Apakah Anda pernah mendengar lagu yang dimulai dengan riff gitar terkenal "duh-nuh-nuh-nuh, duh-nuh-nuh-nuh"? Riff itu milik Carl Perkins. Dia menulis "Blue Suede Shoes." Lagu itu menjadi rekaman rock and roll pertama yang terjual satu juta kopi. Kisah Selebriti ini: Carl Perkins akan memperkenalkan Anda kepada seorang pria yang tumbuh besar memetik kapas di Tennessee. Dia mengajarkan dirinya sendiri bermain gitar pada alat musik yang rusak. Dia menciptakan suara yang disebut rockabilly. Musiknya mempengaruhi Beatles, Elvis, dan semua orang yang datang setelahnya. Hidupnya penuh dengan kerja keras dan nasib buruk. Namun, penulisan lagunya mengubah dunia.
Mari kita temui raja rockabilly. Carl Perkins membuktikan bahwa seorang anak petani yang miskin bisa menulis lagu yang abadi.
Siapa Selebriti Ini?
Carl Perkins adalah seorang penyanyi, penulis lagu, dan gitaris asal Amerika. Dia hidup dari tahun 1932 hingga 1998. Dia tumbuh dalam kemiskinan yang ekstrem. Dia tidak pernah mendapatkan pelatihan musik formal. Namun, dia menulis salah satu lagu paling terkenal dalam sejarah. Dia juga menciptakan musik rockabilly. Rockabilly adalah campuran musik country dan rhythm and blues. Itu menjadi dasar rock and roll.
Mengapa dia terkenal? Dia menulis dan merekam "Blue Suede Shoes" pada tahun 1955. Lagu itu menjadi hit besar. Elvis Presley juga merekamnya. Namun, Carl yang menulisnya. Dia juga menulis lagu klasik lainnya seperti "Honey Don't" dan "Matchbox." Beatles membawakan lagu-lagunya di album awal mereka. John Lennon pernah berkata bahwa Carl Perkins adalah salah satu pahlawannya yang terbesar. Tanpa Carl Perkins, gitar rock akan terdengar sangat berbeda.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Carl Perkins lahir di dekat Tiptonville, Tennessee. Dia tumbuh di sebuah pertanian penyewa. Itu berarti keluarganya mengerjakan tanah yang dimiliki oleh orang lain. Mereka sangat miskin. Mereka tinggal di sebuah gubuk kecil tanpa listrik atau air mengalir. Carl dan saudara-saudaranya tidur di tempat tidur yang sama.
Dia mulai memetik kapas ketika dia masih sangat muda. Pekerjaannya sangat berat. Tangan-tangannya berdarah. Dia membenci ladang kapas. Dia berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan menemukan kehidupan lain.
Ayahnya membeli gitar murah dari tetangga seharga lima dolar. Gitar itu rusak. Ada lubang di sisinya. Namun, Carl menyukainya. Dia mengajarkan dirinya sendiri untuk bermain. Dia mendengarkan radio. Dia mendengar musik country dan blues. Dia menggabungkannya dalam pikirannya.
Saudara-saudaranya juga belajar alat musik. Mereka membentuk sebuah band keluarga. Mereka bermain di dansa dan pesta lokal. Carl menyanyi sebagai vokalis utama dan bermain gitar. Dia pemalu di luar panggung. Namun, di atas panggung, dia hidup.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Carl Perkins tidak mendapatkan banyak pendidikan. Dia pergi ke sekolah satu ruangan. Dia hanya bersekolah hingga kelas delapan. Ladang kapas membutuhkan tangannya lebih dari sekolah membutuhkan pikirannya.
Dia belajar musik dengan mendengarkan dan meniru. Dia mendengar seorang musisi blues bernama John Lee Hooker. John Lee memainkan gaya gitar ritmis yang memukau Carl. Dia belajar memainkan ritme yang sama. Kemudian dia mempercepatnya. Lalu dia menambahkan melodi country.
Dia juga mendengarkan musik gospel. Ibunya menyanyi di gereja. Carl belajar harmoni darinya. Dia belajar bahwa musik bisa membuat orang merasakan kebahagiaan dan kesedihan pada saat yang sama.
Peluang besarnya datang ketika dia pindah ke Memphis. Dia mengikuti audisi untuk Sun Records. Pemiliknya, Sam Phillips, sudah menemukan Elvis Presley, Johnny Cash, dan Jerry Lee Lewis. Sam mendengar Carl bermain. Dia langsung menandatanganinya. Carl berusia 22 tahun. Pendidikan sebenarnya dimulai di studio rekaman.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Carl Perkins menjadi sukses melalui satu lagu yang sempurna. Pada akhir tahun 1955, dia sedang bermain di sebuah dansa di Tennessee. Seorang pemuda dengan sepatu suede biru yang mewah sedang menari. Seorang gadis menginjak sepatunya. Pria itu berkata, "Jangan injak suede saya!" Carl mendengar itu. Dia tertawa. Dia mulai menulis lagu malam itu.
Lagu itu datang kepadanya dengan cepat. Dia menulis liriknya di atas karung kentang. Lagu itu adalah "Blue Suede Shoes." Lagu itu memiliki riff gitar yang catchy dan peringatan sederhana: jangan injak sepatu saya. Lagu itu tentang kebanggaan dan gaya.
Dia merekamnya pada bulan Desember 1955. Lagu itu dirilis pada awal tahun 1956. Lagu itu menjadi sensasi. Lagu itu mencapai nomor satu di tangga lagu country, pop, dan R&B. Itu adalah rekaman rock and roll pertama yang terjual lebih dari satu juta kopi.
Kemudian tragedi melanda. Dalam perjalanan menuju penampilan televisi di New York, Carl mengalami kecelakaan mobil yang serius. Dia mematahkan leher dan beberapa tulang rusuk.

