Mengapa “Belajar, Pembelajar, Pembelajaran, Terpelajar” Membuat Setiap Hari Menjadi Hari Sekolah untuk Anak Anda?

Mengapa “Belajar, Pembelajar, Pembelajaran, Terpelajar” Membuat Setiap Hari Menjadi Hari Sekolah untuk Anak Anda?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Setiap anak mempelajari sesuatu yang baru setiap hari. Itu adalah kebenaran yang indah. Bahasa Inggris memberi kita keluarga kata yang kaya untuk proses seumur hidup ini. Akarnya adalah “belajar.” Dari akar ini muncul tiga kata lagi. “Pembelajar” menamai orang yang belajar. “Pembelajaran” menamai aktivitas itu sendiri. “Terpelajar” menggambarkan seseorang yang telah memperoleh banyak pengetahuan. Keempat kata ini membantu anak-anak memahami pertumbuhan mereka sendiri. Mereka juga membantu orang tua merayakan setiap langkah kecil. Mari kita jelajahi keluarga yang menggembirakan ini.

Apa Maksud dari “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”? Satu tindakan mengambil bentuk kata yang berbeda. “Belajar” adalah kata kerja. Anda mempelajari lagu baru. “Pembelajar” adalah kata benda untuk orang tersebut. Seorang pembelajar muda mengajukan banyak pertanyaan. “Pembelajaran” adalah kata benda untuk aktivitas tersebut. Pembelajaran membutuhkan waktu dan kesabaran. “Pembelajaran” juga bisa menjadi kata sifat. Seorang anak yang sedang belajar tumbuh setiap hari. “Terpelajar” adalah kata sifat untuk orang yang bijak. Seorang kakek-nenek yang terpelajar berbagi cerita. Anak Anda melihat pola ini dalam kata-kata lain. “Mengajar” menjadi “guru” dan “pengajaran.” “Belajar” mengikuti logika yang serupa. Pelajari akarnya. Kemudian tambahkan akhiran.

Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya Kata ganti juga mengubah bentuknya. “Saya” menjadi “saya.” “Dia” menjadi “nya.” “Kami” menjadi “kami.” Ini menunjukkan bahwa bahasa Inggris mengubah kata untuk tata bahasa. Keluarga kata kita “belajar” berubah untuk tata bahasa juga. Tetapi juga berubah untuk makna. Kata kerja menunjukkan tindakan. Kata benda menamai orang atau aktivitas. Kata sifat menggambarkan. Mempelajari peran-peran ini membantu anak Anda berbicara tentang pendidikan dengan jelas.

Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat – Satu Keluarga, Banyak Kata “Belajar” adalah kata kerja. Anda belajar mengikat tali sepatu Anda. “Pembelajar” adalah kata benda orang. Seorang pembelajar yang baik tetap ingin tahu. “Pembelajaran” adalah kata benda aktivitas. Pembelajaran terjadi di mana-mana. “Pembelajaran” juga merupakan kata sifat. Anak yang sedang belajar merasa bangga. “Terpelajar” adalah kata sifat untuk orang bijak. Seorang ilmuwan yang terpelajar menemukan hal-hal baru. Keluarga ini memberi anak Anda lima makna dari satu akar kecil. Satu akar. Lima cara untuk merayakan pertumbuhan.

Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-Kata Tumbuh dari Tindakan Menjadi Kualitas Mari kita ikuti momen belajar. Seorang anak ingin membaca kata baru. Anak itu mencoba mempelajari kata “kupu-kupu.” Anak itu adalah pembelajar yang aktif. Pembelajaran membutuhkan beberapa kali percobaan. Akhirnya, anak itu menjadi pembaca kata itu yang terpelajar. Lihat bagaimana “belajar” berjalan melalui keempat kalimat. Setiap bentuk menambahkan lapisan baru. Anak Anda dapat mengatakan “Saya ingin belajar.” “Saya seorang pembelajar yang berani.” “Pembelajaran itu menyenangkan.” “Saya merasa terpelajar tentang kupu-kupu sekarang.” Satu akar menceritakan seluruh kisah ketekunan.

Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda? Bagaimana anak Anda tahu pekerjaannya? Lihatlah posisi kalimat. Setelah “bisa,” “akan,” atau “ingin,” gunakan kata kerja. Contoh: “Dia ingin belajar bahasa Spanyol.” Untuk kata benda orang, gunakan “sebuah” atau “sang.” Contoh: “Dia adalah pembelajar yang cepat.” Sebagai subjek atau objek, gunakan kata benda aktivitas “pembelajaran.” Contoh: “Pembelajaran tidak pernah berhenti.” Sebelum kata benda atau setelah “menjadi,” gunakan kata sifat “pembelajaran.” Contoh: “Anak yang sedang belajar tersenyum.” Atau gunakan “terpelajar” untuk orang yang bijak. Contoh: “Guru saya sangat terpelajar.” Akhiran memberikan petunjuk. “Belajar” adalah kata kerja. “-er” menandakan seseorang. “-ing” menandakan aktivitas atau deskripsi. “-ed” menandakan kata sifat lampau.

Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly? Dari “pembelajaran” sebagai kata sifat, kita dapat membuat kata keterangan. Tambahkan “-ly” untuk membuat “learningly.” Kata ini jarang. Pembelajar muda tidak membutuhkannya. Dari “terpelajar” kita dapat membuat “learnedly.” Itu berarti dengan cara yang bijaksana. Contoh: “Dia berbicara dengan terpelajar tentang Romawi kuno.” Ini sudah mahir. Fokus pertama pada “belajar,” “pembelajar,” “pembelajaran,” dan “terpelajar.” Ajarkan aturan “-ly” secara singkat. Sebagian besar kata sifat menjadi kata keterangan dengan “-ly.” “Baik” menjadi “baik hati.” “Terpelajar” menjadi “learnedly.” Anak Anda akan bertemu pola ini nanti.

Waspadalah terhadap Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya) “Belajar” tidak memiliki huruf ganda. Kabar baik. Tidak ada “e” yang tidak bersuara. Tidak ada “y.” Ketika kita menambahkan “-er” untuk membuat “pembelajar,” pertahankan “n.” Tidak ada perubahan. “Belajar” + “er” = “pembelajar.” Ketika kita menambahkan “-ing” untuk membuat “pembelajaran,” pertahankan “n.” Tidak ada perubahan. “Belajar” + “ing” = “pembelajaran.” Ketika kita menambahkan “-ed” untuk membuat “terpelajar,” pertahankan “n.” “Belajar” + “ed” = “terpelajar.” Keluarga ini sangat stabil. Tidak ada trik ejaan. Namun, perhatikan bahwa “terpelajar” dapat diucapkan dengan dua cara. Sebagai kata kerja lampau (Saya belajar matematika), bunyinya seperti “learnd.” Sebagai kata sifat (seorang profesor terpelajar), bunyinya seperti “lurn-ed” dengan dua suku kata. Itu adalah pengecualian. Ajarkan pengucapan kata sifat nanti.

Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat? Cobalah kalimat sederhana ini dengan anak Anda.

Saya ingin (belajar / pembelajar) cara menggambar kucing. (Jawaban: belajar)

Anda adalah (terpelajar / pembelajar) yang ingin tahu. (Jawaban: pembelajar)

(Pembelajaran / Terpelajar) keterampilan baru terasa menyenangkan. (Jawaban: Pembelajaran)

Anak yang (sedang belajar / terpelajar) mengajukan banyak pertanyaan. (Jawaban: sedang belajar)

Nenek saya adalah wanita yang (terpelajar / pembelajar). (Jawaban: terpelajar)

Buat kalimat Anda sendiri dari penemuan sehari-hari. Katakan “Mari kita belajar bersama.” Katakan “Anda adalah pembelajar yang luar biasa.” Katakan “Pembelajaran terjadi di mana-mana.” Katakan “Lihatlah wajah yang sedang belajar.” Katakan “Dia adalah dokter terpelajar yang membantu orang.”

Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan Rayakan kata “belajar” setiap hari. Saat makan malam, tanyakan “Apa yang kamu pelajari hari ini?” Gunakan kata kerja. Katakan “Saya belajar mengapa daun berubah warna.” Gunakan kata benda. Katakan “Anda adalah pembelajar yang berdedikasi.” Katakan “Pembelajaran adalah hobi keluarga kita.” Katakan “Lihatlah wajah belajarmu.” Kebiasaan sehari-hari ini membangun pola pikir berkembang.

Mainkan permainan pembelajar. Setiap orang menyebutkan satu hal yang sedang mereka pelajari sekarang. “Saya sedang belajar membuat roti.” “Saya sedang belajar membaca buku bab.” “Saya sedang belajar bersabar.” Gunakan kata-katanya. Katakan “Kita semua adalah pembelajar.” Katakan “Keluarga kita menyukai pembelajaran.” Katakan “Setiap pembelajar tumbuh pada kecepatannya sendiri.” Permainan ini menormalkan pembelajaran seumur hidup.

Bacalah buku tentang pembelajar terkenal. Marie Curie tidak pernah berhenti belajar. Einstein adalah pembelajar yang ingin tahu. Berhentilah sejenak saat membaca. Tanyakan “Bagaimana orang ini belajar?” Tanyakan “Apakah orang ini seorang pembelajar yang berani?” Tanyakan “Tantangan pembelajaran apa yang mereka hadapi?” Tanyakan “Bagaimana mereka menjadi terpelajar?” Pertanyaan-pertanyaan ini membangun inspirasi.

Bedakan “pembelajaran” dari “persekolahan.” Persekolahan terjadi di sebuah bangunan. Pembelajaran terjadi di mana-mana. Katakan “Anda belajar ketika Anda memasak dengan saya.” Katakan “Anda belajar ketika Anda membangun dengan balok.” Katakan “Anda belajar ketika Anda mengajukan pertanyaan.” Perbedaan ini membebaskan anak Anda dari tekanan. Pembelajaran itu alami. Persekolahan adalah salah satu bagian dari pembelajaran.

Buatlah dinding pembelajaran keluarga. Tuliskan hal-hal baru yang dipelajari setiap orang setiap minggu. “Ayah mempelajari resep baru.” “Mia belajar mengikat tali sepatunya.” “Leo belajar mengapa bulan berubah bentuk.” Judulnya “Pembelajaran Kami.” Tambahkan bagian berjudul “Apa yang Ingin Kami Pelajari Selanjutnya.” Dinding ini merayakan pertumbuhan dan rasa ingin tahu.

Gunakan “terpelajar” sebagai pujian. Ketika anak Anda berbagi fakta yang mendalam, katakan “Itu adalah pengamatan yang terpelajar.” Ketika anak Anda membaca buku yang sulit, katakan “Anda menjadi sangat terpelajar.” Ketika anak Anda mengajar orang lain, katakan “Orang terpelajar berbagi pengetahuan mereka.” Bahasa positif ini membangun kebanggaan dalam pengetahuan.

Jangan terburu-buru. Beberapa anak belajar dengan cepat. Beberapa anak membutuhkan lebih banyak waktu. Keduanya adalah pembelajar. Katakan “Setiap pembelajar memiliki kecepatannya sendiri.” Katakan “Yang paling penting adalah Anda terus belajar.” Katakan “Kesalahan adalah bagian dari pembelajaran.” Kesabaran ini membangun ketahanan. Anak Anda tidak akan pernah takut mempelajari hal-hal baru.

Sekarang Anda memiliki panduan lengkap. Pelajari sesuatu yang baru setiap hari. Rayakan setiap pembelajar. Nikmati proses pembelajaran. Menjadi terpelajar bersama. Keluarga kata ini melakukan lebih dari sekadar mengajar bahasa Inggris. Itu mengajarkan bahwa pertumbuhan tidak pernah berakhir. Itu mengajarkan bahwa setiap pertanyaan adalah hadiah. Itu mengajarkan bahwa Anda sudah menjadi pembelajar yang luar biasa. Teruslah belajar. Teruslah tumbuh bersama. Satu keluarga kata pada satu waktu.