Siapa Selebriti Ini?
Jackie Chan adalah seorang aktor, stuntman, dan sutradara dari Hong Kong. Ia terkenal karena melakukan aksi berbahaya sendiri. Ia menggabungkan seni bela diri dengan komedi dalam film-filmnya.
Kisah selebriti ini mengikuti seorang anak yang dikirim ke sekolah asrama yang ketat pada usia enam tahun. Jackie Chan tidak memiliki masa kecil yang normal. Ia berlatih selama sepuluh tahun dalam akrobatik dan kung fu.
Anak-anak yang menyukai film aksi akan menemukan kisahnya menarik. Jackie menunjukkan bahwa kerja keras dan rasa sakit dapat mengarah pada kebesaran. Ia mematahkan hampir setiap tulang di tubuhnya untuk seni yang ia cintai.
Ia telah membuat lebih dari 150 film. Ia dikenal di seluruh dunia. Namanya terkenal dari Hong Kong hingga Hollywood.
Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Jackie Chan lahir pada tahun 1954. Ia lahir di Hong Kong. Nama lahirnya adalah Chan Kong-sang. Orang tuanya menamainya "lahir di Hong Kong."
Keluarganya sangat miskin. Mereka tinggal di sebuah ruangan kecil. Orang tuanya bekerja untuk duta besar Prancis.
Ketika Jackie berusia enam tahun, orang tuanya membuat keputusan yang sulit. Mereka mengirimnya ke China Drama Academy. Ini adalah sekolah opera Peking.
Sekolah itu sangat ketat. Anak-anak bangun tidur pada pukul 5:00 pagi. Mereka berlatih selama 18 jam sehari. Mereka belajar bernyanyi, berakting, akrobatik, dan seni bela diri.
Para guru memukul siswa yang melakukan kesalahan. Mereka menggunakan tongkat kayu dan pentungan. Jackie dipukul ratusan kali.
Ia menangis setiap hari. Ia mencoba melarikan diri beberapa kali. Setiap kali, para guru menangkapnya dan menghukumnya lebih berat.
Tetapi Jackie belajar keterampilan yang luar biasa. Ia bisa melakukan backflip. Ia bisa jatuh tanpa melukai dirinya sendiri. Ia bisa bertarung dengan pedang dan tongkat.
Ia tinggal di sekolah itu selama sepuluh tahun. Ia tidak pernah melihat orang tuanya selama waktu itu. Ia merayakan setiap ulang tahun dengan teman-teman sekelasnya.
Sekolah itu membuat Jackie kuat. Itu juga memberinya saudara. Ia berlatih dengan sekelompok anak laki-laki yang menjadi teman seumur hidupnya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Jackie Chan hampir tidak memiliki pendidikan formal. Sekolah opera Peking mengajarkan pertunjukan, bukan membaca atau matematika. Ia belajar bertarung dan jatuh, bukan menulis esai.
Ia kemudian menyesali kurangnya pendidikan. Ia mengajarkan dirinya sendiri untuk membaca sebagai orang dewasa. Ia belajar bahasa Inggris dengan menonton film-film Amerika.
Di sekolah opera, Jackie bukanlah siswa terbaik. Ia bukan yang paling berbakat. Tetapi ia adalah yang paling keras kepala. Ia tidak pernah menyerah.
Gurunya, Master Yu Jim-yuen, sangat keras. Ia akan memukul siswa untuk kesalahan sekecil apapun. Jackie takut padanya selama bertahun-tahun.
Bertahun-tahun kemudian, Jackie berterima kasih kepada gurunya. Ia mengatakan bahwa pelatihan yang ketat menyelamatkan hidupnya. Itu memberinya disiplin. Itu mengajarinya untuk bekerja keras.
Setelah meninggalkan sekolah, Jackie bekerja sebagai stuntman di film-film Hong Kong. Ia berusia 17 tahun. Ia melakukan jatuh berbahaya untuk aktor lain.
Ia dibayar sangat sedikit. Ia tinggal di apartemen kecil dengan stuntman lainnya. Ia makan mie murah setiap hari.
Jackie juga bekerja sebagai pengawal. Ia melindungi orang-orang kaya. Ia menggunakan keterampilan seni bela dirinya untuk menjaga mereka tetap aman.
Ia muncul sebagai figuran di film-film Bruce Lee. Ia dibunuh di layar oleh Bruce Lee. Itu bukan peran besar. Tetapi ia belajar dengan mengamati.
Jackie bermimpi menjadi bintang seperti Bruce Lee. Tetapi ia tahu ia tidak bisa meniru Bruce Lee. Ia harus menemukan gayanya sendiri.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Jackie Chan menjadi sukses dengan menciptakan jenis film aksi baru. Bruce Lee serius dan mematikan. Jackie membuat penonton tertawa sambil bertarung.
Pada tahun 1978, Jackie membuat film berjudul "Drunken Master." Ia berperan sebagai seorang siswa muda yang belajar kung fu dari seorang guru yang mabuk. Film itu menjadi hit besar.
Jackie menggunakan properti dalam pertarungannya. Ia bertarung dengan tangga, kursi, kipas, dan pisang. Ia membuat pertarungan terlihat seperti menari.
Ia juga mulai melakukan aksi berbahayanya sendiri. Kebanyakan aktor menggunakan pengganti. Jackie menolak. Ia melompat dari gedung. Ia meluncur di tiang. Ia menggantung dari helikopter.
Cedera besar pertamanya terjadi pada tahun 1978. Ia mematahkan punggungnya saat syuting aksi. Dokter mengatakan ia mungkin tidak akan pernah bisa berjalan lagi. Ia pulih dan terus bekerja.
Pada tahun 1985, Jackie membuat "Police Story." Aksi terakhirnya adalah meluncur di tiang yang ditutupi kaca pecah dan lampu. Jackie mengalami luka bakar derajat dua dan luka-luka.
Film itu menjadi klasik. Penonton menyukai keberanian dan humor Jackie.
Pada tahun 1995, Jackie akhirnya berhasil masuk Hollywood. Ia membuat "Rumble in the Bronx." Penonton Amerika belum pernah melihat yang seperti dirinya.
Ia menjadi bintang dunia. Ia membuat "Rush Hour" dengan Chris Tucker. Film itu menjadi hit besar. Jackie menjadi salah satu aktor dengan bayaran tertinggi di dunia.
Ia tidak pernah berhenti melakukan aksi berbahaya. Di usia 60-an, ia masih melompat dari gedung. Ia masih mematahkan tulang. Ia mengatakan ia akan berhenti ketika tubuhnya benar-benar tidak bisa lagi.
Ide Besar dan Prestasi
Jackie Chan mencapai banyak hal yang mengubah film aksi. Ide terbesarnya sangat sederhana. Buat penonton tertawa dan terengah-engah pada saat yang sama.
Ia menciptakan genre baru: komedi aksi. Sebelum Jackie, film aksi serius. Setelah Jackie, semua orang ingin membuat penonton tertawa.
Ia juga membuktikan bahwa bintang harus melakukan aksi berbahaya mereka sendiri. Ia membuat penonton percaya akan bahaya. Mereka tahu Jackie benar-benar melukai dirinya sendiri.
Jackie menerima Oscar kehormatan pada tahun 2016. Akademi mengatakan ia telah menghibur miliaran orang selama 50 tahun. Ia menangis di atas panggung.
Ia memegang rekor dunia Guinness. Ia telah mengalami cedera terkait aksi paling banyak dari orang yang masih hidup. Ia telah mematahkan hidung, tulang pipi, tulang rusuk, dan pergelangan kakinya.
Ia juga telah mematahkan tengkoraknya. Pada tahun 1986, ia jatuh dari pohon saat syuting. Sebagian tengkoraknya harus diangkat. Sebuah potongan plastik sekarang melindungi otaknya.
Jackie telah menyumbangkan jutaan untuk amal. Ia membangun sekolah-sekolah di China. Ia membantu anak-anak yang miskin dan sakit.
Ia juga berbicara tentang isu-isu lingkungan. Ia meminta penggemarnya untuk mendaur ulang dan menghemat air.
Jejak tangan dan kakinya ada di TCL Chinese Theatre di Hollywood. Ia bergabung dengan jajaran legenda film.
Tantangan dan Masa Sulit
Jackie Chan menghadapi banyak tantangan. Ia tumbuh dalam kemiskinan dan kesepian. Orang tuanya mengirimnya pergi pada usia enam tahun. Ia menangis untuk ibunya setiap malam.
Sekolah opera itu brutal. Para guru memukulinya. Ia bekerja 18 jam sehari. Ia tidak memiliki masa kecil.
Sebagai stuntman muda, Jackie sangat miskin. Ia tidur di atas kasur di sebuah ruangan dengan 12 pria lainnya. Ia hampir tidak memiliki cukup makanan.
Ia juga menghadapi tantangan dari bayang-bayang Bruce Lee. Semua orang menginginkan Bruce Lee yang lain. Jackie tahu ia tidak bisa menjadi Bruce Lee. Ia harus menjadi Jackie Chan.
Usahanya yang pertama di Hollywood gagal. Pada tahun 1980, ia membuat "The Big Brawl." Film itu gagal. Penonton Amerika tidak memahaminya.
Jackie kembali ke Hong Kong dengan malu. Ia bekerja selama sepuluh tahun lagi sebelum mencoba Hollywood lagi.
Tubuhnya sudah rusak. Ia tidak bisa mengangkat tangannya sepenuhnya. Ia tidak bisa memutar kepalanya sepenuhnya. Ia berjalan dengan pincang.
Dokter telah memberitahunya untuk berhenti melakukan aksi berbahaya berkali-kali. Ia mengabaikannya. Ia mengatakan penggemarnya mengharapkan bahaya. Ia akan memberikan bahaya itu.
Di usia 60-an, Jackie mengatakan ia akan berhenti melakukan aksi berbahaya. Tetapi ia masih melakukan banyak di antaranya. Ia mengatakan sulit untuk mengatakan tidak.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Jackie Chan memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Ia takut jarum suntik. Ia berpaling saat dokter memberinya suntikan. Ia pernah pingsan saat mendapatkan vaksin.
Ia suka bernyanyi. Ia telah merilis lebih dari 20 album. Ia menyanyikan balada, lagu pop, dan bahkan opera.
Jackie tidak suka tidur. Ia hanya tidur empat atau lima jam semalam. Ia mengatakan tidur adalah pemborosan waktu.
Ia memiliki koleksi furnitur yang sangat besar. Ia menyukai furnitur antik Cina. Rumahnya terlihat seperti museum.
Jackie tidak bisa memasak. Ia membakar hampir semua yang ia coba buat. Makanan favoritnya adalah mie dari warung pinggir jalan.
Ia menyukai panda. Ia mengadopsi dua panda di kebun binatang di Hong Kong. Ia mengunjungi mereka setiap kali ia bisa.
Anak Jackie juga seorang aktor. Jackie kecewa ketika anaknya terlibat masalah hukum. Ia memberi tahu publik bahwa ia menyesal sebagai seorang ayah.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Jackie Chan tetap sangat penting hingga hari ini. Ia membuktikan bahwa aktor Asia dapat memimpin film Hollywood. Ia membuka pintu bagi orang lain.
Film-filmnya masih populer di seluruh dunia. Anak-anak di Afrika, Eropa, dan Amerika Selatan menonton Jackie Chan. Ia adalah ikon global.
Ia juga menunjukkan bahwa komedi dan aksi dapat hidup berdampingan. Film aksi modern masih menggunakan formula miliknya.
Jackie berbicara kepada anak muda tentang kerja keras. Ia memberi tahu mereka untuk menemukan apa yang mereka cintai dan tidak pernah menyerah. Ia adalah bukti hidup bahwa ketekunan itu berhasil.
Ia juga menyumbangkan jutaan untuk amal. Ia telah membangun lebih dari 40 sekolah di daerah miskin di China. Ribuan anak telah lulus.
Tim stuntnya masih melatih aktor-aktor baru. Mereka belajar metode Jackie. Mereka meneruskan warisannya.
Bahkan di usia 60-an, Jackie terus membuat film. Ia tidak pernah berhenti. Ia mengatakan ia akan terus bekerja sampai tubuhnya runtuh.
Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar banyak pelajaran dari Jackie Chan. Pelajaran pertama adalah tentang kerja keras. Jackie berlatih selama 18 jam sehari sebagai seorang anak. Anda tidak perlu berlatih sekeras itu. Tetapi Anda perlu bekerja.
Pelajaran kedua adalah tentang menemukan gaya Anda sendiri. Jackie tidak bisa meniru Bruce Lee. Ia menciptakan caranya sendiri. Jadilah diri sendiri.
Pelajaran ketiga adalah tentang bangkit kembali. Jackie mematahkan punggungnya. Ia mematahkan tengkoraknya. Ia terus bangkit kembali. Anda juga bisa.
Pelajaran keempat adalah tentang membantu orang lain. Jackie membangun sekolah dan menyumbangkan jutaan. Kesuksesan berarti memberi kembali.
Pelajaran kelima adalah tentang tertawa pada diri sendiri. Karakter Jackie canggung dan bodoh. Ia tidak takut terlihat konyol. Tawa adalah kekuatan.
Pelajaran terakhir adalah tentang tidak pernah berhenti. Jackie sudah berusia 60-an. Ia masih membuat film. Jangan pensiun dari impian Anda.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Jackie Chan. Minta bantuan orang tua untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan 1: Sekolah jenis apa yang dihadiri Jackie sejak usia enam tahun?
Pertanyaan 2: Film apa yang membuat Jackie menjadi bintang di Hong Kong pada tahun 1978?
Pertanyaan 3: Tulang apa yang dipatahkan Jackie pada tahun 1978 yang hampir membuatnya lumpuh?
Pertanyaan 4: Penghargaan apa yang diterima Jackie pada tahun 2016?
Pertanyaan 5: Berapa banyak sekolah yang telah dibangun Jackie untuk anak-anak miskin?
Waktu Aktivitas: Gambar Jackie Chan menggantung dari helikopter atau meluncur di tiang. Gambar perban di tangannya untuk menunjukkan cederanya. Tambahkan senyuman besar di wajahnya.
Aktivitas Lain: Ciptakan adegan komedi aksi Anda sendiri. Tulis tiga hal lucu yang bisa terjadi selama pengejaran. Seseorang tergelincir di atas pisang. Sebuah tangga jatuh. Seekor kucing melompat keluar. Buatlah konyol.
Bicarakan tentang saat Anda terus mencoba setelah gagal. Tulis apa yang Anda pelajari. Ingat Jackie gagal di Hollywood sebelum ia berhasil.
Jackie Chan adalah seorang anak kecil yang dikirim jauh dari rumah. Ia menangis untuk ibunya. Para guru memukulnya. Ia berlatih 18 jam sehari. Ia mematahkan tengkoraknya dan punggungnya. Ia terus bangkit. Ia menciptakan jenis film baru. Ia membuat dunia tertawa sambil terengah-engah. Ia membangun sekolah untuk anak-anak miskin. Ia tidak pernah berhenti bekerja. Kisahnya memberi tahu setiap anak bahwa rasa sakit adalah bagian dari kesuksesan. Kegagalan adalah bagian dari kesuksesan. Bangkitlah lagi. Tertawalah pada diri sendiri. Teruslah maju. Itulah cara Jackie Chan.

