Apa yang Membuat Yan Xishan Menjadi Pembangun Modern Tiongkok Lama? Kisah Selebriti: Yan Xishan

Apa yang Membuat Yan Xishan Menjadi Pembangun Modern Tiongkok Lama? Kisah Selebriti: Yan Xishan

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Selebriti Ini?
Yan Xishan adalah pemimpin yang berpengaruh dalam sejarah Tiongkok modern. Ia memimpin Provinsi Shanxi selama hampir empat puluh tahun. Orang-orang menyebutnya "Gubernur Teladan" Tiongkok. Ia membangun pabrik, sekolah, dan jalur kereta api di Shanxi. Ia mengubah provinsi yang miskin dan agraris menjadi tempat yang modern. Banyak orang menghormatinya karena ide-ide praktisnya. Ia percaya pada penggunaan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah. Ia juga menulis banyak buku tentang pemikirannya. Kisahnya menunjukkan bagaimana seorang pemimpin dapat mengubah jutaan kehidupan.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Yan Xishan lahir pada tahun 1883 di Provinsi Shanxi, Tiongkok. Keluarganya menjalankan bisnis perbankan kecil. Yan muda tumbuh di sebuah kota bernama Dingxiang. Ia melihat ayahnya bekerja keras setiap hari. Ibunya mengajarinya untuk baik kepada orang-orang miskin. Ia suka bermain dengan abakus dan menghitung angka. Ia juga menikmati melihat pandai besi membuat alat dari logam. Api dan suara palu memikatnya. Ia bermimpi membangun sesuatu yang dapat membantu orang. Keluarganya tidak terlalu kaya, tetapi mereka menghargai pendidikan. Mereka menabung untuk pendidikannya.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Yan Xishan pertama kali bersekolah di sekolah tradisional Tiongkok. Ia belajar ajaran Konfusius dan puisi klasik. Kemudian ayahnya mengirimnya ke akademi militer modern. Ia belajar di Taiyuan, ibu kota Shanxi. Setelah itu, ia pergi ke Jepang untuk pelatihan lebih lanjut. Jepang telah membangun banyak pabrik dan sekolah modern. Yan merasa kagum dengan apa yang dilihatnya. Ia mempelajari ilmu militer, teknik, dan ekonomi. Ia juga belajar bagaimana Jepang dapat modernisasi dengan cepat. Ia mencatat dengan teliti tentang segala sesuatu. Ia memutuskan untuk membawa ide-ide ini kembali ke Tiongkok. Ia kembali ke rumah siap untuk membangun kembali provinsinya.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Yan Xishan menjadi sukses dengan berpikir praktis. Ia menjadi gubernur Provinsi Shanxi pada tahun 1911. Ia baru berusia 28 tahun saat itu. Ia segera mulai membangun. Ia mengundang insinyur dari negara lain untuk membantu. Ia membuka pabrik modern pertama di Shanxi. Pabrik itu memproduksi senjata dan alat. Ia juga membangun sistem kereta api yang menghubungkan kota-kota. Ia menciptakan sistem perbankan baru untuk petani. Ia bahkan memulai perusahaan maskapai penerbangan. Ia membuat garam, kertas, dan rokok sendiri. Ia ingin Shanxi sepenuhnya mandiri. Segala sesuatu yang dibutuhkan orang, Shanxi bisa memproduksinya sendiri.

Ide-Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Yan Xishan adalah membangun ribuan sekolah. Sebelum ia, sebagian besar anak-anak di Shanxi tidak bisa membaca. Ia menjadikan sekolah dasar gratis untuk setiap anak. Ia membangun perguruan tinggi pelatihan guru di seluruh provinsi. Ia juga membangun sekolah menengah dan universitas. Ia menciptakan sekolah khusus untuk petani agar belajar metode baru. Ia memperkenalkan pengobatan modern dan rumah sakit. Ia membangun jalan yang menghubungkan setiap kabupaten. Ia juga memulai pabrik yang memproduksi baja, semen, dan listrik. Ia bahkan menciptakan mata uangnya sendiri untuk Shanxi. Pada tahun 1930, Shanxi telah menjadi salah satu provinsi paling modern di Tiongkok.

Tantangan dan Masa Sulit
Yan Xishan menghadapi tantangan besar selama pemerintahannya. Jepang menginvasi Tiongkok pada tahun 1937 dan menyerang Shanxi. Bom Jepang menghancurkan banyak pabrik yang ia bangun. Yan terpaksa melarikan diri dari provinsinya yang dicintainya. Ia kehilangan hampir semua yang telah ia kerjakan. Kemudian, perang saudara meletus di Tiongkok. Yan mendapati dirinya terjebak di antara berbagai tentara. Banyak teman dan koleganya meninggal. Ia harus membuat pilihan sulit. Beberapa orang mengkritik keputusannya. Yang lain menuduhnya berpindah pihak. Yan merasa sangat sedih tentang tuduhan ini. Ia selalu percaya bahwa ia melakukan yang terbaik untuk rakyat Shanxi. Ia akhirnya pindah ke Taiwan pada tahun 1949.

Fakta Menarik tentang Selebriti Ini
Yan Xishan suka bersepeda di sekitar kota Taiyuan. Ia tidak menyukai mobil atau transportasi mewah. Ia juga menikmati menanam sayuran sendiri di kebun kecil. Ia makan dengan sederhana, sering hanya mie dan sayuran. Yan tidak pernah minum alkohol atau kopi. Ia lebih suka air panas biasa tanpa tambahan apa pun. Ia menulis pemikirannya dalam sebuah buku harian setiap malam. Ia mengisi lebih dari seratus buku catatan. Ia juga suka mendengarkan opera Peking. Ia tahu semua lagu dengan baik. Yan merancang pakaiannya sendiri yang sederhana. Ia berpikir bahwa seragam mewah membuang-buang uang. Ia juga memelihara seekor ayam jantan peliharaan yang mengikutinya.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Ide-ide Yan Xishan tentang kemandirian masih relevan hingga hari ini. Ia percaya bahwa suatu tempat harus memproduksi barang-barangnya sendiri. Banyak pemimpin modern mempelajari rencana ekonominya. Sekolah-sekolahnya mendidik satu generasi orang Shanxi. Para siswa itu kemudian menjadi guru, dokter, dan insinyur. Jalan dan rel kereta yang ia bangun masih digunakan orang hingga kini. Beberapa pabriknya terus beroperasi selama beberapa dekade. Tulisan-tulisannya tentang kepemimpinan praktis masih ada di perpustakaan universitas. Sejarawan mempelajari pendekatannya yang unik dalam pemerintahan. Ia menunjukkan bahwa provinsi yang miskin dapat menjadi kaya melalui perencanaan dan kerja keras.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anda bisa belajar bahwa pendidikan mengubah segalanya. Yan Xishan membangun sekolah karena ia tahu bahwa belajar membuat hidup lebih baik. Anda juga bisa belajar untuk memanfaatkan apa yang Anda miliki. Shanxi tidak memiliki sungai besar atau pelabuhan. Tetapi Yan menggunakan gunung dan batubara untuk membangun pabrik. Anda bisa belajar untuk merencanakan masa depan. Ia memikirkan apa yang dibutuhkan Shanxi dua puluh tahun kemudian. Anda juga bisa belajar untuk membangun kembali setelah kehilangan. Bom menghancurkan pabrik-pabriknya. Tetapi ia tidak pernah menyerah. Ia memulai lagi dan lagi. Anda bisa belajar bahwa pemimpin melayani orang lain. Ia membangun rumah sakit, bukan istana. Ia membantu petani, bukan hanya orang kaya.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Yan Xishan.

Pertanyaan 1: Provinsi Tiongkok mana yang dipimpin Yan Xishan?
Jawaban: Provinsi Shanxi.

Pertanyaan 2: Negara mana yang dikunjungi Yan Xishan untuk belajar tentang modernisasi?
Jawaban: Jepang.

Pertanyaan 3: Sekolah jenis apa yang dibuat Yan Xishan gratis untuk setiap anak?
Jawaban: Sekolah dasar.

Pertanyaan 4: Kendaraan apa yang sangat disukai Yan Xishan untuk berkeliling kota?
Jawaban: Sepeda.

Pertanyaan 5: Ke mana Yan Xishan akhirnya pindah pada tahun 1949?
Jawaban: Taiwan.

Aktivitas: Bayangkan Anda adalah pemimpin kota atau lingkungan Anda. Gambar sebuah gambar yang menunjukkan tiga hal yang akan Anda bangun untuk membantu orang. Ini bisa berupa sekolah, taman, rumah sakit, atau perpustakaan. Tulis satu kalimat yang menjelaskan mengapa setiap hal itu penting.

Yan Xishan menjalani kehidupan yang sangat panjang dan produktif. Ia meninggal pada tahun 1960 pada usia 77 tahun. Ia melihat provinsinya bangkit dari kemiskinan menjadi kemakmuran. Kemudian ia melihat perang menghancurkan banyak dari karyanya. Tetapi ia tidak pernah berhenti percaya pada kemajuan. Ia tidak pernah berhenti membaca, menulis, dan belajar. Ia mengajarkan kita bahwa satu orang dapat membangun hal-hal besar. Bukan dengan sihir, tetapi dengan perencanaan dan ketekunan. Ia juga mengajarkan kita bahwa kehilangan bukanlah akhir. Anda selalu bisa memulai lagi. Setiap sekolah yang ia bangun mengajarkan seorang anak untuk membaca. Setiap jalan yang ia bangun membantu seorang petani menjual makanan. Hal-hal itu bertahan. Begitu juga pelajaran dari hidupnya. Teruslah membangun. Teruslah belajar. Teruslah membantu. Itulah cara Anda mengubah dunia.