Apa Arti Ungkapan Ini?
“Mari kita coba lagi” dan “upaya lain” sama-sama berarti melakukan upaya baru setelah kegagalan atau kesalahan. Mereka memberi tahu seorang anak bahwa satu kegagalan tidak berarti akhir, dan bahwa ketekunan itu berharga. Anak-anak mendengar kata-kata ini setelah menara roboh, tes gagal, atau permainan salah. Keduanya membangun ketahanan.
“Mari kita coba lagi” adalah undangan hangat dan menyemangati untuk melakukan upaya lain. Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak ingin menyerah. Ini berorientasi pada tim dan baik.
“Upaya lain” berarti hal yang sama, tetapi lebih formal dan faktual. Ini kurang umum dalam ucapan anak-anak. Kedengarannya lebih seperti rencana orang dewasa. Itu benar tetapi kurang hangat.
Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa. Keduanya berarti “lakukan lagi.” Keduanya mendorong ketekunan. Tetapi yang satu hangat dan berorientasi pada tim sementara yang lain formal dan faktual.
Apa Perbedaannya?
Yang satu hangat, berorientasi pada tim, dan menyemangati. Yang satu formal dan faktual. “Mari kita coba lagi” adalah apa yang dikatakan orang tua secara alami. Ini termasuk “kita” dan terasa seperti kerja tim. Itu penuh dengan kehangatan.
“Upaya lain” lebih tentang tindakan daripada tim. Itu faktual: ini adalah upaya nomor dua. Seorang anak yang mengatakannya terdengar sangat dewasa. Itu benar tetapi tidak biasa untuk seorang anak.
Pikirkan tentang seorang anak yang menaranya jatuh. “Mari kita coba lagi bersama” adalah benar. “Mari kita lakukan upaya lain” akan terdengar aneh. Yang satu untuk kenyamanan. Yang satu untuk laporan.
Yang satu untuk ketekunan sehari-hari. Yang lain untuk perencanaan formal. “Mari kita coba lagi” untuk balok bangunan. “Upaya lain” untuk percobaan sains. Gunakan yang pertama untuk kehangatan. Gunakan yang kedua untuk formalitas.
Juga, “upaya lain” bisa terdengar seperti perjalanan panjang. “Mari kita coba lagi” terdengar seperti dorongan ramah.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan “mari kita coba lagi” untuk dorongan sehari-hari. Gunakan itu setelah kesalahan, jatuh, atau mencoba yang gagal. Gunakan itu untuk menjadi sebuah tim. Itu cocok dengan pembicaraan hangat.
Contoh di rumah: “Mari kita coba lagi. Kamu hampir berhasil.” “Itu tidak berhasil. Mari kita coba lagi.” “Mari kita coba lagi bersama.”
Gunakan “upaya lain” sangat jarang. Gunakan itu untuk rencana formal atau tertulis. Gunakan itu untuk mengajarkan kata itu. Anak-anak hampir tidak pernah perlu mengucapkan frasa ini.
Contoh untuk formalitas: “Kami akan melakukan upaya lain besok.” (formal) “Upaya lain mungkin menghasilkan hasil yang lebih baik.” (tertulis) “Setelah kegagalan pertama, upaya lain direncanakan.” (serius)
Sebagian besar anak-anak seharusnya hanya mengatakan “mari kita coba lagi.” Itu jelas, hangat, dan alami. “Upaya lain” baik untuk dipahami untuk membaca. Tetapi untuk dorongan, “mari kita coba lagi” adalah yang terbaik.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak Mari kita coba lagi: “Mari kita coba lagi. Aku tahu kamu bisa melakukannya.” “Itu jatuh. Mari kita coba lagi.” “Mari kita coba lagi dan jangan menyerah.”
Upaya lain: “Kami akan melakukan upaya lain pada teka-teki itu.” (formal) “Upaya lain mungkin berhasil.” (tenang) “Setelah kita istirahat, kita bisa melakukan upaya lain.” (serius)
Perhatikan “mari kita coba lagi” itu hangat dan menyemangati. “Upaya lain” itu formal dan tenang. Anak-anak belajar keduanya. Yang satu untuk kenyamanan. Yang satu untuk formalitas.
Orang tua dapat menggunakan keduanya. Menara balok: “mari kita coba lagi.” Proyek sains: “upaya lain.” Anak-anak belajar kata-kata ketekunan yang berbeda.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Beberapa anak berpikir “mencoba lagi” berarti kamu gagal. Mencoba lagi berarti kamu berani. Itu adalah kekuatan, bukan kelemahan.
Salah: “Aku harus mencoba lagi karena aku tidak pandai dalam hal ini.” Lebih baik: “Aku bisa mencoba lagi karena aku sedang belajar.”
Kesalahan lain: menggunakan “upaya lain” untuk setiap kesalahan kecil. Kedengarannya terlalu formal. Simpan itu untuk saat formalitas cocok.
Salah: “Upaya lain untuk memakai kaus kaki saya.” (terlalu formal) Lebih baik: “Mari kita coba lagi untuk memakai kaus kaki saya.”
Beberapa pelajar lupa bahwa “mari kita coba lagi” termasuk orang dewasa. Itu mengatakan “Aku bersamamu.” Ini sangat penting bagi anak-anak.
Juga hindari mengatakan “mari kita coba lagi” ketika anak lelah. Kadang-kadang istirahat datang sebelum mencoba lagi.
Tips Memori Mudah
Pikirkan “mari kita coba lagi” sebagai dua tangan yang membangun menara bersama. Kerja tim. Kehangatan. Untuk dorongan.
Pikirkan “upaya lain” sebagai daftar periksa dengan angka 2. Formal. Faktual. Untuk perencanaan.
Trik lain: ingat nada. “Mari kita coba lagi” = hangat dan tim. “Upaya lain” = dingin dan solo. Hangat mendapat “mari kita coba lagi.” Dingin mendapat “upaya lain.”
Orang tua dapat mengatakan: “Lagi untuk seorang teman. Upaya untuk akhir.”
Berlatih di rumah. Menara balok: “mari kita coba lagi.” Rencana formal: “upaya lain.”
Waktu Latihan Cepat
Mari kita coba latihan kecil. Pilih frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.
Gambar seorang anak tidak berhasil seperti yang mereka harapkan. Mereka sedih. a) “Upaya lain untuk menggambar.” b) “Mari kita coba lagi. Kamu akan menjadi lebih baik.”
Seorang ilmuwan menulis laporan laboratorium setelah percobaan gagal. a) “Mari kita coba lagi.” b) “Upaya lain akan dilakukan.”
Jawaban: 1 – b. Seorang anak yang sedih membutuhkan “mari kita coba lagi” yang hangat. 2 – b. Laporan laboratorium formal cocok dengan “upaya lain” yang formal.
Isi bagian yang kosong: “Ketika anak saya merasa ingin menyerah pada teka-teki, saya mengatakan ______.” (“Mari kita coba lagi” adalah pilihan yang hangat, berorientasi pada tim, dan menyemangati.)
Satu lagi: “Ketika seorang ilmuwan menulis rencana formal untuk tes kedua, mereka menulis ______.” (“Upaya lain” cocok dengan deskripsi perencanaan yang formal, faktual.)
Setiap upaya mengajarkan sesuatu. “Mari kita coba lagi” memegang tanganmu. “Upaya lain” menandai rencana. Ajarkan anakmu keduanya. Seorang anak yang belajar keduanya akan mencoba dan mencoba dengan cinta dan dengan tujuan.

