Apakah Anda pernah melihat kaleng perak dan biru dengan dua banteng merah yang saling berhadapan? Kaleng itu ada di mana-mana. Itu ada di mobil balap. Itu ada di papan seluncur salju. Itu ada di festival musik. Itu adalah Red Bull. Dietrich Mateschitz menciptakannya. Kisah Selebriti ini: Dietrich Mateschitz akan memperkenalkan Anda kepada seorang pria yang mengubah tonik manis Thailand menjadi kerajaan bernilai miliaran dolar. Dia lahir di Austria. Dia belajar bisnis. Dia bekerja sebagai direktur pemasaran untuk perusahaan pasta gigi. Dia bepergian ke Thailand. Dia menemukan minuman energi lokal bernama Krating Daeng. Dia berpikir itu bisa menyembuhkan jet lag. Dia membuat kesepakatan dengan pemilik Thailand. Dia mendirikan Red Bull. Dia tidak hanya menjual minuman. Dia menjual gaya hidup. Dia mensponsori olahraga ekstrem. Dia memulai kerajaan media. Dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.
Mari kita bertemu dengan pria yang memberi sayap kepada dunia. Dietrich Mateschitz berkata, "Kami tidak membawa produk kepada orang-orang. Kami membawa orang-orang kepada produk."
Siapa Selebriti Ini?
Dietrich Mateschitz adalah seorang pengusaha dan miliarder Austria. Dia hidup dari 1944 hingga 2022. Dia adalah salah satu pendiri dan CEO Red Bull GmbH. Red Bull adalah minuman energi terlaris di dunia.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan kategori minuman energi. Sebelum Red Bull, ada minuman ringan dan kopi. Tidak ada yang memberikan dorongan energi cepat. Dia mengambil resep Thailand, mengubah formula untuk selera Barat, dan memasarkan sebagai minuman fungsional. Dia juga menciptakan kerajaan pemasaran. Red Bull mensponsori olahraga ekstrem: balap Formula 1, menyelam tebing, seluncur salju, dan bersepeda gunung. Mereka juga memiliki tim sepak bola dan label musik. Mereka bahkan membangun kapsul luar angkasa yang melompat dari tepi luar angkasa. Dia membangun merek, bukan hanya produk.
Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Dietrich Mateschitz lahir di Sankt Marein im Mürztal, Austria. Ayahnya adalah seorang tukang plester. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Dia adalah anak tunggal.
Orang tuanya berpisah ketika dia masih muda. Dia dibesarkan oleh ibunya. Mereka sering pindah. Dia tinggal di berbagai kota di Austria.
Dia adalah siswa yang baik. Dia menyukai olahraga. Dia bermain sepak bola dan tenis. Dia juga suka bepergian. Dia bermimpi melihat dunia.
Dia belajar bisnis di Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina. Dia lulus pada tahun 1972. Dia mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pemasaran untuk Unilever, sebuah perusahaan barang konsumen. Dia bekerja pada merek seperti teh Lipton dan deterjen Persil.
Dia kemudian pindah ke perusahaan bernama Blendax. Blendax membuat pasta gigi dan sampo. Dia menjadi direktur pemasaran. Dia banyak bepergian. Dia sering mengalami jet lag.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Dietrich Mateschitz belajar bisnis di Universitas Ekonomi dan Bisnis Wina. Dia belajar tentang pemasaran, keuangan, dan manajemen. Dia adalah siswa yang baik. Dia lulus pada tahun 1972.
Pendidikan sebenarnya datang dari pekerjaannya. Dia belajar bagaimana membangun merek sebuah produk. Dia belajar bagaimana memposisikan produk di pasar. Dia belajar bagaimana cara menjual.
Di Blendax, dia bepergian ke Asia. Dia pergi ke Thailand. Dia mengalami jet lag. Dia merasa lelah. Dia masuk ke sebuah apotek. Dia melihat sebuah botol kaca kecil. Itu disebut Krating Daeng. Itu berarti "Red Bull" dalam bahasa Thailand. Dia meminumnya. Jet lag-nya hilang. Dia merasa berenergi.
Dia terpesona. Dia bertanya tentang minuman itu. Itu dibuat oleh seorang pengusaha Thailand bernama Chaleo Yoovidhya. Itu adalah tonik manis. Itu mengandung kafein, taurin, dan vitamin B. Itu populer di kalangan sopir taksi dan pekerja konstruksi.
Mateschitz berpikir, "Ini bisa besar di Barat." Dia membuat kesepakatan dengan Chaleo. Mereka akan membentuk sebuah perusahaan. Masing-masing akan memiliki 49%. Anak Chaleo akan memiliki 2%. Mateschitz akan menjalankan perusahaan.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Dietrich Mateschitz menjadi sukses dengan menciptakan merek, bukan hanya minuman. Dia meluncurkan Red Bull di Austria pada tahun 1987. Minuman itu berkarbonasi. Rasanya berbeda. Banyak orang tidak menyukainya. Rasanya manis dan asam. Itu aneh.
Mateschitz tidak mencoba untuk menarik perhatian semua orang. Dia menargetkan mahasiswa dan profesional muda. Dia membagikan sampel. Dia mensponsori pesta. Dia menciptakan kampanye dari mulut ke mulut.
Dia juga menciptakan cara baru dalam pemasaran. Dia tidak menggunakan iklan tradisional pada awalnya. Dia tidak menempatkan iklan di TV atau di majalah. Dia mensponsori olahraga ekstrem. Dia menciptakan acara. Dia membagikan kaleng. Dia membangun gaya hidup di sekitar minuman itu.
Red Bull mensponsori seorang peselancar angin. Kemudian seorang peseluncur salju. Kemudian sebuah tim Formula 1. Merek itu menjadi terkait dengan energi, risiko, dan petualangan. Slogannya adalah "Red Bull memberi Anda sayap."
Perusahaan itu tumbuh. Itu berkembang ke negara lain. Itu menjadi minuman energi dominan. Pada tahun 2022, Red Bull menjual lebih dari 10 miliar kaleng per tahun.
Mateschitz juga memulai perusahaan media. Dia menerbitkan majalah. Dia memulai label rekaman. Dia membeli tim sepak bola. Dia juga menciptakan lompatan luar angkasa. Pada tahun 2012, Felix Baumgartner melompat dari balon helium 24 mil di atas Bumi. Dia memecahkan batas suara dalam jatuh bebas. Acara itu disponsori oleh Red Bull. Jutaan orang menonton di YouTube.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Dietrich Mateschitz adalah bahwa branding lebih penting daripada produk. Red Bull memiliki rasa yang aneh. Beberapa orang membencinya. Tapi mereknya kuat. Merek itu keren.
Prestasi terbesarnya adalah menciptakan kategori minuman energi. Sebelum Red Bull, tidak ada hal seperti itu. Sekarang ini adalah industri bernilai miliaran dolar.
Prestasi besar lainnya adalah lompatan luar angkasa. Acara itu menangkap imajinasi dunia. Itu menunjukkan bahwa Red Bull lebih dari sekadar minuman. Itu tentang mendorong batas.
Dia juga membangun kerajaan media yang luas. Red Bull Media House memproduksi film, majalah, dan musik. Mereka memiliki saluran televisi. Mereka mengontrol narasi.
Dia juga berinvestasi dalam olahraga ekstrem. Dia menciptakan acara yang tidak ada sebelumnya. Seri Dunia Menyelam Tebing Red Bull. Balapan Udara Red Bull. Kompetisi sepeda gunung Red Bull Rampage. Dia memberi atlet platform.
Dia juga memiliki tim olahraga. Dia memiliki tim sepak bola New York Red Bulls. Dia memiliki RB Leipzig, tim sepak bola Jerman. Dia memiliki tim Formula 1 Red Bull Racing. Tim itu memenangkan beberapa kejuaraan.
Tantangan dan Masa Sulit
Dietrich Mateschitz menghadapi banyak tantangan. Pertama, minumannya aneh. Orang-orang tidak menyukai rasanya. Dia harus meyakinkan mereka untuk mencobanya.
Kedua, dia tidak memiliki uang untuk iklan tradisional. Dia harus kreatif.
Ketiga, dia menghadapi pertempuran hukum. Regulator di beberapa negara mencoba melarang minuman energi. Mereka mengatakan itu berbahaya. Dia melawan balik.
Keempat, dia berjuang dengan pasangannya. Keluarga Yoovidhya memiliki setengah lainnya. Ada ketidaksepakatan. Dia mengelolanya.
Kelima, dia meninggal karena kanker pada tahun 2022. Dia berusia 78 tahun. Dia meninggalkan kerajaan yang luas.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Dietrich Mateschitz suka terbang. Dia adalah seorang pilot. Dia memiliki beberapa pesawat.
Fakta menarik lainnya: Dia tidak pernah mengenakan dasi. Dia berpakaian santai. Dia tidak formal.
Dia memiliki sebuah pulau di Fiji. Dia pergi ke sana untuk bersantai.
Dia mengumpulkan mobil klasik. Dia memiliki koleksi besar.
Satu fakta lagi: Dia tidak pernah ingin berada di sorotan. Dia jarang memberikan wawancara. Dia membiarkan merek berbicara untuk dirinya sendiri.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Dietrich Mateschitz penting karena dia mengubah pemasaran. Dia tidak menjual produk. Dia menjual gaya hidup. Dia menciptakan merek yang ingin diasosiasikan orang-orang.
Dia juga penting karena dia berinvestasi dalam olahraga. Dia memberikan uang kepada atlet yang tidak memiliki platform. Dia menciptakan acara yang tidak ada. Dia membuat olahraga ekstrem menjadi arus utama.
Pengaruhnya terlihat di setiap minuman energi. Setiap merek yang mensponsori olahraga ekstrem mengikuti model Red Bull.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang kreativitas. Mateschitz tidak memiliki anggaran besar. Dia memiliki ide besar.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran menarik dari Dietrich Mateschitz. Pertama, jadilah kreatif. Mateschitz tidak mampu membayar iklan TV. Dia menciptakan acara sebagai gantinya. Ketika Anda memiliki masalah, temukan solusi kreatif.
Kedua, temukan ceruk. Mateschitz tidak mencoba untuk menyenangkan semua orang. Dia menargetkan mahasiswa dan atlet. Temukan orang-orang Anda. Layani mereka dengan baik.
Ketiga, bangun merek. Merek lebih dari sekadar produk. Itu adalah perasaan. Apa yang ingin Anda buat orang rasakan ketika mereka melihat karya Anda?
Akhirnya, ambil risiko. Mateschitz mensponsori lompatan luar angkasa. Itu berisiko. Itu bisa gagal. Itu berhasil. Ambil risiko yang cerdas.
Kuis Singkat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Dietrich Mateschitz. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Dari negara mana Mateschitz berasal?
Apa nama minuman energi Thailand yang menginspirasi Red Bull?
Apa slogan terkenal Red Bull?
Lompatan rekor apa yang disponsori Red Bull pada tahun 2012?
Olahraga apa yang disponsori Red Bull?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Pikirkan tentang produk yang Anda cintai. Apa yang membuatnya istimewa? Rancang slogan baru untuknya. Kemudian rancang acara yang akan mempromosikannya. Anda sedang memasarkan seperti Dietrich Mateschitz.
Aktivitas lainnya. Cari video lompatan luar angkasa Red Bull secara online bersama orang tua Anda. Felix Baumgartner melompat dari ketinggian 24 mil. Dia memecahkan batas suara. Itu luar biasa. Kemudian gambar sesuatu yang akan Anda lakukan jika Anda tidak memiliki batasan.
Dietrich Mateschitz lahir di Austria. Dia belajar bisnis. Dia bekerja untuk perusahaan pasta gigi. Dia bepergian ke Thailand. Dia menemukan tonik manis. Dia membuat kesepakatan. Dia menciptakan Red Bull. Dia membuat rasanya aneh. Dia menargetkan mahasiswa. Dia mensponsori olahraga ekstrem. Dia menciptakan acara. Dia membangun kerajaan media. Dia mensponsori lompatan luar angkasa. Dia menjadi miliarder. Dia meninggal pada tahun 2022. Merek-nya terus hidup. Kisahnya mengajarkan kita untuk kreatif. Untuk menemukan ceruk. Untuk membangun merek. Untuk mengambil risiko. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini. Catatan: Minuman energi mengandung kafein. Mereka tidak untuk anak-anak. Fokus pada pelajaran pemasaran dan kewirausahaan.

