Halo, pemimpi kecil! Pernahkah kamu berharap bisa terbang? Atau membayangkan dirimu sebagai seorang raja? Kita menggunakan cara bicara khusus untuk harapan dan impian. Itu disebut Mood Subjungtif. Mood Subjungtif adalah suara imajinasi. Ini adalah suara "bagaimana jika". Pemandu Anda hari ini adalah Wally sang Penyihir Harapan. Wally memiliki "Tongkat Harapan" ajaib. Dia melambaikan tongkatnya untuk berbicara tentang hal-hal yang tidak nyata, tetapi kita berharap itu terjadi. Mari gunakan Mood Subjungtif untuk bermimpi di rumah, bermain di taman, belajar di sekolah, dan menjelajahi alam.
Apa itu Mood Subjungtif? Mood Subjungtif adalah cara berbicara tentang hal-hal yang tidak benar saat ini. Ini untuk harapan, impian, dan hal-hal imajiner. Ini seperti menggunakan tongkat ajaib untuk kata-katamu. Ketika kamu menggunakan Mood Subjungtif, kamu membuat harapan atau membayangkan sesuatu. "Saya berharap saya adalah seekor burung." Kamu bukan seekor burung. Itu adalah sebuah harapan. "Jika saya adalah kamu, saya akan berbagi." Kamu bukan orang lain. Itu adalah sebuah ide. "Penting bagi kamu untuk bersikap baik." Ini adalah harapan yang kuat. Semua ini ada dalam Mood Subjungtif. Ini adalah cara kita berbicara tentang apa yang kita inginkan, apa yang bisa terjadi, dan apa yang kita bayangkan.
Mengapa Mood Subjungtif adalah Kekuatan Imajinasi Anda? Menggunakan Mood Subjungtif membuatmu menjadi pemimpi dan pemikir yang hebat. Ini membantu telingamu mendengarkan. Kamu dapat memahami harapan dalam cerita dan lagu. "Saya berharap semoga, saya berharap mungkin..." Ini membantu mulutmu berbicara. Kamu dapat memberi tahu ibumu tentang impian terbesarmu. "Saya berharap saya bisa punya anak anjing." Ini membantu matamu membaca. Kamu akan melihatnya dalam dongeng dan puisi. "Jika saya adalah kupu-kupu..." Ini membantu tanganmu menulis. Kamu dapat menulis surat kepada Santa dengan harapanmu. "Saya berharap mendapatkan sepeda baru." Mood Subjungtif membantumu berbagi impian hatimu.
Jenis Harapan dan Impian Apa Saja yang Ada? Wally sang Penyihir Harapan mengelompokkan kata-kata ajaib menjadi dua jenis besar. Keduanya menggunakan Mood Subjungtif.
Keajaiban Harapan (Harapan). Ini berbicara tentang hal-hal yang kita inginkan tetapi tidak kita miliki. Kita sering menggunakan kata "berharap." "Saya berharap saya punya kue besar." "Saya berharap saya bisa terbang." "Dia berharap dia lebih tinggi."
Keajaiban Imajinasi ("Jika" Impian). Ini berbicara tentang hal-hal yang tidak benar, tetapi kita membayangkannya. Kita sering menggunakan kata "jika." "Jika saya adalah seekor kucing, saya akan tidur sepanjang hari." "Jika saya punya mobil, saya akan pergi ke sekolah." "Jika kamu ada di sini, kita akan bermain."
Bagaimana Kamu Bisa Mengenali Mood Subjungtif? Wally memiliki penangkap mimpi khusus. Carilah petunjuk ini untuk menemukan Mood Subjungtif.
Kata Ajaib "Berharap." Kalimat sering dimulai dengan "Saya berharap" atau "Dia berharap." Ini adalah petunjuk besar untuk sebuah harapan. "Saya berharap saya ada di sana."
Kata Ajaib "Jika." Kalimat sering dimulai dengan "Jika" untuk membayangkan sesuatu. "Jika saya adalah kamu..."
Kata Khusus "Were." Dengarkan kata "were" yang digunakan dengan cara khusus. Kita mengatakan "Jika saya adalah," bukan "Jika saya was." Kita mengatakan "Saya berharap saya adalah," bukan "Saya berharap saya was." "Were" ini adalah suara kunci dari subjungtif.
Perasaan "Tidak Nyata." Tanyakan pada diri sendiri: "Apakah ini benar saat ini?" Jika jawabannya tidak, itu mungkin mood subjungtif. Rasanya seperti mimpi atau harapan.
Bagaimana Kita Membuat Kalimat Subjungtif? Membuat kalimat Mood Subjungtif seperti merapalkan mantra. Rumus ajaib Wally mudah.
Rumus Harapan: Saya berharap + (Subjek) + were/could/had + (sisanya).
Mulai dengan "Saya berharap." "Saya berharap..."
Kemudian gunakan "were" untuk keadaan. "Saya berharap saya lebih tinggi." "Saya berharap cuacanya cerah."
Atau gunakan "could" untuk kemampuan. "Saya berharap saya bisa berenang." "Saya berharap dia bisa datang."
Atau gunakan "had" untuk hal-hal. "Saya berharap saya punya teman." "Saya berharap kita punya pizza."
Rumus Imajinasi: Jika + (Subjek) + were/had + (sisanya), + (Subjek) + would + (aksi).
Mulai dengan "Jika" dan "were." "Jika saya adalah seorang raja..."
Atau mulai dengan "Jika" dan "had." "Jika saya punya harapan..."
Kemudian tambahkan apa yang akan kamu lakukan. "...Saya akan memakai mahkota." "...Saya akan berharap mendapatkan mainan."
Mari Perbaiki Beberapa Keajaiban yang Tercampur! Kadang-kadang harapan kita sedikit kacau. Mari bantu Wally memperbaikinya.
"Was" yang Salah. Salah: "Saya berharap saya adalah seorang pahlawan super." Ini terdengar umum, tetapi untuk harapan, kita sering menggunakan "were" khusus. Benar (Mood Subjungtif): "Saya berharap saya adalah seorang pahlawan super." Ini adalah bentuk harapan klasik.
"Would" yang Hilang. Salah: "Jika saya adalah kamu, saya berbagi mainan saya." Ini terdengar tidak lengkap. Apa yang akan kamu lakukan? Benar (Mood Subjungtif): "Jika saya adalah kamu, saya akan berbagi mainan saya." "Would" memberi tahu tindakan imajiner.
"Jika" yang Nyata. Salah: "Jika saya bahagia, saya tersenyum." Ini benar dan nyata. Itu bukan mimpi. Benar (Untuk imajinasi): "Jika saya bahagia, saya akan tersenyum." Ini membayangkan keadaan yang berbeda.
Harapan untuk Sekarang. Salah: "Saya berharap saya bisa pergi sekarang." "Can" untuk kemampuan sekarang. Untuk harapan, kita sering menggunakan "could." Benar (Mood Subjungtif): "Saya berharap saya bisa pergi sekarang."
Bisakah Kamu Menjadi Penyihir Harapan? Mari bermain. Saya akan mengucapkan sebuah kalimat. Kamu beri tahu saya apakah itu menggunakan Mood Subjungtif. "Saya berharap saya punya kuda poni." Ya! Itu adalah sebuah harapan. "Saya punya kuda poni." Tidak. Ini nyata. "Jika saya kaya, saya akan membeli istana." Ya! Itu adalah imajinasi. "Saya kaya." Tidak. Ini adalah fakta. Keajaiban yang hebat!
Daftar Harapan Besar Wally: 100 Kalimat Mood Subjungtif Umum. Berikut adalah seratus harapan dan impian. Semuanya ada dalam Mood Subjungtif. Gunakan mereka untuk bermimpi besar dan berimajinasi lebih banyak.
Di Rumah: Saya berharap saya lebih tinggi. Saya berharap saya bisa meraih toples kue. Saya berharap saya punya kamar sendiri. Saya berharap hari ulang tahun saya setiap hari. Saya berharap saya bisa begadang. Saya berharap saya sudah dewasa. Jika saya adalah ibu, saya akan membuat pancake. Jika saya adalah ayah, saya akan mengendarai truk besar. Jika saya punya tongkat ajaib, saya akan membersihkan kamar saya. Jika saya tidak terlihat, saya akan bermain petak umpet. Saya berharap tempat tidur saya adalah perahu. Saya berharap lantainya adalah lava. Saya berharap saya bisa berbicara dengan kucing saya. Saya berharap saya punya pembantu robot. Jika saya adalah bayi, saya akan menangis minta susu. Jika saya punya sejuta mainan, saya akan berbagi. Saya berharap makan malamnya pizza. Saya berharap saya bisa terbang ke langit-langit. Jika saya adalah raksasa, rumah saya akan kecil. Saya berharap saya bisa mengerti orang dewasa. Jika saya adalah seorang koki, saya akan memasak permen. Saya berharap kaus kaki saya tidak pernah hilang. Jika saya punya kecepatan super, saya akan menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cepat. Saya berharap saya sekuat ayah. Jika saya adalah bantal, saya akan lembut.
Di Taman Bermain: Saya berharap saya bisa terbang seperti ayunan. Saya berharap perosotannya adalah air terjun. Saya berharap saya secepat teman saya. Jika saya adalah seekor monyet, saya akan memanjat ke mana-mana. Jika saya punya lompatan super, saya akan menyentuh langit. Saya berharap pasirnya adalah cokelat. Saya berharap saya bisa berayun selamanya. Jika saya adalah raja taman bermain, semua orang akan bermain. Saya berharap jungkat-jungkitnya adalah pesawat luar angkasa. Saya berharap saya bisa berbicara dengan burung-burung. Jika saya adalah bola, saya akan memantul tinggi. Jika saya punya karpet ajaib, saya akan terbang dari perosotan. Saya berharap komidi putar tidak pernah berhenti. Saya berharap saya cukup berani untuk perosotan besar. Jika saya adalah awan, saya akan melayang di atas taman. Saya berharap saya bisa membuat matahari selalu bersinar. Jika saya adalah pohon, saya akan punya ayunan. Saya berharap genangan airnya adalah kolam renang. Jika saya punya harapan, saya akan berharap untuk lebih banyak waktu bermain. Saya berharap saya bisa membangun istana pasir ke langit. Jika saya adalah kupu-kupu, saya akan hinggap di bunga. Saya berharap angin akan mendorong saya lebih tinggi. Jika saya adalah pahlawan super, saya akan menyelamatkan taman bermain. Saya berharap saya bisa bermain sepanjang hari. Jika saya adalah tupai, saya akan menyembunyikan kacang di pasir.
Di Sekolah: Saya berharap saya tahu semua jawabannya. Saya berharap saya bisa membaca setiap buku. Saya berharap sekolah adalah pesta besar. Jika saya adalah guru, kita akan bermain sepanjang hari. Jika saya punya pensil ajaib, itu akan mengerjakan pekerjaan rumah saya. Saya berharap meja saya adalah mobil balap. Saya berharap saya bisa berbicara setiap bahasa. Jika saya adalah kepala sekolah, saya akan memberikan lebih banyak waktu istirahat. Saya berharap jamnya akan lebih cepat. Saya berharap saya sepintar teman saya. Jika saya adalah seorang seniman, saya akan melukis dinding. Jika saya punya mesin waktu, saya akan pergi ke waktu bermain. Saya berharap bel akan berdering sekarang. Saya berharap saya bisa mengingat segalanya. Jika saya adalah sebuah buku, saya akan menceritakan kisah-kisah yang menyenangkan. Saya berharap kursi saya adalah kuda goyang. Jika saya adalah angka, saya akan menjadi nomor satu. Saya berharap saya bisa membuat semua orang berteman. Jika saya punya suara keras, semua orang akan mendengar saya. Saya berharap ruang kelas adalah kebun binatang. Jika saya adalah krayon, saya akan mewarnai dunia. Saya berharap saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya dengan cepat. Jika saya adalah komputer, saya akan tahu segalanya. Saya berharap saya pandai dalam setiap permainan. Jika saya adalah siswa bintang, ibu saya akan bangga.
Di Alam dan Hewan: Saya berharap saya bisa berbicara dengan hewan. Saya berharap saya adalah seekor burung dan bisa terbang. Saya berharap hujannya adalah permen. Jika saya adalah ikan, saya akan berenang di lautan. Jika saya punya sayap, saya akan terbang ke selatan saat musim dingin. Saya berharap saya bisa mengerti pohon-pohon. Saya berharap bunga-bunga tidak pernah layu. Jika saya adalah singa, saya akan mengaum dengan keras. Jika saya punya teman lumba-lumba, kita akan melompati ombak. Saya berharap saya bisa bernapas di bawah air. Saya berharap bulannya terbuat dari keju. Jika saya adalah beruang, saya akan tidur sepanjang musim dingin. Jika saya punya belalai gajah, saya akan menyemprotkan air. Saya berharap saya bisa berlari secepat cheetah. Saya berharap bintang-bintang cukup dekat untuk disentuh. Jika saya adalah pelangi, saya akan punya semua warna. Jika saya punya kantong kanguru, saya akan membawa mainan saya. Saya berharap saya bisa memanjat seperti monyet. Saya berharap matahari tidak pernah terbenam. Jika saya adalah kupu-kupu, sayap saya akan berwarna biru. Jika saya punya cangkang seperti kura-kura, saya akan bersembunyi di dalam. Saya berharap saya bisa melihat dalam gelap seperti burung hantu. Saya berharap sungainya adalah limun. Jika saya adalah awan, saya akan membuat bentuk yang lucu. Jika saya punya ekor seperti anjing, saya akan menggoyangkannya. Saya berharap saya sebebas angin.
Kamu Sekarang adalah Penyihir Harapan! Kamu berhasil! Kamu tahu bahwa Mood Subjungtif adalah untuk harapan dan impian. Wally memberimu Tongkat Harapanmu sendiri. Kamu telah mempelajari seratus kalimat Mood Subjungtif yang umum. Kamu dapat menggunakannya untuk berbagi harapanmu dan membayangkan hal-hal yang indah. Setiap harapan adalah percikan keajaiban.
Inilah yang kamu pelajari dari petualangan ajaib kita. Kamu tahu mood subjungtif berbicara tentang hal-hal yang tidak nyata. Kamu tahu dua jenis besar: Keajaiban Harapan dan Keajaiban Imajinasi. Kamu dapat mengenalinya dengan mencari "berharap," "jika," dan "were" khusus. Kamu dapat membuat kalimat dengan "Saya berharap saya adalah..." dan "Jika saya adalah... saya akan..." Kamu dapat memperbaiki kesalahan umum seperti menggunakan "was" alih-alih "were."
Sekarang, mari lakukan beberapa latihan hidup! Misi Anda hari ini. Jadilah Penyihir Harapan. Gunakan Mood Subjungtif untuk memberi tahu seseorang satu harapan. Katakan: "Saya berharap saya bisa terbang seperti burung." atau "Jika saya adalah seekor binatang, saya akan menjadi lumba-lumba." Kamu adalah pemimpi yang luar biasa.

