Apakah Anda pernah melihat lukisan yang terlihat seperti jalinan garis dan tetesan? Tidak ada wajah. Tidak ada pohon. Tidak ada rumah. Hanya percikan warna. Itulah lukisan Jackson Pollock. Orang-orang bisa menyukainya atau membencinya. Kisah Selebriti ini: Jackson Pollock akan memperkenalkan Anda kepada seorang seniman yang melanggar setiap aturan. Dia tidak menggunakan kanvas. Dia tidak menggunakan kuas untuk menyentuh kanvas. Dia meletakkan kanvasnya di lantai. Dia meneteskan cat dari tongkat. Dia melemparkan pasir dan kaca ke dalam cat. Dia menciptakan seni yang terlihat seperti tidak ada sebelumnya. Dia menjadi pelukis Amerika yang paling terkenal di masanya. Dia membuktikan bahwa seni bisa menjadi tindakan energi, bukan hanya gambar sesuatu.
Mari kita bertemu dengan pria yang melukis dengan seluruh tubuhnya. Jackson Pollock mengubah cara kita berpikir tentang seni.
Siapa Selebriti Ini?
Jackson Pollock adalah seorang pelukis Amerika. Dia hidup dari tahun 1912 hingga 1956. Dia menciptakan cara baru melukis yang disebut "drip painting" atau "action painting." Dia meletakkan kanvasnya di lantai. Dia berjalan di sekelilingnya. Dia meneteskan dan menuangkan cat dari kaleng. Dia menggunakan tongkat, kuas, dan bahkan jarum suntik.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan seni abstrak yang murni energi. Lukisan-lukisan terkenalnya tidak memiliki objek yang dapat dikenali. Mereka hanya garis, tetesan, dan percikan. Tetapi mereka terasa hidup. Mereka terasa seperti musik jazz atau badai petir. Dia menjadi pemimpin gerakan yang disebut Ekspresionisme Abstrak. Gerakan itu menempatkan seni Amerika di peta dunia. Sebelum Pollock, pusat dunia seni adalah Paris. Setelah Pollock, itu adalah New York. Dia mengubah sejarah seni.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Jackson Pollock lahir di Cody, Wyoming. Keluarganya sering berpindah. Mereka tinggal di Arizona dan California. Ayahnya adalah seorang petani dan survei. Ibunya adalah wanita yang ketat yang mendorong putranya untuk menjadi seniman.
Jackson adalah yang termuda dari lima bersaudara. Dia adalah anak yang sulit. Dia terlibat dalam perkelahian. Dia dikeluarkan dari sekolah. Dia tidak cocok.
Dia menemukan seni ketika dia remaja. Dia pergi ke sekolah menengah di Los Angeles yang memiliki program seni. Dia belajar melukis. Dia bukan bakat alami. Dia berjuang. Tetapi dia menyukainya.
Saudara laki-lakinya yang lebih tua, Charles, juga seorang seniman. Charles pindah ke New York untuk belajar seni. Jackson mengikutinya. Dia pindah ke New York City pada tahun 1930. Dia berusia 18 tahun. Dia belajar di bawah seorang guru terkenal bernama Thomas Hart Benton. Benton melukis adegan realistis kehidupan Amerika. Pollock belajar melukis tradisional darinya. Tetapi dia kemudian memberontak terhadap semua yang diajarkan Benton.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Jackson Pollock belajar di Art Students League di New York. Dia belajar cara menggambar tubuh manusia. Dia belajar cara melukis adegan realistis. Dia adalah siswa yang baik. Tetapi dia merasa terjebak.
Dia ingin mengekspresikan perasaan, bukan hanya menyalin apa yang dia lihat. Dia mulai melihat jenis seni lainnya. Dia mempelajari muralis Meksiko. Dia mempelajari lukisan pasir penduduk asli Amerika. Dia mempelajari surealisme, sebuah gerakan seni tentang mimpi dan alam bawah sadar.
Pada tahun 1930-an, dia bekerja untuk pemerintah. Pemerintah membayar seniman untuk melukis mural di gedung-gedung publik. Pollock melukis beberapa mural. Mereka gelap dan emosional. Orang-orang memperhatikan bakatnya.
Dia juga pergi ke terapi. Dia memiliki masalah dengan alkohol. Dia depresi. Terapisnya mendorongnya untuk melukis perasaannya. Nasihat itu mengubah hidupnya. Dia berhenti mencoba melukis gambar yang indah. Dia mulai melukis dunia batinnya.
Pada awal 1940-an, dia bertemu seorang wanita bernama Lee Krasner. Dia juga seorang seniman. Dia percaya padanya. Mereka pindah ke sebuah rumah kecil di East Hampton, New York. Dia memberinya sebuah gudang untuk digunakan sebagai studio. Gudang itu menjadi terkenal.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Jackson Pollock menjadi sukses dengan menciptakan teknik baru. Pada tahun 1947, dia mulai meneteskan cat. Dia meletakkan kanvas di lantai. Dia mencampur cat rumah dengan pelarut agar mudah menetes. Dia menggunakan tongkat dan kuas yang mengeras. Dia berjalan di sekitar kanvas. Dia meneteskan cat dari atas. Dia melemparkan pasir dan kaca pecah ke dalam cat basah.
Hasilnya tidak seperti apa pun yang pernah dilihat orang. Kritikus bingung. Tetapi seorang fotografer terkenal mengambil gambar Pollock saat bekerja. Foto-foto itu menunjukkan seorang pria tampan yang mengenakan celana jins dan sepatu bot, bergerak seperti penari di sekeliling kanvasnya. Publik menyukai foto-foto itu. Pollock menjadi selebriti.
Pada tahun 1949, majalah Life menerbitkan artikel tentangnya. Judulnya bertanya: "Apakah dia pelukis terhebat yang masih hidup di Amerika Serikat?" Artikel itu membuatnya terkenal. Lukisan-lukisannya mulai terjual dengan harga tinggi.
Lukisan terkenalnya dari periode ini disebut "Lavender Mist." Ini adalah kanvas besar yang ditutupi dengan tetesan abu-abu, merah muda, dan lavender. Ini tidak menunjukkan apa pun. Tetapi terasa seperti pagi berkabut. Terasa tenang dan liar pada saat yang sama.
Dia mengadakan pameran solo pertamanya pada tahun 1950. Itu sukses. Dia adalah raja dunia seni.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Jackson Pollock adalah bahwa tindakan melukis lebih penting daripada gambar yang selesai. Dia menyebutnya "action painting." Energi yang dia masukkan ke dalam lukisan menjadi subjek lukisan.
Prestasi terbesarnya adalah lukisan "Number 1, 1948" (juga disebut "Lavender Mist"). Lukisan ini tergantung di National Gallery of Art di Washington, D.C. Jutaan orang telah melihatnya. Ini mewakili puncak teknik tetesnya.
Prestasi besar lainnya adalah pengaruhnya. Dia menginspirasi generasi seniman untuk bereksperimen. Dia menunjukkan bahwa seni bisa tentang proses, bukan produk. Dia memberi seniman izin untuk berantakan dan bebas.
Dia juga membuat seni Amerika terkenal. Sebelum Pollock, seniman Eropa adalah bintang. Dia membuktikan bahwa seorang koboi Amerika dari Wyoming bisa menjadi jenius.
Dia juga membimbing seniman lain. Lee Krasner, istrinya, menjadi pelukis terkenal sendiri. Banyak seniman muda mengunjungi studionya. Dia mendorong mereka untuk menemukan suara mereka sendiri.
Tantangan dan Masa Sulit
Jackson Pollock menghadapi tantangan yang mengerikan. Pertama, dia berjuang dengan alkoholisme. Dia mulai minum sebagai remaja. Dia tidak bisa mengendalikannya. Dia bisa tetap sadar selama berbulan-bulan. Kemudian dia akan kambuh. Minum merusak seni dan hubungannya.
Kedua, dia tidak percaya diri. Bahkan ketika dia menjadi terkenal, dia meragukan dirinya sendiri. Dia akan menghancurkan lukisannya sendiri. Dia akan merobek dan membakarnya.
Ketiga, tekanan ketenaran terlalu berat. Dia membenci menjadi selebriti. Dia mundur ke rumahnya di East Hampton. Dia minum lebih banyak.
Keempat, pernikahannya bermasalah. Dia mencintai Lee Krasner. Tetapi dia cemburu dan marah. Dia memperlakukannya dengan buruk ketika dia minum.
Kelima, pada tahun 1956, dia menabrakkan mobilnya saat mengemudi dalam keadaan mabuk. Dia meninggal dalam kecelakaan itu. Dia berusia 44 tahun. Kematianya mengejutkan dunia seni. Lee Krasner mengelola warisannya setelah kematiannya. Dia memastikan seni Pollock diingat.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Jackson Pollock mengemudikan Oldsmobile tahun 1950. Dia menyukai mobil itu. Dia menabraknya pada malam dia meninggal.
Fakta menarik lainnya: Dia membenci julukan "Jack the Dripper." Sebuah majalah memberinya nama itu. Dia menganggapnya konyol.
Dia menyukai musik jazz. Dia mendengarkan jazz saat melukis. Dia mengatakan ritme jazz mempengaruhi tetesannya.
Dia memelihara seekor gagak peliharaan. Dia menemukannya terluka dan merawatnya hingga sembuh. Gagak itu tinggal di studionya.
Satu fakta lagi: Lukisan-lukisannya begitu besar sehingga tidak muat di sebagian besar rumah. Mereka ditujukan untuk museum.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Jackson Pollock penting karena dia membuat seni tentang energi. Sebelum dia, seni adalah tentang merepresentasikan sesuatu. Sebuah lukisan pohon. Sebuah potret seseorang. Dia mengatakan seni bisa tentang gerakan, ritme, dan perasaan. Ide itu mengubah segalanya.
Dia juga penting karena dia menunjukkan bahwa kesalahan bisa menjadi indah. Tetesannya adalah kecelakaan. Dia memercikkan cat di tempat yang tidak dia maksudkan. Dia menyimpan kecelakaan itu. Dia mengatakan bahwa kecelakaan adalah bagian dari seni.
Lukisan-lukisannya masih dipelajari. Mahasiswa seni mempelajari tekniknya. Karyanya tergantung di setiap museum besar.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang mencoba hal-hal baru. Pollock tidak mengikuti aturan. Dia menciptakan caranya sendiri. Anda juga bisa.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak bisa belajar pelajaran luar biasa dari Jackson Pollock. Pertama, seni tidak harus terlihat seperti sesuatu. Lukisan Pollock terlihat seperti tetesan dan percikan. Tetapi mereka penuh dengan perasaan. Seni Anda juga bisa abstrak. Gambar kemarahan Anda. Lukis kebahagiaan Anda. Coret kesedihan Anda.
Kedua, proses itu penting. Pollock menyukai tindakan melukis. Dia menyukai berjalan di sekeliling kanvasnya. Dia menyukai meneteskan cat. Nikmati proses membuat seni. Jangan hanya fokus pada produk akhir.
Ketiga, jadilah berani. Pollock melukis dengan cara yang belum pernah dilihat orang. Orang-orang menertawakannya. Dia terus melanjutkan. Jadilah cukup berani untuk berbeda.
Akhirnya, jaga diri Anda. Pollock berjuang dengan alkohol. Itu menghancurkan hidupnya dan seninya. Jika Anda merasa sedih atau marah, bicaralah dengan seseorang. Temukan cara sehat untuk mengekspresikan perasaan Anda. Seni adalah cara yang sehat. Minum tidak.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Jackson Pollock. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Apa nama teknik melukis Jackson Pollock?
Di mana Pollock meletakkan kanvasnya?
Majalah terkenal apa yang bertanya apakah Pollock adalah pelukis terhebat yang masih hidup?
Siapa nama istri Pollock, yang juga seorang seniman?
Berapa usia Pollock saat dia meninggal?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Letakkan selembar kertas besar di lantai. Putar musik dengan irama yang bagus. Celupkan tongkat atau kuas ke dalam cat. Teteskan cat ke atas kertas. Berjalan di sekitar kertas. Biarkan tubuh Anda bergerak. Jangan mencoba membuat apa pun. Hanya menetes. Anda adalah seorang pelukis aksi.
Aktivitas lainnya. Cari foto "Lavender Mist" karya Jackson Pollock secara online bersama orang tua Anda. Tataplah selama satu menit. Jangan mencoba menemukan bentuk. Hanya rasakan warna dan garisnya. Kemudian tutup mata Anda. Apa yang Anda ingat? Bicarakan bagaimana lukisan itu membuat Anda merasa.
Jackson Pollock menjalani hidup yang liar dan singkat. Dia tumbuh di Wyoming dan California. Dia pindah ke New York. Dia belajar melukis tradisional. Dia memberontak. Dia meletakkan kanvasnya di lantai. Dia meneteskan cat dari tongkat. Dia melemparkan pasir dan kaca. Dia menjadi terkenal. Orang-orang memanggilnya "Jack the Dripper." Dia membenci nama itu. Dia minum terlalu banyak. Dia meninggal dalam kecelakaan mobil pada usia 44 tahun. Lukisan-lukisannya tergantung di museum di seluruh dunia. Orang-orang masih berdebat tentang apakah itu seni. Tetapi tidak ada yang bisa membantah energinya. Kisahnya mengajarkan kita untuk mencoba hal-hal baru. Untuk melanggar aturan. Untuk membuat seni dengan seluruh tubuh kita. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.

