Siapa yang Menghabiskan Tujuh Tahun Melukis Gulungan yang Sama dan Menjadi Legenda? Kisah Selebriti: Huang Gongwang

Siapa yang Menghabiskan Tujuh Tahun Melukis Gulungan yang Sama dan Menjadi Legenda? Kisah Selebriti: Huang Gongwang

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa yang Menghabiskan Tujuh Tahun Melukis Gulungan yang Sama dan Menjadi Legenda?
Huang Gongwang adalah salah satu pelukis lanskap terbesar dalam sejarah Tiongkok. Ia hidup sekitar 700 tahun yang lalu pada masa Dinasti Yuan. Orang-orang menyebutnya sebagai salah satu dari "Empat Master Dinasti Yuan." Ia menghabiskan tujuh tahun untuk melukis karya terkenalnya. Lukisan itu berjudul "Dwelling in the Fuchun Mountains." Panjangnya lebih dari 20 kaki. Lukisan ini dianggap sebagai salah satu karya terbesar dalam sejarah Tiongkok. Kisahnya menunjukkan bahwa seni yang hebat membutuhkan waktu.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Huang Gongwang lahir pada tahun 1269 M di Changshu, Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Nama aslinya adalah Lu Jian. Ia diadopsi oleh keluarga Huang ketika masih muda. Ia dibesarkan dalam keluarga cendekiawan. Huang muda menyukai melukis sejak usia sangat dini. Ia juga menikmati membaca puisi dan sejarah. Ia bermimpi menjadi pejabat pemerintah. Dinasti Song telah jatuh. Dinasti Mongol Yuan menguasai Tiongkok. Banyak orang Tiongkok menolak untuk melayani para penakluk. Huang mencoba meskipun demikian. Ia lulus ujian kekaisaran dan menjadi pejabat kecil.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Huang Gongwang belajar dengan guru-guru terbaik di masanya. Ia mempelajari klasik Konfusianisme dan sejarah. Ia juga mempelajari kaligrafi dan melukis. Guru terpentingnya adalah Zhao Mengfu, master besar dari semua seni. Zhao mengajarkan Huang cara melukis lanskap. Ia mengajarinya menggunakan kuas seperti seorang penari. Ia mengajarinya untuk menangkap semangat gunung, bukan hanya bentuknya. Huang juga mempelajari karya-karya master sebelumnya. Ia menyalin lukisan Dong Yuan dan Juran, pelukis lanskap besar di masa lalu. Ia menghabiskan bertahun-tahun mempelajari teknik mereka. Kemudian ia mengembangkan gaya sendiri.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Huang Gongwang menjadi sukses setelah ia berhenti mencoba menjadi pejabat. Ia dituduh melakukan kejahatan dan dipenjara. Ia tidak bersalah. Namun pengalaman itu mengubahnya. Setelah dibebaskan, ia meninggalkan karir pemerintahnya. Ia menjadi seorang pendeta Tao dan pelukis pengembara. Ia bepergian melalui pegunungan Provinsi Zhejiang. Ia tinggal di sebuah gubuk sederhana di tepi Sungai Fuchun. Ia menghabiskan harinya melukis, bermeditasi, dan mengamati alam. Ia mengamati bagaimana kabut bergerak di atas gunung. Ia memperhatikan bagaimana cahaya mengubah warna air. Ia berteman dengan cendekiawan dan seniman. Reputasinya tumbuh.

Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Huang Gongwang adalah "Dwelling in the Fuchun Mountains." Ia mulai melukis sekitar usia 70 tahun. Ia tidak terburu-buru. Ia melukis ketika merasa terinspirasi. Terkadang ia menambahkan beberapa goresan. Terkadang ia membiarkannya selama berbulan-bulan. Lukisan itu memakan waktu tujuh tahun untuk diselesaikan. Gulungan akhirnya lebih dari 20 kaki panjangnya. Itu menunjukkan lanskap di sepanjang Sungai Fuchun. Sisi kanan menunjukkan bukit-bukit bergelombang dan gubuk seorang nelayan. Bagian tengah menunjukkan gunung-gunung yang menjulang dalam kabut. Sisi kiri menunjukkan sungai yang lebar dengan perahu. Tidak ada warna cerah. Hanya tinta di atas kertas. Goresan kuasnya longgar dan bebas. Lukisan itu terasa seperti lanskap nyata, bukan yang dipentaskan.

Tantangan dan Masa Sulit
Huang Gongwang menghadapi tantangan hidup di bawah kekuasaan asing. Dinasti Mongol Yuan bukanlah Tiongkok. Banyak seniman Tiongkok menolak untuk melayani mereka. Mereka melukis dalam gaya yang disebut "lukisan literati." Gaya ini menekankan ekspresi pribadi di atas keterampilan teknis. Huang menjadi master gaya ini. Ia juga menghadapi tantangan kemiskinan. Ia tidak memiliki gaji pemerintah. Ia menjual lukisan untuk bertahan hidup. Terkadang ia tidak memiliki uang untuk kertas. Ia melukis di atas kain tua atau tikar bambu. Ia juga menghadapi tantangan waktu. Ia mulai mahakaryanya pada usia 70 tahun. Ia menyelesaikannya pada usia 77 tahun. Ia tahu bahwa ia memiliki waktu terbatas. Ia tetap melukis dengan hati-hati.

Fakta Menarik Tentang Selebriti Ini
Huang Gongwang menyukai ikan segar dari Sungai Fuchun. Ia menangkapnya sendiri. Ia juga menikmati minum anggur beras, tetapi hanya secangkir kecil setiap hari. Ia tidak pernah mengenakan sutra. Ia lebih suka jubah katun sederhana. Ia memiliki kebun kecil di mana ia menanam bambu dan pohon prem. Ia menyukai melukisnya di salju. Ia juga menikmati bermain alat musik gesek yang disebut qin. Ia memainkannya sambil menonton matahari terbenam. Ia tidak pernah melukis di malam hari. Ia mengatakan warna alam menghilang dalam kegelapan. Ia memelihara seekor bangau peliharaan yang berjalan di sampingnya di jalur pegunungan.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
"Dwelling in the Fuchun Mountains" karya Huang Gongwang adalah harta nasional. Lukisan ini memiliki sejarah dramatis. Pada tahun 1650, seorang kolektor sangat menyukainya sehingga ia memerintahkan untuk membakarnya agar bisa dimakamkan bersamanya. Keponakannya menyelamatkan lukisan itu dari api. Namun api telah membakar lukisan itu menjadi dua bagian. Satu bagian sekarang ada di Museum Provinsi Zhejiang. Bagian lainnya ada di Museum Istana Nasional di Taipei. Pada tahun 2011, kedua bagian tersebut dipamerkan bersama untuk pertama kalinya dalam 360 tahun. Jutaan orang datang untuk melihatnya. Lukisan ini dianggap sebagai salah satu karya terbesar seni Tiongkok. Gaya longgar dan bebas Huang mempengaruhi generasi pelukis.

Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anda dapat belajar bahwa karya besar membutuhkan waktu. Huang menghabiskan tujuh tahun untuk satu lukisan. Anda juga dapat belajar bahwa kegagalan dapat mengarah pada kesuksesan. Kehilangan pekerjaannya membawanya menjadi pelukis hebat. Anda dapat belajar untuk mengamati alam dengan cermat. Ia mengamati kabut dan cahaya selama bertahun-tahun sebelum melukis. Anda dapat belajar untuk melukis apa yang Anda rasakan, bukan hanya apa yang Anda lihat. Goresannya longgar dan bebas, bukan sempurna. Anda juga dapat belajar bahwa usia tua bukanlah alasan untuk berhenti. Ia memulai mahakaryanya pada usia 70 tahun.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Huang Gongwang.

Pertanyaan 1: Apa nama lukisan paling terkenal Huang Gongwang?
Jawaban: Dwelling in the Fuchun Mountains.

Pertanyaan 2: Berapa tahun Huang Gongwang menghabiskan waktu untuk melukis mahakaryanya?
Jawaban: Tujuh tahun.

Pertanyaan 3: Berapa panjang lukisan terkenal Huang Gongwang?
Jawaban: Lebih dari 20 kaki panjangnya.

Pertanyaan 4: Hewan apa yang menemani Huang Gongwang di jalur pegunungan?
Jawaban: Seekor bangau peliharaan.

Pertanyaan 5: Apa yang terjadi pada lukisan itu pada tahun 1650?
Jawaban: Seorang kolektor mencoba membakarnya, dan itu terbelah menjadi dua bagian.

Aktivitas: Temukan lanskap di luar jendela Anda. Luangkan lima menit hanya untuk melihatnya. Perhatikan bentuk pohon dan awan. Kemudian coba gambar dari ingatan. Jangan khawatir tentang garis yang sempurna. Cobalah untuk menangkap perasaan dari pemandangan tersebut. Inilah cara Huang Gongwang melukis. Anda sedang berlatih melukis literati. Gambarlah gambar Huang Gongwang duduk di tepi Sungai Fuchun dengan bangau peliharaannya.

Huang Gongwang menyia-nyiakan tahun-tahun awalnya. Ia belajar untuk ujian kekaisaran. Ia menjabat sebagai pejabat kecil. Ia dipenjara karena kejahatan yang tidak dilakukannya. Kemudian, pada usia 50 tahun, ia memulai kembali. Ia menjadi seorang pendeta Tao. Ia menjadi pelukis pengembara. Ia tinggal di sebuah gubuk di tepi sungai. Ia makan ikan yang ia tangkap sendiri. Ia mengamati kabut yang naik dari air selama dua puluh tahun. Pada usia 70 tahun, ia membuka gulungan kosong. Ia mengambil kuasnya. Ia melukis beberapa goresan. Kemudian ia berhenti. Ia menunggu sehari. Ia melukis beberapa goresan lagi. Ia menunggu sebulan. Ia melukis beberapa goresan lagi. Tujuh tahun kemudian, ia menyelesaikannya. Gulungan itu lebih dari 20 kaki panjangnya. Itu menunjukkan gunung, sungai, perahu, dan gubuk. Itu menunjukkan kabut, cahaya, dan angin. Itu menunjukkan semangat Sungai Fuchun. Itu menunjukkan jiwa seorang pria tua yang akhirnya menemukan jalannya. Kisahnya mengajarkan kita bahwa tidak pernah terlambat. Anda dapat memulai kembali pada usia 50 tahun. Anda dapat menciptakan mahakarya pada usia 70 tahun. Anda dapat menemukan tujuan Anda setelah gagal dalam segala hal. Huang Gongwang melakukannya. Sekarang giliran Anda. Jangan terburu-buru. Amati dengan cermat. Lukislah dari hati. Dan ingat, hal-hal besar membutuhkan waktu. Tujuh tahun bukanlah waktu yang terlalu lama untuk sesuatu yang akan bertahan selamanya. Itulah cara Huang Gongwang. Itulah juga cara Anda. Sekarang pergi temukan Sungai Fuchun Anda. Ia sedang menunggu.