Siapa Pelukis dan Kaligrafer yang Menguasai Setiap Gaya dan Menjadi Cendekiawan Terkenal? Kisah Selebriti: Zhao Mengfu

Siapa Pelukis dan Kaligrafer yang Menguasai Setiap Gaya dan Menjadi Cendekiawan Terkenal? Kisah Selebriti: Zhao Mengfu

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Pelukis dan Kaligrafer yang Menguasai Setiap Gaya dan Menjadi Cendekiawan Terkenal?
Zhao Mengfu adalah salah satu seniman paling serbaguna dalam sejarah Tiongkok. Ia hidup sekitar 700 tahun yang lalu pada masa Dinasti Yuan. Ia menguasai kaligrafi, lukisan, puisi, dan ukiran segel. Ia dapat menulis dalam setiap gaya kaligrafi dengan keterampilan yang sama. Ia melukis kuda, orang, dan pemandangan dengan keindahan yang setara. Ia melayani kaisar Mongol sebagai cendekiawan dan pejabat. Karyanya mempengaruhi seni Tiongkok selama 700 tahun. Kisahnya menunjukkan bahwa menguasai banyak keterampilan lebih baik daripada menguasai satu.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Zhao Mengfu lahir pada tahun 1254 M di Wuxing, yang sekarang disebut Huzhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok. Keluarganya adalah cendekiawan dan pejabat Dinasti Song. Zhao muda tumbuh di rumah yang dipenuhi buku dan lukisan. Ia menyukai menggambar dan menulis sejak usia sangat muda. Ia akan melukis selama berjam-jam di taman. Ia juga menikmati membaca puisi dan sejarah. Ayahnya meninggal ketika Zhao berusia 11 tahun. Ibunya membesarkannya sendirian dan mendorong bakat artistiknya. Ia memberitahunya bahwa seni akan menjadi pelariannya dari dunia yang kacau. Dinasti Song jatuh ketika ia berusia 22 tahun.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Zhao Mengfu menerima pendidikan klasik dari guru-guru terbaik. Ia mempelajari klasik Konfusianisme, sejarah, dan sastra. Ia juga mempelajari kaligrafi dengan para master dari berbagai gaya. Ia belajar gaya Yan yang berani, gaya Ouyang yang tepat, dan gaya Wang yang elegan. Ia tidak hanya menyalin. Ia menyerap setiap gaya dan menjadikannya miliknya sendiri. Ia juga mempelajari lukisan. Ia belajar lukisan figur dari para master Song. Ia belajar lukisan pemandangan dari para master Tang. Ia belajar lukisan kuda dari para master kuno. Ia menghabiskan berjam-jam menyalin lukisan-lukisan lama. Ia mempelajari puisi dan ukiran segel. Ia menjadi salah satu orang yang paling terdidik di generasinya.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Zhao Mengfu menjadi sukses dengan melayani dinasti baru. Dinasti Yuan Mongol menaklukkan Tiongkok pada tahun 1279. Banyak pejabat Song menolak untuk melayani para penakluk. Mereka pensiun ke pegunungan dan hidup sebagai pertapa. Zhao memilih jalan yang berbeda. Ia menerima undangan kaisar Mongol untuk melayani. Ia menjadi cendekiawan di istana kekaisaran. Beberapa orang Tiongkok menyebutnya pengkhianat. Zhao mengabaikan kritik tersebut. Ia menggunakan posisinya untuk melestarikan budaya Tiongkok. Ia meyakinkan kaisar Mongol untuk mendukung seni tradisional Tiongkok. Ia melindungi lukisan dan kaligrafi kuno. Ia mengajarkan pejabat Mongol untuk menghargai budaya Tiongkok. Karyanya menyelamatkan banyak karya seni dari penghancuran.

Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Zhao Mengfu adalah lukisannya tentang kuda. Ia mempelajari bagaimana kuda bergerak dan berdiri. Ia menangkap semangat mereka di atas kertas. Lukisan terkenalnya adalah "Man Riding a Horse." Sapuan kuasnya sederhana tetapi penuh kehidupan. Ia juga unggul dalam lukisan pemandangan. Ia menghidupkan kembali gaya pemandangan biru-hijau dari Dinasti Tang. Ia juga melukis bambu dengan keterampilan yang luar biasa. Setiap daun terlihat seolah-olah tertiup angin. Dalam kaligrafi, ia dapat menulis dalam gaya apa pun. Skrip jalannya sebaik Wang Xizhi. Skrip standarnya seakurat Ouyang Xun. Tidak ada yang sebelum atau sesudahnya yang menguasai begitu banyak gaya.

Tantangan dan Masa Sulit
Zhao Mengfu menghadapi kritik yang konstan dari orang-orangnya sendiri. Mereka menyebutnya pengkhianat karena melayani para penakluk Mongol. Beberapa teman lamanya menolak untuk berbicara dengannya. Mereka membakar surat dan lukisannya. Zhao tidak pernah membela dirinya di depan publik. Ia mengekspresikan perasaannya melalui seni. Ia melukis gambar terkenal tentang kuda dengan pengantin pria yang jelek. Pengantin pria itu mewakili penguasa Mongol. Kuda itu mewakili dirinya, terjebak dalam pelayanan. Ia juga menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan banyak seni. Ia bisa saja berspesialisasi dalam satu gaya. Ia memilih untuk menguasai semuanya. Ini membutuhkan disiplin yang luar biasa. Ia bangun pagi setiap hari untuk berlatih. Ia belajar hingga larut malam. Ia tidak pernah mengambil cuti.

Fakta Menarik Tentang Selebriti Ini
Zhao Mengfu menyukai makan biji teratai. Ia percaya itu meningkatkan ingatannya. Ia juga menikmati minum teh yang terbuat dari bunga melati. Ia tidak pernah minum alkohol, bahkan di jamuan resmi. Ia mengatakan alkohol merusak kontrol kuasnya. Ia memiliki taman kecil dengan kolam ikan mas. Ia mengamati mereka berenang sambil memikirkan komposisi baru. Ia juga menyukai bermain guqin, alat musik bersenar tujuh. Ia memainkannya setiap malam sebelum tidur. Ia tidak pernah mengenakan jubah mewah pejabat istana. Ia lebih suka jubah gelap yang sederhana. Ia memelihara burung penyanyi peliharaan dalam sangkar bambu. Lagu burung itu membantunya fokus saat melukis.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Lukisan-lukisan Zhao Mengfu tergantung di museum-museum terbesar di dunia. Museum Istana Beijing memiliki puluhan karyanya. Museum Shanghai memiliki lukisan kuda terkenalnya. Museum Metropolitan di New York memiliki pemandangannya. Kaligrafinya masih disalin oleh siswa. Gayanya mempengaruhi generasi seniman selanjutnya. Hidupnya juga mengangkat pertanyaan penting tentang kesetiaan dan bertahan hidup. Haruskah ia menolak untuk melayani Mongol? Apakah itu akan membantu siapa pun? Pilihannya melestarikan seni dan budaya Tiongkok. Sejarawan kini memujinya sebagai pelindung tradisi. Serbagunanya terus menginspirasi seniman. Ia membuktikan bahwa satu orang dapat menguasai banyak seni.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anda bisa belajar bahwa menguasai banyak keterampilan adalah mungkin. Zhao unggul dalam kaligrafi, lukisan, puisi, dan ukiran. Anda juga bisa belajar untuk mengabaikan apa yang orang lain katakan. Orang-orang menyebutnya pengkhianat. Ia terus bekerja. Anda bisa belajar untuk menggunakan posisi Anda untuk kebaikan. Ia melayani Mongol tetapi melindungi budaya Tiongkok. Anda bisa belajar untuk mengekspresikan perasaan Anda melalui seni. Ia melukis frustrasinya dalam gambar seekor kuda. Anda juga bisa belajar bahwa tidak ada yang bisa menyenangkan semua orang. Ia membuat beberapa orang marah tidak peduli apa pun yang ia lakukan. Ia fokus pada karyanya sebagai gantinya.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Zhao Mengfu.

Pertanyaan 1: Hewan apa yang paling disukai Zhao Mengfu untuk dilukis?
Jawaban: Kuda.

Pertanyaan 2: Makanan apa yang Zhao Mengfu percaya dapat meningkatkan ingatannya?
Jawaban: Biji teratai.

Pertanyaan 3: Alat musik apa yang Zhao Mengfu mainkan setiap malam?
Jawaban: Guqin.

Pertanyaan 4: Apa yang Zhao Mengfu gunakan untuk mengekspresikan frustrasinya tentang melayani Mongol?
Jawaban: Lukisan seekor kuda dengan pengantin pria yang jelek.

Pertanyaan 5: Berapa banyak gaya kaligrafi yang bisa dikuasai Zhao Mengfu?
Jawaban: Setiap gaya (ia bisa menulis dalam semuanya).

Aktivitas: Cobalah belajar dua keterampilan berbeda hari ini. Latih menulis nama Anda dalam cetak dan tulisan sambung. Kemudian gambar gambar sederhana seekor hewan. Lalu tulis puisi dua baris tentang hewan itu. Inilah cara Zhao Mengfu bekerja di berbagai seni. Anda sedang berlatih serbaguna. Gambarlah gambar Zhao yang melukis kuda sambil menulis puisi pada saat yang sama.

Zhao Mengfu bisa saja mundur ke pegunungan. Ia bisa saja menolak untuk melayani para penakluk Mongol. Ia bisa saja hidup sebagai pertapa, melukis hanya untuk dirinya sendiri. Tidak ada yang akan menyalahkannya. Banyak temannya memilih jalan itu. Sebaliknya, Zhao berjalan ke istana musuh. Ia mengenakan jubah mereka dan makan makanan mereka. Ia membungkuk kepada kaisar mereka. Teman-teman lamanya menyebutnya pengkhianat. Mereka membakar surat-suratnya. Mereka menyebarkan rumor tentangnya. Zhao tidak membela dirinya. Ia melukis. Ia melukis kuda dengan kesedihan seorang pelayan yang terjebak. Ia melukis pemandangan dengan kerinduan seorang pengasing. Ia melukis bambu yang membungkuk tetapi tidak patah. Dan ia melindungi budaya Tiongkok dari dalam. Ia menyelamatkan lukisan yang seharusnya dibakar. Ia melestarikan kaligrafi yang seharusnya hilang. Ia mengajarkan penguasa Mongol untuk mencintai seni rakyat yang mereka taklukkan. Kisahnya mengajarkan kita bahwa ada banyak cara untuk melayani. Pertapa di gunung melayani dengan mengingat. Pejabat di istana melayani dengan melindungi. Keduanya terhormat. Keduanya diperlukan. Zhao memilih jalan yang lebih sulit. Ia menghadapi kritik. Ia meninggal dengan reputasinya yang rusak. Tetapi seninya bertahan. Budayanya bertahan. Murid-muridnya meneruskan karyanya. Dan seiring waktu, sejarah memahami pilihannya. Sekarang giliran Anda untuk memilih jalan Anda. Apakah Anda akan mundur atau terlibat? Apakah Anda akan berjuang secara terbuka atau bekerja dari dalam? Tidak ada jawaban yang benar tunggal. Tetapi apa pun yang Anda pilih, lakukanlah dengan keterampilan. Lakukanlah dengan dedikasi. Lakukanlah dengan seni. Itulah cara Zhao Mengfu. Itulah juga cara Anda.