat, bukan rasa takut.

Tips Memori Mudah

Pikirkan “itu hewan” sebagai tanda kebun binatang.

Faktual. Jelas.

Untuk hewan sungguhan.

Pikirkan “makhluk” sebagai gambar buku cerita.

Naga di dalam gua.

Untuk makhluk imajinatif atau tidak dikenal.

Trik lain: ingat perasaannya.

“Hewan” bersifat netral.

“Makhluk” bersifat misterius.

Netral mendapat “hewan.”

Misterius mendapat “makhluk.”

Orang tua dapat berkata:

“Hewan untuk fakta. Makhluk untuk tindakan ajaib.”

Berlatih di rumah.

Anjing peliharaan: “itu hewan.”

Serangga bercahaya: “makhluk apa itu?”

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak melihat seekor kucing di halaman belakang.

a) “Makhluk apa itu?”

b) “Itu hewan. Itu kucing.”

Seorang anak melihat serangga aneh yang bercahaya yang belum pernah mereka lihat sebelumnya di malam hari.

a) “Itu hewan.”

b) “Makhluk apa itu? Aku belum pernah melihat yang seperti itu.”

Jawaban:

1 – b. Kucing yang dikenal cocok dengan “itu hewan” yang faktual.

2 – b. Serangga aneh yang tidak dikenal cocok dengan “makhluk” yang misterius.

Isi bagian yang kosong:

“Ketika saya melihat tupai di taman, saya berkata ______.”

(“Itu hewan” adalah pilihan faktual, sehari-hari, dunia nyata.)

Satu lagi:

“Ketika saya membaca cerita tentang naga di dalam gua, saya berkata ______.”

(“Makhluk” cocok dengan bahasa imajinatif, mitos, buku cerita.)

Dunia ini penuh dengan kehidupan.

“Itu hewan” menamai yang nyata.

“Makhluk” menamai yang misterius.

Ajarkan anakmu keduanya.

Seorang anak yang tahu keduanya tidak akan pernah bosan dalam perjalanan alam.

Ringkasan

“Itu hewan” adalah kata faktual, ilmiah untuk hewan peliharaan sehari-hari, satwa liar, dan hewan kebun binatang. “Makhluk” adalah kata yang lebih imajinatif atau misterius untuk makhluk aneh, tidak dikenal, atau mitos.

Gunakan “itu hewan” untuk anjing, kucing, burung, dan ikan. Gunakan “makhluk” untuk serangga bercahaya, hal-hal tak dikenal di laut dalam, atau binatang dongeng.

Kedua kata tersebut menggambarkan makhluk hidup.

Seorang anak yang mempelajari keduanya melihat sains dan keajaiban dalam setiap makhluk hidup.