Seniman Belanda Mana yang Melukis Hanya Garis Hitam dan Warna Primer dalam Persegi? Kisah Selebriti: Piet Mondrian

Seniman Belanda Mana yang Melukis Hanya Garis Hitam dan Warna Primer dalam Persegi? Kisah Selebriti: Piet Mondrian

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apakah Anda pernah melihat lukisan yang terlihat seperti kisi? Garis hitam. Persegi putih. Persegi panjang merah, biru, dan kuning. Tidak ada yang lain. Tidak ada pohon. Tidak ada orang. Tidak ada bunga. Hanya garis dan blok warna. Itu adalah lukisan Piet Mondrian. Seni beliau terlihat sederhana. Anda mungkin berpikir Anda bisa melukisnya sendiri. Tapi coba. Itu lebih sulit dari yang terlihat. Kisah Selebriti ini: Piet Mondrian akan memperkenalkan Anda kepada seorang seniman yang menghabiskan hidupnya untuk menyederhanakan. Dia mulai melukis pemandangan realistis. Dia melukis pohon dan ladang. Seiring waktu, dia menghapus segalanya. Dia menghilangkan daun. Dia menghilangkan lekukan. Dia menghilangkan warna hijau. Dia berakhir dengan garis hitam dan warna primer. Dia percaya bahwa seni harus sesederhana mungkin. Dia ingin mengekspresikan tatanan universal alam semesta.

Mari kita bertemu dengan pria yang melukis persegi panjang. Piet Mondrian menciptakan bahasa visual baru. Anda melihatnya di mana-mana hari ini.

Siapa Selebriti Ini?
Piet Mondrian adalah seorang pelukis Belanda. Dia hidup dari 1872 hingga 1944. Dia adalah salah satu pelopor seni abstrak. Dia ikut mendirikan sebuah gerakan seni yang disebut De Stijl. Itu berarti "Gaya" dalam bahasa Belanda. Seniman De Stijl hanya menggunakan garis lurus, sudut siku, dan warna primer. Itu adalah merah, biru, dan kuning. Ditambah hitam, putih, dan abu-abu.

Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan gaya yang langsung dikenali. Anda telah melihat kisi-kisi Mondrian di kaos, cangkir kopi, dan bangunan. Seni beliau mempengaruhi arsitektur, desain grafis, dan mode. Dia percaya dalam mengurangi seni ke esensinya. Tanpa dekorasi. Tanpa lekukan. Tanpa emosi. Hanya keseimbangan dan harmoni. Lukisan-lukisannya tenang. Mereka terasa teratur. Mereka terasa benar.

Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Piet Mondrian lahir di Amersfoort, Belanda. Ayahnya adalah seorang guru sekolah. Pamannya adalah seorang pelukis. Mereka mendorongnya untuk menggambar. Dia dibesarkan di rumah Calvinis yang ketat. Calvinisme adalah bentuk Protestanisme. Ini menghargai kesederhanaan dan keteraturan.

Piet muda suka menggambar. Dia menggambar bunga dan hewan. Dia juga suka melukis pemandangan. Pedesaan Belanda datar. Memiliki kanal dan jalan yang lurus. Garis-garis itu tetap ada di pikirannya.

Dia belajar untuk menjadi guru menggambar. Dia mengajar untuk sementara waktu. Tapi dia ingin menjadi seorang seniman.

Di usia 20-an, dia melukis adegan realistis. Dia melukis kincir angin. Dia melukis ladang. Dia melukis pohon. Karya awalnya terlihat seperti lukisan Belanda tradisional. Dia baik. Tapi dia tidak orisinal.

Dia ingin menemukan sesuatu yang baru. Dia pindah ke Paris pada tahun 1911. Paris adalah pusat dunia seni. Dia melihat karya Pablo Picasso dan Georges Braque. Mereka sedang menciptakan Kubisme. Kubisme memecah objek menjadi bentuk geometris. Mondrian terinspirasi.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Piet Mondrian belajar di Rijksakademie di Amsterdam. Itu adalah akademi seni nasional Belanda. Dia belajar melukis secara tradisional. Dia belajar menggambar sosok manusia. Dia belajar perspektif dan bayangan.

Tapi pendidikan sebenarnya terjadi di Paris. Dia melihat Kubisme. Dia mulai melukis dalam gaya Kubis. Dia melukis pohon yang terlihat seperti kaca retak. Dia melukis bangunan yang terlihat seperti persegi panjang yang patah.

Dia mengurangi paletnya. Dia berhenti menggunakan hijau dan ungu. Dia hanya menggunakan hitam, abu-abu, dan oker. Dia sedang menyederhanakan.

Pada tahun 1914, dia mengunjungi Belanda. Perang Dunia I meletus. Dia tidak bisa kembali ke Paris. Dia terjebak di negara asalnya selama perang.

Selama waktu itu, dia bertemu dengan seniman lain yang ingin menyederhanakan seni. Mereka membentuk kelompok yang disebut De Stijl. Mereka menerbitkan majalah. Mondrian menulis artikel yang menjelaskan ide-idenya.

Dia mengatakan seni harus dikurangi menjadi elemen dasar. Garis lurus. Sudut siku. Warna primer. Dia berhenti melukis pemandangan sepenuhnya. Dia mulai hanya melukis kisi.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Piet Mondrian menjadi sukses perlahan. Selama Perang Dunia I, hanya sedikit orang yang mengetahui karyanya. Setelah perang, dia kembali ke Paris. Gaya barunya mengejutkan. Orang-orang tidak memahaminya. Dia miskin. Dia tinggal di studio kecil.

Dia melukis lukisan yang sama berulang kali. Sebuah kisi garis hitam. Persegi putih. Sebuah persegi merah di sini. Sebuah persegi biru di sana. Sebuah persegi kuning. Dia menyesuaikan penempatan warna. Dia menginginkan keseimbangan yang sempurna.

Pada tahun 1920-an, ketenarannya meningkat. Seniman lain dalam kelompok De Stijl menyebarkan ide-idenya. Arsitek mulai merancang bangunan dengan kisi-kisi Mondrian. Desainer membuat furnitur dalam gayanya.

Pada tahun 1930-an, dia pindah ke London. Kemudian dia pindah ke New York City pada tahun 1940. Perang Dunia II sedang terjadi di Eropa. Dia ingin aman.

Di New York, dia menemukan musik jazz. Dia menyukainya. Lukisan-lukisannya berubah. Dia mengganti garis hitam dengan garis berwarna. Dia melukis "Broadway Boogie Woogie." Lukisan itu terlihat seperti peta Manhattan. Itu terbuat dari persegi kecil berwarna. Rasanya seperti jazz.

Dia meninggal di New York pada tahun 1944. Dia berusia 71 tahun.

Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Piet Mondrian adalah bahwa seni harus universal. Dia percaya bahwa garis lurus dan warna primer dapat dipahami oleh siapa saja. Tidak perlu bahasa. Tidak perlu budaya. Hanya kebenaran visual dasar.

Prestasi terbesarnya adalah gaya matangnya. Kisi hitam dengan persegi panjang merah, biru, dan kuning itu ikonik. Mereka disebut "Komposisi." Dia memberi nomor pada mereka alih-alih menamainya. "Komposisi dalam Merah, Biru, dan Kuning." "Komposisi dengan Pesawat Merah Besar." Dia ingin penonton hanya melihat lukisan itu, bukan sebuah cerita.

Prestasi besar lainnya adalah pengaruhnya terhadap desain. Kisi Mondrian ada di mana-mana. Arsitektur modern menggunakan prinsip-prinsipnya. Sekolah desain Bauhaus dipengaruhi olehnya. Desainer grafis menggunakan warnanya. Yves Saint Laurent, seorang desainer mode, membuat gaun Mondrian pada tahun 1965. Itu menjadi terkenal. Itu terlihat seperti lukisan Mondrian.

Dia juga mempengaruhi minimalisme. Seniman minimalis menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu. Mondrian adalah minimalis pertama.

Tantangan dan Masa Sulit
Piet Mondrian menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia berjuang untuk menemukan gayanya. Dia berusia 40-an ketika dia mengembangkan kisi matangnya. Dia menghabiskan beberapa dekade untuk mencari.

Kedua, dia miskin. Dia tinggal di studio kecil. Dia makan makanan sederhana. Dia tidak peduli tentang uang. Dia peduli tentang seni.

Ketiga, dia terisolasi. Seninya begitu berbeda sehingga sedikit orang yang memahaminya. Dia memiliki sedikit teman. Dia menghabiskan sebagian besar waktunya sendirian di studionya.

Keempat, Perang Dunia I menjebaknya di Belanda. Dia tidak bisa bepergian. Dia tidak bisa melihat dunia seni di Paris.

Kelima, Perang Dunia II memaksanya untuk melarikan diri dari Eropa. Dia meninggalkan banyak lukisan. Beberapa hancur dalam perang. Dia harus memulai lagi di New York.

Melalui setiap tantangan, dia terus melukis. Dia terus menyederhanakan. Dia terus mencari keseimbangan.

Fakta Menarik tentang Selebriti
Piet Mondrian adalah seorang penari. Dia menyukai tari ballroom. Dia pergi berdansa setiap minggu di New York.

Fakta menarik lainnya: Dia adalah seorang teosof. Teosofi adalah gerakan spiritual. Dia percaya lukisannya mengekspresikan kebenaran spiritual.

Dia hidup sendirian. Dia tidak pernah menikah. Dia tidak memiliki anak. Seni adalah hidupnya.

Dia melukis dinding studionya dengan warna putih. Dia melukis persegi berwarna di atasnya. Dia tinggal di dalam lukisan-lukisannya sendiri.

Satu fakta lagi: Lukisannya "Komposisi II dalam Merah, Biru, dan Kuning" terjual seharga 50 juta dolar pada tahun 2009.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Piet Mondrian penting karena dia menciptakan bahasa visual yang masih digunakan. Kisi-kisinya ada di mana-mana. Sampul buku catatan Anda mungkin memiliki pola Mondrian. Logo merek favorit Anda mungkin menggunakan warnanya.

Dia juga penting karena dia menunjukkan bahwa lebih sedikit itu lebih. Dia menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu. Apa yang tersisa adalah keseimbangan murni. Kita dapat menerapkan ide itu dalam hidup kita sendiri. Singkirkan kekacauan. Simpan hanya apa yang penting.

Pengaruhnya terhadap desain tidak terukur. Tanpa Mondrian, bangunan modern akan terlihat berbeda. Antarmuka ponsel Anda mungkin terlihat berbeda.

Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang fokus. Mondrian melukis hampir lukisan yang sama selama 30 tahun. Dia mencari kesempurnaan. Dia tidak pernah berhenti menyempurnakan.

Apa yang Dapat Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran indah dari Piet Mondrian. Pertama, sederhanakan. Mondrian menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu. Lihatlah kamar Anda. Apa yang bisa Anda berikan? Lihatlah seni Anda. Apa yang bisa Anda hilangkan? Sederhana itu kuat.

Kedua, keseimbangan itu penting. Mondrian memindahkan persegi berwarna sampai lukisan terasa seimbang. Keseimbangan membuat Anda merasa tenang. Keseimbangan membuat Anda merasa aman.

Ketiga, bersabarlah. Mondrian melukis kisi selama beberapa dekade. Dia tidak merasa bosan. Dia terus menyempurnakan. Hal-hal baik membutuhkan waktu.

Akhirnya, percayalah pada visi Anda sendiri. Orang-orang mengira Mondrian gila. Dia tidak peduli. Dia melukis apa yang dia percayai. Anda juga harus begitu.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Piet Mondrian. Jawab pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.

Warna primer apa tiga yang digunakan Mondrian?

Gerakan seni apa yang didirikan Mondrian?

Kota mana yang dipindahkan Mondrian pada tahun 1940?

Lukisan apa yang dipengaruhi jazz yang dibuat Mondrian di New York?

Jenis tarian apa yang disukai Mondrian?

Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Ambil selembar kertas putih. Gambar kisi garis hitam. Gunakan penggaris. Kemudian warnai beberapa persegi dengan merah, biru, dan kuning. Biarkan beberapa persegi putih. Pindahkan warna-warna itu sampai terasa seimbang. Anda telah membuat sebuah Mondrian.

Aktivitas lainnya. Lihatlah di sekitar rumah Anda. Temukan tiga benda yang memiliki pola Mondrian. Sampul buku? Karpet? Mainan? Mondrian ada di mana-mana.

Piet Mondrian melukis dirinya ke dalam sudut. Dia mulai dengan kincir angin dan pohon. Dia melukis secara realistis. Kemudian dia menyederhanakan. Dia menghilangkan daun. Dia menghilangkan lekukan. Dia menghilangkan hijau. Dia menghilangkan segalanya sampai hanya garis hitam dan warna primer yang tersisa. Dia melukis kisi selama 30 tahun. Dia tidak pernah merasa bosan. Dia mencari keseimbangan yang sempurna. Dia tidak pernah menemukannya. Tapi dia mendekati. Lukisan-lukisannya tergantung di museum. Mereka bernilai jutaan. Mereka juga muncul di kaos dan cangkir kopi. Semua orang mengenal kisi-kisinya. Kisahnya mengajarkan kita untuk menyederhanakan. Mencari keseimbangan. Bersabar. Percayalah pada visi kita. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.