Halo, pemimpin kecil! Apakah kamu tahu bagaimana cara meminta bantuan? Bisakah kamu memberi tahu temanmu cara bermain game? Kita menggunakan jenis pembicaraan khusus untuk itu. Itu disebut kalimat perintah. Kalimat perintah memberikan arahan, perintah, atau membuat permintaan. Kalimat ini memberitahu seseorang untuk melakukan sesuatu. Hari ini, kamu adalah kapten tim! Pelatihmu adalah Izzy, Kapten Perintah. Izzy memegang peluit. Dia memberikan arahan yang jelas agar tim dapat bekerja sama. Mari belajar memberikan arahan yang baik di rumah, di taman bermain, di sekolah, dan di luar ruangan!
Apa Itu Kalimat Perintah?
Kalimat perintah adalah kalimat yang memberitahu seseorang untuk melakukan sesuatu. Tugas utamanya adalah memandu tindakan. Pikirkan seperti menjadi pemimpin dalam sebuah permainan. Pemimpin berkata, "Berbaris di sini. Lemparkan bola. Lari ke pohon!" Pemimpin tidak hanya memberi tahu sebuah fakta. Pemimpin tidak mengajukan pertanyaan. Pemimpin memberi tahu orang-orang apa yang harus dilakukan. Itulah kalimat perintah. Seringkali terdengar kuat dan langsung. Biasanya dimulai dengan kata kerja. Subjek 'kamu' bersembunyi tetapi kita memahaminya. Kalimat ini dapat diakhiri dengan tanda titik (.) atau tanda seru (!). "Silakan duduk. Lihat itu! Berikan mentega."
Mengapa Kalimat Arahan Sangat Berguna?
Menggunakan kalimat perintah membantu semua orang bekerja sama. Ini membantu telingamu mendengarkan. Kamu dapat mengikuti instruksi dari gurumu atau orang tuamu. "Silakan cuci tanganmu." Ini membantu mulutmu berbicara. Kamu dapat meminta apa yang kamu butuhkan dengan cara yang jelas. "Tolong bantu saya." Ini membantu matamu membaca. Kamu dapat mengikuti langkah-langkah resep atau aturan permainan. "Campur tepungnya. Giling adonannya." Ini membantu tanganmu menulis. Kamu dapat menulis catatan dan daftar sederhana. "Telepon Nenek. Beli susu." Mengetahui cara memberikan arahan yang jelas adalah keterampilan super.
Dua Cara Ramah untuk Memberi Arahan.
Kapten Izzy mengatakan kita dapat memberikan arahan dalam dua cara utama. Keduanya adalah kalimat perintah.
Perintah Langsung: Ini jelas dan kuat. Seringkali dimulai dengan kata kerja tindakan. Kita menggunakan ini untuk instruksi atau peringatan cepat. "Berhenti! Lihatlah kedua arah. Tutup pintunya. Dengarkan aku."
Permintaan Sopan: Ini baik dan lembut. Kita sering menambahkan 'tolong' di awal atau di akhir. Ini adalah cara terbaik untuk meminta bantuan atau bantuan. "Silakan duduk. Bagikan mainanmu, silakan. Bolehkah saya meminta air, silakan?" ('Tolong' juga menjadikannya kalimat perintah!)
Bagaimana Kamu Dapat Mengenali Kalimat Arahan?
Kapten Izzy memiliki beberapa aturan tim yang mudah untuk menemukan kalimat perintah.
Lihatlah di awal. Apakah kalimat dimulai dengan kata kerja tindakan (kata kerja)? Kata-kata seperti 'Duduk', 'Lihat', 'Pergi', 'Letakkan', 'Berikan', 'Lemparkan' sering memulai perintah. "Lemparkan bolanya."
Carilah 'kamu' yang tersembunyi. Subjeknya hampir selalu 'kamu', tetapi kita tidak mengatakannya. Kita memahaminya. "(Kamu) datang ke sini. (Kamu) diam." Jika kamu dapat menambahkan 'kamu' di awal, itu mungkin sebuah perintah.
Dengarkan perasaannya. Apakah kalimat tersebut memberitahu seseorang untuk melakukan sesuatu? Apakah terdengar seperti instruksi atau permintaan? "Warnai di dalam garis. Cobalah yang terbaik."
Periksa tanda akhirnya. Kalimat ini dapat diakhiri dengan tanda titik (.) untuk arahan normal atau tanda seru (!) untuk perintah atau peringatan yang kuat.
Bagaimana Cara Kita Membangun Arahan yang Baik?
Membangun kalimat perintah yang baik itu sederhana. Kita mulai dengan tindakan yang kita inginkan.
Rumus Dasar: [Kata Kerja] + [Sisa Arahan]. Kata kerja adalah bagian terpenting. Ini memberitahu tindakan utama. "Duduk di kursi. Makan sayuranmu. Genggam tanganku."
Untuk Membuatnya Sopan: Tambahkan 'tolong'. Kamu dapat meletakkannya di awal atau di akhir. "Harap diam. Diam, silakan." Kamu juga dapat memulai dengan 'Mari' untuk menyertakan dirimu sendiri. "Mari pergi. Mari bermain game."
Untuk Membuatnya Kuat atau untuk Peringatan: Gunakan tanda seru (!). "Berhenti! Awas! Lari!"
Di Mana Kata-kata Itu Pergi?
Kata kerja tindakan (kata kerja) muncul pertama kali. Ini adalah kuncinya. Orang yang kamu ajak bicara selalu 'kamu', tetapi kita menyembunyikannya. Kalimatnya singkat dan tepat sasaran. Suaramu bisa datar untuk arahan normal atau keras dan kuat untuk peringatan. Selalu ingat tanda titik atau tanda seru di akhir.
Mari Perbaiki Beberapa Arahan yang Membingungkan!
Kadang-kadang arahan kita menjadi kacau. Mari bantu Kapten Izzy memperbaiki permainan.
Lupa Memulai dengan Kata Kerja.
Salah: "Kamu berikan mainan itu padaku." Ini adalah pernyataan, bukan perintah yang jelas. Kedengarannya agak menggurui. Untuk arahan yang jelas, kita menyembunyikan 'kamu' dan mulai dengan kata kerja.
Benar: "Berikan mainan itu padaku, silakan." atau hanya "Berikan itu padaku."
Menggunakan Tanda Tanya untuk Perintah.
Salah: "Bisakah kamu menutup pintunya?" Ini adalah pertanyaan. Ini menanyakan apakah orang tersebut dapat menutupnya. Jika kamu ingin tindakan itu dilakukan, gunakan perintah.
Benar: "Silakan tutup pintunya."
Membentuk Kalimat yang Bukan Arahan.
Salah: "Berlari cepat." Ini bukan kalimat lengkap. Itu hanya sebuah tindakan. Siapa yang harus lari? Kita membutuhkan perintah kata kerja.
Benar: "Lari cepat!" atau "Silakan mulai berlari."
Terlalu Menggurui Tanpa 'Tolong'.
Salah: "Berikan itu." Ini bisa terdengar kasar. Untuk permintaan, ada baiknya menambahkan 'tolong'.
Lebih Baik: "Berikan itu, silakan." atau "Tolong berikan itu padaku."
Bisakah Kamu Menjadi Kapten Tim?
Kamu hebat dalam hal ini! Mari bermain. Saya akan mengucapkan sebuah kalimat. Kamu beri tahu saya apakah itu kalimat perintah. "Silakan berjalan." Ya! Dimulai dengan 'Silakan' dan merupakan arahan. "Anjing itu berjalan." Tidak. Itu memberitahu sebuah fakta. "Lihatlah burung itu!" Ya! Dimulai dengan 'Lihat' dan merupakan perintah. "Apakah burung itu cantik?" Tidak. Itu adalah pertanyaan. Luar biasa! Kamu adalah pemimpin alami.
Buku Pedoman Kapten Izzy: 100 Kalimat Perintah Umum.
Berikut adalah buku pedoman seratus arahan. Semuanya adalah kalimat perintah. Kamu dapat menggunakannya setiap hari.
Di Rumah:
Silakan duduk. Makan malammu. Cuci tanganmu. Pergi tidur. Sikat gigimu. Bersihkan kamarmu. Ambil mainanmu. Tutup pintunya. Matikan TV. Dengarkan aku. Kemarilah. Peluk aku. Siapkan meja. Berikan garamnya. Bantu saudaramu. Diam. Mandi. Berpakaian. Kenakan sepatumu. Gantungkan mantelmu. Cobalah yang terbaik. Gunakan kata-katamu. Berbagi dengan saudaramu. Tunggu giliranmu. Minta bantuan.
Di Taman Bermain:
Dorong aku di ayunan. Lemparkan bolanya. Tangkap itu. Meluncurlah. Bergantian. Hati-hati. Tunggu dalam antrean. Turun dari seluncuran. Berayun lebih tinggi. Bagikan sekopnya. Bermainlah dengan baik. Awas. Turun dari palang monyet. Mari bermain dengan kami. Lari ke pohon. Ambil sampah. Minumlah air. Genggam tanganku. Lihatlah kedua arah. Jangan berlari. Panjatlah. Jadilah teman yang baik. Berbaris di sini. Bersenang-senang. Mari pergi.
Di Sekolah:
Berbaris dengan tenang. Angkat tanganmu. Lihatlah papan tulisnya. Dengarkan gurunya. Buka bukumu. Tuliskan namamu. Warnai gambarnya. Potong di garis. Lem di sini. Bagikan krayonnya. Berjalan di lorong. Harap diam. Bersihkan ruangmu. Singkirkan tas punggungmu. Duduk di karpet. Berdiri tegak. Bekerja bersama. Ajukan pertanyaan. Coba lagi. Kerjakan pekerjaanmu. Dengarkan baik-baik. Bantu temanmu. Tunggu dengan sabar. Ikuti aturannya. Berbaik hatilah.
Di Alam dan dengan Hewan:
Lihatlah burungnya. Diamlah. Jangan sentuh itu. Belai anjingnya dengan lembut. Beri makan ikan. Sirami tanamannya. Petik bunganya. Lihatlah kedua arah. Tetaplah di jalan setapak. Dengarkan katak. Perhatikan awan. Sentuh kulit pohon. Cium mawar. Genggam cacingnya. Biarkan kupu-kupu itu pergi. Jangan menakuti tupai. Berjalanlah perlahan. Datang dan lihat ini. Ambil tongkatnya. Lemparkan bola untuk anjingnya. Panggil kucingnya. Tenanglah. Dengarkan. Tonton. Belajar.
Perintah dan Peringatan yang Kuat:
Berhenti! Awas! Hati-hati! Hati-hati! Pergi! Mundur! Jangan bergerak! Cepat! Beku! Tolong! Lari! Tunggu! Diam! Tenang! Dengarkan! Kamu adalah ahli arahan!
Kamu berhasil! Kamu tahu bahwa kalimat perintah memberikan arahan atau membuat permintaan. Seringkali dimulai dengan kata kerja. Kapten Izzy memberimu lencana kepemimpinan. Kamu telah mempelajari seratus kalimat arahan umum. Sekarang kamu dapat memberikan arahan yang jelas, baik, dan bermanfaat.
Inilah yang kamu pelajari dari petualangan tim kita. Kamu tahu bahwa kalimat perintah memberitahu seseorang untuk melakukan sesuatu. Kamu mempelajari dua cara ramah: perintah langsung dan permintaan sopan. Kamu dapat mengenalinya karena seringkali dimulai dengan kata kerja tindakan. Kamu dapat membangunnya menggunakan rumus sederhana "[Kata Kerja] + [Sisanya]". Kamu tahu untuk menambahkan 'tolong' agar sopan.
Sekarang, mari lakukan beberapa latihan kehidupan! Misimu adalah hari ini. Jadilah Kapten Penolong Keluarga selama satu jam. Gunakan kalimat perintah yang sopan untuk membantu. Kamu dapat mengatakan: "Tolong berikan kacang polongnya." atau "Mari siapkan meja." atau "Lihat, saya membersihkan kamar saya!" Kamu adalah pemimpin yang luar biasa dan membantu

