Ibu Berusia 48 Tahun Siapa yang Menerima Kamera sebagai Hadiah dan Menjadi Pelopor Fotografi? Kisah Selebriti: Julia Margaret Cameron

Ibu Berusia 48 Tahun Siapa yang Menerima Kamera sebagai Hadiah dan Menjadi Pelopor Fotografi? Kisah Selebriti: Julia Margaret Cameron

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apakah Anda pernah melihat foto seorang wanita yang terlihat kabur, seperti mimpi? Ujung-ujungnya lembut. Cahaya bersinar. Wajahnya terlihat seperti malaikat. Itu adalah foto Julia Margaret Cameron. Dia mengambil foto-foto yang terlihat seperti lukisan dari Renaissance. Kisah Selebriti: Julia Margaret Cameron ini akan memperkenalkan Anda kepada seorang wanita yang memulai fotografi di usia yang terlambat. Dia berusia 48 tahun. Putrinya memberinya sebuah kamera. Dia langsung terpesona. Dia mengubah kandang ayam menjadi studio. Dia mengganggu teman-teman terkenalnya untuk berpose untuknya. Dia memotret penyair Alfred Lord Tennyson. Dia memotret ilmuwan Charles Darwin. Dia memotret aktris Ellen Terry. Foto-fotonya tidak tajam. Para kritikus menertawakannya. Dia tidak peduli. Dia berkata, "Saya sangat ingin menangkap keindahan yang hidup."

Mari kita bertemu nenek moyang fotografi artistik. Julia Margaret Cameron menemukan potret close-up.

Siapa Selebriti Ini?
Julia Margaret Cameron adalah seorang fotografer asal Inggris. Dia hidup dari tahun 1815 hingga 1879. Dia adalah salah satu fotografer potret terpenting dalam sejarah. Dia memulai fotografi saat berusia 48 tahun. Dia hanya bekerja selama 11 tahun. Dalam waktu singkat itu, dia menciptakan karya yang mengubah fotografi selamanya.

Mengapa dia terkenal? Dia menjadikan fotografi sebagai bentuk seni. Sebelum dia, fotografi sebagian besar digunakan untuk dokumentasi. Fokus tajam. Latar belakang biasa. Dia menjadikannya lembut. Dia menjadikannya seperti mimpi. Dia menciptakan gambar alegoris. Dia mendandani subjeknya dengan kostum. Dia memotret mereka sebagai karakter dari Shakespeare atau Alkitab. Potret-potret nya intim dan kuat. Dia mempengaruhi generasi fotografer.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Julia Margaret Cameron lahir di Calcutta, India. Ayahnya adalah seorang pejabat Inggris. Ibunya berasal dari keluarga aristokrat Prancis. Dia adalah anak kedua dari lima bersaudara. Keluarganya kaya. Dia tumbuh di India. Dia kembali ke Inggris untuk pendidikannya.

Dia bukan anak yang cantik. Dia memiliki kulit gelap dan rambut gelap. Saudarinya berkulit cerah. Dia merasa seperti orang luar.

Dia suka membaca. Dia suka puisi. Dia juga suka menggambar. Dia ingin menjadi seorang seniman. Keluarganya tidak mendukungnya. Wanita tidak seharusnya menjadi seniman.

Dia menikah dengan Charles Cameron pada tahun 1838. Dia seorang pengacara. Dia jauh lebih tua. Dia juga baik. Mereka pindah ke India. Dia bekerja untuk pemerintah. Dia membesarkan keluarga. Dia memiliki enam anak. Dia juga menulis. Dia menerbitkan puisi.

Pada tahun 1848, keluarga itu kembali ke Inggris. Mereka tinggal di London. Dia bersosialisasi dengan seniman dan penulis. Dia berteman dengan penyair Alfred Lord Tennyson.

Pada tahun 1860, mereka pindah ke Isle of Wight. Mereka tinggal dekat Tennyson. Dia berusia 45. Dia merasa bosan. Dia ingin melakukan sesuatu.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Julia Margaret Cameron tidak belajar fotografi. Tidak ada sekolah fotografi. Dia belajar dari seorang teman. Dia belajar menggunakan kamera format besar. Kameranya berat. Waktu eksposurnya lama. Subjek harus duduk diam selama beberapa menit.

Dia belajar mengembangkan film. Dia belajar mencetak. Dia menggunakan proses yang disebut proses kolodion basah. Itu berantakan dan berbahaya. Dia bekerja dengan bahan kimia. Dia bekerja dalam gelap. Dia menyukainya.

Putrinya memberinya kamera pada tahun 1863. Dia berusia 48. Dia mengubah kandang ayam menjadi ruang gelap. Dia menggunakan skylight kaca sebagai studionya. Dia memohon kepada teman-teman dan pelayannya untuk berpose untuknya.

Dia memotret semua orang. Penyair Tennyson. Ilmuwan Darwin. Pelukis Watts. Pembantunya. Anaknya. Teman-temannya. Dia mengambil lebih dari 900 foto dalam 11 tahun.

Dia tidak ingin fokus tajam. Dia ingin fokus lembut. Dia ingin lensa sedikit tidak fokus. Dia berkata itu membuat gambar lebih spiritual. Para kritikus berkata dia tidak bisa memfokuskan kameranya. Dia berkata dia tahu persis apa yang dia lakukan.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Julia Margaret Cameron menjadi sukses semasa hidupnya. Dia bukan sukses komersial. Dia tidak menghasilkan banyak uang. Tetapi dia dihormati oleh seniman lain.

Dia mengirim foto-fotonya ke Museum Victoria dan Albert di London. Museum itu membeli banyak cetakannya. Dia diberikan pameran solo. Dia dipuji oleh penyair Tennyson. Dia diminta untuk mengilustrasikan bukunya "Idylls of the King." Dia membuat 25 foto untuk buku itu. Mereka adalah mahakarya.

Dia juga membuat ilustrasi fotografis untuk terjemahan Alkitab. Dia menghabiskan berbulan-bulan untuk proyek itu. Dia menggunakan teman-teman dan tetangga sebagai model. Gambar-gambarnya dramatis dan kuat.

Dia tidak diterima oleh lembaga fotografi. Mereka menginginkan fokus tajam. Dia memberikan fokus lembut. Mereka menginginkan realisme dokumenter. Dia memberikan alegori. Mereka tertawa. Dia mengabaikan mereka.

Dia terus bekerja hingga kematiannya pada tahun 1879. Dia berusia 64 tahun. Dia meninggal di Sri Lanka. Dia telah pergi ke sana untuk mengunjungi keluarga suaminya.

Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Julia Margaret Cameron adalah bahwa fotografi bisa menjadi seni. Itu bisa seekspresif lukisan. Itu bisa menceritakan kisah. Itu bisa menangkap jiwa.

Prestasi terbesarnya adalah potret penyair Tennyson. Dia terlihat bijaksana dan lelah. Janggutnya liar. Matanya dalam. Foto itu ada di Galeri Potret Nasional di London.

Prestasi besar lainnya adalah potret ilmuwan Charles Darwin. Dia terlihat seperti seorang nabi. Dahi tebalnya. Janggut panjangnya. Foto itu ikonik.

Dia juga membuat serangkaian potret aktris muda Ellen Terry. Terry berusia 16 tahun. Dia cantik. Cameron memotretnya sebagai dewi cinta Yunani, Venus. Foto-foto itu dreamy dan sensual.

Dia juga memotret pelukis G.F. Watts. Dia terlihat seperti seorang bijak tua. Matanya menembus kamera.

Dia juga membuat banyak foto anak-anak. Mereka berpakaian seperti malaikat. Mereka lembut dan polos.

Dia mempengaruhi banyak fotografer. Potret fokus lembut abad ke-20 berutang budi kepada Cameron.

Tantangan dan Masa Sulit
Julia Margaret Cameron menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia memulai terlambat. Dia berusia 48. Kebanyakan fotografer memulai muda.

Kedua, dia seorang wanita. Bidang ini didominasi oleh pria. Mereka meremehkannya.

Ketiga, tekniknya tidak konvensional. Dia sengaja menggunakan fokus lembut. Kritikus berkata dia tidak kompeten.

Keempat, dia tidak kaya. Dia harus meminta pasokan. Dia menggunakan kertas tipis karena itu murah.

Kelima, dia meninggal di Sri Lanka. Karyanya dilupakan selama beberapa dekade. Pada abad ke-20, karyanya ditemukan kembali. Sekarang dia adalah raksasa.

Fakta Menarik tentang Selebriti
Julia Margaret Cameron sangat pendek. Dia hanya sedikit lebih dari lima kaki.

Fakta menarik lainnya: Dia menyebut subjeknya "korban." Dia berkata dia memaksa mereka untuk berpose untuknya.

Dia menggunakan pelayannya sebagai model. Mereka berpakaian sebagai malaikat dan santo.

Dia berantakan. Ruang gelapnya adalah bencana. Bahan kimia ada di mana-mana.

Satu fakta lagi: Dia menamai kameranya "kepala jiwaku."

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Julia Margaret Cameron penting karena dia adalah orang pertama yang memperlakukan fotografi sebagai seni. Sebelum dia, fotografi adalah alat. Dia menjadikannya sebuah visi.

Dia juga penting karena dia memulai terlambat. Dia berusia 48. Tidak pernah terlalu terlambat untuk menemukan hasrat Anda.

Pengaruhnya terlihat di setiap potret fokus lembut. Setiap fotografer yang mencoba menangkap jiwa subjek mengikuti jejak Cameron.

Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak bahwa tidak pernah terlalu terlambat untuk memulai sesuatu yang baru.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran berharga dari Julia Margaret Cameron. Pertama, tidak pernah terlalu terlambat. Cameron memulai fotografi pada usia 48. Anda tidak pernah terlalu tua untuk belajar sesuatu yang baru. Anda tidak pernah terlalu tua untuk menemukan hasrat Anda.

Kedua, abaikan kritikus. Orang-orang menertawakan foto-foto Cameron. Dia mengabaikan mereka. Dia tahu apa yang dia inginkan. Jangan biarkan kritikus menghentikan Anda.

Ketiga, minta orang untuk berpose. Cameron meminta teman-teman terkenalnya untuk berpose untuknya. Dia tidak pemalu. Minta orang untuk menjadi bagian dari seni Anda. Mereka mungkin akan setuju.

Akhirnya, buat seni untuk diri sendiri. Cameron tidak menghasilkan banyak uang. Dia membuat seni karena dia menyukainya. Buat seni karena Anda menyukainya.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti: Julia Margaret Cameron. Jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.

Berapa umur Julia Margaret Cameron ketika dia menerima kamera pertamanya?

Apa yang dia ubah menjadi ruang gelap?

Siapa penyair terkenal yang menjadi tetangga dan temannya Cameron?

Apa yang dikatakan kritikus tentang fokus lembut Cameron?

Apa nama yang diberikan Cameron untuk kameranya?

Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Ambil foto anggota keluarga. Minta mereka untuk duduk sangat diam. Gunakan cahaya alami dari jendela. Kemudian, menggunakan aplikasi pengeditan foto, tambahkan blur lembut. Buatlah seperti mimpi. Anda sedang memotret seperti Julia Margaret Cameron.

Aktivitas lainnya. Cari potret Julia Margaret Cameron dari Charles Darwin. Dia terlihat seperti seorang nabi. Kemudian gambar potret seseorang yang Anda anggap bijaksana. Kakek-nenek Anda. Guru Anda. Cobalah untuk menangkap kebijaksanaan mereka.

Julia Margaret Cameron lahir di India. Dia pindah ke Inggris. Dia menikah. Dia memiliki anak. Dia merasa bosan. Putrinya memberinya kamera. Dia berusia 48. Dia mengubah kandang ayam menjadi ruang gelap. Dia memotret penyair dan ilmuwan. Dia menggunakan fokus lembut. Kritikus tertawa. Dia mengabaikan mereka. Dia membuat seni. Dia meninggal. Karyanya dilupakan. Karyanya ditemukan kembali. Sekarang dia adalah legenda. Kisahnya mengajarkan kita bahwa tidak pernah terlalu terlambat. Untuk mengabaikan kritikus. Untuk meminta orang berpose. Untuk membuat seni untuk diri kita sendiri. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.