Apa Arti “Kata yang Sama, Bentuk yang Berbeda”?
Banyak kata bahasa Inggris termasuk dalam keluarga.
Sebuah keluarga kata dimulai dengan satu akar dan berkembang menjadi bentuk-bentuk terkait.
Kata tolak dan penolakan termasuk dalam satu keluarga.
Mereka berbagi makna inti yang sama.
Keduanya terhubung dengan mengatakan tidak atau tidak menerima sesuatu.
Tetapi mereka tidak melakukan pekerjaan tata bahasa yang sama.
Tolak adalah kata kerja. Penolakan adalah kata benda.
Ini adalah pola penting untuk dipelajari anak-anak.
Satu kata menunjukkan tindakan.
Satu kata menyebutkan tindakan tersebut.
Ketika anak-anak memahami ini, kosakata terasa lebih terhubung.
Itu mendukung membaca dan menulis.
Kata Ganti Orang Mengubah Bentuknya
Anak-anak sudah tahu bahwa kata-kata dapat berubah bentuk.
Mereka melihat:
Saya, saya, milik saya dia, dia, miliknya
Bentuk yang berbeda.
Makna terkait.
Keluarga kata bekerja dengan cara yang sama.
Lihat ini:
Saya menolak untuk curang. Penolakannya mengejutkan semua orang.
Gagasan itu tetap terhubung.
Peran tata bahasa berubah.
Pola itu sering muncul dalam bahasa Inggris.
Melihat hubungan ini membantu anak-anak memahami cara kerja kata-kata.
Itu lebih kuat daripada menghafal kata-kata tunggal.
Dari Kata Kerja ke Kata Benda ke Kata Sifat ke Kata Keterangan – Satu Keluarga, Banyak Kata
Beberapa keluarga kata tumbuh menjadi banyak bentuk.
Yang ini terutama menunjukkan pasangan kata kerja dan kata benda.
Itu masih merupakan pola penting.
Tolak sebagai Kata Kerja
Tolak menunjukkan tindakan.
Itu berarti tidak menerima, mengizinkan, atau menyetujui.
Contoh:
Saya menolak untuk berbohong. Dia menolak tawaran itu. Mereka menolak makanan yang tidak sehat.
Kata ini sering muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Anak-anak mendengarnya dalam cerita dan percakapan.
Itu mengajarkan bahasa dan pengambilan keputusan.
Penolakan sebagai Kata Benda
Penolakan menyebutkan tindakan menolak.
Contoh:
Penolakannya sopan. Penolakannya mengejutkan kami. Penolakan itu menyebabkan perdebatan.
Sekarang tindakan itu menjadi sesuatu yang bisa kita bicarakan.
Begitulah cara kerja banyak bentuk kata benda.
Bandingkan:
tiba → kedatangan setujui → persetujuan tolak → penolakan
Pola berulang.
Itu membantu anak-anak belajar lebih cepat.
Satu Akar, Banyak Peran – Bagaimana Kata-kata Tumbuh dari Tindakan ke Kualitas
Akar tolak tumbuh menjadi peran lain.
tolak → tindakan penolakan → peristiwa atau gagasan bernama
Satu akar.
Dua peran.
Itu mungkin tampak sederhana.
Tetapi itu mengajarkan gagasan besar.
Kata-kata dapat mengubah pekerjaan.
Dan akhiran sering membantu.
Akhiran -al sering membentuk kata benda.
Contoh:
tolak → penolakan setujui → persetujuan perbarui → pembaruan
Setelah anak-anak melihat polanya, mereka dapat menerapkannya di tempat lain.
Itu membangun kemandirian.
Makna yang Sama, Pekerjaan yang Berbeda – Apakah Itu Kata Kerja atau Kata Benda?
Anak-anak sering mencampur bentuk.
Itu wajar.
Tanya:
Apakah kata ini menunjukkan suatu tindakan?
Atau menyebutkan tindakan tersebut?
Lihat di sini:
Benar:
Saya menolak undangan itu. Penolakannya hormat.
Tidak benar:
Saya penolakan undangan itu. Penolakannya hormat.
Makna terhubung.
Tata bahasa memutuskan penggunaan.
Hobi ini membantu anak-anak memilih bentuk yang tepat.
Itu memperkuat tulisan.
Kata Sifat dan Kata Keterangan – Kapan Kita Menambahkan -ly?
Keluarga kata ini biasanya tidak tumbuh menjadi kata keterangan -ly sehari-hari.
Itu berguna untuk diperhatikan.
Tidak setiap keluarga kata memiliki semua bentuk.
Beberapa hanya memiliki kata kerja dan kata benda.
Beberapa memiliki keluarga yang lebih luas.
Anak-anak harus belajar bahwa bahasa memiliki pola, tetapi tidak setiap pola identik.
Meskipun demikian, kita dapat membandingkan ide-ide terkait.
Contoh:
Dia memberikan penolakan yang tegas. Dia menjawab dengan tegas.
Di sini dengan tegas adalah kata keterangan, meskipun bukan dari tolak.
Ini membantu anak-anak melihat bagaimana deskripsi bekerja di sekitar keluarga.
Itu juga merupakan pembelajaran yang berharga.
Waspadai Perubahan Ejaan yang Rumit (Huruf Ganda, y ke i, dan Lainnya)
Keluarga ini memiliki pergeseran ejaan yang penting.
Tolak ke Penolakan
Anak-anak mungkin bertanya:
Mengapa tolak menjadi penolakan, bukan tolakal?
Bahasa Inggris sering mengubah ejaan saat akhiran bergabung.
Huruf e terakhir dihilangkan.
Kemudian -al ditambahkan.
tolak → penolakan
Ini terjadi di banyak kata.
Mempelajari pola ini mendukung ejaan.
Perhatikan Makna Tolak
Ada poin rumit lainnya.
Tolak memiliki dua arti.
Sebagai kata kerja:
Saya menolak untuk pergi.
Sebagai kata benda, diucapkan secara berbeda, itu bisa berarti sampah.
Truks mengumpulkan sampah.
Itu mengejutkan banyak pelajar.
Ejaan yang sama.
Pengucapan yang berbeda.
Makna yang berbeda.
Bahasa Inggris terkadang bekerja seperti ini.
Anak-anak sering menikmati penemuan itu.
Mari Berlatih – Bisakah Anda Memilih Bentuk yang Tepat?
Coba ini.
- Saya ______ untuk melanggar aturan.
Jawaban: tolak
Itu menunjukkan tindakan.
- ______-nya sangat sopan.
Jawaban: penolakan
Itu menyebutkan tindakan tersebut.
- Mereka ______ kesepakatan yang tidak adil.
Jawaban: menolak
Bentuk kata kerja.
- ______-nya yang tiba-tiba mengejutkan semua orang.
Jawaban: penolakan
Bentuk kata benda.
Praktek seperti ini membantu anak-anak membandingkan bentuk dengan jelas.
Itu membangun kepercayaan diri.
Tips untuk Orang Tua – Bantu Anak Anda Mempelajari Keluarga Kata dengan Cara yang Menyenangkan
Keluarga kata dapat terasa sederhana dan menyenangkan.
Buat Bagan Keluarga Kata Mini
Tulis:
tolak penolakan
Bicaralah tentang koneksi.
Tambahkan contoh.
Anak-anak mengingat pola melalui perbandingan.
Temukan Akhiran
Ajarkan anak-anak untuk memperhatikan -al.
Tanya:
Bisakah Anda menemukan kata lain dengan -al?
Ini mengubah membaca menjadi penemuan.
Praktekkan Pertukaran Kalimat
Ubah kata kerja menjadi kata benda.
Contoh:
Saya menolak permintaan itu. Penolakan saya sopan.
Anak-anak melihat bagaimana tata bahasa berubah.
Itu adalah pembelajaran yang kuat.
Gunakan Situasi Kehidupan Nyata
Bicaralah tentang penolakan yang penuh hormat.
Menolak dapat berarti menetapkan batasan.
Kosakata juga dapat mendukung pembelajaran sosial.
Itu membuat kata-kata bermakna.
Bandingkan Keluarga yang Serupa
Coba:
tiba / kedatangan setujui / persetujuan tolak / penolakan
Pola berulang.
Itu membantu anak-anak mengingat.
Mengapa Keluarga Kata Ini Membantu Pertumbuhan Membaca
Bahkan keluarga kata kecil mengajarkan keterampilan besar.
Anak-anak belajar:
akar akhiran peran tata bahasa pola ejaan
Ini mendukung literasi.
Mereka juga mendukung pemahaman.
Ketika anak-anak bertemu penolakan dalam buku, mereka dapat menghubungkannya dengan tolak.
Itu mengurangi kebingungan.
Itu mendukung membaca yang lancar.
Campuran Umum yang Dilakukan Anak-anak
Tolak dan Penolakan
Tantangan paling umum.
Satu adalah tindakan.
Satu menyebutkan tindakan tersebut.
Bandingkan:
Saya menolak gagasan itu. Penolakan saya jelas.
Pekerjaan yang berbeda.
Makna bersama.
Melupakan Perubahan Ejaan
Beberapa anak menulis tolakal.
Itu bisa dimengerti.
Tetapi bentuk yang benar adalah penolakan.
Kesadaran pola membantu.
Membingungkan Dua Makna Tolak
Ini adalah tantangan lain.
Kata kerja:
menolak tawaran
Kata benda:
mengumpulkan sampah
Ejaan yang sama.
Pengucapan yang berbeda.
Makna yang berbeda.
Konteks memberi tahu perbedaannya.
Itu adalah keterampilan membaca yang kuat.
Bagaimana Keluarga Kata Kecil Membangun Kosakata Besar
Beberapa keluarga memiliki banyak bentuk.
Beberapa hanya memiliki sedikit.
Keduanya penting.
Bahkan keluarga dua kata mengajarkan struktur.
Dan struktur membangun kosakata.
Ketika anak-anak belajar akar dan akhiran, mereka berhenti melihat kata-kata sebagai acak.
Mereka mulai melihat sistem.
Itu mengubah cara mereka belajar.
Itu sering membuat kosakata terasa lebih mudah.
Mempelajari tolak dan penolakan sebagai Satu Keluarga
Kedua kata ini mungkin tampak sederhana.
Tetapi mereka mengajarkan ide-ide utama.
Kata kerja bisa menjadi kata benda.
Akhiran dapat mengubah tata bahasa.
Satu akar dapat mendukung banyak makna.
Begitulah cara bahasa Inggris berkembang.
Ketika anak-anak belajar tolak dan penolakan sebagai sebuah keluarga, mereka tidak hanya mempelajari dua kata.
Mereka belajar bagaimana kata-kata terhubung.
Dan begitu anak-anak mulai memperhatikan koneksi itu, membaca, mengeja, dan ekspresi seringkali tumbuh dengan cara yang jauh lebih kuat.

