Ke Mana Kepik Harus Terbang Kembali?

Ke Mana Kepik Harus Terbang Kembali?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Pernahkah kamu melihat kepik merah cerah merayap di tanganmu? Apakah kamu membiarkannya merayap ke ujung jarimu lalu melihatnya membuka sayapnya untuk terbang? Orang-orang telah melakukan ini selama ratusan tahun, dan mereka bahkan membuat sajak kecil tentangnya. Ini adalah ucapan selamat tinggal yang lembut untuk serangga kecil. Mari kita pelajari lagu “Kepik, Kepik.”

Tentang Lagu

Berikut adalah sajak tradisionalnya. Mari kita baca bersama.

Kepik, kepik, terbanglah pulang, Rumahmu terbakar dan anak-anakmu hilang; Semua kecuali satu, dan itu adalah Ann kecil, Dan dia telah merayap di bawah panci penghangat.

Lagu pendek ini adalah sajak anak-anak tradisional Inggris. Ini seperti pesan kecil yang mendesak untuk serangga kecil. Seseorang berbicara langsung kepada kepik, memberinya berita penting tentang rumah dan keluarganya. Lagu ini sangat tua, dari Inggris, dan terkadang juga disebut “Ladybug, Ladybug” di Amerika. Ini adalah sajak rakyat, pertama kali ditulis dalam buku lagu anak-anak pada tahun 1700-an. Itu berasal dari zaman ketika orang-orang hidup dekat dengan pertanian dan percaya sajak bisa memiliki sedikit keajaiban, atau setidaknya hubungan dengan dunia alam di sekitar mereka.

Tentang Apa Lagu Itu

Lagu ini menceritakan kisah kecil yang jelas. Seseorang menemukan kepik. Mereka melihat serangga kecil berwarna merah di tangan mereka atau di daun. Mereka berbicara kepadanya dengan ramah tetapi dengan nada khawatir dalam suara mereka.

Mereka memberi tahu kepik bahwa ia harus segera terbang kembali ke rumahnya. Mereka memberikan alasan: rumahnya terbakar! Mereka menambahkan bahwa semua anaknya sudah pergi. Yah, hampir semua. Ada satu anak yang tersisa, seorang anak kecil bernama Ann. Lagu itu memberi tahu kita di mana Ann kecil bersembunyi. Dia diam-diam merayap di bawah “panci penghangat” – panci logam tua berisi bara panas yang digunakan orang zaman dahulu untuk menghangatkan tempat tidur mereka sebelum tidur.

Siapa yang Membuatnya & Kisahnya

“Kepik, Kepik” adalah sajak rakyat yang sangat tua, jadi tidak ada satu orang pun yang dikenal sebagai pengarangnya. Itu milik tradisi cerita rakyat lisan Inggris, yang diturunkan dari orang tua ke anak selama beberapa generasi. Pencetakan pertamanya yang diketahui adalah pada tahun 1744. Sajak ini sering dianggap memiliki makna tersembunyi dari sejarah. Beberapa orang percaya bahwa “api” mengacu pada praktik membakar sulur hop di ladang setelah panen, yang akan menghancurkan rumah kepik yang membantu. Sajak itu adalah cara untuk memperingatkan serangga yang berguna untuk melarikan diri.

Sajak kecil ini telah bertahan selama berabad-abad karena tiga alasan kuat. Pertama, ia memberi serangga kecil kisah yang besar dan dramatis, yang membuatnya menarik. Kedua, sangat mudah diingat. Perintah sederhana dan mendesak “terbanglah pulang” dan rima yang kuat dari “pulang” dan “hilang” melekat di pikiranmu. Ketiga, ia menciptakan perasaan peduli dan tanggung jawab. Penyanyi mencoba membantu kepik, menunjukkan kebaikan bahkan kepada makhluk terkecil.

Kapan Harus Menyanyikannya

Lagu ini sangat cocok untuk momen-momen yang lembut dan penuh perhatian. Kamu dapat menyanyikannya dengan lembut setiap kali kamu melihat kepik sungguhan. Ulurkan tanganmu, biarkan merayap, dan nyanyikan sajak sebelum terbang. Kamu dapat menyanyikannya sebagai lagu perpisahan di akhir waktu bermain atau hari di taman, melambai ke teman kepik khayalan. Kamu juga dapat membisikkannya sebagai sajak pengantar tidur yang tenang, bertanya-tanya di mana semua kepik tidur di malam hari.

Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak

Sajak kecil ini adalah pintu gerbang menuju pembelajaran besar. Mari kita buka pintu itu dengan lembut dan jelajahi semua pengetahuan yang menunggu di dalamnya.

Kosakata

Lagu ini mengajarkan kita beberapa kata spesifik yang luar biasa. “Kepik” (atau “kumbang kepik”) adalah serangga kecil dan bulat, seringkali berwarna merah dengan bintik-bintik hitam. “Terbang” berarti pergi dengan terbang. Ketika kita mengatakan sebuah rumah “terbakar,” itu berarti sedang terbakar. “Anak-anak” adalah anak-anak dari seseorang, hewan, atau dalam lagu ini, serangga. “Panci penghangat” adalah panci logam berpegangan panjang dan tertutup yang digunakan orang zaman dahulu untuk diisi dengan bara panas untuk diselipkan di antara seprai dingin untuk menghangatkannya.

Mari kita gunakan kata-kata ini dalam kalimat baru! Kamu dapat mengatakan, “Saya melihat kepik di mawar.” Atau, “Burung-burung akan terbang ke selatan untuk musim dingin.” Kamu mungkin memperingatkan seseorang, “Hati-hati, lilin bisa membakar kertas.” Kata baru: Habitat. Ini adalah rumah alami tumbuhan atau hewan. Kebun adalah habitat kepik. Kita harus melindungi habitat makhluk hidup.

Keterampilan Bahasa

Lagu ini adalah contoh sempurna dari Mood Imperatif. Kita menggunakan imperatif untuk memberikan perintah, instruksi, atau saran. Ini adalah cara berbicara yang langsung dan kuat. Kita membentuknya dengan menggunakan bentuk dasar kata kerja, tanpa “untuk” dan biasanya tanpa subjek (seperti “kamu”).

Lihatlah baris pertama: “Kepik, kepik, terbanglah pulang.” Kata “terbang” adalah perintah. Penyanyi secara langsung memberi tahu kepik apa yang harus dilakukan. Contoh lain dari kehidupan sehari-hari adalah: “Tutup pintunya, tolong.” “Berbaik hatilah.” “Dengarkan baik-baik.” Lagu ini juga menggunakan Tenses Present Perfect untuk berbicara tentang peristiwa baru-baru ini yang memengaruhi sekarang: “anak-anakmu hilang” (mereka telah pergi, dan sekarang mereka tidak ada di sini) dan “dia telah merayap” (dia merayap di masa lalu, dan sekarang dia berada di bawah panci). Campuran perintah (“terbang”) dan pembaruan situasi (“hilang”) ini menceritakan keseluruhan cerita.

Kesenangan Suara & Irama

Dengarkan musik sajaknya. Kata “pulang” dan “hilang” menciptakan rima yang kuat dan menyedihkan. Nama “Ann” dipilih untuk berima dengan “panci” di baris berikutnya. Lagu ini juga dimulai dengan pengulangan indah “Kepik, kepik,” yang menarik perhatianmu.

Iramanya stabil dan sedikit seperti berbaris, memberikan perasaan mendesak pada sajak tersebut. Cobalah mengetuk dua jari di telapak tanganmu: KE-pik, KE-pik, TER-bang-lah PU-lang. Melodinya, jika dinyanyikan, seringkali sederhana dan sedikit meratap atau serius, yang sesuai dengan pesan peringatan. Irama yang jelas dan berjalan ini membuat sajak mudah untuk dinyanyikan dan diingat, hampir seperti mantra kecil. Kamu dapat menulis sajak serangga sendiri! Gunakan pola yang sama. Cobalah: “Kupu-kupu, kupu-kupu, melayang di angin sepoi-sepoi, bungamu menunggu tinggi di pepohonan; Semua mekar, kecuali lonceng biru, dan yang itu bersembunyi di dalam lembah.”

Budaya & Ide-Ide Besar

Sajak ini berasal dari kehidupan pertanian di Inggris kuno. Kepik dicintai (dan masih) oleh para petani karena mereka memakan hama kecil yang disebut kutu daun yang merusak tanaman. “Api” dalam lagu tersebut kemungkinan mengacu pada pembakaran tunggul tanaman di ladang, bahaya nyata bagi kumbang yang membantu. Sajak itu menunjukkan bagaimana orang zaman dahulu memperhatikan dan menghargai serangga yang berbagi dunia mereka.

Lagu ini berbagi tiga ide penting. Pertama, ini tentang empati dan kepedulian terhadap semua makhluk hidup. Penyanyi berbicara kepada serangga seolah-olah ia dapat mengerti, menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan dan anak-anaknya. Kedua, ia menyentuh tema keselamatan dan bahaya. Ia menghadirkan masalah (kebakaran) dan solusi (terbang ke tempat yang aman), mengajar tentang menanggapi peringatan. Ketiga, ini tentang keluarga dan rumah. Bahkan dalam kisah kecil ini, fokusnya adalah pada rumah kepik dan keselamatan anaknya, Ann kecil, yang menunjukkan bahwa perasaan ini bersifat universal.

Nilai & Imajinasi

Sajak ini mengirimkan imajinasimu terbang bersama kepik. Di mana rumahnya? Apakah itu di bawah daun tertentu? Di celah di dinding batu tua? Seperti apa anak-anaknya? Apakah mereka larva kecil berwarna kuning? Dan bagaimana dengan Ann kecil di bawah panci penghangat? Apakah dia takut? Apakah pancinya hangat dan nyaman? Bayangkan kamu adalah kepik yang mendengar berita ini. Bagaimana perasaanmu? Apa yang kamu lihat saat kamu terbang tinggi di atas taman? Gambarlah perjalanan kepik dari tangan penyanyi ke rumah rahasianya.

Lagu ini membantu kita menghargai makhluk kecil dan menjadi pengamat alam yang lembut. Ide yang luar biasa adalah menjadi “Pengamat Kepik.” Lain kali kamu berada di taman atau taman, bergeraklah perlahan dan diam-diam. Lihatlah di bawah daun dan di tangkai. Jika kamu menemukan kepik, hitung bintiknya. Jumlah bintik yang berbeda berarti spesies yang berbeda! Perhatikan saja; kamu tidak perlu menyentuhnya. Buatlah harapan untuknya, seperti yang dilakukan sajak, dan biarkan ia melakukan urusan pentingnya menjadi kepik.

Jadi, saat kita menyelesaikan waktu kita dengan sajak tua ini, pikirkan tentang dunia kecil yang dibukanya. Ini adalah dunia di mana serangga memiliki rumah dan anak-anak dengan nama. Ini adalah dunia di mana orang-orang meluangkan waktu untuk peduli pada makhluk yang lebih kecil dari kuku jari. Ini adalah dunia di mana kata-kata sederhana dan berirama dapat membawa pesan peringatan dan kepedulian selama ratusan tahun. Lagu “Kepik, Kepik” lebih dari sekadar sajak; itu adalah kunci kecil. Kunci untuk belajar tentang sejarah, kunci untuk memahami tata bahasa, dan kunci untuk membuka rasa takjub dan kebaikan bagi dunia alam yang hidup di sekitar kita, jika kita mau berhenti untuk melihat.

Inti Pengambilanmu

Kamu sekarang adalah teman dari sajak “Kepik, Kepik.” Kamu tahu itu adalah sajak tradisional Inggris yang memadukan peringatan lembut dengan kepedulian terhadap alam. Kamu telah mempelajari kata-kata seperti “kepik” dan “panci penghangat,” dan kamu dapat dengan percaya diri memberikan perintah menggunakan mood imperatif seperti “terbanglah!” Kamu telah merasakan irama yang mendesak dan mudah diingat dan menulis peringatan puitismu sendiri. Kamu juga telah menemukan hubungannya dengan sejarah pertanian dan ide-ide besar tentang empati, keselamatan, dan kepedulian terhadap semua makhluk, besar dan kecil.

Misi Latihanmu

Pertama, jadilah pembawa pesan yang lembut. Lain kali kamu melihat kepik (atau bahkan gambarnya), berlututlah dengan tenang. Ucapkan sajak itu dengan lembut. Kemudian, letakkan jari atau daunmu dengan hati-hati di dekatnya dan perhatikan apa yang dilakukannya. Apakah ia merayap? Apakah ia terbang? Amati seperti seorang ilmuwan dan seorang penyair, seperti orang dalam lagu itu.

Kedua, buatlah gambar “Rumah Aman.” Rumah kepik terbakar. Gambarlah rumah baru, aman, dan indah untuk Kepik dan anak-anaknya. Apa itu? Stroberi raksasa yang dilubangi? Apartemen yang nyaman di bunga matahari? Sertakan Ann kecil dan semua saudara laki-lakinya dan perempuannya. Beri label gambar dengan satu baris dari sajak barumu, seperti “Kepik, kepik, rumah barumu keren, rumah berbintik yang damai di tepi kolam taman.”