Siapa Komposer Berusia 23 Tahun yang Menulis Lagu yang Dinanyikan Miliaran Orang Setiap Hari? Kisah Selebriti: Nie Er

Siapa Komposer Berusia 23 Tahun yang Menulis Lagu yang Dinanyikan Miliaran Orang Setiap Hari? Kisah Selebriti: Nie Er

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Selebriti Ini?
Nie Er mengkomposisi musik untuk lagu kebangsaan Tiongkok. Ia hidup dari tahun 1912 hingga 1935. Ia meninggal pada usia 23 tahun. Namun, dalam hidupnya yang singkat, ia menulis lebih dari 30 lagu revolusioner. Lagu yang paling terkenalnya adalah "March of the Volunteers." Lagu ini menjadi lagu kebangsaan Tiongkok pada tahun 1949. Setiap warga Tiongkok menyanyikannya. Setiap sekolah memutarnya. Setiap acara olahraga menampilkannya. Kisahnya menunjukkan bahwa hidup yang singkat dapat mengubah sejarah.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Nie Er lahir pada tahun 1912 di Kunming, Provinsi Yunnan, Tiongkok. Nama lahirnya adalah Nie Shouxin. Keluarganya adalah musisi dan dokter yang miskin. Ia mencintai musik sejak usia sangat muda. Ia mengajarkan dirinya sendiri untuk bermain erhu, sebuah biola dua senar. Ia juga belajar yueqin, sebuah lute berbentuk bulan. Ia tidak memiliki pelatihan musik formal. Ia belajar dengan mendengarkan para pengamen dan penyanyi opera. Ia juga menyukai menonton drama revolusioner. Ia bermimpi menggunakan musik untuk mengubah Tiongkok. Pada usia 14 tahun, ia masuk ke sebuah perguruan tinggi guru. Ia terlalu miskin untuk menyelesaikannya.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Nie Er memiliki sedikit pendidikan formal dalam musik. Ia mengajarkan dirinya sendiri untuk bermain alat musik dengan mendengarkan. Ia belajar teori musik dari buku-buku pinjaman. Ia mendengarkan rekaman asing dan menyalin melodi. Pada usia 18 tahun, ia pindah ke Shanghai. Ia bekerja serabutan sambil belajar musik. Seorang guru baik hati mendengar bakatnya dan menawarkan pelajaran gratis. Ia belajar biola dan komposisi. Ia juga bergabung dengan kelompok teater kiri. Ia mengkomposisi lagu untuk drama mereka. Lagu pertamanya yang sukses adalah "Newspaper Seller's Cry." Ia menulisnya dari perspektif seorang anak miskin yang menjual koran di jalan. Lagu itu membuat orang menangis.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Nie Er menjadi sukses dengan menulis lagu untuk orang biasa. Ia tidak menulis untuk orang kaya atau terpelajar. Ia menulis untuk pekerja pabrik, pedagang kaki lima, dan pengungsi. Ia menggunakan melodi sederhana yang bisa dinyanyikan siapa saja. Ia menggunakan lirik yang berbicara tentang perjuangan mereka. Pada tahun 1934, ia mengkomposisi musik untuk "March of the Volunteers." Liriknya berasal dari seorang penyair bernama Tian Han. Lagu ini untuk sebuah film tentang seorang penyair yang menjadi tentara. Musiknya dimulai pelan dan rendah. Ia membangun seperti tentara yang berbaris. Ia diakhiri dengan teriakan yang kuat: "Bangkit! Bangkit! Bangkit!" Lagu ini menjadi hit instan. Orang-orang menyanyikannya di protes dan rapat.

Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Nie Er adalah menciptakan dasar musik untuk lagu kebangsaan Tiongkok. "March of the Volunteers" menyebar di seluruh Tiongkok selama invasi Jepang. Para tentara menyanyikannya sebelum bertempur. Para pengungsi menyanyikannya di kamp. Anak-anak sekolah menyanyikannya di kelas. Setelah Partai Komunis memenangkan perang saudara, lagu ini menjadi lagu kebangsaan sementara pada tahun 1949. Ia menjadi lagu kebangsaan resmi pada tahun 1982. Setiap warga Tiongkok tahu melodi ini. Lagu ini diputar di Olimpiade, di upacara sekolah, dan pada hari libur nasional. Nie Er juga mengkomposisi lebih dari 30 lagu revolusioner lainnya. "Graduation Song" masih dinyanyikan oleh siswa. "Song of the Iron Hammer" dinyanyikan oleh pekerja pabrik.

Tantangan dan Masa Sulit
Nie Er menghadapi kemiskinan ekstrem sepanjang hidupnya. Ia sering tidak memiliki uang untuk makanan atau sewa. Ia tidur di lantai sebuah ruangan kecil. Ia tidak mampu membeli piano. Ia mengkomposisi dengan seruling kecil. Ia juga menghadapi tantangan sensor. Pemerintah pada masanya menangkap orang-orang karena menyanyikan lagu-lagu revolusioner. Nie Er harus menyembunyikan aktivitasnya. Ia menggunakan nama samaran dan lokasi rahasia. Ia juga menghadapi tantangan invasi Jepang. Jepang menyerang Shanghai pada tahun 1932. Nie Er melihat bom menghancurkan kota. Ia melihat orang-orang mati di jalan. Pengalaman ini memicu musiknya. Pada tahun 1935, ia melarikan diri dari Tiongkok untuk menghindari penangkapan. Ia pergi ke Jepang. Ia berencana pergi ke Uni Soviet. Namun, ia tenggelam saat berenang di pantai Jepang. Ia hanya berusia 23 tahun.

Fakta Menarik tentang Selebriti Ini
Nie Er menyukai mie pedas dari pedagang kaki lima. Ia tidak bisa membelinya sering. Ia juga menikmati minum susu kedelai untuk sarapan. Ia tidak pernah minum alkohol. Ia berkata itu merusak pendengarannya. Ia menyimpan sebuah buku harian kecil di mana ia menuliskan ide-ide musik. Ia menyebutnya "buku catatan suara." Ia juga menyukai menonton film-film Amerika. Ia mempelajari soundtrack mereka. Ia tidak pernah mengenakan sepatu di apartemennya yang kecil. Ia berkata itu membantunya merasakan ritme. Ia memelihara seekor burung pipit peliharaan yang akan berkicau saat ia bermain biola. Ia juga menyukai menulis surat kepada ibunya. Ia menulis lebih dari 200 surat dalam hidupnya yang singkat.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Musik Nie Er didengar setiap hari oleh lebih dari satu miliar orang. Lagu kebangsaan Tiongkok diputar di sekolah-sekolah, gedung-gedung pemerintah, dan acara olahraga. Lagu-lagu lainnya masih dinyanyikan dalam konser dan kelas musik. Aula Musik Nie Er di Kunming dinamai menurut namanya. Rumahnya yang dulu di Shanghai adalah sebuah museum. Sejarawan menilai ia sebagai salah satu komposer Tiongkok terpenting abad ke-20. Ia membuktikan bahwa seorang pemuda tanpa pelatihan formal dapat mengubah sejarah. Ia juga menunjukkan bahwa seni bisa menjadi senjata melawan penindasan. Hidupnya yang singkat adalah pelajaran tentang dedikasi dan keberanian.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anda bisa belajar bahwa usia tidak membatasi pencapaian. Nie Er meninggal pada usia 23 tahun. Ia mengubah sebuah bangsa. Anda juga bisa belajar untuk belajar sendiri. Ia mengajarkan dirinya sendiri musik dari buku-buku pinjaman. Anda bisa belajar untuk menulis untuk orang biasa. Ia mengkomposisi lagu untuk pekerja dan pengungsi. Anda bisa belajar bahwa sebuah lagu dapat menyatukan jutaan orang. Lagu kebangsaan ini dinyanyikan setiap hari. Anda juga bisa belajar bahwa hidup yang singkat bisa cukup. Ia meninggal muda. Musiknya tidak pernah mati.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Nie Er.

Pertanyaan 1: Apa nama lagu kebangsaan Tiongkok yang musiknya dikomposisi oleh Nie Er?
Jawaban: March of the Volunteers.

Pertanyaan 2: Berapa usia Nie Er ketika ia meninggal?
Jawaban: 23 tahun.

Pertanyaan 3: Alat musik apa yang diajarkan Nie Er kepada dirinya sendiri untuk dimainkan?
Jawaban: Erhu (biola dua senar).

Pertanyaan 4: Makanan apa yang disukai Nie Er dari pedagang kaki lima?
Jawaban: Mie pedas.

Pertanyaan 5: Bagaimana Nie Er meninggal?
Jawaban: Ia tenggelam saat berenang di Jepang.

Aktivitas: Dengarkan "March of the Volunteers" (lagu kebangsaan Tiongkok). Tepuk tangan mengikuti iramanya. Perhatikan bagaimana ritmenya terdengar seperti langkah kaki yang berbaris. Cobalah menyanyikan melodi (Anda bisa mendengus jika tidak tahu liriknya). Ini adalah lagu yang dikomposisi Nie Er pada tahun 1934. Gambarlah gambar tentara yang berbaris sambil menyanyikan lagu Nie Er.

Nie Er hidup hanya selama 23 tahun. Ia tidak memiliki uang, tidak memiliki koneksi, tidak memiliki pelatihan formal. Ia mengajarkan dirinya sendiri musik dari buku-buku pinjaman. Ia mengkomposisi dengan seruling kecil karena ia tidak mampu membeli piano. Ia tidur di lantai dan makan mie dari pedagang kaki lima. Ia melihat bom menghancurkan kotanya. Ia melihat teman-teman mati. Ia melarikan diri dari negaranya untuk menghindari penangkapan. Kemudian ia tenggelam di laut asing. Tubuhnya tidak pernah ditemukan. Namun, musiknya ditemukan. Lagu-lagunya dinyanyikan. Melodinya di dengus. Ritmenya diikuti. "March of the Volunteers" menyebar di seluruh Tiongkok. Itu menginspirasi tentara untuk berjuang. Itu memberi harapan kepada pengungsi. Itu menyatukan sebuah bangsa. Sekarang, setiap pagi, di setiap sekolah di seluruh Tiongkok, anak-anak berdiri dan menyanyikan lagunya. Mereka tidak tahu wajahnya. Mereka tidak tahu perjuangannya. Tetapi mereka tahu musiknya. Kisahnya mengajarkan kita bahwa Anda tidak perlu hidup lama untuk meninggalkan jejak. Anda perlu hasrat. Anda perlu keberanian. Anda perlu sebuah lagu yang tidak bisa dilupakan orang. Nie Er memiliki semua ini. Sekarang giliran Anda. Temukan lagu Anda. Nyanyikan dengan keras. Nyanyikan meskipun tidak ada yang mendengarkan. Nyanyikan meskipun mereka mencoba menghentikan Anda. Nyanyikan sampai seluruh dunia tahu melodi Anda. Itulah cara Nie Er. Itulah cara Anda juga. Sekarang, buatlah musik.