Apakah Anda pernah melihat lukisan tanpa orang, tanpa pohon, dan tanpa rumah? Hanya pusaran warna. Merah cerah. Biru tua. Kuning terbang. Bentuk-bentuk itu melayang seperti musik. Itulah lukisan Wassily Kandinsky. Dia ingin melukis musik. Dia ingin membuat warna bernyanyi. Cerita Selebriti ini: Wassily Kandinsky akan memperkenalkan Anda kepada bapak seni abstrak. Dia lahir di Rusia. Dia dilatih sebagai pengacara. Dia tidak menjadi seniman sampai usia 30 tahun. Suatu hari, dia melihat salah satu lukisannya terbalik. Dia menyadari bahwa itu lebih indah dengan cara itu. Itu tidak perlu menunjukkan apa pun. Itu hanya perlu membuat Anda merasa. Dia menghabiskan sisa hidupnya melukis perasaan, bukan benda.
Mari kita bertemu dengan pria yang mendengar warna dan melihat suara. Kandinsky percaya bahwa seni seperti musik. Itu bisa berbicara langsung kepada jiwa Anda.
Siapa Selebriti Ini?
Wassily Kandinsky adalah seorang pelukis dan teoretikus seni Rusia. Dia hidup dari 1866 hingga 1944. Dia diakui sebagai pelukis karya seni abstrak murni pertama. Seni abstrak tidak menunjukkan objek yang dapat dikenali. Itu menunjukkan warna, bentuk, dan garis. Kandinsky percaya bahwa seni abstrak dapat mengekspresikan kebenaran spiritual.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan seni abstrak. Sebelum dia, semua seni menunjukkan sesuatu. Sebuah pemandangan. Sebuah potret. Sebuah mangkuk buah. Dia berkata, mengapa kita perlu menunjukkan benda? Mengapa tidak hanya menunjukkan perasaan? Dia melukis warna-warna berputar yang terasa seperti musik. Dia menulis sebuah buku berjudul "Tentang Spiritual dalam Seni." Buku itu mengubah cara orang berpikir tentang lukisan. Dia juga mengajar di Bauhaus, sebuah sekolah seni terkenal di Jerman. Karyanya mempengaruhi generasi seniman.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Wassily Kandinsky lahir di Moskow, Rusia. Keluarganya pindah ke Odessa ketika dia masih kecil. Ayahnya adalah seorang pengusaha. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Dia memiliki masa kecil yang nyaman.
Dia belajar bermain piano dan cello. Dia mencintai musik. Dia berkata musik adalah bentuk seni yang paling spiritual. Musik tidak perlu kata-kata. Itu hanya perlu nada. Dia ingin lukisan menjadi seperti itu.
Dia juga mencintai warna. Dia ingat ketika masih anak-anak dan melihat warna-warna cerah di Moskow. Kubah emas gereja. Merah spanduk. Biru langit. Warna-warna itu tetap ada di pikirannya.
Dia adalah siswa yang baik. Dia belajar hukum dan ekonomi di Universitas Moskow. Dia sukses. Dia menjadi profesor hukum. Dia memiliki karir yang stabil. Tapi dia tidak bahagia.
Ketika dia berusia 30 tahun, dia pergi ke pameran seni. Dia melihat lukisan oleh Claude Monet. Itu menunjukkan tumpukan jerami. Tapi tumpukan jerami itu hanyalah kabur warna. Kandinsky bingung. Dia tidak mengenali tumpukan jerami itu. Dia menganggap lukisan itu indah meskipun begitu. Momen itu mengubah hidupnya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Wassily Kandinsky memutuskan untuk menjadi seniman ketika dia berusia 30 tahun. Dia pindah ke Munich, Jerman. Dia mendaftar di sekolah seni. Dia harus belajar cara menggambar dan melukis.
Dia lebih tua dari siswa lainnya. Dia harus mulai dari awal. Dia belajar dengan cepat. Dia berbakat.
Dia juga bepergian. Dia pergi ke Italia, Prancis, dan Tunisia. Dia melihat seni. Dia melukis pemandangan. Dia melukis dalam gaya yang disebut Ekspresionisme. Lukisan ekspresionis berwarna-warni dan emosional. Mereka tidak realistis.
Dia memulai sekelompok seniman yang disebut "The Blue Rider." Nama itu berasal dari lukisan seekor kuda biru dan penunggangnya. Kelompok itu percaya bahwa seni harus spiritual. Seni harus mengekspresikan perasaan batin, bukan realitas luar.
Pada tahun 1911, dia melukis cat air abstrak pertamanya. Itu tidak memiliki objek yang dapat dikenali. Hanya warna dan garis. Sejarawan seni menyebutnya lukisan abstrak pertama.
Dia juga menulis bukunya, "Tentang Spiritual dalam Seni." Buku itu menjelaskan idenya. Dia berkata setiap warna memiliki suara. Kuning terdengar seperti terompet. Biru terdengar seperti cello. Merah terdengar seperti drum. Dia berkata lukisan bisa menjadi simfoni visual.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Wassily Kandinsky menjadi sukses setelah Perang Dunia I. Sebelum perang, karyanya hanya dikenal di lingkaran kecil. Setelah perang, ketenarannya meningkat.
Revolusi Rusia tahun 1917 mengubah hidupnya. Dia kembali ke Rusia. Dia bekerja untuk pemerintah baru. Dia membantu mengorganisir sekolah seni. Tapi dia tidak suka arah seni Soviet. Pemerintah ingin seni menjadi realistis dan politik. Kandinsky ingin seni menjadi abstrak dan spiritual.
Dia kembali ke Jerman pada tahun 1921. Dia diundang untuk mengajar di Bauhaus. Bauhaus adalah sekolah seni terkenal. Itu mengumpulkan seniman, arsitek, dan desainer. Kandinsky mengajarkan teori warna dan desain.
Di Bauhaus, dia melukis karya-karya terkenalnya. Dia melukis lingkaran, segitiga, dan garis. Dia menyebut lukisannya "Komposisi" dan "Improvisasi." Mereka terlihat seperti notasi musik.
Ketika Nazi berkuasa pada tahun 1933, mereka menutup Bauhaus. Mereka menyebut seni Kandinsky "degenerasi." Dia melarikan diri ke Prancis. Dia tinggal di sana sampai akhir hidupnya.
Dia terus melukis. Karya-karyanya yang kemudian lebih lembut. Dia menggunakan bentuk yang terlihat seperti bentuk biologis. Dia melukis sampai dia meninggal pada tahun 1944 pada usia 78 tahun.
Ide Besar dan Pencapaian
Ide terbesar Wassily Kandinsky adalah bahwa seni bisa sepenuhnya abstrak. Itu tidak perlu mewakili apa pun. Itu hanya perlu mengekspresikan emosi. Dia menyebut ini "kebutuhan batin."
Pencapaian terbesarnya adalah lukisan "Komposisi VII." Itu adalah kanvas besar yang dipenuhi dengan warna dan bentuk yang berputar. Itu terlihat seperti ledakan. Banyak sejarawan seni menyebutnya lukisan abstrak terbesar yang pernah dibuat.
Pencapaian besar lainnya adalah bukunya "Tentang Spiritual dalam Seni." Buku itu masih dicetak. Seniman masih membacanya. Itu mengubah cara orang berpikir tentang warna dan bentuk.
Dia juga menciptakan teori sinestesia warna. Sinestesia adalah ketika Anda mendengar suara dan melihat warna. Atau melihat warna dan mendengar suara. Kandinsky memiliki sinestesia. Dia mendengar warna. Dia melihat suara. Dia mencoba melukis apa yang dia dengar.
Dia mempengaruhi setiap seniman abstrak yang datang setelahnya. Jackson Pollock, Mark Rothko, dan banyak lainnya belajar dari Kandinsky.
Tantangan dan Masa Sulit
Wassily Kandinsky menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia memulai karir seninya terlambat. Dia berusia 30 tahun. Dia harus bersaing dengan seniman yang lebih muda.
Kedua, Perang Dunia I memaksanya meninggalkan Jerman. Dia kehilangan studionya dan banyak lukisan.
Ketiga, Revolusi Rusia memaksanya meninggalkan Rusia. Dia tidak cocok dengan seni Soviet.
Keempat, Nazi memaksanya meninggalkan Jerman lagi. Mereka menyebut seni nya degenerasi. Dia terlalu tua untuk memulai lagi. Tapi dia melakukannya. Dia pindah ke Prancis dan belajar bahasa baru.
Kelima, dia berjuang dengan kemiskinan di Prancis. Dia hidup sederhana. Dia melukis di studio kecil. Dia terus bekerja.
Melalui setiap tantangan, dia terus melukis. Dia percaya pada seni abstrak. Dia percaya itu bisa mengubah dunia.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Wassily Kandinsky adalah seorang pengacara terlatih. Dia bisa saja menjadi hakim. Dia memilih seni sebagai gantinya.
Fakta menarik lainnya: Dia memiliki sinestesia. Dia mendengar warna. Dia melihat suara. Nada C mayor berwarna kuning. Nada F tajam berwarna biru.
Dia mencintai warna biru. Dia berkata biru adalah warna langit dan laut. Itu adalah warna spiritualitas.
Dia memberi nama lukisannya seperti komposisi musik. "Improvisasi." "Komposisi." "Impresi."
Satu fakta lagi: Dia melukis potret istrinya hanya menggunakan bentuk. Sebuah lingkaran untuk kepalanya. Sebuah segitiga untuk hidungnya. Dia berkata dia melukis jiwanya, bukan wajahnya.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Wassily Kandinsky penting karena dia menciptakan seni abstrak. Itu mungkin adalah perubahan terbesar dalam sejarah seni sejak Renaisans. Dia memberi izin kepada seniman untuk melukis perasaan daripada benda.
Dia juga penting karena dia menghubungkan seni dan musik. Sekarang kita berpikir tentang lukisan sebagai musik visual. Itu adalah idenya.
Pengaruhnya ada di mana-mana. Desain grafis. Arsitektur. Mode. Seni abstrak ada di mana-mana. Itu dimulai dengan Kandinsky.
Orang tua dapat menggunakan ceritanya untuk mengajarkan anak-anak tentang mengekspresikan perasaan. Anda tidak perlu menggambar wajah bahagia untuk menunjukkan kebahagiaan. Anda bisa melukis pusaran kuning. Itu adalah kebahagiaan.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Cerita Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran luar biasa dari Wassily Kandinsky. Pertama, tidak pernah terlambat. Kandinsky tidak menjadi seniman sampai dia berusia 30 tahun. Anda bisa memulai sesuatu yang baru di usia berapa pun.
Kedua, gunakan semua indra Anda. Kandinsky mendengar warna. Dia melihat suara. Perhatikan bagaimana warna membuat Anda merasa. Apakah merah terasa panas? Apakah biru terasa tenang? Percayalah pada indra Anda.
Ketiga, seni abstrak adalah seni yang nyata. Anda tidak perlu menggambar pohon atau anjing. Anda bisa melukis lingkaran dan menyebutnya kebahagiaan. Anda bisa melukis garis dan menyebutnya kesedihan. Itu juga seni.
Akhirnya, ikuti jalan Anda sendiri. Orang-orang mengira Kandinsky gila. Dia terus melukis. Dia percaya pada visinya. Anda harus percaya pada visi Anda.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Cerita Selebriti ini: Wassily Kandinsky. Jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Apa yang dikenal Kandinsky karena menciptakan?
Alat musik apa yang dimainkan Kandinsky saat kecil?
Apa yang Kandinsky sebut lukisannya seperti karya musik?
Kondisi apa yang dimiliki Kandinsky di mana dia mendengar warna?
Di mana Kandinsky mengajar?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Putar musik tanpa kata. Musik klasik bekerja dengan baik. Tutup mata Anda. Lihat warna apa yang Anda lihat. Kemudian lukis warna-warna itu di atas kertas. Jangan melukis apa pun yang dapat dikenali. Hanya warna dan bentuk. Anda sedang melukis musik seperti Kandinsky.
Aktivitas lainnya. Cari "Komposisi VII" oleh Wassily Kandinsky secara online dengan orang tua Anda. Tataplah selama satu menit. Jangan mencoba menemukan bentuk. Hanya rasakan warnanya. Kemudian tutup mata Anda. Apa yang Anda rasakan? Bicarakan tentang itu.
Wassily Kandinsky adalah seorang pengacara yang menjadi seniman. Dia berusia 30 tahun. Dia melihat lukisan tumpukan jerami. Dia tidak mengenali tumpukan jerami itu. Dia hanya melihat warna. Dia menganggap itu indah. Dia memutuskan untuk melukis hanya warna. Dia melukis musik. Dia mendengar warna dan melihat suara. Dia menciptakan seni abstrak. Nazi menyebut seninya degenerasi. Dia melarikan diri ke Prancis. Dia terus melukis. Dia melukis bentuk berputar yang melayang seperti not. Dia percaya seni bisa menyentuh jiwa Anda tanpa menunjukkan apa pun yang nyata. Ceritanya mengajarkan kita untuk mengikuti impian kita, bahkan terlambat. Untuk mempercayai indra kita. Untuk melukis perasaan kita. Itulah pelajaran nyata dari cerita selebriti ini.

