Apakah Anda pernah melihat foto hitam-putih lama seorang pemuda dengan kacamata tebal dan senyum malu? Itu adalah Buddy Holly. Dia terlihat seperti anak biasa. Tetapi dia mengubah musik selamanya. Kisah Selebriti ini: Buddy Holly akan memperkenalkan Anda kepada seorang musisi yang hanya hidup selama 22 tahun. Dalam waktu singkat itu, dia menulis dan merekam beberapa lagu paling terkenal dalam sejarah. Dia menciptakan susunan band rock standar: dua gitar, bass, dan drum. The Beatles menamai diri mereka setelah bandnya. Tanpa Buddy Holly, rock and roll akan terdengar sangat berbeda.
Mari kita bertemu dengan anak laki-laki dari Lubbock, Texas. Karirnya hanya berlangsung selama 18 bulan. Tetapi pengaruhnya telah bertahan lebih dari 60 tahun.
Siapa Selebriti Ini?
Buddy Holly adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan gitaris asal Amerika. Dia hidup dari tahun 1936 hingga 1959. Nama aslinya adalah Charles Hardin Holley. Dia mulai tampil sebagai remaja. Dia menjadi terkenal pada tahun 1957 dengan lagu "That'll Be the Day." Dia mengenakan kacamata hitam tebal yang menjadi ciri khasnya.
Mengapa dia terkenal? Dia menulis lagunya sendiri dan memainkan gitarnya sendiri. Itu jarang terjadi pada tahun 1950-an. Kebanyakan penyanyi hanya membawakan lagu yang ditulis oleh orang lain. Buddy Holly melakukan semuanya sendiri. Dia juga bereksperimen di studio rekaman. Dia menggunakan vokal yang dilacak ganda dan alat musik orkestra. Dia mempengaruhi semua orang yang datang setelahnya. The Beatles, Rolling Stones, Bob Dylan, dan Bruce Springsteen semua menyebutnya sebagai pahlawan. Dia meninggal sangat muda. Tetapi musiknya tidak pernah mati.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Buddy Holly lahir di Lubbock, Texas. Lubbock adalah kota datar dan kering di tengah-tengah tidak ada. Tidak banyak yang bisa dilakukan. Jadi, Buddy kecil menciptakan kesenangannya sendiri. Dia belajar bermain piano, biola, dan gitar. Saudaranya mengajarinya akor. Dia mendengarkan musik country di radio. Dia juga mendengar rhythm and blues dari stasiun Black. Dia mencampurkan gaya-gaya itu.
Keluarganya tidak kaya. Ayahnya bekerja serabutan. Ibunya tinggal di rumah bersama anak-anak. Buddy adalah anak yang pendiam dan pemalu. Dia tidak suka menjadi pusat perhatian. Tetapi dia mencintai musik. Dia akan duduk di kamarnya dan bermain gitar selama berjam-jam.
Dia bertemu dengan seorang anak bernama Bob Montgomery. Mereka menjadi sahabat terbaik. Mereka bernyanyi bersama di acara bakat sekolah. Mereka tampil di stasiun radio lokal. Buddy mulai menulis lagu-lagunya sendiri. Dia baru berusia 12 tahun. Musik sudah menjadi seluruh hidupnya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Buddy Holly bersekolah di Lubbock. Dia bukan siswa yang hebat. Dia tidak menikmati duduk di kelas. Pikirannya selalu tentang musik. Dia hampir tidak lulus sekolah menengah. Para gurunya menganggapnya malas. Dia bukan malas. Dia hanya memiliki prioritas yang berbeda.
Dia belajar musik dengan mendengarkan dan meniru. Dia mendengarkan para raja country seperti Hank Williams. Dia mendengarkan para bluesman seperti Lead Belly. Dia mendengarkan rekaman awal Elvis Presley. Dia mempelajari teknik-teknik mereka. Lalu dia mengubahnya.
Dia juga belajar dari penampilan. Dia dan Bob Montgomery bermain di setiap klub, pameran, dan stasiun radio yang mau menerima mereka. Mereka membuka untuk penampilan terkenal. Suatu malam, mereka membuka untuk Elvis Presley. Buddy mengamati Elvis dengan seksama. Dia melihat bagaimana seorang anak pemalu dari Selatan bisa menjadi superstar. Dia percaya dia juga bisa melakukannya.
Pendidikan sebenarnya datang ketika dia bertemu dengan seorang produser bernama Norman Petty. Norman mengajarkan Buddy cara menggunakan studio rekaman. Dia mengajarinya tentang mikrofon, gema, dan overdubbing. Buddy belajar dengan cepat. Dia menjadi jenius studio dalam waktu hanya beberapa tahun.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Buddy Holly menjadi sukses setelah banyak percobaan. Dia pertama kali merekam di Nashville pada tahun 1956. Para produser di sana tidak memahaminya. Mereka membuatnya terdengar seperti penyanyi country. Dia membencinya. Rekaman-rekaman itu gagal.
Dia tidak menyerah. Dia pergi ke Clovis, New Mexico. Dia merekam dengan Norman Petty. Mereka mencoba lagu baru berjudul "That'll Be the Day." Buddy menulisnya setelah menonton film "The Searchers." Dalam film itu, John Wayne berkata, "That'll be the day." Buddy mengubah frasa itu menjadi sebuah lagu.
Lagu itu berbeda. Itu memiliki riff gitar yang kuat. Suara Buddy jelas dan langsung. Bandnya bermain ketat dan cepat. Sebuah perusahaan rekaman merilisnya pada tahun 1957. Itu menjadi hit nomor satu. Buddy Holly adalah bintang.
Kemudian datang lebih banyak hit. "Peggy Sue" memiliki ketukan drum yang terkenal. "Everyday" menggunakan celesta dan kotak kardus untuk perkusi. "Oh, Boy!" adalah energi murni. Dia terus melakukan tur. Dia muncul di TV nasional. Dia bahkan melakukan tur ke Australia dan Inggris. Di Inggris, empat anak laki-laki muda menonton dia bermain. Mereka kemudian menjadi The Beatles.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Buddy Holly adalah bahwa sebuah band rock harus memiliki dua gitar, bass, dan drum. Sebelum dia, band rock menggunakan piano atau saksofon sebagai instrumen utama. Dia menjadikan gitar sebagai bintang. Susunan itu menjadi standar untuk setiap band rock setelahnya.
Prestasi terbesarnya adalah penulisan lagunya. Dia menulis lagu-lagu yang sederhana tetapi tak terlupakan. Lagu-lagu seperti "Not Fade Away" dan "Rave On" adalah abadi. Mereka terdengar segar bahkan hingga hari ini. Dia juga menulis lagu-lagu sedih seperti "True Love Ways." Dia menunjukkan bahwa musik rock juga bisa lembut.
Prestasi besar lainnya adalah eksperimen studio yang dilakukannya. Dia adalah salah satu musisi rock pertama yang melakukan double-tracking suaranya. Itu berarti dia merekam suaranya dua kali dan melapisi rekaman tersebut. Itu menciptakan suara yang lebih penuh. Setiap penyanyi modern menggunakan teknik ini. Buddy Holly yang menciptakannya.
Dia juga membentuk bandnya sendiri yang disebut The Crickets. Nama itu menginspirasi band lain. Beberapa tahun kemudian, empat pria muda dari Liverpool menamai diri mereka The Beatles. Itulah seberapa kuat pengaruh Buddy Holly.
Tantangan dan Masa Sulit
Buddy Holly menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia tumbuh di kota Texas yang konservatif. Orang-orang tidak memahami rock and roll. Mereka menganggapnya musik setan. Dia menghadapi kritik dari komunitasnya sendiri.
Kedua, label rekamannya menipunya dari uang. Dia tidak memiliki lagu-lagunya sendiri selama bertahun-tahun. Dia harus berjuang untuk apa yang menjadi haknya.
Ketiga, tekanan dari ketenaran sangat intens. Dia terus melakukan tur. Dia jarang tidur. Dia merindukan keluarganya dan istrinya. Dia baru berusia 22 tahun. Itu terlalu muda untuk menghadapi begitu banyak stres.
Keempat, tantangan terbesarnya datang di akhir. Pada bulan Januari 1959, dia sedang dalam tur di Midwest. Bus tur terus-menerus mogok di cuaca dingin yang membekukan. Buddy memutuskan untuk menyewa pesawat kecil untuk sampai ke pertunjukan berikutnya. Pesawat itu jatuh tak lama setelah lepas landas. Buddy Holly meninggal seketika. Dia baru berusia 22 tahun. Dunia kehilangan seorang jenius. Hari kecelakaan itu disebut "Hari Musik Mati."
Fakta Menarik tentang Selebriti
Buddy Holly mengenakan kacamata tebal karena dia buta secara hukum.

