Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Banyak kata bahasa Inggris berkembang menjadi keluarga. Satu akar kata dapat menciptakan banyak bentuk. Setiap bentuk memiliki tugas tata bahasa yang berbeda.
Keluarga blame, blameless, blaming, blamed adalah contoh yang kuat.
Blame bisa menjadi kata kerja.
Jangan menyalahkan temanmu.
Itu juga bisa menjadi kata benda.
Tidak ada yang menerima kesalahan.
Satu kata dapat melakukan dua pekerjaan.
Blameless adalah kata sifat.
Anak itu tidak bersalah.
Itu menggambarkan seseorang tanpa kesalahan.
Blaming adalah bentuk -ing.
Mereka menyalahkan hujan.
Itu juga bisa bertindak seperti kata benda.
Terus-menerus menyalahkan menyakitkan persahabatan.
Blamed adalah bentuk lampau.
Mereka menyalahkan badai.
Satu akar menciptakan banyak makna.
Inilah cara keluarga kata membantu anak-anak mengembangkan kosakata.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Anak-anak sudah memahami perubahan bentuk.
Kata ganti berubah:
I → me → my she → her → hers
Kata-kata juga berubah.
Lihatlah keluarga ini:
blame blameless blaming blamed
Akar katanya tetap.
Akhirannya berubah.
Tugasnya berubah.
Blame sering menunjukkan tindakan.
Blameless menggambarkan seseorang.
Blaming mungkin menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung.
Blamed menunjukkan tindakan lampau.
Pola membuat bahasa lebih mudah.
Anak-anak yang memperhatikan pola belajar lebih cepat.
Itulah salah satu alasan mengapa keluarga kata penting.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
Keluarga ini meluas ke seluruh tata bahasa.
Kata Kerja — blame
Jangan menyalahkan orang lain.
Kata Benda — blame
Dia menerima kesalahan.
Kata Sifat — blameless
Anak anjing itu tampak tidak bersalah.
Bentuk kata kerja atau kata benda — blaming
Dia menyalahkan saudaranya.
Menyalahkan menyelesaikan sedikit masalah.
Kata kerja lampau — blamed
Mereka menyalahkan cuaca.
Satu akar.
Banyak peran.
Itulah pembelajaran kosakata yang kuat.
Keluarga ini umumnya tidak membuat kata keterangan reguler yang sering digunakan anak-anak.
Itu juga penting.
Tidak setiap akar membentuk setiap pola.
Penggunaan nyata lebih penting daripada menghafal aturan.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas
Akar blame dimulai dengan tindakan.
Seseorang menunjukkan kesalahan.
Makna sederhana.
Kemudian keluarga itu tumbuh.
Blameless mengubah tindakan menjadi kualitas.
Sekarang itu menggambarkan kepolosan.
Burung itu tidak bersalah.
Kemudian blaming bisa menjadi sebuah gagasan.
Menyalahkan dapat merusak kepercayaan.
Sekarang tindakan menjadi sebuah konsep.
Kemudian blamed menunjukkan tindakan yang telah selesai.
Mereka menyalahkan orang yang salah.
Satu akar bergerak melintasi waktu dan makna.
Anak-anak mulai melihat bahasa sebagai sesuatu yang terhubung.
Itu mendukung pembelajaran yang lebih dalam.
Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Anak-anak mungkin mencampur bentuk.
Lihatlah ini:
? The boy was blame. ? The boy was blameless.
Deskripsi membutuhkan blameless.
Yang lain:
? They are blamed him. ? They are blaming him.
Tindakan yang sedang berlangsung membutuhkan blaming.
Yang lain:
? She was the blaming. ? She took the blame.
Di sini blame adalah kata benda.
Tanya:
Apakah ini tindakan?
Sebuah deskripsi?
Sebuah benda?
Pertanyaan itu sering membantu anak-anak memilih dengan benar.
Tata bahasa menjadi lebih jelas.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Anak-anak sering belajar:
Careful → carefully Slow → slowly
Kemudian mereka mungkin bertanya:
Bisakah kita mengatakan blamelessly?
Ya.
Dia bertindak tanpa cela.
Tetapi pelajar muda bertemu blameless jauh lebih sering.
Itulah yang harus menjadi fokus.
Keluarga ini mengajarkan pola berguna lainnya.
Beberapa kata sifat menambahkan -less.
Itu sering berarti “tanpa.”
careless = tanpa perawatan fearless = tanpa rasa takut blameless = tanpa kesalahan
Itulah pola sufiks yang kuat.
Anak-anak dapat menggunakannya dengan banyak kata.
Kosakata tumbuh melalui memperhatikan akhiran.
Hati-hati dengan Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)
Keluarga ini memiliki pola ejaan yang sederhana namun berguna.
blame → blaming
Hilangkan e yang tidak bersuara sebelum menambahkan -ing.
Aturan penting.
blame → blamed
Tambahkan -d, bukan -ed setelah e terakhir.
Sederhana.
Kemudian:
blame → blameless
Tambahkan -less.
Akar katanya tetap terlihat.
Anak-anak sering menulis:
? blameing
Bentuk yang benar:
? blaming
Aturan e yang tidak bersuara itu sering muncul.
make → making hope → hoping blame → blaming
Satu pola mendukung banyak kata.
Itulah pembelajaran yang efisien.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Pilih kata yang benar.
Jangan ___ orang lain atas kesalahan. Jawaban: blame Anak itu tampak benar-benar ___. Jawaban: blameless Mereka ___ angin. Jawaban: blaming Tim ___ nasib buruk. Jawaban: blamed
Sekarang buat kalimat.
Gunakan blame:
Jangan pernah menyalahkan teman secara tidak adil.
Gunakan blameless:
Anak kucing itu tidak bersalah.
Gunakan blaming:
Menyalahkan tidak menyelesaikan masalah.
Gunakan blamed:
Mereka menyalahkan Max atas mainan yang rusak.
Tantangan mini:
Mana yang cocok?
“Dia merasa ______ atas kecelakaan itu.”
Jawaban yang benar:
blameless
Latihan membantu bentuk kata tetap dalam ingatan.
Kesalahan Umum yang Dilakukan Anak-Anak dengan Keluarga Kata Ini
Banyak pelajar bingung antara blame dan blamed.
? Yesterday they blame me. ? Yesterday they blamed me.
Waktu lampau membutuhkan blamed.
Yang lain:
? He is very blame. ? He is blameless.
Deskripsi membutuhkan kata sifat.
Yang lain:
? They blaming me yesterday. ? They were blaming me yesterday.
Atau:
? They blamed me yesterday.
Petunjuk tata bahasa penting.
Bantu anak-anak mencari kata-kata waktu.
Kemarin sering menandakan bentuk lampau.
Petunjuk kecil membantu pembelajaran besar.
Pemahaman Makna di Luar Tata Bahasa
Keluarga ini juga mengajarkan nuansa makna.
Blame seringkali memiliki makna emosional.
Itu dapat memengaruhi hubungan.
Anak-anak mungkin membaca:
Jangan menyalahkan diri sendiri.
Itu berbeda dari:
Dia menerima kesalahan.
Yang satu adalah tindakan.
Yang satu adalah tanggung jawab.
Kemudian blameless dapat membawa makna moral.
Itu sering menunjukkan kepolosan.
Ini memperdalam pemahaman membaca.
Kosakata bukan hanya tata bahasa.
Itu juga berarti.
Itu penting bagi pembaca yang sedang berkembang.
Bagaimana Kata-Kata Ini Muncul dalam Cerita
Anak-anak sering bertemu keluarga ini di buku.
Dalam dongeng:
Pahlawan itu tidak bersalah.
Dalam cerita sekolah:
Teman-teman berhenti saling menyalahkan.
Dalam misteri:
Seseorang disalahkan secara tidak adil.
Kata-kata ini membantu menceritakan konflik dan resolusi.
Itu membuat mereka menjadi kata bacaan yang berguna.
Ketika anak-anak bertemu kosakata dalam cerita, mereka mengingatnya dengan lebih baik.
Cerita membuat kata-kata hidup.
Blame dalam Ungkapan Umum
Beberapa ekspresi juga menggunakan akar ini.
To blame
Siapa yang harus disalahkan?
Frasa yang sangat umum.
Blame it on
Jangan salahkan anjing.
Pola penting:
blame someone for something blame something on someone
Anak-anak dapat mempelajari keduanya.
Contoh:
Dia menyalahkan saya atas kekacauan itu. Dia menyalahkan kekacauan itu pada saya.
Ide yang sama.
Struktur yang berbeda.
Ini membangun bahasa Inggris yang fleksibel.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Gunakan bagan keluarga.
Letakkan blame di tengah.
Tambahkan cabang:
blameless blaming blamed
Anak-anak dapat melihat bagaimana kata-kata tumbuh.
Gunakan bermain peran.
Perankan contoh konyol.
Siapa yang menyalahkan naga?
Apakah naga itu tidak bersalah?
Anak-anak menyukai bahasa yang lucu.
Gunakan perburuan sufiks.
Temukan lebih banyak kata -less:
hopeless careless fearless blameless
Pola menjadi lebih mudah melalui perbandingan.
Coba tukar kalimat.
Ubah satu ide melalui bentuk.
Jangan menyalahkannya.
Dia disalahkan.
Dia tidak bersalah.
Akar yang sama.
Tata bahasa yang berbeda.
Latihan yang sangat baik.
Yang paling penting, dorong perhatian yang cermat.
Ketika anak-anak menemukan keluarga kata, membaca menjadi lebih mudah.
Menulis menjadi lebih kuat juga.
Keluarga blame, blameless, blaming, blamed mengajarkan lebih dari satu akar.
Itu mengajarkan kata kerja.
Itu mengajarkan kata sifat.
Itu mengajarkan sufiks.
Itu mengajarkan pola ejaan.
Itu mengajarkan nuansa makna.
Satu keluarga kata dapat membuka banyak pintu.
Itulah cara kosakata tumbuh.
Selangkah demi selangkah.
Akar demi akar.
Dan setiap keluarga baru membantu pelajar muda menggunakan bahasa Inggris dengan lebih jelas dan percaya diri.

