Anak-anak melihat angka di mana-mana. Mereka menghitung mainan, membaca harga, dan melihat jam. Orang tua mendengar anak-anak berkata "angka berapa itu?" atau "lihat angka ini!" Kedua kata ini tampaknya memiliki arti yang sama. Tetapi mereka memiliki fungsi yang berbeda. Mengetahui perbedaan antara "number to" dan "figure to" membantu anak-anak memahami matematika dan membaca dengan lebih baik. Mari kita jelajahi dua kata yang bermanfaat ini bersama-sama.
Apa Arti Ungkapan Ini?
"Number to" berarti gagasan tentang kuantitas. Ini memberi tahu Anda berapa banyak. Misalnya, tiga kue, lima mainan, atau sepuluh jari. Angka dapat ditulis sebagai kata (tiga) atau digit (3). "Figure to" berarti simbol tertulis yang mewakili angka. Angka adalah bentuk yang kita gambar di atas kertas. Digit 3 adalah sebuah angka. Digit 8 adalah angka lainnya. Bagi seorang anak, angka terasa seperti kode rahasia untuk berhitung. Angka terasa seperti kunci yang membuka kode.
Pikirkan tentang gagasan "dua". Anda dapat memiliki dua pelukan. Anda dapat memiliki dua apel. Gagasan itu adalah sebuah angka. Sekarang pikirkan simbol tertulis "2". Bentuk itu adalah sebuah angka. Anda dapat melihatnya. Anda dapat melacaknya dengan jari Anda. Keduanya terhubung ke kuantitas. Itulah mengapa kedua ekspresi itu tampak serupa. Mereka bekerja sebagai sebuah tim. Angka itu ada di pikiran Anda. Angka itu ada di halaman. Anda tidak dapat menyentuh angka. Tetapi Anda dapat menyentuh angka.
Apa Perbedaannya?
Perbedaan utama terletak pada abstrak versus konkret. "Number to" bersifat abstrak. Itu ada sebagai sebuah gagasan. Anda tidak dapat memegang angka tujuh di tangan Anda. Tetapi Anda dapat memegang tujuh batu. Angka membantu Anda memahami batu-batu itu. "Figure to" bersifat konkret. Itu adalah tanda fisik di atas kertas atau layar. Anda dapat menunjuk ke digit 7. Anda dapat menghapusnya. Anda dapat mewarnainya. Yang satu lebih tentang makna. Yang lainnya lebih tentang penampilan.
Pikirkan angka sebagai rasa. Anda merasakan manisnya dalam kue. Rasa manis itu nyata tetapi tidak terlihat. Pikirkan angka sebagai kue itu sendiri. Anda melihatnya. Anda memegangnya. Rasa membutuhkan kue untuk ada di dunia. Angka membutuhkan angka untuk dituliskan. Perbedaan lainnya adalah bagaimana kita menggunakan kata-kata dalam kalimat. Kita mengatakan "berapa angka favoritmu?" Kita mengatakan "tolong tulis angkanya dengan rapi." Yang pertama bertanya tentang sebuah gagasan. Yang kedua bertanya tentang tulisan tangan.
Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?
Gunakan "number to" saat berbicara tentang berhitung atau gagasan matematika. Di sekolah, seorang anak belajar bahwa angka 100 adalah sepuluh kelompok sepuluh. Gunakan angka untuk usia. "Saya berusia tujuh tahun." Gunakan angka untuk waktu. "Jumlah menit sampai makan siang adalah lima." Gunakan angka untuk situasi apa pun di mana kuantitas penting. Angka ada di pikiran kita. Mereka membantu kita membandingkan, menambahkan, dan berbagi.
Gunakan "figure to" saat berbicara tentang bentuk tulisan. Dalam latihan menulis, seorang anak melacak angka 8. Gunakan angka untuk data dalam grafik. "Lihat angka-angka dalam grafik ini." Gunakan angka untuk jumlah uang. "Label harga menunjukkan angka $5." Gunakan angka jika Anda ingin berbicara tentang simbol itu sendiri, bukan kuantitas di baliknya. Angka ada di atas kertas. Mereka membantu kita membaca, menulis, dan menghitung.
Situasi kehidupan nyata menggunakan keduanya secara alami. Seorang orang tua berkata "angka berapa yang datang setelah empat?" Anak itu memikirkan gagasannya. Kemudian orang tua berkata "Sekarang tulis angka itu di atas kertas ini." Anak itu menggambar digit 5. Angka itu memandu pemikiran. Angka itu menyelesaikan tugas. Contoh lainnya: laporan cuaca menunjukkan angka seperti 72° untuk suhu. Angka itu mewakili angka tujuh puluh dua. Anda membutuhkan keduanya untuk memahami cuaca.
Contoh Kalimat untuk Anak-Anak
Berikut adalah contoh sederhana dari "number to":
"Angka favoritku adalah delapan karena terlihat seperti manusia salju."
"Bisakah kamu menghitung jumlah bintang di gambar ini?"
"Jumlah kaki pada laba-laba adalah delapan."
Berikut adalah contoh sederhana dari "figure to":
"Tolong gambar angka 2 di papan tulis Anda."
"Grafik menunjukkan angka penjualan untuk setiap bulan."
"Saya menulis angka 0 dan itu terlihat seperti lingkaran."
Perhatikan bagaimana contoh angka berbicara tentang kuantitas dan gagasan. Contoh angka berbicara tentang simbol dan bentuk tulisan. Angka bisa sangat besar, seperti satu juta. Angka membutuhkan ruang di halaman. Satu juta yang ditulis sebagai 1.000.000 menggunakan banyak angka. Itu adalah penemuan yang menyenangkan bagi anak-anak yang penasaran.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Banyak anak mengatakan "angka" ketika mereka bermaksud "angka". Mereka menunjuk ke tiga kue dan berkata "lihat angka kue ini". Itu tidak benar. Cara yang benar adalah dengan mengatakan "lihat angka kue ini" atau "lihat tiga kue ini". Gunakan angka hanya untuk simbol tertulis. Gunakan angka untuk gagasan tentang berapa banyak. Ajarkan anak Anda aturan sederhana ini: jika Anda dapat menghitungnya, katakan angka. Jika Anda dapat menggambarnya, katakan angka.
Kesalahan lainnya adalah menggunakan "angka" untuk setiap digit yang ditulis. Seorang anak melihat angka 4 di halaman dan berkata "Saya menulis sebuah angka". Itu baik-baik saja dalam percakapan santai. Tetapi untuk ketepatan, katakan "Saya menulis angka 4, yang mewakili angka empat." Angka adalah bentuknya. Angka adalah maknanya. Keduanya benar dengan cara yang berbeda. Kesalahannya adalah melupakan bahwa angka bukanlah angka itu sendiri. Itu hanya simbol untuk angka.
Kesalahan ketiga adalah berpikir bahwa angka hanya berupa digit. Angka juga bisa berupa kata. Kata "lima" juga merupakan sebuah angka. Itu adalah simbol tertulis yang terbuat dari huruf. Cara yang benar adalah mengetahui bahwa setiap simbol tertulis untuk sebuah angka adalah sebuah angka. Itu termasuk "5", "lima", dan bahkan angka Romawi seperti "V". Semuanya adalah angka. Semuanya mewakili angka. Itu memperluas gagasan untuk anak-anak yang lebih besar yang menyukai detail.
Tips Memori yang Mudah
Berikut adalah trik sederhana. Bayangkan "number to" sebagai harta karun rahasia. Anda tahu itu ada di sana. Tetapi Anda tidak dapat melihatnya. Bayangkan "figure to" sebagai peta harta karun. Peta menunjukkan kepada Anda di mana harta karun itu bersembunyi. Angka menunjuk ke angka. Tanpa peta, harta karun tetap tersembunyi. Tanpa angka, angka tetap ada di pikiran Anda sendiri.
Tips lainnya menggunakan tubuh Anda sendiri. Angkat tiga jari. Gagasan "tiga" adalah angkanya. Tiga jari yang Anda lihat seperti angka. Setiap jari adalah simbol fisik dari angka satu. Bersama-sama mereka menunjukkan angka tiga. Sekarang gambar angka 3 di atas kertas. Satu angka itu mewakili tiga hal. Latih koneksi ini. Gambar sebuah angka. Ucapkan angkanya dengan lantang. Hubungkan simbol dengan kuantitas. Trik berbasis tubuh ini bekerja sangat baik untuk pelajar muda.
Waktu Latihan Cepat
Coba latihan sederhana ini dengan anak Anda.
Isi bagian yang kosong: Pilih "angka" atau "angka".
"__________ tujuh adalah kuantitas keberuntungan saya." (Jawaban: angka)
"Tolong lacak __________ 9 di lembar kerja ini." (Jawaban: angka)
Pilihan ganda: Pilih deskripsi yang benar.
Yang mana yang merupakan gagasan yang tidak dapat Anda sentuh?
A) Sebuah angka
B) Sebuah angka
(Jawaban: B)
Yang mana yang merupakan simbol tertulis seperti digit 6?
A) Sebuah angka
B) Sebuah angka
(Jawaban: B)
Pertanyaan cepat ini hanya membutuhkan waktu dua menit. Mereka membantu anak-anak memisahkan gagasan abstrak dari tanda tertulis. Lihatlah kalender bersama-sama. Tunjuk ke digit 15. Tanyakan "Apakah ini angka atau angka?" Jawaban yang benar adalah keduanya. Tetapi untuk pelajaran ini, tekankan bahwa tanda yang terlihat adalah sebuah angka. Kuantitas hari adalah sebuah angka. Latihan nyata ini membangun pemahaman yang mendalam.
Ringkasan
Perbedaan utamanya sederhana. Angka adalah gagasan tentang berapa banyak. Angka adalah simbol tertulis yang mewakili gagasan itu. Mempelajari perbedaan ini membantu anak-anak menjadi lebih kuat dalam matematika, membaca, dan menulis. Teruslah berlatih dengan benda sehari-hari. Hitung mainan (angka). Kemudian tuliskan digitnya (angka). Anak Anda akan menguasai keduanya dengan percaya diri dan gembira.

