Ada sebuah lagu yang mengubah ruang kelas menjadi misteri yang menyenangkan. Lagu ini melibatkan camilan yang hilang dan banyak tuduhan ramah. Nyanyian "siapa yang mengambil kue dari toples kue" bergema di sekitar ruangan. Anak-anak menyukai ketegangan. Mereka senang mendengar nama mereka sendiri dalam lagu tersebut. Sebagai guru, kita dapat menggunakan nyanyian klasik ini untuk membangun komunitas, melatih nama, dan mengembangkan irama. Mari kita jelajahi cara membawa kegiatan yang menarik ini ke dalam rutinitas harian kita.
Apa itu Rima "Siapa yang Mengambil Kue"? Ini adalah nyanyian dan permainan menyanyi anak-anak yang populer. Ini juga dikenal sebagai lagu "panggilan dan respons". Guru atau pemimpin memulai dengan mengajukan pertanyaan. Kelompok merespons bersama. Lagu tersebut bolak-balik, menyebutkan nama anak-anak yang berbeda.
Strukturnya sederhana dan berulang. Satu orang dituduh mengambil kue. Orang itu menyangkalnya dan menuduh orang lain. Rantai berlanjut. Pertanyaan utama, "siapa yang mengambil kue dari toples kue", ditanyakan berulang-ulang. Pengulangan ini membangun antisipasi. Itu juga membuat lagu mudah dipelajari dan diikuti oleh anak-anak kecil.
Lirik dari Rima Anak-Anak Mari kita lihat struktur khas dari nyanyian tersebut.
Kelompok: Siapa yang mengambil kue dari toples kue? Guru: [Nama Siswa] mengambil kue dari toples kue! Siswa: Saya? Kelompok: Ya, kamu! Siswa: Tidak mungkin! Kelompok: Lalu siapa? Siswa: [Nama Siswa Lain] mengambil kue dari toples kue!
Pola berlanjut. Setiap siswa baru menyangkal mengambil kue dan menyebutkan nama teman lain. Nyanyian berakhir ketika seseorang akhirnya "mengakui" atau ketika guru memutuskan untuk berhenti. Frasa kunci "siapa yang mengambil kue dari toples kue" adalah mesin yang menggerakkan seluruh permainan.
Pembelajaran Kosakata: Kata dan Frasa Kunci Nyanyian ini memperkenalkan beberapa kata dan frasa yang berguna.
Kue: Camilan favorit. Kita dapat berbicara tentang berbagai jenis kue. Keripik cokelat, oatmeal, kue gula.
Toples Kue: Wadah untuk menyimpan kue. Kita dapat menunjukkan gambar toples kue yang sebenarnya.
Mengambil: Ini adalah bentuk lampau dari "mengambil." Kita menjelaskan bahwa itu berarti seseorang mengambil kue.
Saya: Kata ganti. Kita berlatih menggunakan "saya" dengan benar. "Saya?" adalah frasa umum.
Kamu: Kata ganti lain. Kita berlatih menunjuk dan mengucapkan "kamu".
Tidak mungkin: Ini berarti "itu tidak mungkin." Ini adalah cara yang sopan untuk menyangkal sesuatu.
Pertanyaan "siapa yang mengambil kue dari toples kue" memodelkan kalimat lengkap dengan bentuk lampau dan frasa preposisional. Ini kaya akan peluang pembelajaran bahasa.
Poin Fonetik: Bunyi dalam Nyanyian Nyanyian ini memberikan latihan fonetik yang hebat.
Bunyi "K": "Kue" dan "kue" keduanya dimulai dengan bunyi /k/ keras, seperti dalam "kucing." Kita dapat melatih bunyi ini. Kita dapat memikirkan kata-kata "k" lainnya seperti "mobil" dan "kue."
Bunyi "J": "Toples" dimulai dengan bunyi /j/. Kita merasakan gigi kita menyatu. Kita dapat memikirkan kata-kata "j" lainnya seperti "lompat" dan "jet."
Bunyi "T": "Mengambil" dimulai dengan bunyi /t/. Ini adalah bunyi yang tajam dan cepat. Kita merasakan ujung lidah kita menyentuh bagian atas mulut kita.
Kata Berima: "Toples" dan "adalah" tidak berima sempurna dalam lagu tersebut, tetapi irama menghubungkannya. Kita dapat menemukan rima nyata untuk "kue." "Bookies" bukanlah sebuah kata, tetapi "kait" dan "lihat" berbagi pola bunyi yang sama.
Sifat pengulangan dari nyanyian tersebut berarti kita mendengar bunyi-bunyi ini berkali-kali. Pertanyaan utama "siapa yang mengambil kue dari toples kue" memberi kita latihan berulang dengan bunyi /k/ dan /j/.
Pola Tata Bahasa: Pertanyaan dan Kata Ganti Nyanyian ini adalah tambang emas untuk tata bahasa dasar.
Pembentukan Pertanyaan: Baris utama adalah sebuah pertanyaan. Kita mulai dengan "Siapa." Ini adalah kata tanya untuk orang. Kita dapat menjelaskan bahwa kita menggunakan "siapa" ketika kita ingin mengetahui nama seseorang. Kita dapat melatih pertanyaan lain. "Siapa gurumu?" "Siapa temanmu?"
Kata Ganti: Nyanyian menggunakan "saya" dan "kamu" terus-menerus. Ini adalah latihan yang sangat baik. "Saya?" "Ya, kamu!" Kita dapat berlatih menunjuk dan menggunakan kata-kata ini dengan benar. Ini memperkuat gagasan bahwa "saya" adalah untuk berbicara tentang diri kita sendiri dan "kamu" adalah untuk berbicara dengan orang lain.
Bentuk Lampau: Kata "mengambil" adalah bentuk lampau dari "mengambil." Kita dapat membandingkannya dengan bentuk sekarang. "Saya mengambil kue sekarang." "Kemarin, seseorang mengambil kue." Ini adalah pengantar alami untuk tenses kata kerja. Frasa "siapa yang mengambil kue dari toples kue" memodelkan bentuk lampau dengan sempurna.
Kegiatan Pembelajaran: Menghidupkan Nyanyian Berikut adalah beberapa kegiatan untuk memperluas pembelajaran.
Kegiatan 1: Latihan Nama Nyanyian ini sangat cocok untuk mempelajari nama di awal tahun. Kita berkeliling lingkaran. Setiap anak mendapat giliran menjadi orang yang "mengambil" kue. Kita mengucapkan nama mereka dengan jelas dalam nyanyian. Ini membantu semua orang mempelajari siapa yang ada di kelas.
Kegiatan 2: Toples Kue Nyata Kita membawa toples kue asli (dengan kue pura-pura di dalamnya). Kita meletakkannya di tengah lingkaran. Nyanyian menjadi lebih nyata. Anak-anak dapat melihat toples saat mereka mengajukan pertanyaan "siapa yang mengambil kue dari toples kue".
Kegiatan 3: Kartu Gambar Kita membuat kartu gambar dari setiap anak di kelas. Kita memegang kartu anak yang disebutkan namanya. Ini membantu pembelajar visual menghubungkan nama dengan wajah. Ini juga membantu anak-anak yang masih belajar mengenali nama.
Materi yang Dapat Dicetak: Visual untuk Ruang Kelas Materi cetak mendukung nyanyian dan menyediakan kegiatan tindak lanjut.
Kartu Nama: Kita membuat kartu nama sederhana untuk setiap anak. Kita menggunakannya selama nyanyian. Ketika seorang anak dituduh, kita memegang kartu nama mereka. Ini membangun pengenalan kata.
Halaman Mewarnai Toples Kue: Kita menyediakan halaman mewarnai toples kue. Siswa dapat menghias toples kue mereka sendiri. Mereka dapat berlatih menulis kata "kue" di bagian bawah.
Kartu Pengurutan: Kita membuat kartu yang menunjukkan urutan nyanyian. Satu kartu menunjukkan kelompok bertanya. Satu kartu menunjukkan seorang anak menunjuk dirinya sendiri. Satu kartu menunjukkan seorang anak menunjuk orang lain. Siswa dapat meletakkan kartu sesuai urutan.
Permainan Edukasi: Membuat Pembelajaran Menyenangkan Permainan mengubah nyanyian menjadi pengalaman belajar yang lebih luas.
Permainan 1: Kue Misteri Kita menyembunyikan kue pura-pura di suatu tempat di dalam ruangan. Satu siswa menutup mata mereka. Sisanya dari kelas menyanyikan "siapa yang mengambil kue dari toples kue" dengan pelan. Siswa yang "bertugas" harus menemukan kue dengan mengikuti suara. Nyanyian semakin keras saat mereka semakin dekat. Ini adalah variasi dari "panas dan dingin."
Permainan 2: Pertunjukan Boneka Kita menggunakan boneka sederhana untuk memerankan nyanyian tersebut. Satu boneka menuduh boneka lain. Anak-anak senang menonton boneka melalui dialog. Setelah menonton, mereka dapat bergantian menjadi boneka.
Permainan 3: Matematika Toples Kue Kita menggabungkan nyanyian dengan berhitung. Kita memasukkan sejumlah kue pura-pura ke dalam toples. Kita menghitungnya bersama-sama. Kemudian, kita menutup mata kita. Kita "mengambil" beberapa kue. Kita menyanyikan "siapa yang mengambil kue dari toples kue". Kemudian kita hitung lagi. Berapa yang tersisa? Berapa yang hilang?
Permainan 4: Kue Hewan Kita mengadaptasi nyanyian untuk menggunakan nama hewan. "Siapa yang mengambil singa dari toples hewan?" Variasi ini membuat permainan tetap segar. Itu juga mengajarkan kosakata hewan. Kita dapat menggunakan boneka binatang atau gambar binatang.
Dengan menggunakan strategi ini, kita mengubah nyanyian sederhana menjadi pengalaman belajar yang kaya. Kita membangun komunitas. Kita berlatih bahasa. Kita mengembangkan irama dan keterampilan mendengarkan. Pertanyaan yang menyenangkan "siapa yang mengambil kue dari toples kue" menjadi bagian favorit dari rutinitas kelas kita. Itu menyatukan kita dalam tawa dan pembelajaran.

