Mengapa “Tertawa, Tawa, Menertawakan, Lucu” Membuat Belajar Bahasa Begitu Menyenangkan?

Mengapa “Tertawa, Tawa, Menertawakan, Lucu” Membuat Belajar Bahasa Begitu Menyenangkan?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Tawa menghubungkan orang. Tawa yang baik membuat teman semakin dekat. Bahasa Inggris memberi kita keluarga kata yang bahagia untuk suara universal ini. Akar katanya adalah “laugh” (tertawa). Dari akar ini muncul tiga kata lagi. “Laughter” (tawa) menyebutkan suaranya itu sendiri. “Laughing” (menertawakan) menyebutkan tindakannya atau menggambarkan seseorang yang tertawa. “Laughable” (lucu) menggambarkan sesuatu yang sangat konyol sehingga membuat Anda tertawa. Keempat kata ini membantu anak-anak berbicara tentang kegembiraan. Mereka juga membantu anak-anak memahami perbedaan antara humor yang baik dan tidak baik. Mari kita jelajahi keluarga yang ceria ini.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu tindakan mengambil bentuk kata yang berbeda. “Laugh” (tertawa) adalah kata kerja. Anda tertawa ketika sesuatu lucu. “Laugh” (tertawa) juga bisa menjadi kata benda. Anda memberikan tawa ketika menurut Anda sebuah lelucon lucu. “Laughter” (tawa) adalah kata benda untuk suara tawa. Tawa memenuhi ruangan yang bahagia. “Laughing” (menertawakan) bisa menjadi kata benda. Menertawakan adalah obat yang baik. “Laughing” (menertawakan) juga bisa menjadi kata sifat. Seorang anak yang tertawa menyebarkan kegembiraan. “Laughable” (lucu) adalah kata sifat untuk sesuatu yang sangat konyol. Sebuah kesalahan yang lucu membuat semua orang tersenyum. Anak Anda melihat pola ini dalam kata-kata lain. “Smile” (tersenyum) menjadi “smile” (senyum) dan “smiling” (tersenyum). “Laugh” (tertawa) memberi kita lebih banyak pilihan.

Kata Ganti Pribadi Mengubah Bentuknya Kata ganti juga berubah bentuk. “I” (saya) menjadi “me” (saya). “She” (dia perempuan) menjadi “her” (dia perempuan). “We” (kami) menjadi “us” (kami). Ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris mengubah kata untuk tata bahasa. Keluarga kata kita “laugh” (tertawa) berubah untuk tata bahasa juga. Tetapi juga berubah untuk makna. Kata kerja menunjukkan tindakan. Kata benda menyebutkan suara atau tindakan. Kata sifat menggambarkan. Mempelajari peran-peran ini membantu anak Anda mengekspresikan kebahagiaan dengan jelas.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat – Satu Keluarga, Banyak Kata “Laugh” (tertawa) berfungsi sebagai kata kerja. Anda menertawakan wajah konyol. “Laugh” (tertawa) juga berfungsi sebagai kata benda. Keluarkan tawa yang besar. “Laughter” (tawa) adalah kata benda untuk suara yang terus menerus. Tawa mereka memenuhi halaman. “Laughing” (menertawakan) adalah kata benda tindakan. Menertawakan membuat perut Anda terasa enak. “Laughing” (menertawakan) juga merupakan kata sifat. Lihatlah bayi yang tertawa. “Laughable” (lucu) adalah kata sifat untuk hal-hal konyol. Alasan itu lucu. Keluarga ini memberi anak Anda enam makna dari satu akar kecil.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan menjadi Kualitas Mari kita ikuti momen lucu. Seorang anak membuat wajah konyol. Teman anak itu mulai tertawa. Tawa besar keluar. Segera tawa menyebar ke semua orang. Anak-anak yang tertawa berguling-guling di lantai. Bahkan kesalahan yang memulainya sekarang tampak lucu. Lihat bagaimana “laugh” (tertawa) berjalan melalui kelima kalimat. Setiap bentuk menambahkan lapisan baru. Anak Anda dapat mengatakan “I laugh at the joke.” (Saya menertawakan lelucon itu.) “That was a good laugh.” (Itu adalah tawa yang bagus.) “Laughter is contagious.” (Tawa itu menular.) “The laughing group had fun.” (Grup yang tertawa bersenang-senang.) “The mistake was laughable.” (Kesalahannya lucu.) Satu akar menceritakan keseluruhan kisah tentang kegembiraan.

Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Bagaimana anak Anda tahu pekerjaannya? Lihatlah posisi kalimatnya. Setelah “can” (bisa), “will” (akan), atau “make me” (membuat saya), gunakan kata kerja. Contoh: “That show makes me laugh.” (Acara itu membuat saya tertawa.) Setelah “a” (sebuah), “the” (itu), atau “big” (besar), gunakan kata benda untuk satu tawa. Contoh: “He gave a loud laugh.” (Dia memberikan tawa yang keras.) Sebagai subjek atau objek, gunakan “laughter” (tawa) untuk suara yang terus menerus. Contoh: “Laughter helps health.” (Tawa membantu kesehatan.) Sebelum kata benda atau setelah “be” (menjadi), gunakan kata sifat “laughing” (menertawakan). Contoh: “The laughing girl ran past.” (Gadis yang tertawa berlari melewatinya.) Contoh: “The movie was laughable.” (Film itu lucu.) Akhiran memberikan petunjuk. “Laugh” (tertawa) adalah kata kerja atau kata benda tunggal. “-ter” menandakan suara yang terus menerus. “-ing” menandakan tindakan atau deskripsi. “-able” menandakan “layak untuk ditertawakan.”

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Dari “laughing” (menertawakan) sebagai kata sifat, kita dapat membuat kata keterangan. Tambahkan “-ly” untuk membuat “laughingly” (dengan tertawa). Contoh: “She laughingly told the story.” (Dia menceritakan kisah itu sambil tertawa.) Ini berarti dia menceritakannya sambil tertawa. Dari “laughable” (lucu), kita dapat membuat “laughably” (dengan lucu). Contoh: “The price was laughably high.” (Harganya sangat mahal.) Keduanya berguna. Ajarkan “laughingly” (dengan tertawa) terlebih dahulu untuk tindakan. Ajarkan “laughably” (dengan lucu) untuk menggambarkan kekonyolan yang ekstrem. Sebagian besar kata sifat yang berakhiran “-ing” menjadi kata keterangan “-ingly”. “Smile” (tersenyum) menjadi “smilingly” (dengan tersenyum). “Cry” (menangis) menjadi “cryingly” (dengan menangis). “Laugh” (tertawa) menjadi “laughingly” (dengan tertawa).

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y menjadi i, dan Lainnya) “Laugh” (tertawa) memiliki “gh” yang tidak bersuara. Itulah tantangan utamanya. “Gh” membuat suara “f” dalam beberapa kata tetapi tidak bersuara dalam “laugh”? Sebenarnya “laugh” (tertawa) memiliki suara “f” di akhir. “Gh” membuat suara “f”. Itu tidak biasa. Ketika kita menambahkan “-ter” untuk membuat “laughter” (tawa), pertahankan “gh”. Tidak ada perubahan. “Laugh” + “ter” = “laughter.” (Tertawa.) Ketika kita menambahkan “-ing” untuk membuat “laughing” (menertawakan), pertahankan “gh”. Pertahankan “u”. Tidak ada perubahan. Ketika kita menambahkan “-able” untuk membuat “laughable” (lucu), pertahankan semuanya. “Laugh” + “able” = “laughable.” (Lucu.) Tidak ada huruf ganda. Tidak ada perubahan “y”. Tetapi ejaan “gh” itu rumit. Latihan mengeja “laugh” (tertawa) berkali-kali.

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Coba kalimat sederhana ini dengan anak Anda.

The clown made everyone (laugh / laughter). (Answer: laugh) (Badut itu membuat semua orang (tertawa / tawa).) (Jawaban: tertawa)

A good (laugh / laughable) makes the day better. (Answer: laugh) (Sebuah (tawa / lucu) yang baik membuat hari menjadi lebih baik.) (Jawaban: tertawa)

Their (laughter / laughing) echoed through the hall. (Answer: laughter) ( (Tawa / Menertawakan) mereka bergema di aula.) (Jawaban: tawa)

The (laughing / laughable) child pointed at the puppet. (Answer: laughing) (Anak (menertawakan / lucu) itu menunjuk ke boneka itu.) (Jawaban: menertawakan)

That excuse was so silly, it was (laughing / laughable). (Answer: laughable) (Alasan itu sangat konyol, itu (menertawakan / lucu).) (Jawaban: lucu)

Buat kalimat Anda sendiri dari kesenangan sehari-hari. Katakan “You make me laugh.” (Kamu membuatku tertawa.) Katakan “That was a big laugh.” (Itu adalah tawa yang besar.) Katakan “Your laughter is my favorite sound.” (Tawamu adalah suara favoritku.) Katakan “Look at the laughing puppy.” (Lihat anak anjing yang tertawa.) Katakan “His mistake was laughable but harmless.” (Kesalahannya lucu tapi tidak berbahaya.)

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Tertawa bersama setiap hari. Buat wajah lucu. Ceritakan lelucon konyol. Baca buku lucu. Saat Anda tertawa, gunakan kata-katanya. Katakan “We laugh because we are happy.” (Kami tertawa karena kami bahagia.) Katakan “That was a good laugh.” (Itu adalah tawa yang bagus.) Katakan “Your laughter makes this home warm.” (Tawamu membuat rumah ini hangat.) Katakan “Look at our laughing faces.” (Lihat wajah kami yang tertawa.) Katakan “The mistake we made was laughable.” (Kesalahan yang kami buat itu lucu.) Permainan ini mengajarkan seluruh keluarga kata.

Mainkan permainan tertawa. Bergantian membuat satu sama lain tertawa. Orang pertama yang tertawa kalah. Saat Anda bermain, katakan “Try not to laugh.” (Cobalah untuk tidak tertawa.) Katakan “I heard a little laugh.” (Saya mendengar sedikit tawa.) Katakan “Laughter is breaking out.” (Tawa pecah.) Katakan “You are a laughing champion.” (Anda adalah juara tertawa.) Permainan ini membangun pengendalian diri dan kosakata.

Bacalah buku-buku lucu dengan lantang. Dr. Seuss, Mo Willems, dan penulis lainnya menulis cerita yang lucu. Jeda saat membaca. Tanyakan “Did that part make you laugh?” (Apakah bagian itu membuatmu tertawa?) Tanyakan “Was that a big laugh or a small laugh?” (Apakah itu tawa besar atau tawa kecil?) Tanyakan “Can you hear the laughter in this room?” (Bisakah Anda mendengar tawa di ruangan ini?) Tanyakan “Which character is laughing most?” (Karakter mana yang paling banyak tertawa?) Tanyakan “Is that situation laughable?” (Apakah situasi itu lucu?) Pertanyaan-pertanyaan ini menghubungkan membaca dengan kegembiraan.

Tonton video hewan lucu bersama. Hewan yang melakukan hal-hal konyol itu lucu. Katakan “Look, the dog makes us laugh.” (Lihat, anjing itu membuat kita tertawa.) Katakan “That was a surprised laugh.” (Itu adalah tawa yang terkejut.) Katakan “Laughter helps us bond.” (Tawa membantu kita terikat.) Katakan “Our laughing time is my favorite time.” (Waktu tertawa kami adalah waktu favorit saya.) Momen-momen ini menciptakan kenangan bahagia dan pertumbuhan kosakata.

Bedakan “laughable” (lucu) dari “funny” (lucu). Sesuatu yang lucu membuat Anda tertawa karena kegembiraan. Sesuatu yang lucu sangat konyol atau buruk sehingga Anda menertawakannya. “The clown was funny.” (Badut itu lucu.) “The villain’s plan was laughable because it was so silly.” (Rencana penjahat itu lucu karena sangat konyol.) Perbedaan ini membantu anak-anak yang lebih besar. Untuk anak-anak kecil, cukup gunakan “laughable” (lucu) untuk hal-hal yang sangat konyol.

Buat jurnal tawa keluarga. Tuliskan momen paling lucu setiap minggu. “Dad made a silly noise. We all laughed.” (Ayah membuat suara konyol. Kami semua tertawa.) “The cat chased its tail. That was laughable.” (Kucing itu mengejar ekornya. Itu lucu.) “We had a laughing contest at dinner.” (Kami mengadakan kontes tertawa saat makan malam.) Bacalah jurnal pada hari-hari yang sulit. Tawa menyembuhkan. Kata-kata itu penting.

Jangan gunakan “laughable” (lucu) untuk menyakiti perasaan. Ajarkan anak Anda untuk tertawa bersama orang lain, bukan menertawakan orang lain. Sebuah kesalahan bisa jadi lucu jika semua orang tertawa bersama. Perasaan seseorang tidak pernah lucu. Katakan “We laugh at situations, not at people.” (Kami menertawakan situasi, bukan orang.) Ini membangun empati. Anak Anda belajar bahwa tawa seharusnya tidak pernah kejam.

Sekarang Anda memiliki panduan lengkap. Tertawa sebanyak mungkin. Bagikan tawa besar. Penuhi rumah Anda dengan tawa. Jadilah keluarga yang tertawa. Temukan momen lucu dalam kekonyolan sehari-hari. Keluarga kata ini melakukan lebih dari sekadar mengajar bahasa Inggris. Itu mengajarkan bahwa kegembiraan adalah bahasa. Itu mengajarkan bahwa tawa menghubungkan hati. Itu mengajarkan bahwa bahkan kesalahan pun bisa menjadi hadiah yang lucu. Teruslah tertawa. Teruslah tumbuh bersama. Satu keluarga kata pada satu waktu.