Siapa Selebriti Ini?
Zheng He adalah penjelajah terbesar dalam sejarah Tiongkok. Ia hidup lebih dari 600 tahun yang lalu pada masa Dinasti Ming. Ia memimpin armada kapal kayu terbesar yang pernah ada di dunia. Armada-nya memiliki lebih dari 300 kapal dan 28.000 orang. Ia berlayar dari Tiongkok ke Asia Tenggara, India, Arab, dan Afrika. Ia membawa hadiah dari kaisar Tiongkok kepada raja-raja asing. Ia juga membawa kembali hewan eksotis seperti jerapah dan zebra. Kisahnya menunjukkan bahwa eksplorasi damai dapat menghubungkan dunia.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Zheng He lahir sekitar tahun 1371 di Provinsi Yunnan, Tiongkok. Nama lahirnya adalah Ma He. Keluarganya adalah Muslim dan mengklaim keturunan dari penguasa Persia. Ma He muda tumbuh di daerah yang disebut Kunyang. Ia menyukai melihat sungai mengalir menuju laut. Ia juga menikmati mendengar cerita tentang Jalur Sutra dari para pedagang yang bepergian. Kakek dan ayahnya telah melakukan ziarah ke Mekah. Mereka memberitahunya tentang negeri-negeri jauh dan orang-orang aneh. Ia bermimpi untuk berlayar ke tempat-tempat itu sendiri. Namun, ketika ia berusia sekitar 10 tahun, perang mengubah segalanya. Tentara Ming menangkapnya selama invasi ke Yunnan.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Tentara Ming membawa Ma He muda ke ibu kota. Mereka mengkastrasinya, praktik umum bagi anak laki-laki yang menjadi pelayan. Ia kemudian melayani di rumah Pangeran Zhu Di. Pangeran melihat kecerdasan dan kesetiaan dalam diri anak muda itu. Ia memberikan Ma He pendidikan yang baik. Ia belajar membaca dan menulis bahasa Tiongkok klasik. Ia mempelajari strategi militer, navigasi, dan diplomasi. Ia juga belajar tentang berbagai budaya dan agama. Pangeran semakin mempercayainya. Ketika pangeran menjadi kaisar pada tahun 1402, ia memberi penghargaan kepada Ma He. Ia memberinya nama baru: Zheng He. Ia juga mengangkat Zheng He menjadi laksamana. Tidak ada kasim lain yang pernah memegang pangkat setinggi itu.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Zheng He menjadi sukses dengan mendapatkan kepercayaan penuh dari kaisar. Kaisar ingin menunjukkan kekuatan Tiongkok kepada dunia. Ia juga ingin menemukan negara-negara baru untuk berdagang. Ia memilih Zheng He untuk memimpin ekspedisi. Zheng He membangun armada besar di galangan kapal Nanjing. Kapal-kapal terbesar disebut "kapal harta." Mereka lebih dari 400 kaki panjangnya. Itu lebih panjang dari lapangan sepak bola. Ia merekrut pelaut, tentara, penerjemah, dokter, dan pedagang. Ia juga membawa astronom untuk bernavigasi dengan bintang-bintang. Perjalanan pertamanya berangkat pada tahun 1405 dengan lebih dari 27.000 orang. Armada tersebut mengunjungi Vietnam, Jawa, dan Sri Lanka. Zheng He merundingkan perjanjian perdagangan dan mengumpulkan upeti. Ia membuktikan bahwa ia dapat menangani masalah apa pun di laut.
Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Zheng He adalah memimpin tujuh perjalanan epik antara tahun 1405 dan 1433. Armada-nya melakukan perjalanan lebih jauh daripada kapal-kapal Tiongkok sebelumnya. Ia mencapai Calicut di India, Hormuz di Persia, dan Mogadishu di Afrika. Ia membawa kembali hadiah-hadiah menakjubkan untuk kaisar. Ia kembali dengan jerapah dari Afrika, yang dianggap orang sebagai makhluk qilin mitos. Ia membawa kembali zebra, singa, burung unta, dan badak. Ia juga membawa kembali utusan dari lebih dari 30 negara. Para duta asing ini bepergian ke Tiongkok untuk memberi penghormatan kepada kaisar. Perjalanan Zheng He menggandakan jumlah negara yang memiliki hubungan diplomatik dengan Tiongkok. Ia juga membantu menumpas bajak laut yang menyerang kapal-kapal perdagangan. Ia menjadikan Samudera Hindia aman untuk perdagangan.
Tantangan dan Masa Sulit
Zheng He menghadapi tantangan besar di setiap perjalanan. Badai hampir menenggelamkan kapalnya beberapa kali. Bajak laut menyerang armadanya di lepas pantai Sumatra. Ia mengalahkan mereka dan menangkap pemimpin mereka. Seorang raja di Sri Lanka mencoba merampok harta bendanya. Zheng He menangkap raja tersebut dan membawanya kembali ke Tiongkok. Kru mengalami penyakit skurvi dan penyakit lainnya. Air tawar dan makanan menipis dalam perjalanan panjang. Zheng He juga menghadapi musuh politik di Tiongkok. Banyak pejabat berpikir bahwa perjalanan tersebut membuang-buang uang. Mereka berargumen bahwa Tiongkok tidak membutuhkan barang-barang asing. Setelah kaisar meninggal pada tahun 1424, kaisar baru membatalkan perjalanan tersebut. Zheng He melakukan satu perjalanan terakhir pada tahun 1431. Kemudian armada itu tidak pernah berlayar lagi.
Fakta Menarik Tentang Selebriti Ini
Zheng He memiliki tinggi lebih dari tujuh kaki. Ia menjulang di atas kebanyakan orang pada masanya. Ia juga seorang Muslim yang taat. Ia berdoa lima kali sehari, bahkan di kapal-kapalnya. Ia mendirikan area doa khusus di kapal harta terbesar. Ia juga menghormati agama lain. Ia memberikan persembahan kepada dewi Buddha Mazu sebelum setiap perjalanan. Ia tidak pernah makan daging babi, mengikuti keyakinan Muslimnya. Ia menyukai minum teh dari cangkir keramik kecil. Ia juga menikmati bermain catur Tiongkok dengan para perwiranya. Ia memelihara seekor burung beo peliharaan yang belajar mengatakan "angin baik" dalam beberapa bahasa. Ia mengumpulkan peta dari setiap pelabuhan yang ia kunjungi. Koleksi peta pribadinya adalah yang terbesar di dunia.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Perjalanan Zheng He menunjukkan bahwa Tiongkok bisa menjadi kekuatan maritim. Kapal-kapalnya jauh lebih besar daripada kapal-kapal Columbus. Ia berlayar hampir 100 tahun sebelum Columbus mencapai Amerika. Ekspedisinya bersifat damai. Ia tidak menaklukkan atau memperbudak orang. Ia membawa hadiah dan meminta persahabatan. Hari ini, Tiongkok menghormati Zheng He sebagai simbol keterlibatan damai. Beberapa museum di Tiongkok memamerkan replika kapal harta miliknya. Sekolah-sekolah mengajarkan kisahnya untuk menunjukkan kejayaan eksplorasi Tiongkok. Angkatan laut Tiongkok telah menamai kapal-kapal setelahnya. Ia juga menginspirasi orang-orang Asia di seluruh dunia. Ia membuktikan bahwa orang Asia bisa menjadi penjelajah hebat.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anda bisa belajar bahwa prestasi besar dimulai dari awal yang kecil. Zheng He mulai sebagai anak yang ditangkap. Ia berakhir sebagai laksamana. Anda juga bisa belajar untuk menghormati budaya lain. Ia berdoa sebagai seorang Muslim dan menghormati dewa-dewa Buddha. Anda bisa belajar bahwa perjalanan damai membangun persahabatan. Ia membawa hadiah, bukan senjata. Anda bisa belajar bahwa catatan itu penting. Setelah perjalanan-perjalanannya berakhir, Tiongkok membakar catatan kapalnya. Banyak pengetahuan hilang. Simpan catatan yang baik tentang petualangan Anda. Anda juga bisa belajar bahwa keputusan buruk seseorang bisa mengakhiri sesuatu yang hebat. Seorang kaisar baru menghentikan perjalanan tersebut. Kapal-kapal itu membusuk di pelabuhan.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Zheng He.
Pertanyaan 1: Berapa banyak perjalanan yang dipimpin Zheng He antara tahun 1405 dan 1433?
Jawaban: Tujuh perjalanan.
Pertanyaan 2: Apa nama jenis kapal terbesar Zheng He?
Jawaban: Kapal harta.
Pertanyaan 3: Hewan apa yang dibawa Zheng He kembali dari Afrika yang dianggap orang sebagai makhluk ajaib?
Jawaban: Jerapah.
Pertanyaan 4: Apa agama Zheng He?
Jawaban: Islam (Muslim).
Pertanyaan 5: Seberapa tinggi Zheng He?
Jawaban: Lebih dari tujuh kaki.
Aktivitas: Gambar sebuah gambar kapal harta Zheng He di samping lapangan sepak bola. Tunjukkan seberapa panjang kapal itu dibandingkan dengan lapangan. Kemudian gambar satu hewan yang ia bawa kembali dari Afrika. Tulis satu kalimat tentang ke mana Anda akan berlayar jika Anda memiliki kapal raksasa.
Zheng He berlayar melintasi lautan yang tampak tak berujung. Ia mengunjungi negeri-negeri yang sebagian besar orang Tiongkok anggap sebagai mitos. Ia membawa kembali hewan-hewan yang belum pernah dilihat oleh siapa pun. Ia berteman dengan raja-raja yang berbicara dalam berbagai bahasa. Ia berdoa kepada Tuhan di tengah laut. Ia tidak pernah menaklukkan atau mencuri. Ia memberikan hadiah dan meminta tidak lebih dari persahabatan. Kemudian, setelah perjalanan terakhirnya, negaranya berpaling dari laut. Para pejabat membakar catatan dan peta-petanya. Kapal-kapal harta itu membusuk di pelabuhan mereka. Tiongkok menutup diri dari dunia selama berabad-abad. Kisah Zheng He sangat menginspirasi dan menyedihkan. Ini menunjukkan apa yang bisa dicapai manusia. Ini juga menunjukkan apa yang kita hilangkan ketika kita berhenti menjelajah. Dunia masih penuh dengan lautan. Anda tidak perlu kapal harta untuk menjelajah. Anda hanya perlu rasa ingin tahu dan keberanian. Lihatlah peta. Pilih tempat yang belum pernah Anda dengar. Pelajari satu fakta tentangnya hari ini. Itulah cara eksplorasi dimulai. Itulah cara Anda menjadi seperti Zheng He.

