Apakah Anda pernah mendengar lagu tentang seorang swagman yang mencuri domba dan melompat ke dalam kolam? Lagu itu adalah "Waltzing Matilda." Ini adalah lagu paling terkenal di Australia. Banjo Paterson menulis liriknya. Kisah Selebriti ini: Banjo Paterson akan memperkenalkan Anda kepada seorang pria yang mencintai pedalaman Australia. Dia adalah seorang pengacara, penyair, jurnalis, dan koresponden perang. Dia menunggang kuda melintasi semak-semak. Dia mendengarkan cerita dari para penggembala, pemotong wol, dan swagmen. Dia mengubah kehidupan mereka menjadi puisi. Kata-katanya menangkap semangat Australia: keras, lucu, dan bebas. Lebih dari 100 tahun kemudian, orang Australia masih mengingat puisinya.
Mari kita bertemu dengan pria bernama banjo. Banjo Paterson tidak memainkan banjo. Itu adalah nama kuda miliknya.
Siapa Selebriti Ini?
Banjo Paterson adalah seorang penyair, jurnalis, dan penulis Australia. Dia hidup dari tahun 1864 hingga 1941. Nama aslinya adalah Andrew Barton Paterson. "Banjo" adalah julukannya. Dia mengambilnya dari seekor kuda pacu yang dimiliki keluarganya. Dia menulis banyak puisi terkenal. Dia juga menulis lagu dan cerita pendek. Dia bahkan bekerja sebagai koresponden perang selama Perang Boer dan Perang Dunia I.
Mengapa dia terkenal? Dia menulis "Waltzing Matilda." Lagu itu adalah lagu kebangsaan tidak resmi Australia. Orang Australia menyanyikannya di acara olahraga, pertemuan sekolah, dan pesta. Dia juga menulis "The Man from Snowy River." Puisi itu menceritakan kisah pengejaran berkuda melalui pegunungan. Itu menjadi film terkenal. Puisinya merayakan semak-semak Australia, orang-orang yang tinggal di sana, dan rasa humor unik mereka. Dia adalah salah satu penulis paling dicintai di Australia.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Banjo Paterson lahir di dekat Orange, New South Wales, Australia. Keluarganya tinggal di sebuah peternakan bernama Buckinbah. Peternakan itu berada di pedalaman. Tanahnya liar dan indah. Dia belajar menunggang kuda sebelum dia bisa mengendarai sepeda.
Ketika dia berusia tujuh tahun, keluarganya pindah ke sebuah properti bernama Illalong. Itu dekat dengan kota Yass. Ada pegunungan dan sungai. Ada domba dan sapi. Banjo menyukai kehidupan di luar ruangan. Dia menyaksikan para pemotong wol bekerja. Dia mendengarkan lagu-lagu mereka. Dia mendengar cerita dari para bushmen yang bepergian.
Neneknya mengajarinya di rumah. Dia memberinya buku. Dia belajar mencintai cerita. Dia membaca Shakespeare dan Alkitab. Dia juga membaca kisah petualangan. Dia bermimpi untuk menulis ceritanya sendiri suatu hari nanti.
Dia mulai sekolah ketika berusia 10 tahun. Dia pergi ke sekolah kecil di pedalaman. Kemudian keluarganya mengirimnya ke Sydney. Sydney adalah kota besar. Dia merindukan pedalaman. Tapi dia belajar dengan keras.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Banjo Paterson pergi ke Sydney Grammar School. Itu adalah sekolah yang baik. Dia berhasil dalam pelajarannya. Dia sangat menyukai bahasa Inggris dan sejarah. Dia juga menyukai olahraga. Dia bermain kriket dan mendayung perahu.
Setelah menyelesaikan sekolah, dia belajar untuk menjadi pengacara. Dia bekerja di sebuah firma hukum. Dia belajar di malam hari. Itu adalah pekerjaan yang keras. Dia menjadi pengacara pada tahun 1886. Itu berarti dia bisa berpraktik hukum. Dia memulai firma hukumnya sendiri. Dia sukses. Tapi hatinya tidak di hukum.
Di malam hari, dia menulis puisi. Dia mengirim puisinya ke majalah bernama The Bulletin. The Bulletin terkenal karena menerbitkan penulis Australia baru. Editor menyukai puisi-puisi Banjo. Dia menerbitkannya.
Puisi terkenalnya yang pertama adalah "The Man from Snowy River." Itu muncul di The Bulletin pada tahun 1890. Orang-orang menyukainya. Mereka menyukai kisah seorang pemuda yang mengejar kuda liar di gunung yang berbahaya. Mereka menyukai ritme kata-katanya. Mereka menyukai latar belakang Australia. Banjo menjadi terkenal.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Banjo Paterson menjadi sukses karena dia menulis tentang Australia yang nyata. Sebelum dia, penyair Australia meniru penyair Inggris. Mereka menulis tentang taman Inggris dan musim Inggris. Banjo menulis tentang semak-semak. Dia menulis tentang kekeringan, banjir, dan kebakaran hutan. Dia menulis tentang swagmen, pemotong wol, dan peternak. Dia menulis dengan cara orang Australia berbicara.
Pada tahun 1895, dia menerbitkan buku puisi berjudul "The Man from Snowy River and Other Verses." Buku itu langsung terjual habis. Itu dicetak ulang berkali-kali. Buku itu masih dicetak hingga hari ini.
Tahun yang sama, dia menulis "Waltzing Matilda." Dia tinggal di sebuah rumah di Queensland. Dia mendengar cerita tentang seorang swagman yang mencuri domba dan tenggelam. Dia mengubah cerita itu menjadi sebuah lagu. Temannya mengaransemen musiknya. Lagu itu menjadi terkenal. Lagu itu menyebar ke seluruh Australia. Tentara menyanyikannya selama Perang Dunia I. Lagu itu menjadi lagu Australia.
Dia juga menulis untuk surat kabar. Dia bepergian ke seluruh Australia dan dunia. Dia pergi ke Papua Nugini. Dia pergi ke Afrika Selatan. Dia pergi ke Cina. Dia menulis tentang apa yang dia lihat. Dia menjadi jurnalis terkenal.
Selama Perang Boer, dia pergi ke Afrika Selatan sebagai koresponden perang. Dia menulis tentang pertempuran. Dia juga mengemudikan ambulans. Dia membantu tentara yang terluka. Dia berani.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Banjo Paterson adalah bahwa kehidupan Australia layak untuk ditulis. Dia percaya bahwa semak-semak dan orang-orangnya sama pentingnya dengan subjek lainnya. Dia membuat orang Australia bangga dengan negara mereka.
Prestasi terbesarnya adalah "Waltzing Matilda." Lagu itu lebih dari sekadar lagu. Itu adalah simbol Australia. Itu tentang kebebasan dan perlawanan. Itu tentang seorang pria yang lebih memilih mati daripada ditangkap. Orang Australia menyanyikannya dengan bangga.
Prestasi besar lainnya adalah "The Man from Snowy River." Puisi itu menciptakan seorang pahlawan Australia. Pahlawan itu adalah seorang pemuda yang tidak kaya atau terkenal. Dia hanya berani dan terampil. Dia membuktikan dirinya melalui tindakan. Pahlawan itu menjadi model identitas Australia.
Dia juga menulis banyak puisi terkenal lainnya. "Clancy of the Overflow" adalah tentang seorang pria kota yang bermimpi tentang semak-semak. "The Geebung Polo Club" adalah puisi lucu tentang pemain polo di pedalaman. "Mulga Bill's Bicycle" adalah puisi lucu tentang seorang pria yang tidak bisa mengendarai sepeda. Puisinya lucu, sedih, dan mendebarkan.
Tantangan dan Masa Sulit
Banjo Paterson menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia hidup di dua dunia. Dia adalah seorang pengacara kota. Tapi dia mencintai semak-semak. Dia tidak pernah sepenuhnya cocok di mana pun.
Kedua, dia pergi berperang. Dia melihat hal-hal mengerikan. Dia menyaksikan tentara mati. Dia mengangkat pria yang terluka. Gambar-gambar itu tetap bersamanya.
Ketiga, dia menghadapi masalah keuangan. Dia menghasilkan uang yang baik sebagai pengacara dan jurnalis. Tapi dia menghabiskan dengan bebas. Dia harus terus bekerja bahkan ketika dia lelah.
Keempat, dia menghadapi kritik. Beberapa orang mengatakan puisinya terlalu sederhana. Mereka mengatakan itu bukan seni yang nyata. Dia mengabaikan mereka. Dia terus menulis untuk orang biasa.
Kelima, istrinya meninggal pada tahun 1902. Dia sangat terpukul. Dia menikah lagi kemudian. Tapi dia tidak pernah melupakan istri pertamanya.
Melalui semua tantangan ini, dia terus menulis. Dia terus bepergian. Dia terus merayakan Australia.
Fakta Menarik tentang Selebriti
Julukan Banjo Paterson berasal dari seekor kuda. Kuda itu bernama Banjo. Dia menggunakan nama itu untuk tulisannya.
Fakta menarik lainnya: Dia adalah seorang penunggang kuda yang sangat baik. Dia bisa menunggang kuda sebaik para bushmen yang dia tulis.
Dia pernah berlomba melawan seorang bushman terkenal bernama Clancy. Dia menulis puisi tentang itu.
Dia memiliki kanguru peliharaan ketika dia masih anak-anak. Kanguru itu mengikutinya ke mana-mana.
Satu fakta lagi: Dia muncul di uang kertas Australia $10. Wajahnya berada di samping gambar seorang penunggang kuda dari "The Man from Snowy River."
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Banjo Paterson penting karena dia memberikan suara bagi Australia. Sebelum dia, Australia adalah negara muda. Itu tidak memiliki cerita-cerita sendiri. Dia menciptakan cerita-cerita itu. Dia membuat orang Australia merasa seperti mereka memiliki tempat yang istimewa.
Puisinya masih diajarkan di sekolah-sekolah. Setiap anak Australia belajar "Waltzing Matilda" dan "The Man from Snowy River." Kata-katanya adalah bagian dari tumbuh dewasa sebagai orang Australia.
Pengaruhnya melampaui Australia. Orang-orang di seluruh dunia mengenal "Waltzing Matilda." Lagu itu telah direkam oleh ratusan artis. Lagu itu dinyanyikan di acara olahraga internasional.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang kebanggaan terhadap rumah mereka. Banjo Paterson mencintai Australia. Dia menulis tentang keindahan dan orang-orangnya. Temukan apa yang Anda cintai tentang rumah Anda. Tulis tentang itu.
Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran luar biasa dari Banjo Paterson. Pertama, tulislah tentang apa yang Anda ketahui. Banjo menulis tentang semak-semak Australia karena dia tinggal di sana. Dia menulis tentang kuda dan domba karena dia melihatnya setiap hari. Jangan mencoba menulis tentang hal-hal yang jauh. Tulis tentang kehidupan Anda sendiri.
Kedua, dengarkan cerita. Banjo mendengarkan swagmen dan pemotong wol. Cerita mereka menjadi puisinya. Dengarkan kakek-nenek Anda. Dengarkan tetangga Anda. Setiap orang memiliki cerita.
Ketiga, jadilah berani. Banjo pergi berperang. Dia mengemudikan ambulans di bawah tembakan. Dia merasa takut. Dia tetap melakukannya. Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut. Itu adalah bertindak meskipun ada rasa takut.
Akhirnya, rayakan rumah Anda. Banjo membuat orang Australia bangga dengan negara mereka. Jadilah bangga dengan asal-usul Anda. Kota Anda, keluarga Anda, budaya Anda adalah istimewa. Rayakanlah.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Banjo Paterson. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini bersama orang tua atau sendirian.
Apa lagu paling terkenal Banjo Paterson?
Apa nama depan asli Banjo Paterson?
Puisi terkenal apa yang menceritakan kisah pengejaran berkuda?
Hewan apa yang dimiliki Banjo sebagai peliharaan ketika dia masih anak-anak?
Profesi apa yang dijalani Banjo sebelum menjadi penulis penuh waktu?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Dengarkan "Waltzing Matilda." Cobalah untuk menghafal liriknya. Itu tidak mudah. Lagu itu menggunakan bahasa gaul Australia yang lama. "Swagman" berarti seorang pelancong. "Billabong" adalah kolam air. "Jumbuck" adalah domba. Nyanyikan lagu itu bersama keluarga Anda.
Aktivitas lainnya. Tulis puisi pendek tentang lingkungan Anda sendiri. Deskripsikan apa yang Anda lihat dari jendela Anda. Gunakan kata-kata sederhana. Buatlah berima jika Anda bisa. Banjo Paterson memulai dengan cara yang sama.
Banjo Paterson menjalani kehidupan yang penuh. Dia adalah seorang pengacara, penyair, jurnalis, dan pahlawan perang. Dia menunggang kuda melintasi semak-semak. Dia berlayar ke negara-negara jauh. Dia melihat pertempuran yang mengerikan. Dia menulis kata-kata yang indah. Dia memberikan Australia lagunya. "Waltzing Matilda" mengalir ke seluruh dunia. "The Man from Snowy River" masih berlari melalui imajinasi kita. Puisinya lebih dari 100 tahun. Mereka masih lucu dan sedih dan nyata. Kisahnya mengajarkan kita bahwa setiap tempat memiliki cerita. Setiap orang memiliki suara. Dengarkan dunia di sekitar Anda. Kemudian tuliskan. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.

