Bagaimana Seorang Anak Penjahit Bernama Joseph Stalin Menjadi Diktator Brutal? Sebuah Kisah Selebriti untuk Anak-Anak

Bagaimana Seorang Anak Penjahit Bernama Joseph Stalin Menjadi Diktator Brutal? Sebuah Kisah Selebriti untuk Anak-Anak

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Selebriti Ini?
Joseph Stalin adalah diktator Uni Soviet selama 25 tahun. Ia memimpin negaranya melalui Perang Dunia II dan mengubahnya menjadi kekuatan super. Ia juga menyebabkan kematian jutaan orang dari bangsanya sendiri.

Kisah selebriti ini mengikuti seorang pria yang bangkit dari kemiskinan menuju kekuasaan mutlak. Stalin mulai sebagai anak seorang penjahit. Ia berakhir sebagai salah satu orang yang paling ditakuti dalam sejarah.

Anak-anak yang belajar sejarah perlu mengetahui tentang Stalin. Kisahnya mengajarkan pelajaran berat tentang kekuasaan dan kekejaman. Ia menunjukkan bagaimana seorang pemimpin dapat menggunakan ketakutan untuk mengendalikan jutaan orang.

Beberapa orang memuji Stalin karena mengalahkan Nazi. Yang lain mengutuknya sebagai monster. Warisannya tetap sangat kontroversial di seluruh dunia.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Joseph Stalin lahir pada tahun 1878. Ia lahir di Gori, sebuah kota kecil di Georgia. Georgia saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Rusia. Nama lahirnya adalah Ioseb Jughashvili.

Ayahnya adalah seorang penjahit yang terlalu banyak minum. Ibunya adalah seorang wanita religius yang taat. Keluarga itu tinggal di sebuah rumah kecil yang miskin.

Ioseb muda memiliki masa kanak-kanak yang sulit. Ayahnya sering memukulinya. Orang tuanya bertengkar terus-menerus. Keluarga itu hampir tidak memiliki uang.

Ia juga memiliki masalah kesehatan. Ketika ia masih anak-anak, ia terkena cacar. Penyakit itu meninggalkan bekas luka di wajahnya. Ia juga memiliki cacat lahir yang membuat lengan kirinya lebih pendek.

Ioseb adalah siswa yang cerdas. Ia memenangkan beasiswa untuk sekolah gereja. Ibunya ingin ia menjadi seorang pendeta.

Di sekolah, ia menyanyi di paduan suara. Ia mempelajari teks-teks keagamaan. Ia tampak seperti anak yang baik dan pendiam.

Tetapi di dalam, Ioseb sedang berubah. Ia membaca buku-buku tentang revolusi. Ia mulai membenci tsar dan orang-orang kaya.

Ia mengadopsi nama Stalin, yang berarti "manusia baja" dalam bahasa Rusia. Ia ingin terdengar kuat dan keras.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Stalin menghadiri seminari religius di Tbilisi. Ia seharusnya menjadi seorang pendeta. Sebaliknya, ia menjadi seorang revolusioner.

Ia membaca buku-buku terlarang. Ia menghadiri pertemuan rahasia. Ia mengorganisir protes di antara siswa-siswa lain.

Seminari tersebut mengeluarkannya pada tahun 1899. Ia gagal menjadi pendeta. Ia malah menjadi seorang revolusioner.

Stalin bergabung dengan kelompok yang disebut Bolshevik. Kelompok ini ingin menggulingkan pemerintah. Lenin memimpin Bolshevik dari luar negeri.

Stalin tidak pergi ke universitas. Ia tidak memiliki pendidikan tinggi formal. Pemimpin Bolshevik lainnya memandang rendahnya sebagai orang yang tidak terdidik.

Tetapi Stalin cerdas. Ia mengorganisir perampokan untuk mendapatkan uang bagi partai. Ia membantu merencanakan perampokan bank yang menghasilkan ribuan rubel.

Polisi menangkap Stalin berkali-kali. Mereka mengirimnya ke Siberia beberapa kali. Ia melarikan diri setiap kali dan kembali ke pekerjaan revolusionernya.

Ia belajar untuk bersabar dan hati-hati. Ia membangun jaringan pendukung setia. Ia mengingat siapa yang membantunya dan siapa yang mengkhianatinya.

Stalin tidak menulis buku-buku penting seperti Lenin. Ia tidak memberikan pidato hebat seperti revolusioner lainnya. Ia bekerja di belakang layar.

Pada tahun 1917, Lenin kembali ke Rusia. Stalin membantunya merebut kekuasaan. Lenin memberikan pekerjaan penting kepada Stalin setelah revolusi.

Lenin memperhatikan kebengisan Stalin. Tak lama sebelum Lenin meninggal, ia menulis bahwa Stalin harus dihapus. Tetapi Lenin meninggal sebelum ia bisa bertindak.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Stalin menjadi sukses melalui kecerdikan dan kekejaman. Setelah Lenin meninggal pada tahun 1924, persaingan kekuasaan dimulai. Beberapa pria ingin memimpin Uni Soviet.

Stalin tampak seperti kandidat yang lemah. Ia bukan pembicara hebat. Ia bukan penulis hebat. Pemimpin lainnya meremehkannya.

Stalin menggunakan posisinya dengan hati-hati. Ia menempatkan pendukungnya di posisi kunci. Ia berteman dengan musuh dan kemudian menghancurkan mereka.

Satu per satu, Stalin menghilangkan saingannya. Ia mengeluarkan mereka dari partai. Ia menangkap mereka. Ia mengeksekusi mereka.

Pada tahun 1929, Stalin adalah diktator mutlak Uni Soviet. Tidak ada yang bisa menantangnya. Ia memerintah dengan ketakutan.

Stalin memperkenalkan rencana untuk memodernisasi negara dengan cepat. Ia menyebutnya Rencana Lima Tahun. Ia ingin pabrik, baja, dan mesin.

Ia juga memaksa petani untuk menyerahkan tanah mereka. Ia menciptakan pertanian kolektif di mana semua orang bekerja bersama. Petani yang melawan dibunuh