Siapa Pengrajin Miskin yang Menjadi Seniman Terkenal di Dunia pada Usia 60 dan Hidup Hingga 97? Kisah Selebriti: Qi Baishi

Siapa Pengrajin Miskin yang Menjadi Seniman Terkenal di Dunia pada Usia 60 dan Hidup Hingga 97? Kisah Selebriti: Qi Baishi

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Siapa Pengrajin Miskin yang Menjadi Seniman Terkenal di Dunia pada Usia 60 dan Hidup Hingga 97?

Qi Baishi adalah salah satu pelukis yang paling dicintai dalam sejarah Tiongkok modern. Ia hidup sekitar 100 tahun yang lalu. Ia memulai hidup sebagai pengrajin kayu miskin dan pemahat kayu. Ia tidak mulai melukis secara serius hingga usia 30-an. Ia menjadi terkenal di usia 60. Ia hidup hingga 97 tahun. Ia melukis subjek sederhana seperti udang, bunga, dan serangga. Lukisannya terlihat segar dan hidup. Kisahnya menunjukkan bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk menemukan jalanmu.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak

Qi Baishi lahir pada tahun 1864 di Xiangtan, Provinsi Hunan, Tiongkok. Keluarganya adalah petani miskin. Qi kecil tumbuh di sebuah desa kecil. Ia lemah dan sering sakit sebagai anak-anak. Ia tidak bisa melakukan pekerjaan berat di ladang. Keluarganya khawatir tentang masa depannya. Ketika ia berusia 7 tahun, neneknya mengajarinya membaca menggunakan buku hitung sederhana. Ia menyukai belajar tetapi hanya bisa bersekolah selama satu tahun. Keluarganya membutuhkannya untuk bekerja. Pada usia 12, orang tuanya mengajarinya menjadi pengrajin kayu.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar

Qi Baishi hampir tidak memiliki pendidikan formal. Ia belajar membaca dan menulis dari neneknya dan tetangga. Ia meminjam buku dari siapa saja yang mau meminjamkannya. Ia mengajarkan dirinya sendiri kaligrafi dengan menyalin tulisan dari tablet batu. Ia juga mengajarkan dirinya sendiri untuk melukis. Guru lukis pertamanya adalah sekumpulan buku panduan lukisan tua. Ia meminjam buku-buku ini dan menyalin setiap halamannya. Ia berlatih memahat kayu dan melukis di malam hari setelah bekerja sebagai pengrajin kayu. Ia menggunakan bahan murah karena tidak punya uang. Tetapi ia berlatih terus-menerus.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?

Qi Baishi menjadi sukses dengan tidak pernah menyerah. Ia bekerja sebagai pengrajin kayu dan pemahat kayu hingga usia 27. Kemudian ia bertemu seorang cendekiawan yang mengenali bakatnya. Cendekiawan itu mengajarinya melukis dan menulis puisi. Qi menghabiskan usia 30-an dan 40-an untuk bepergian dan belajar. Ia mengunjungi gunung-gunung terkenal dan mengumpulkan buku panduan lukisan. Ia mempelajari karya-karya para maestro lama. Ia mengembangkan gaya sendiri. Tetapi ia tetap miskin dan tidak dikenal. Pada usia 55, ia pindah ke Beijing. Ia hampir tidak dikenal di sana. Ia menjual lukisannya dengan harga murah. Tetapi seniman yang lebih tua memuji karyanya. Reputasinya perlahan tumbuh. Pada usia 60, ia mulai menjual lukisan dengan harga yang baik. Pada usia 70, ia menjadi terkenal di seluruh Tiongkok. Pada usia 80, dunia mengenal namanya.

Ide Besar dan Prestasi

Prestasi terbesar Qi Baishi adalah melukis hal-hal biasa dengan indah. Ia melukis udang dengan sangat realistis sehingga orang-orang mengira udang itu hidup. Ia melukis kepiting, ikan, katak, dan serangga. Ia melukis sayuran, buah-buahan, dan bunga. Ia berkata, "Hal yang paling indah adalah hal yang paling umum." Ia juga mengembangkan gaya unik. Ia menggunakan warna cerah dan sapuan kuas yang berani. Ia menggabungkan gaya formal para maestro kuno dengan energi segar seni rakyat. Lukisannya terlihat klasik dan baru. Ia juga memahat segelnya sendiri dan menulis puisi sendiri di lukisannya. Ia adalah seorang master dalam ketiga seni: melukis, kaligrafi, dan puisi.

Tantangan dan Masa Sulit

Qi Baishi menghadapi kemiskinan selama sebagian besar hidupnya. Ia tidak mampu membeli kuas atau kertas yang baik. Ia berlatih di atas koran tua dan menggunakan tinta murah. Ia juga menghadapi tantangan tidak memiliki pendidikan formal. Ia tidak bisa membaca banyak teks klasik. Ia belajar dengan menyalin dan bertanya. Ia juga menghadapi tantangan invasi Jepang. Pada tahun 1937, Jepang menyerang Tiongkok. Qi saat itu berusia 70-an. Ia menolak untuk menjual lukisan kepada pejabat Jepang. Ia bersembunyi di studionya dan terus melukis. Ia juga menghadapi tantangan usia tua. Ia hidup hingga 97 tahun. Tangan-tangannya bergetar di tahun-tahun terakhirnya. Ia tetap melukis.

Fakta Menarik tentang Selebriti Ini

Qi Baishi sangat menyukai udang segar. Ia menyimpan mangkuk udang hidup di mejanya untuk mempelajari gerakan mereka. Ia juga menikmati makan tunas bambu. Ia menanamnya di kebunnya. Ia tidak pernah minum kopi atau teh. Ia lebih suka air panas biasa. Ia memiliki kolam kecil dengan ikan mas di studionya. Ia terus melukis mereka. Ia juga menyukai menonton jangkrik bertarung. Ia menyimpan jangkrik di pot tanah liat kecil. Ia tidak pernah mengenakan pakaian Barat. Ia lebih suka jubah tradisional Tiongkok. Ia memiliki kura-kura peliharaan yang tinggal di kebunnya. Ia percaya itu membawanya umur panjang.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?

Qi Baishi adalah salah satu pelukis Tiongkok yang paling terkenal di dunia. Lukisannya tergantung di Museum Istana di Beijing dan Museum Metropolitan di New York. Mereka terjual dengan harga jutaan dolar di lelang. Gayanya mempengaruhi generasi pelukis muda. Ia menunjukkan bahwa lukisan tradisional Tiongkok bisa tetap segar dan hidup. Ia juga menunjukkan bahwa seorang pengrajin kayu miskin bisa menjadi seniman besar. Kisah hidupnya diajarkan di sekolah-sekolah sebagai contoh ketekunan. Lukisannya tentang udang telah menjadi ikon seni Tiongkok. Orang-orang yang tidak tahu apa-apa tentang lukisan Tiongkok mengenali udang Qi.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?

Kamu bisa belajar bahwa tidak pernah ada kata terlambat. Qi menjadi terkenal pada usia 60. Kamu juga bisa belajar bahwa latihan lebih penting daripada bakat. Ia berlatih selama beberapa dekade sebelum ada yang memperhatikannya. Kamu bisa belajar untuk melukis apa yang kamu lihat. Ia menyimpan udang hidup di mejanya untuk mempelajari mereka. Kamu bisa belajar untuk menemukan keindahan dalam hal-hal biasa. Ia melukis sayuran dan serangga. Kamu juga bisa belajar untuk mengabaikan orang-orang yang mengatakan kamu terlalu tua atau terlalu miskin. Ia sudah tua dan miskin selama sebagian besar hidupnya. Ia tetap melukis.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan

Mari kita lihat apa yang kamu ingat tentang Qi Baishi.

Pertanyaan 1: Hewan apa yang dilukis Qi Baishi yang terlihat begitu nyata sehingga orang mengira mereka hidup?
Jawaban: Udang.

Pertanyaan 2: Berapa usia Qi Baishi ketika ia menjadi terkenal di seluruh Tiongkok?
Jawaban: 60 tahun (terkenal pada usia 60, terkenal di seluruh Tiongkok pada usia 70).

Pertanyaan 3: Makanan apa yang disimpan Qi Baishi di mejanya untuk dipelajari?
Jawaban: Udang hidup.

Pertanyaan 4: Hewan peliharaan apa yang diyakini Qi Baishi membawanya umur panjang?
Jawaban: Kura-kura.

Pertanyaan 5: Jenis pakaian apa yang lebih disukai Qi Baishi untuk dikenakan?
Jawaban: Jubah tradisional Tiongkok.

Aktivitas: Temukan objek sederhana di rumahmu seperti sepotong buah atau mainan kecil. Tempatkan di depanmu. Amati selama lima menit. Perhatikan bentuk, warna, dan teksturnya. Kemudian coba lukis atau gambar. Jangan khawatir tentang membuatnya sempurna. Cobalah untuk menangkap apa yang kamu lihat. Inilah yang dilakukan Qi Baishi dengan udangnya. Kamu sedang berlatih pengamatan.

Qi Baishi bisa saja menyerah. Ia memiliki setiap alasan. Tidak ada pendidikan. Tidak ada uang. Tidak ada koneksi keluarga. Anak yang sakit. Seorang pengrajin kayu miskin. Ia berusia 55 dan masih tidak dikenal. Kebanyakan orang akan menerima nasib mereka. Qi tidak. Ia pindah ke kota baru. Ia memulai dari awal. Pada usia 60, ia menjual beberapa lukisan. Pada usia 70, ia dikenal. Pada usia 80, ia terkenal. Pada usia 90, ia adalah harta nasional. Ia meninggal pada usia 97, masih melukis. Lukisan terakhirnya menunjukkan sapuan yang goyang. Tangan-tangannya tidak bisa memegang kuas dengan stabil. Tetapi semangatnya masih kuat. Kisahnya mengajarkan kita bahwa hidup tidak berakhir di usia 30. Atau 40. Atau 50. Karya terbaikmu mungkin ada di depanmu. Kesuksesan terbesarmu mungkin datang setelah puluhan tahun kegagalan. Lukisan terindahmu mungkin adalah yang kamu lukis dengan tangan yang bergetar. Qi Baishi membuktikannya. Ia beralih dari pengrajin kayu miskin menjadi seniman terkenal di dunia. Ia melakukannya melalui kesabaran, latihan, dan ketekunan. Sekarang giliranmu. Jangan menyerah. Terus berlatih. Udangmu menunggu. Karya agungmu menunggu. Masa depanmu menunggu. Itulah cara Qi Baishi. Itulah juga caramu. Sekarang pergi dan lukis.