Siapa Selebriti Ini?
Frederick Douglass adalah seorang penulis, pembicara, dan pemimpin. Ia melarikan diri dari perbudakan dan menjadi salah satu orang Amerika yang paling terkenal di masanya. Ia memberi nasihat kepada presiden dan mengubah undang-undang.
Kisah selebriti ini mengikuti seorang pria yang menolak untuk tetap diam. Frederick Douglass lahir dalam perbudakan. Ia mengajarkan dirinya sendiri untuk membaca. Kemudian ia mengajarkan Amerika tentang keadilan.
Anak-anak yang suka membaca dan berbicara akan menemukan kisahnya sangat kuat. Douglass menunjukkan bahwa kata-kata dapat mematahkan rantai. Ia membuktikan bahwa satu suara dapat menggerakkan sebuah bangsa.
Ia menulis tiga autobiografi. Buku pertamanya menjadi bestseller. Orang-orang di seluruh dunia membaca kisahnya dan bergabung dalam perjuangan melawan perbudakan.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-kanak
Frederick Douglass lahir dalam perbudakan pada tahun 1818. Ia lahir di Maryland. Ia tidak tahu tanggal lahirnya yang tepat.
Ibunya adalah seorang wanita yang diperbudak bernama Harriet. Ia bekerja di ladang yang berbeda. Frederick hanya melihatnya beberapa kali sebelum ia meninggal.
Ayahnya adalah seorang pria kulit putih. Frederick tidak pernah tahu namanya. Ia tumbuh tanpa orang tua.
Sebagai anak kecil, Frederick tinggal bersama neneknya. Ia dirawat di sebuah kabin kecil. Ia bermain dengan anak-anak lain dan tidak tahu bahwa ia adalah seorang budak.
Ketika Frederick berusia enam tahun, neneknya membawanya ke sebuah ladang besar. Ia ditinggalkan di sana. Frederick menangis dan berlari mengejarnya. Ia tidak melihat ke belakang.
Ia menyadari bahwa ia adalah properti. Ia milik orang lain. Tidak ada yang akan pernah meminta izinnya untuk apa pun.
Frederick muda bekerja keras. Ia makan dari palung seperti binatang. Ia mengenakan baju yang panjangnya sampai lutut. Ia tidak memiliki sepatu di musim dingin.
Tetapi sesuatu terjadi yang mengubah hidupnya. Istri pemiliknya mulai mengajarinya alfabet.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Frederick Douglass belajar membaca secara diam-diam. Istri pemiliknya mengajarinya beberapa huruf. Kemudian suaminya memerintahkannya untuk berhenti. Mengajarkan seorang budak untuk membaca adalah ilegal.
Frederick tidak berhenti. Ia menukar roti kepada anak-anak kulit putih miskin untuk pelajaran membaca. Ia membawa sebuah buku ke mana pun ia pergi.
Ia menemukan sebuah buku berjudul “The Columbian Orator.” Buku ini berisi pidato tentang kebebasan dan hak asasi manusia. Frederick membacanya berulang kali.
Ia belajar bahwa semua orang berhak untuk bebas. Ia belajar bahwa perbudakan itu salah. Ia belajar bahwa ia memiliki hak yang sama seperti orang lain.
Tetapi pengetahuan membawa rasa sakit. Frederick sekarang memahami situasinya dengan jelas. Ia menulis kemudian bahwa belajar membaca adalah kutukan dan berkah.
Ia mencoba melarikan diri berkali-kali. Setiap percobaan gagal. Setiap kegagalan membawa hukuman yang berat.
Pada usia 16 tahun, pemiliknya mengirimnya untuk bekerja untuk seorang pria bernama Edward Covey. Covey dikenal karena mematahkan semangat budak. Ia memukul Frederick setiap minggu.
Suatu hari, Frederick melawan. Ia meraih leher Covey. Mereka bertarung selama dua jam. Covey tidak pernah menyentuh Frederick lagi.
Frederick telah menemukan keberaniannya. Ia tahu ia akan melarikan diri atau mati mencobanya.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Frederick Douglass melarikan diri dari perbudakan pada tahun 1838. Ia berusia 20 tahun. Ia meminjam dokumen dari seorang pelaut kulit hitam yang bebas. Ia berpura-pura menjadi pelaut dan naik kereta.
Ia melakukan perjalanan selama 24 jam tanpa tidur. Ia tiba di New York City. Ia belum pernah merasa begitu sendirian atau begitu bebas.
Sekelompok penghapus perbudakan membantunya. Mereka memberinya tempat tinggal. Mereka mendorongnya untuk berbicara tentang pengalamannya.
Pada tahun 1841, Frederick menghadiri sebuah pertemuan penghapus perbudakan. Para pemimpin meminta dia untuk mengatakan beberapa kata. Ia berdiri dan menceritakan kisahnya.
Penonton menangis. Mereka belum pernah mendengar seorang mantan budak berbicara dengan begitu jelas dan kuat. Mereka memintanya untuk menjadi pembicara penuh waktu.
Frederick melakukan perjalanan ke seluruh Utara. Ia berbicara kepada ribuan orang. Ia menggambarkan pemukulan, kelaparan, dan keluarga yang terpisah.
Beberapa orang meragukannya. Mereka berkata tidak ada mantan budak yang bisa berbicara dengan baik. Mereka berkata ia pasti telah mengarang kisahnya.
Untuk membuktikan mereka salah, Frederick menulis sebuah buku. Ia menamakannya “Narrative of the Life of Frederick Douglass.” Ia menyebut nama pemiliknya dan menggambarkan pelariannya.
Buku itu menjadi bestseller. Orang-orang akhirnya mempercayainya. Tetapi sekarang pemiliknya yang dulu tahu di mana ia berada. Frederick harus melarikan diri ke Inggris untuk tetap bebas.
Ide Besar dan Prestasi
Frederick Douglass mencapai banyak hal yang mengubah Amerika. Ide terbesarnya sederhana. Perbudakan tidak hanya salah. Itu adalah dosa terhadap Tuhan dan kemanusiaan.
Ia percaya bahwa Konstitusi adalah dokumen anti-perbudakan. Ia berargumen bahwa para pendiri negara bermaksud agar semua orang bebas.
Selama Perang Saudara, Douglass memberi nasihat kepada Presiden Abraham Lincoln. Ia mendesak Lincoln untuk membiarkan pria kulit hitam bertempur di Angkatan Darat Uni.
Lincoln mendengarkan. Lebih dari 180.000 tentara kulit hitam berjuang untuk kebebasan. Keberanian mereka membantu memenangkan perang.
Setelah perang, Douglass berjuang untuk hak suara. Ia menuntut agar pria kulit hitam mendapatkan hak untuk memilih. Amandemen ke-15 disahkan pada tahun 1870.
Douglass juga berjuang untuk hak-hak wanita. Ia menghadiri konvensi hak-hak wanita pertama pada tahun 1848. Ia berkata, “Kebenaran tidak mengenal jenis kelamin.”
Ia menjadi pria kulit hitam pertama yang memegang posisi tinggi di pemerintahan. Ia menjabat sebagai US Marshal untuk Washington, DC. Ia juga menjabat sebagai duta besar untuk Haiti.
Douglass menulis tiga autobiografi. Buku terakhirnya, “Life and Times of Frederick Douglass,” mencakup seluruh perjalanannya dari budak menjadi negarawan.
Ia meninggal pada tahun 1895. Pemakamannya diadakan di Gereja Metropolitan AME di Washington. Ribuan orang datang untuk mengucapkan selamat tinggal.
Tantangan dan Masa Sulit
Frederick Douglass menghadapi banyak tantangan. Ia tumbuh dalam keadaan lapar, kedinginan, dan dipukuli. Ia menyaksikan bibinya dipukul hingga berteriak.
Ketika ia mencoba belajar membaca, orang-orang mengancam akan membunuhnya. Ia belajar meskipun demikian. Ia menyimpan bukunya tersembunyi di dalam bajunya.
Setelah melarikan diri, ia hidup dalam ketakutan akan ditangkap. Undang-Undang Budak Pelarian memungkinkan penangkap budak menangkapnya di mana saja di Amerika.
Teman-teman mengumpulkan uang untuk membeli kebebasannya secara legal. Douglass akhirnya menjadi pria bebas menurut hukum pada tahun 1846. Ia berusia 28 tahun.
Bahkan sebagai pembicara terkenal, Douglass menghadapi rasisme. Hotel menolaknya. Orang-orang memanggilnya dengan nama-nama buruk. Pria-pria mengancam akan memukulinya.
Pada tahun 1872, seseorang membakar rumahnya. Kebakaran itu menghancurkan banyak dokumen dan bukunya. Douglass membangun kembali hidupnya.
Istri pertamanya, Anna, meninggal pada tahun 1882. Ia menikahi seorang wanita kulit putih bernama Helen Pitts. Orang-orang mengkritiknya dengan keras. Ia mengabaikan mereka.
Douglass terus bekerja hingga usia 70-an. Ia memberikan pidato terakhirnya pada 20 Februari 1895. Ia kembali ke rumah dan meninggal karena serangan jantung pada malam itu.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Frederick Douglass memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Ia memilih nama belakangnya dari sebuah puisi oleh Sir Walter Scott. Ia menginginkan nama yang terdengar mulia.
Ia tidak pernah merayakan ulang tahunnya. Ia memilih 14 Februari sebagai tebakan terbaiknya. Ia menyukai Hari Valentine.
Douglass menyukai fotografi. Ia adalah orang Amerika yang paling banyak difoto pada abad ke-19. Ia percaya foto menunjukkan kebenaran kemanusiaan kulit hitam.
Ia bisa membaca dan menulis dalam dua bahasa. Ia belajar sedikit bahasa Jerman selama perjalanannya.
Douglass membiarkan rambutnya panjang dan putih. Orang-orang mengenalinya dari seberang ruangan. Ia terlihat seperti seorang yang bijak.
Ia suka bernyanyi. Ia menyanyikan lagu-lagu rohani dari masa kecilnya. Ia berkata musik membuatnya tetap hidup selama masa-masa terburuk.
Cucu buyut Douglass adalah aktor Ken Morris. Morris masih berbicara tentang warisan nenek moyangnya.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Frederick Douglass tetap sangat penting hingga hari ini. Autobiografinya masih dicetak. Siswa membaca kata-katanya di sekolah.
Perjuangannya untuk hak suara terus berlanjut. Orang-orang masih bekerja untuk memastikan setiap warga negara dapat memilih. Kata-kata Douglass menginspirasi mereka.
Ia menunjukkan bahwa seseorang yang lahir dalam perbudakan dapat menjadi pemimpin. Hidupnya membuktikan bahwa keadaan tidak menentukan takdir.
Douglass berbicara tentang imigrasi, pendidikan, dan keadilan. Pidatonya relevan dengan masalah modern. Orang-orang masih mengutipnya dalam debat.
Situs Bersejarah Nasional Frederick Douglass berdiri di Washington, DC. Pengunjung mengunjungi rumahnya dan belajar tentang kisahnya.
Ulang tahunnya dirayakan di banyak komunitas. 14 Februari adalah Hari Frederick Douglass. Orang-orang membaca pidatonya dengan keras.
Douglass juga mengajarkan kita untuk berbicara. Ia melihat yang salah dan mengatakannya. Ia tidak tetap diam untuk bersikap sopan. Keberaniannya memanggil kita untuk berani juga.
Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar banyak pelajaran dari Frederick Douglass. Pelajaran pertama adalah tentang kekuatan membaca. Douglass mengajarkan dirinya sendiri untuk membaca. Membaca membebaskannya.
Pelajaran kedua adalah tentang tidak pernah menyerah. Douglass gagal dalam banyak pelarian sebelum ia berhasil. Ia terus mencoba.
Pelajaran ketiga adalah tentang menggunakan suara Anda. Douglass berbicara bahkan ketika orang-orang mengancamnya. Suara Anda penting.
Pelajaran keempat adalah tentang belajar dari rasa sakit. Douglass mengubah penderitaannya menjadi pidato yang mengubah pikiran. Masa-masa sulit dapat membuat Anda lebih kuat.
Pelajaran kelima adalah tentang berdiri untuk orang lain. Douglass juga berjuang untuk hak-hak wanita. Ia percaya semua orang berhak atas kebebasan.
Pelajaran terakhir adalah tentang menceritakan kisah Anda. Douglass menulis kebenarannya. Orang-orang mempercayainya karena ia jujur. Kisah Anda juga memiliki kekuatan.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Frederick Douglass. Minta orang tua untuk membantu dengan pertanyaan-pertanyaan ini.
Pertanyaan 1: Apa yang ditukar Frederick Douglass kepada anak-anak kulit putih untuk pelajaran membaca?
Pertanyaan 2: Apa nama buku pertama Frederick?
Pertanyaan 3: Siapa yang dinasihati Frederick selama Perang Saudara?
Pertanyaan 4: Pekerjaan apa yang dipegang Frederick di Washington, DC?
Pertanyaan 5: Tanggal berapa yang dipilih Frederick sebagai ulang tahunnya?
Waktu Aktivitas: Gambar Frederick Douglass berdiri di podium memberikan pidato. Gambar orang-orang yang mendengarkan di audiens. Tambahkan buku di tangannya.
Aktivitas Lain: Tulis pidato singkat tentang sesuatu yang Anda percayai. Itu bisa tentang kebaikan, keadilan, atau melindungi alam. Latihlah membacanya dengan keras.
Bicarakan tentang saat Anda belajar sesuatu yang sulit. Tulis apa yang membuat Anda terus mencoba. Ingat Frederick belajar membaca ketika itu ilegal.
Frederick Douglass lahir tanpa hak. Ia tumbuh dalam keadaan lapar dan dipukuli. Ia mengajarkan dirinya sendiri untuk membaca ketika membaca adalah sebuah kejahatan. Ia melarikan diri dari perbudakan dan belajar berbicara. Suaranya mengguncang Amerika. Ia berbicara kepada presiden dan mengubah undang-undang. Ia menulis buku-buku yang masih hidup. Kisahnya memberi tahu setiap anak bahwa tidak peduli dari mana Anda mulai, Anda bisa bangkit. Ambil sebuah buku. Pelajari sesuatu yang baru. Ceritakan kisah Anda. Gunakan suara Anda. Itulah cara Anda mengubah dunia.

