Ketika musim dingin tiba dan udara menjadi dingin, apakah Anda kadang mendengar suara lonceng yang berbunyi? Mungkin di sebuah dekorasi, di toko, atau bahkan di film liburan! Suara ceria itu adalah suara lonceng, dan itu adalah bintang dari salah satu lagu paling terkenal yang pernah dinyanyikan. Orang-orang di seluruh dunia tahu dan menyukai melodi bahagia dari "Jingle Bells." Tapi, apakah Anda pernah bertanya-tanya dari mana lagu tentang meluncur di salju ini sebenarnya berasal?
Tentang Lagu
Mari kita mulai dengan menyanyikan bagian paling terkenal dari lagu ini bersama-sama—refrain!
Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way! Oh, what fun it is to ride In a one-horse open sleigh! Jingle bells, jingle bells, Jingle all the way! Oh, what fun it is to ride In a one-horse open sleigh!
Dan inilah bait pertama yang menceritakan kisahnya:
Dashing through the snow In a one-horse open sleigh, O’er the fields we go, Laughing all the way. Bells on bobtail ring, Making spirits bright; What fun it is to ride and sing A sleighing song tonight!
Lagu ini adalah lagu musim dingin dan liburan klasik Amerika. Ini adalah melodi yang hidup dan energik yang melukiskan gambaran perjalanan kereta salju yang menyenangkan dan cepat melalui pemandangan bersalju. Lagu ini awalnya ditulis dan dikomposisikan oleh seorang Amerika bernama James Lord Pierpont pada tahun 1857. Lagu ini pertama kali diterbitkan dengan judul "One Horse Open Sleigh" dan dimaksudkan untuk dinyanyikan dalam konser gereja Thanksgiving di Massachusetts, AS. Bahkan, itu bukan lagu Natal pada awalnya! Namun, melodi cerianya dan tema musim dinginnya segera menjadikannya favorit untuk perayaan Natal juga. Jadi, ketika Anda menyanyikan "Jingle Bells," Anda sedang menyanyikan sepotong sejarah Amerika dari lebih dari 160 tahun yang lalu!
Apa yang Diceritakan Lagu Ini
Lagu ini menciptakan suasana yang hidup dan menarik. Bayangkan hari musim dingin yang dingin dan cerah. Tanah tertutup salju putih yang bersih. Seekor kuda yang ramping dan cepat terikat pada kereta kayu sederhana tanpa atap—"kereta terbuka." Kuda tersebut memiliki "bobtail," yang berarti ekornya dipotong pendek untuk menghindari terjerat.
Sekelompok teman atau keluarga membungkus diri mereka dengan mantel dan selimut hangat. Mereka naik ke dalam kereta. Pengemudi memberi teriakan, dan kuda itu melesat, meluncur cepat di atas salju yang halus. Mereka melaju melintasi ladang terbuka, angin dingin menerpa wajah mereka. Semua orang tertawa dan bahagia. Terikat pada pelana kuda adalah lonceng kecil yang berkilau yang berbunyi dan bergetar dengan setiap langkah yang diambil kuda. Suara lonceng yang ceria ini memenuhi udara dan membuat "semangat" semua orang "cerah," yang berarti membuat mereka merasa bahagia dan bersemangat. Mereka naik dan menyanyikan "lagu kereta salju"—yang merupakan lagu yang kita nyanyikan tentang mereka!
Siapa yang Membuatnya & Ceritanya
Orang yang memberi kita "Jingle Bells" adalah James Lord Pierpont. Dia adalah seorang musisi dan penulis lagu yang lahir di New England, AS. Pada tahun 1850-an, dia adalah organist di sebuah gereja di Savannah, Georgia, tetapi dia menulis lagu ini untuk program Thanksgiving di gereja ayahnya di Boston. Lagu ini langsung menjadi hit di kalangan anak-anak yang membawakannya. Lagu ini diterbitkan pada tahun 1857 dan dengan cepat menjadi populer di seluruh Amerika.
Lagu ini menjadi favorit global karena tiga alasan utama. Pertama, melodi ini sangat catchy, bouncy, dan mudah diingat serta dinyanyikan, bahkan untuk anak-anak yang sangat kecil. Kedua, lagu ini menangkap perasaan universal tentang kebahagiaan sederhana dan murni—sensasi kecepatan, keindahan musim dingin, dan kebahagiaan bersama teman. Ketiga, lagu ini tidak hanya tentang Natal; ini tentang kesenangan musim dingin, sehingga orang-orang di banyak negara dengan musim dingin bersalju dapat menikmatinya sebagai bagian dari festival musim dingin mereka sendiri, menjadikannya lagu perayaan yang benar-benar internasional.
Kapan Menyanyikannya
Lagu ini sempurna untuk setiap momen meriah dan menyenangkan. Anda bisa menyanyikannya dengan keras di mobil bersama keluarga saat dalam perjalanan untuk melihat lampu liburan. Anda bisa menyanyikannya saat membangun manusia salju atau berperang bola salju, mengganti "meluncur di salju" dengan tindakan Anda sendiri. Anda juga bisa menyanyikannya saat membantu mendekorasi rumah Anda, menggoyangkan seutas lonceng saat bagian "jingle all the way".
Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak
Lagu musim dingin yang ceria ini penuh dengan hal-hal menarik untuk dipelajari. Mari kita naik ke kereta imajiner kita dan menjelajahi semuanya!
Kosakata
Lagu ini mengajarkan kata-kata deskriptif yang indah tentang perjalanan musim dingin. "Dashing" berarti bergerak atau berlari dengan sangat cepat. "Sleigh" (diucapkan "slay") adalah kendaraan yang memiliki pelari, biasanya ditarik oleh kuda, untuk bepergian di atas salju. "O’er" adalah cara puitis dan singkat untuk mengatakan "over." "Bobtail" adalah kuda yang ekornya dipotong pendek. "Spirits" di sini berarti perasaan atau suasana; "making spirits bright" berarti membuat orang merasa bahagia dan ceria. "Sleighing" adalah aktivitas berkendara di kereta salju.
Mari kita gunakan kata-kata ini! Anda bisa mengatakan, "Kami melihat anjing berlari cepat melintasi taman." Atau, "Buku itu memiliki gambar kereta salju yang ditarik oleh kuda yang indah." Anda mungkin menjelaskan, "Hari yang cerah membuat semangat kami cerah." Kata baru: Harness. Ini adalah seperangkat tali dan perlengkapan yang digunakan untuk mengikat kuda pada kereta, sleigh, atau bajak. Lonceng-lonceng itu terpasang pada pelana kuda.
Keterampilan Bahasa
Lagu ini adalah contoh yang bagus dari penggunaan tense present continuous untuk menggambarkan tindakan yang sedang terjadi saat ini. Tense ini dibentuk dengan kata kerja "to be" (am, is, are) dan kata kerja yang diakhiri dengan "-ing." Ini menunjukkan tindakan yang sedang berlangsung.
Lihatlah baris pertama: "Dashing through the snow." Ide lengkapnya adalah "Kami sedang meluncur di salju." Kata kerja "-ing" melukiskan gambaran aksi langsung dari kereta salju yang bergerak dengan kecepatan tinggi pada saat itu. Lagu ini juga menggunakan tense simple present untuk kebenaran umum: "Bells on bobtail ring," dan "What fun it is to ride." Campuran tense ini membantu menceritakan sebuah kisah yang hidup. Lagu ini juga menggunakan kata kerja imperatif di refrain: "Jingle all the way!" Ini adalah perintah, memberi tahu lonceng (dan kita!) untuk terus berbunyi.
Suara & Keseruan Ritme
Dengarkan musik menular dari lagu ini. Suara paling terkenal adalah onomatopoeia dalam kata "jingle"—itu terdengar seperti suara sebenarnya yang dihasilkan oleh lonceng! Lagu ini menggunakan rima yang indah: "snow" dan "go," "way" dan "sleigh," "ring" dan "sing," "bright" dan "tonight."
Ritmenya bouncy, cepat, dan penuh energi, seperti langkah kuda. Cobalah bertepuk tangan sesuai irama: DASH-ing THROUGH the SNOW, in a ONE-horse O-pen SLEIGH. Melodinya melompat naik dan turun, membuatnya menyenangkan dan mudah dinyanyikan dengan semangat. Ritme trotting yang energik ini adalah yang membuat lagu ini sangat mudah diingat dan mengapa lagu ini terjebak di kepala Anda—rasanya seperti Anda sedang dalam perjalanan itu sendiri! Anda bisa menulis lagu petualangan Anda sendiri! Gunakan ritme bouncy yang sama. Cobalah: "Berlari melalui taman, di hari musim panas yang cerah, melintasi rumput kami pergi, tertawa sepanjang jalan! Teman-teman di sepeda berbunyi, membuat semangat tinggi; betapa menyenangkannya bermain di bawah langit biru!"
Budaya & Ide Besar
"Jingle Bells" memberi kita pandangan menyenangkan tentang kehidupan Amerika di tahun 1800-an. Sebelum mobil, kereta salju adalah cara umum untuk berkeliling di daerah bersalju. Perjalanan kereta salju adalah aktivitas sosial yang populer untuk bersenang-senang dan bukan hanya untuk bepergian. Lagu ini juga menunjukkan bagaimana sepotong budaya dapat bepergian dan berubah. Ini dimulai sebagai lagu Thanksgiving tetapi diadopsi oleh Natal karena merayakan kebahagiaan musim dingin. Sekarang lagu ini dinyanyikan secara global, sering kali sebagai lagu Natal berbahasa Inggris pertama yang dipelajari orang.
Lagu ini berbagi tiga ide luar biasa. Pertama, ini tentang kebahagiaan dan kesenangan yang ringan. Di tengah musim dingin yang dingin, lagu ini fokus pada tawa, kecepatan, dan musik. Kedua, ini merayakan persahabatan dan kebersamaan. Para penyanyi menikmati perjalanan sebagai kelompok, berbagi pengalaman. Ketiga, ini mengajarkan penghargaan terhadap kesenangan sederhana. Anda tidak perlu mainan mewah; sensasi sederhana dari perjalanan kereta salju, suara lonceng, dan lagu untuk dinyanyikan bersama teman sudah cukup untuk menciptakan kebahagiaan yang sempurna.
Nilai & Imajinasi
Naiklah ke kereta salju terbuka satu kuda imajiner Anda sendiri! Apa warna kuda Anda? Apakah itu hitam, putih, atau coklat? Apa namanya? Bagaimana suara loncengnya—berbunyi lembut atau keras? Apa yang Anda lihat saat meluncur di ladang? Pohon-pohon tertutup salju? Kolam beku? Apakah ada kereta salju lain yang berlomba dengan Anda? Bayangkan perasaannya: udara dingin, selimut hangat, suara tawa yang bercampur dengan lonceng. Gambarlah gambar rinci tentang kereta salju Anda, kuda Anda, teman-teman Anda, dan pemandangan musim dingin.
Lagu ini menginspirasi kita untuk menemukan kebahagiaan di musim kita sendiri dan untuk membagikan kebahagiaan itu kepada orang lain. Ide yang indah adalah membuat alat musik "Jingle Bell Joy." Ambil beberapa lonceng kecil (atau tutup botol, atau biji dalam wadah tertutup) dan ikatkan pada seutas pita atau tongkat. Hiaslah. Kemudian, gunakan alat musik Anda untuk menemani lagu. Anda juga bisa membawanya saat berjalan di musim dingin dan menggoyangkannya, menyebarkan suara ceria Anda sendiri, sama seperti lonceng di bobtail.
Jadi, lagu ini lebih dari sekadar lagu liburan. Ini adalah pelajaran kosakata tentang perjalanan musim dingin. Ini adalah pelajaran tata bahasa dalam aksi dan deskripsi. Ini adalah pelajaran musik dalam ritme dan onomatopoeia. Dari "dashing" pertama hingga "hey!" terakhir, ia menangkap momen kebahagiaan murni yang dibagikan. "Jingle Bells" mengajarkan kita bahwa lagu dapat bepergian melalui waktu, bahwa aktivitas sederhana dapat menjadi yang paling berkesan, dan bahwa suara tawa dan lonceng adalah bahasa yang dipahami semua orang. Ini mengundang kita semua untuk naik, bergabung dalam perjalanan, dan berbunyi sepanjang jalan ke musim dingin dengan semangat cerah dan hati yang penuh.
Inti Pengambilan Anda
Anda sekarang adalah ahli tentang lagu "Jingle Bells." Anda tahu bahwa lagu ini ditulis pada tahun 1857 oleh James Lord Pierpont di Amerika. Anda telah mempelajari kata-kata seperti "dash," "sleigh," dan "bobtail," dan Anda telah berlatih menggunakan kata kerja "-ing" untuk menggambarkan tindakan. Anda telah merasakan ritme trotting yang energik dan bahkan menciptakan versi Anda sendiri. Anda juga telah menjelajahi bagaimana lagu ini merayakan kebahagiaan musim dingin, persahabatan, dan tradisi sederhana yang menyenangkan dari masa lalu.
Misi Latihan Anda
Pertama, jadilah konduktor perjalanan kereta salju. Kumpulkan keluarga atau beberapa teman Anda. Duduklah dalam barisan di sofa atau di lantai seolah-olah Anda berada di kereta salju. Satu orang adalah pengemudi di depan. Nyanyikan "Jingle Bells" sekeras mungkin. Saat Anda menyanyikan "meluncur di salju," goyangkan tubuh ke samping seolah-olah bergerak. Ketika Anda sampai di "jingle bells," goyangkan kendali imajiner atau lonceng. Lakukan seluruh lagu dengan aksi!
Kedua, desainlah "One-Horse Open Sleigh" yang sempurna. Menggunakan kotak kardus, kertas, spidol, dan bahan kerajinan lainnya, bangunlah model kereta salju. Jangan lupa untuk membuat kuda (dari kertas atau mainan) dan pasangkan beberapa lonceng (atau lonceng yang digambar) padanya. Setelah selesai, tempatkan figur mainan kecil di dalamnya dan beri nama kereta salju Anda. Kemudian, berikan tur tentang kereta salju Anda kepada seseorang, menggunakan setidaknya lima kata dari lagu, seperti: "Ini adalah kereta salju terbuka satu kuda saya. Kuda ini memiliki bobtail. Kami akan meluncur di atas ladang!"


