Bayangkan sebuah pesta, tetapi alih-alih wahana dan permainan, pesta itu dipenuhi dengan semua hewan yang dapat Anda pikirkan! Singa, burung beo, dan bahkan babun besar. Ada lagu yang sangat tua dan konyol yang menceritakan kisah tentang kunjungan ke pesta liar ini, di mana satu kesalahan kecil mengarah pada bencana yang sangat lucu. Mari kita kunjungi musikal "Animal Fair."
Tentang Lagu
Mari kita baca kata-kata lucu dan penuh cerita dari lagu klasik ini.
Saya pergi ke pesta hewan, Burung dan binatang ada di sana. Babun besar, di bawah cahaya bulan, Sedang menyisir rambut merah kecokelatannya. Monyet itu mabuk, Dan duduk di belalai gajah. Gajah itu bersin dan jatuh berlutut, Dan itulah akhir dari biarawan, biarawan, biarawan.
Lagu ini adalah lagu rakyat omong kosong tradisional Amerika. Ini adalah sajak pendek, lucu, dan kumulatif yang menceritakan kisah kunjungan ke pesta hewan yang fantastis. Lagu ini terkenal karena ceritanya yang lucu, sedikit absurd, dan iramanya yang mudah diingat. Versi yang diterbitkan pertama kali muncul pada akhir abad ke-19, tetapi kemungkinan dinyanyikan lebih lama. Lagu ini melukiskan gambaran yang jelas dan konyol tentang perilaku buruk hewan dan konsekuensi dramatisnya yang tak terduga, hanya dalam beberapa baris.
Tentang Apa Lagu Itu
Lagu ini melukiskan pemandangan malam yang liar dan lucu. Penyanyi memberi tahu kita tentang kunjungan mereka ke pesta khusus untuk hewan. Semua jenis makhluk, baik burung maupun binatang, ada di sana. Hewan pertama yang kita lihat dengan jelas adalah "babun besar." Monyet besar ini melakukan sesuatu yang sangat manusiawi—dia menyisir rambut merah kecokelatannya ("auburn") di bawah cahaya bulan.
Kemudian, adegan beralih ke seekor monyet. Monyet ini telah minum terlalu banyak ("mabuk"). Merasa goyah, dia mencari tempat duduk dan memilih tempat yang paling buruk: hidung panjang gajah, atau "belalai." Gajah itu, geli oleh monyet di hidungnya yang sensitif, harus bersin. Bersinnya begitu kuat sehingga membuat gajah itu jatuh berlutut. Dan monyet yang malang dan mabuk itu? Lagu itu memberi tahu kita dengan baris terakhir yang diulang bahwa inilah "akhir dari biarawan." Kesalahan konyol mengarah pada hukuman yang lucu dan berlebihan.
Siapa yang Membuatnya & Kisahnya
"Animal Fair" adalah lagu rakyat tradisional, jadi penulis aslinya tidak diketahui. Pertama kali diterbitkan pada tahun 1898 dalam kumpulan lagu-lagu perguruan tinggi. Lagu ini kemungkinan berasal dari tradisi kaya lagu-lagu omong kosong dan perkemahan Amerika yang populer pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Lagu ini berbagi gaya konyol dan kumulatif dari lagu-lagu seperti "The Green Grass Grew All Around." Lagu ini menjadi favorit anak-anak dan di perkemahan musim panas karena nada yang mudah dan gambaran yang lucu tentang nasib monyet.
Lagu ini tetap menjadi favorit karena tiga alasan konyol. Pertama, melodinya sangat sederhana, berulang, dan mudah dinyanyikan, sehingga sangat cocok untuk bernyanyi bersama. Kedua, ia menceritakan kisah lengkap dan lucu dengan awal, tengah, dan akhir yang jelas hanya dalam delapan baris. Ketiga, itu sangat menyenangkan. Gagasan tentang babun yang menyisir rambutnya dan monyet mabuk yang duduk di belalai gajah sangat konyol sehingga membuat anak-anak tertawa dan memicu imajinasi mereka.
Kapan Harus Menyanyikannya
Lagu ini sangat cocok untuk momen bermain dan bercerita. Anda dapat menyanyikannya dalam perjalanan keluarga ke kebun binatang, membayangkan apa yang dilakukan hewan ketika tidak ada yang melihat. Anda dapat menyanyikannya sebagai cerita yang dramatis dan konyol di perkemahan atau pesta tidur, menggunakan suara lucu untuk setiap hewan. Anda juga dapat melantunkannya sambil bermain dengan mainan hewan, memerankan adegan dengan gajah dan monyet boneka Anda.
Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak
Lagu pendek dan lucu ini dikemas dengan peluang belajar. Mari kita jelajahi area pengetahuan.
Kosakata
Lagu ini mengajari kita kata-kata deskriptif dan hewan yang luar biasa. "Animal fair" adalah pertemuan atau pasar untuk hewan. "Binatang" adalah kata lain untuk hewan besar. "Babun" adalah jenis monyet besar dengan wajah panjang. "Auburn" adalah warna merah kecokelatan. "Belalai" adalah hidung panjang gajah. Untuk "bersin" adalah memiliki semburan udara yang tiba-tiba dan keras dari hidung dan mulut Anda. "Biarawan" adalah cara pendek dan lucu untuk mengatakan "monyet."
Mari gunakan kata-kata ini! Anda dapat mengatakan, "Sepupu saya memiliki rambut auburn yang indah." Atau, "Gajah itu menggunakan belalainya untuk mengambil kacang."
Kata baru: Konsekuensi. Ini adalah hasil dari suatu tindakan. Monyet yang duduk di belalai memiliki konsekuensi yang lucu.
Keterampilan Bahasa
Lagu ini adalah pelajaran yang bagus dalam menggunakan bentuk lampau sederhana untuk menceritakan sebuah cerita dan bentuk lampau berkelanjutan untuk mengatur sebuah adegan. Seluruh lagu adalah sebuah cerita, jadi ia menggunakan kata kerja lampau: "Saya pergi… mereka berada… dia mendapat… dia duduk… gajah itu bersin dan jatuh."
Lagu ini juga menggunakan lampau berkelanjutan untuk menggambarkan tindakan yang sedang berlangsung di masa lalu: "Babun besar… sedang menyisir rambut merah kecokelatannya." Ini melukiskan gambaran tentang apa yang terjadi pada saat itu. Struktur "itulah akhir dari…" adalah cara umum untuk mengakhiri cerita tentang kesalahan atau kecelakaan.
Suara & Kesenangan Irama
Dengarkan irama melodi yang melenting dan berbaris. Lagu ini menggunakan skema rima yang jelas dan lucu: "fair" dan "there," "moon" dan "hair," "drunk" dan "trunk," "knees" dan "monk." Pengulangan "the monk, the monk, the monk" di akhir menambahkan sentuhan akhir yang menyenangkan.
Iramanya adalah waktu 4/4 yang stabil dan berjalan. Cobalah bertepuk tangan pada ketukannya: I PERGI ke AN-i-mal FAIR. Melodinya sederhana, menggunakan rentang nada yang kecil, dan sangat mudah diingat. Pola musik yang jelas, berirama, dan berulang ini membuat cerita mudah diceritakan dan menyenangkan untuk dinyanyikan. Anda dapat menulis lagu hewan Anda sendiri! Gunakan irama yang sama. Coba: "Saya pergi ke pusat kebugaran hutan, anak-anak bermain di sana. Tupai konyol, tanpa peduli, sedang menganyam rambut ekornya sendiri. Saudara laki-laki saya, dia menjadi berani, dan melompat untuk meraih. Tupai itu bergoyang dan cabang itu patah, dan itulah akhir dari pegangan, pegangan, pegangan!"
Budaya & Ide Besar
"Animal Fair" adalah contoh klasik dari cerita rakyat omong kosong Amerika. Itu berasal dari waktu ketika lagu-lagu lucu dan sedikit nakal untuk anak-anak populer. Gagasan tentang "animal fair" mungkin berasal dari menageri atau sirkus keliling lama yang mengunjungi kota-kota, yang merupakan acara yang menarik dan aneh. Lagu ini mencerminkan kecintaan pada antropomorfisme—memberikan sifat manusia pada hewan—yang merupakan cara umum dan menyenangkan untuk menceritakan kisah.
Lagu ini menyampaikan tiga ide ringan. Pertama, ini tentang sebab dan akibat dan konsekuensi yang tidak terduga. Satu tindakan kecil dan konyol (monyet duduk) mengarah pada reaksi besar dan mengejutkan (gajah bersin). Kedua, ia merayakan kekonyolan dan imajinasi. Lagu ini mengundang kita untuk membayangkan dunia di mana hewan bertingkah seperti manusia dengan cara yang paling lucu. Ketiga, ini adalah pelajaran dalam struktur cerita. Hanya dalam beberapa baris, ia mengatur sebuah adegan, memperkenalkan karakter, menciptakan masalah, dan memberikan pukulan, mengajarkan dasar-dasar cara menceritakan kisah yang baik dan pendek.
Nilai & Imajinasi
Bayangkan Anda berada di pesta hewan di malam hari. Apa yang kamu lihat? Kandang? Tenda? Apa yang kamu dengar? Raungan, kicauan, obrolan? Seperti apa sisir babun itu? Mewah? Bagaimana monyet itu mabuk? Pada buah yang difermentasi? Bayangkan bersin besar gajah itu. Seberapa keras itu? Apakah itu meniup daun dari pohon? Apa yang terjadi pada monyet itu? Apakah dia terbang di udara? Mendarat di kolam? Gambarlah momen tepat ketika gajah itu bersin. Tunjukkan monyet di udara, gajah berlutut, dan babun menonton dan menjatuhkan sisirnya karena terkejut.
Lagu ini mendorong kita untuk menggunakan imajinasi kita dan melihat humor dalam kesalahan. Ide yang indah adalah memainkan permainan "Apa yang Terjadi Selanjutnya?". Lagu itu berakhir dengan "akhir dari biarawan." Tapi bagaimana jika itu bukan akhir? Bersama keluarga Anda, buat sekuel. Apakah monyet itu mendarat di tumpukan jerami? Apakah dia belajar pelajaran? Ini mendorong penceritaan kreatif dan pemikiran positif tentang konsekuensi.
Jadi, saat "biarawan" terakhir memudar, pikirkan kekuatan dari kisah kecil ini. Ini adalah pelajaran kosakata dalam hewan dan deskripsi. Ini adalah pelajaran tata bahasa dalam penceritaan lampau. Ini adalah pelajaran musik dalam melodi yang melenting dan berirama. Dari baris pertama tentang pergi ke pesta hingga pukulan terakhir yang diulang, ia membungkus pelajaran dalam sebab, akibat, dan humor dalam nada yang sama menyenangkan dan tak terlupakan seperti bersin dari seekor gajah. "Animal Fair" mengajari kita bahwa cerita bisa pendek dan konyol, bahwa tindakan memiliki reaksi, dan bahwa sedikit omong kosong adalah bahan yang sempurna untuk lagu yang menyenangkan.
Pengambilan Inti Anda
Anda sekarang adalah ahli lagu "Animal Fair." Anda tahu itu adalah lagu omong kosong tradisional Amerika tentang kecelakaan lucu di pertemuan hewan. Anda telah mempelajari kata-kata seperti "babun," "auburn," dan "trunk," dan Anda telah berlatih menggunakan bentuk lampau untuk menceritakan kisah singkat. Anda telah merasakan irama yang melenting dan bertepuk tangan dan membuat versi Anda sendiri. Anda juga telah menemukan pandangan lagu yang menyenangkan tentang sebab dan akibat, perayaannya terhadap imajinasi, dan contoh sempurna tentang cara menyusun kisah pendek dan lucu.
Misi Latihan Anda
Pertama, selenggarakan pertunjukan boneka "Animal Fair." Gunakan kaus kaki, kantong kertas, atau tangan Anda untuk membuat boneka babun, monyet, dan gajah. Perankan lagu itu. Buat suara "ACHOO!" yang besar untuk gajah. Tampilkan pertunjukan untuk keluarga Anda. Ini membantu Anda mengingat urutan cerita.
Kedua, rancang poster "Dicari". Lagu itu mengatakan itu adalah "akhir dari biarawan." Tapi bagaimana jika monyet itu belajar pelajarannya? Buat poster "Dicari" untuk monyet, tetapi alih-alih kejahatan, katakan dia "Dicari karena Terlalu Konyol." Gambarlah gambarnya, gambarkan kejahatannya yang konyol (duduk di belalai gajah), dan apa hukumannya (mungkin membersihkan area pesta?). Ini memungkinkan Anda untuk memikirkan konsekuensi dengan cara yang kreatif.


