Apa yang Menggerakkan Edmund Hillary untuk Menaklukkan Gunung Everest Pertama Kali? Kisah Selebriti untuk Anak-anak

Apa yang Menggerakkan Edmund Hillary untuk Menaklukkan Gunung Everest Pertama Kali? Kisah Selebriti untuk Anak-anak

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Selebriti Ini?
Edmund Hillary adalah seorang penjelajah pemberani dari Selandia Baru. Dia menjadi orang pertama yang mencapai puncak Gunung Everest. Itu adalah gunung tertinggi di Bumi.

Kisah selebriti ini membawa kita pada petualangan yang dingin dan berangin. Edmund Hillary melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain sebelumnya. Dia berdiri di puncak dunia pada tahun 1953.

Anak-anak yang menyukai gunung dan alam akan menemukan kisahnya menarik. Edmund menunjukkan bahwa orang biasa dapat melakukan hal-hal luar biasa. Dia bukan superhero. Dia hanya seorang pria yang tidak pernah menyerah.

Orang-orang mengingat senyumnya yang lebar dan hati yang rendah hati. Bahkan setelah menjadi terkenal, dia tetap baik dan sederhana. Dia menggunakan ketenarannya untuk membantu orang lain.

Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Edmund Hillary lahir pada tahun 1919. Dia tumbuh di sebuah kota kecil di Selandia Baru bernama Tuakau. Ayahnya bekerja sebagai peternak lebah.

Sebagai seorang anak laki-laki, Edmund merasa pemalu dan pendiam. Dia tidak banyak berbicara. Dia lebih suka membaca buku daripada bermain dengan anak-anak lain.

Sekolahnya kecil dan sederhana. Dia berjalan ke sana setiap hari. Pedesaan Selandia Baru memberinya cinta terhadap alam.

Ketika Edmund berusia 16 tahun, sesuatu berubah. Sekolahnya membawa siswa dalam perjalanan ke sebuah gunung. Mereka mengunjungi Gunung Ruapehu, sebuah gunung berapi bersalju.

Edmund melihat salju untuk pertama kalinya. Dia merasa sangat kecil di samping gunung yang besar. Tapi dia juga merasa bersemangat. Dia ingin mendaki lebih tinggi.

Hari itu, Edmund jatuh cinta pada gunung. Dia memutuskan untuk menjadi seorang pendaki. Orang tuanya tidak memahami impian ini. Mereka ingin dia menjadi peternak lebah seperti ayahnya.

Tetapi Edmund terus bermimpi tentang puncak-puncak tinggi dan salju segar.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Edmund Hillary bersekolah di Auckland Grammar School. Dia adalah siswa yang biasa-biasa saja. Para guru tidak melihat sesuatu yang istimewa padanya.

Matematika dan sains tidak terlalu menarik baginya. Dia lebih suka berada di luar. Dia suka memanjat pohon dan menjelajahi hutan.

Setelah sekolah menengah, Edmund pergi ke universitas. Dia belajar di Universitas Auckland. Tetapi dia merasa kelas-kelasnya membosankan. Dia pergi tanpa menyelesaikan gelarnya.

Pendidikan sebenarnya terjadi di gunung. Dia belajar membaca pola cuaca. Dia belajar mengikat simpul yang kuat. Dia belajar tetap tenang ketika segala sesuatunya berjalan salah.

Edmund juga belajar beternak lebah dari ayahnya. Pekerjaan ini memberinya kebebasan. Lebah tidak membutuhkannya selama musim dingin. Itu memberinya waktu berbulan-bulan untuk pergi mendaki.

Beternak lebah mengajarinya kesabaran. Anda tidak bisa terburu-buru dalam membuat madu. Anda juga tidak bisa terburu-buru mendaki gunung. Keduanya membutuhkan menunggu dan mengamati.

Dia membaca banyak buku tentang pendaki terkenal. Dia mempelajari kesalahan mereka. Dia belajar dari orang-orang yang mencoba dan gagal sebelum dia.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Edmund Hillary menjadi sukses melalui langkah-langkah kecil. Dia tidak mendaki Everest pada percobaan pertamanya. Dia mendaki gunung-gunung yang lebih kecil terlebih dahulu.

Pada tahun 1939, dia mendaki gunung besar pertamanya. Gunung Ollivier berdiri setinggi 6.000 kaki. Itu terlihat kecil dibandingkan dengan Everest. Tetapi bagi Edmund, itu adalah awal yang besar.

Selama Perang Dunia II, Edmund bertugas di militer. Dia menerbangkan perahu untuk Angkatan Udara Selandia Baru. Sebuah kecelakaan buruk membakar lengannya dengan parah. Dia hampir kehilangannya.

Dokter mengatakan dia mungkin tidak akan pernah mendaki lagi. Edmund menolak untuk mempercayai mereka. Dia melatih lengannya setiap hari. Perlahan, dia mendapatkan kembali kekuatannya.

Setelah perang, Edmund bergabung dengan ekspedisi yang lebih besar. Dia mendaki di Himalaya berkali-kali. Dia belajar bagaimana ketinggian mempengaruhi tubuh.

Pada tahun 1951, Edmund bergabung dengan tim Inggris yang menjelajahi Everest. Mereka tidak mencapai puncak tahun itu. Tetapi Edmund belajar rahasia gunung itu.

Pada tahun 1953, Inggris mengorganisir tim Everest lainnya. Mereka memilih Edmund Hillary karena kekuatan dan ketenangannya. Dia bekerja sama dengan seorang Sherpa bernama Tenzing Norgay.

Tim mendirikan kamp lebih tinggi dan lebih tinggi. Edmund dan Tenzing melakukan dorongan terakhir bersama-sama.

Ide Besar dan Prestasi
Pada 29 Mei 1953, Edmund Hillary dan Tenzing Norgay mencapai puncak. Mereka berdiri di ketinggian 29.029 kaki di atas permukaan laut. Tidak ada manusia yang pernah berada setinggi itu sebelumnya.

Ide besar Edmund sangat sederhana. Pecah tujuan besar menjadi bagian-bagian kecil. Jangan lihat seluruh gunung. Hanya lihat langkah berikutnya.

Dia juga percaya pada kerja tim. Edmund tidak mendaki Everest sendirian. Tenzing Norgay mendaki di sampingnya. Banyak orang lain membawa perlengkapan dan mendirikan kamp.

Berita mencapai Inggris pada hari penobatan Ratu Elizabeth. Dunia merayakan dua peristiwa besar bersama-sama. Semua orang ingin tahu tentang peternak lebah yang mendaki dunia.

Edmund menjadi terkenal dalam semalam. Dia menerima banyak penghargaan. Ratu menjadikannya seorang ksatria. Orang-orang memanggilnya Sir Edmund Hillary.

Tetapi dia tidak pernah bertindak seperti seorang selebriti. Dia berkata, "Saya hanya orang biasa yang melakukan hal biasa." Kebanyakan orang tidak setuju dengan pernyataan itu.

Tantangan dan Masa Sulit
Edmund Hillary menghadapi tantangan yang mengerikan di Everest. Dingin bisa membekukan jari dalam hitungan menit. Angin bisa menerbangkan seseorang dari gunung.

Ketinggian membuat sulit bernapas. Edmund merasa pusing dan sakit berkali-kali. Kepalanya berdenyut dengan rasa sakit. Setiap langkah membutuhkan usaha yang besar.

Es dan salju menyembunyikan retakan dalam yang disebut crevasse. Satu langkah yang salah bisa membuat pendaki jatuh ke kematian. Edmund mengikat tali pada rekan-rekannya untuk keselamatan.

Setelah Everest, Edmund menghadapi tantangan yang lebih sulit. Dia ingin membantu orang-orang Sherpa yang tinggal di dekat gunung. Dia membangun sekolah dan rumah sakit untuk mereka.

Tetapi pada tahun 1975, tragedi melanda. Istrinya Louise dan putrinya Belinda meninggal dalam kecelakaan pesawat. Mereka sedang terbang untuk menemuinya di Nepal.

Edmund merasa hancur. Dia ingin menyerah pada segalanya. Tetapi dia ingat mengapa dia mulai membantu orang lain. Dia terus bekerja pada proyek-proyeknya.

Dia kemudian menikah lagi. Istri keduanya, June, mendukung pekerjaannya. Edmund terus membangun sekolah di Nepal selama bertahun-tahun.

Fakta Menarik tentang Selebriti
Edmund Hillary memiliki banyak fakta menarik yang disukai anak-anak. Dia memelihara lebah selama bertahun-tahun. Dia menjual madu untuk mendapatkan uang untuk perjalanan mendaki.

Di puncak Everest, Edmund meninggalkan sebuah salib kecil. Tenzing meninggalkan beberapa cokelat sebagai persembahan kepada para dewa. Kedua pria itu menunjukkan rasa hormat dengan cara mereka sendiri.

Edmund memiliki suara yang sangat dalam. Orang-orang menyukai mendengarkan dia bercerita. Suaranya terdengar tenang bahkan saat menggambarkan momen berbahaya.

Dia tidak pernah belajar menggunakan komputer. Dia lebih suka menulis surat dengan tangan. Dia menjawab setiap surat penggemar yang dia terima.

Edmund muncul di uang Selandia Baru. Wajahnya ada di uang lima dolar. Banyak anak melihat gambarnya setiap hari.

Dia bertemu Ratu Inggris berkali-kali. Mereka menjadi akrab selama bertahun-tahun. Ratu menghormati sifat rendah hatinya.

Edmund mendaki Everest ketika dia berusia 33 tahun. Dia hidup hingga 88 tahun. Dia mendaki gunung selama 55 tahun dari hidupnya.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Edmund Hillary tetap penting karena banyak alasan. Dia menunjukkan bahwa orang biasa dapat mencapai hal-hal besar. Dia bukan seorang atlet profesional atau tentara.

Dia mengajarkan dunia tentang orang-orang Sherpa. Sebelum Edmund, sedikit orang yang tahu tentang komunitas gunung ini. Sekarang banyak orang menghormati budaya Sherpa.

Sekolah-sekolah yang dia bangun di Nepal masih beroperasi hingga hari ini. Ribuan anak belajar membaca karena Edmund Hillary. Dia juga membangun rumah sakit.

Namanya muncul di buku dan film pendakian. Pendaki muda mempelajari metodenya. Mereka belajar dari pendekatannya yang tenang terhadap bahaya.

Edmund juga peduli pada lingkungan. Dia meminta para pendaki untuk menjaga kebersihan gunung. Dia tidak ingin sampah di puncak yang indah.

Banyak badan amal menggunakan namanya untuk mengumpulkan uang. Himalayan Trust melanjutkan pekerjaannya. Orang-orang menyumbang karena mereka mempercayai nama Hillary.

Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar banyak pelajaran dari Edmund Hillary. Pelajaran pertama adalah tentang memulai dari yang kecil. Edmund tidak mendaki Everest terlebih dahulu. Dia mendaki bukit-bukit kecil dan bekerja menuju ke atas.

Pelajaran kedua adalah tentang tidak mendengarkan orang-orang yang meragukan. Dokter mengatakan dia tidak akan pernah mendaki lagi. Edmund membuktikan mereka salah melalui usaha harian.

Pelajaran ketiga adalah tentang berbagi kredit. Edmund selalu mengatakan Tenzing membantunya mencapai puncak. Prestasi besar jarang terjadi sendirian.

Pelajaran keempat adalah tentang membantu orang lain. Edmund tidak berhenti setelah mendaki Everest. Dia membangun sekolah untuk anak-anak yang membutuhkannya.

Pelajaran kelima adalah tentang tetap rendah hati. Keternaran tidak mengubah Edmund. Dia masih mengenakan pakaian tua dan berbicara dengan semua orang dengan ramah.

Pelajaran terakhir adalah tentang melanjutkan setelah kehilangan. Edmund kehilangan istri dan putrinya. Dia merasakan kesedihan yang mendalam. Tetapi dia terus membantu orang-orang. Dia menemukan tujuan dalam pelayanan.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang kamu ingat tentang Edmund Hillary. Minta bantuan orang tua untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Pertanyaan 1: Pekerjaan apa yang dimiliki ayah Edmund Hillary?

Pertanyaan 2: Siapa yang mendaki Gunung Everest bersama Edmund Hillary?

Pertanyaan 3: Pada tahun berapa Edmund Hillary mencapai puncak Everest?

Pertanyaan 4: Kecelakaan apa yang hampir menghentikan Edmund dari mendaki?

Pertanyaan 5: Apa yang dibangun Edmund untuk orang-orang Sherpa?

Waktu Aktivitas: Gambar sebuah gunung di selembar kertas besar. Pecah gunung menjadi lima bagian. Tulis satu langkah yang bisa kamu ambil menuju sebuah tujuan di setiap bagian.

Aktivitas Lain: Latih kerja sama tim minggu ini. Lakukan satu pekerjaan rumah tangga dengan anggota keluarga. Ucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membantu kamu. Perhatikan bagaimana pekerjaan terasa lebih mudah dengan dua orang.

Bicarakan tentang tujuan besar yang kamu miliki. Mungkin kamu ingin membaca buku panjang atau belajar olahraga. Pecah tujuan itu menjadi langkah-langkah kecil. Mulailah dengan langkah pertama besok.

Edmund Hillary berdiri di puncak dunia. Tetapi dia memulai sebagai anak pemalu yang menyukai membaca dan lebah. Dia menghadapi dingin, rasa sakit, dan kehilangan yang mengerikan. Dia tidak pernah berhenti bergerak maju. Dia membantu ribuan anak pergi ke sekolah. Kisahnya membisikkan kebenaran sederhana. Kamu tidak perlu menjadi istimewa untuk melakukan sesuatu yang istimewa. Kamu hanya perlu mengambil satu langkah. Kemudian langkah lainnya. Dan langkah lainnya. Teruslah mendaki, anak kecil. Gunungmu menunggu.