Nasihat Mana yang Lebih Baik untuk Anak yang Merasa Tertekan: "Jadilah Diri Sendiri" atau "Jadilah Dirimu Apa Adanya"?

Nasihat Mana yang Lebih Baik untuk Anak yang Merasa Tertekan: "Jadilah Diri Sendiri" atau "Jadilah Dirimu Apa Adanya"?

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apa Arti dari Kedua Ungkapan Ini?

"Jadilah diri sendiri" dan "jadilah dirimu apa adanya" sama-sama berarti bertindak sesuai dengan kepribadian, nilai, dan perasaanmu sendiri, tidak berpura-pura menjadi orang lain.

Mereka memberi tahu seorang anak bahwa mereka tidak perlu berubah untuk menyesuaikan diri atau menyenangkan orang lain.

Anak-anak mendengar kata-kata ini ketika merasa berbeda, gugup, atau tertekan.

Keduanya membangun penerimaan diri.

"Jadilah diri sendiri" adalah cara singkat yang umum untuk mengatakan "bertindaklah seperti dirimu yang sebenarnya."

Seorang orang tua mengatakannya ketika seorang anak berusaha terlalu keras untuk membuat orang terkesan.

Itu sederhana dan langsung.

"Jadilah dirimu apa adanya" berarti hal yang sama, tetapi terdengar sedikit lebih lembut dan lengkap.

Itu kurang umum dalam percakapan sehari-hari.

Itu mungkin digunakan dalam lagu atau buku.

Itu adalah frasa yang lebih lembut.

Ungkapan-ungkapan ini tampak serupa.

Keduanya berarti "jangan berpura-pura menjadi orang lain."

Keduanya merayakan individualitas.

Tetapi yang satu lebih pendek dan lebih umum sementara yang satu lebih lembut dan lebih lengkap.

Apa Perbedaannya?

Yang satu lebih pendek, lebih umum, dan lugas. Yang satu lebih panjang, lebih lembut, dan lebih lembut.

"Jadilah diri sendiri" adalah frasa sehari-hari.

Itu langsung dan menyemangati.

Itu adalah frasa pertama yang dipelajari anak-anak.

"Jadilah dirimu apa adanya" sedikit lebih puitis.

Itu menekankan inti dari identitasmu.

Itu kurang umum dalam percakapan cepat.

Kedengarannya lebih seperti pelukan.

Pikirkan seorang anak yang gugup di sekolah baru.

"Jadilah diri sendiri, dan kamu akan mendapatkan teman" itu bagus.

"Jadilah dirimu apa adanya, dan orang-orang akan menyukai dirimu yang sebenarnya" juga baik.

Yang satu lugas. Yang satu lembut.

Yang satu untuk dorongan cepat. Yang lain untuk momen yang lebih dalam.

"Jadilah diri sendiri" untuk motivasi.

"Jadilah dirimu apa adanya" untuk percakapan yang tenang dan penuh kasih.

Gunakan yang pertama untuk energi. Gunakan yang kedua untuk kelembutan.

Juga, "jadilah dirimu apa adanya" dapat terdengar lebih seperti pengingat akan identitasmu.

"Jadilah diri sendiri" adalah tentang tindakanmu.

Kapan Kita Menggunakan Masing-Masing?

Gunakan "jadilah diri sendiri" untuk sebagian besar dorongan sehari-hari.

Gunakan itu sebelum pertunjukan, aktivitas baru, atau situasi sosial.

Gunakan itu sebagai pengingat yang cepat dan baik.

Itu cocok untuk kehidupan sehari-hari.

Contoh di rumah:

"Jadilah dirimu sendiri di pesta."

"Jangan khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain. Jadilah diri sendiri."

"Jadilah dirimu sendiri, dan kamu akan bersinar."

Gunakan "jadilah dirimu apa adanya" untuk momen yang lebih dalam dan lembut.

Gunakan itu ketika seorang anak sedang berjuang dengan identitas atau merasa berbeda.

Gunakan itu untuk jaminan yang tenang.

Itu cocok untuk pembicaraan yang lembut.

Contoh untuk kelembutan:

"Apa pun yang terjadi, jadilah dirimu apa adanya."

"Jadilah dirimu apa adanya, bukan siapa yang orang lain inginkan."

"Kamu luar biasa hanya dengan menjadi dirimu apa adanya."

Anak-anak dapat menggunakan keduanya.

"Jadilah diri sendiri" untuk cepat.

"Jadilah dirimu apa adanya" untuk lembut.

Keduanya membangun cinta diri.

Contoh Kalimat untuk Anak-Anak

Jadilah diri sendiri:

"Jadilah diri sendiri, karena kamu luar biasa."

"Ketika kamu berpura-pura, tidak ada yang tahu dirimu yang sebenarnya. Jadilah diri sendiri."

"Aku paling menyukaimu ketika kamu menjadi dirimu sendiri."

Jadilah dirimu apa adanya:

"Jadilah dirimu apa adanya, bahkan jika kamu berbeda."

"Dunia membutuhkanmu untuk menjadi dirimu apa adanya."

"Jadilah dirimu apa adanya, dan teman yang tepat akan menemukanmu."

Perhatikan "jadilah diri sendiri" itu pendek dan kuat.

"Jadilah dirimu apa adanya" itu lembut dan mendalam.

Anak-anak mempelajari keduanya.

Yang satu untuk energi. Yang satu untuk hati.

Orang tua dapat menggunakan keduanya.

Pengingat cepat: "jadilah diri sendiri."

Pembicaraan mendalam: "jadilah dirimu apa adanya."

Anak-anak mempelajari kata-kata keaslian yang berbeda.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Beberapa anak berpikir "jadilah diri sendiri" berarti kamu tidak perlu berubah.

Perubahan adalah bagian dari pertumbuhan.

Menjadi diri sendiri berarti tumbuh menjadi dirimu yang terbaik, bukan tetap sama selamanya.

Salah: "Aku kadang-kadang jahat, dan aku hanya menjadi diriku sendiri."

Lebih baik: "Menjadi diri sendiri berarti bersikap baik, bahkan ketika sulit."

Kesalahan lain: berpikir "jadilah dirimu apa adanya" berarti kamu harus tahu persis siapa dirimu saat ini.

Tidak tahu itu tidak apa-apa.

Kamu menemukan dirimu seiring waktu.

Salah: "Aku belum tahu siapa aku."

Lebih baik: "Jadilah dirimu apa adanya saat kamu menemukan dirimu sendiri."

Beberapa pembelajar lupa bahwa kedua frasa itu berarti hal yang sama.

Pilihlah mana yang terasa tepat untuk saat ini.

Tidak ada pilihan yang salah.

Juga hindari mengatakan "jadilah dirimu sendiri" untuk mengabaikan keinginan anak untuk tumbuh.

Jika mereka ingin mencoba gaya atau hobi baru, dorong mereka.

Itu masih menjadi diri mereka sendiri.

Tips Memori yang Mudah

Pikirkan "jadilah diri sendiri" sebagai cermin.

Lihatlah dirimu sendiri. Itulah dirimu.

Untuk pengingat cepat.

Pikirkan "jadilah dirimu apa adanya" sebagai pelukan hangat.

Pelukan itu mengatakan "kamu cukup."

Untuk momen yang lembut.

Trik lain: ingatlah nada.

"Jadilah diri sendiri" = energik.

"Jadilah dirimu apa adanya" = lembut.

Energetik mendapatkan "jadilah diri sendiri."

Lembut mendapatkan "jadilah dirimu apa adanya."

Orang tua dapat mengatakan:

"Diri sendiri untuk sorak-sorai. Dirimu apa adanya untuk air mata."

Berlatih di rumah.

Motivasi: "jadilah diri sendiri."

Menghibur: "jadilah dirimu apa adanya."

Waktu Latihan Cepat

Mari kita coba latihan kecil.

Pilihlah frasa yang lebih baik untuk setiap situasi.

Seorang anak akan bertemu teman baru di taman bermain. Mereka gugup.

a) "Jadilah dirimu apa adanya."

b) "Jadilah diri sendiri. Mereka akan menyukai dirimu yang sebenarnya."

Seorang anak merasa berbeda dari anak-anak lain dan sedang menangis. Mereka membutuhkan kenyamanan.

a) "Jadilah diri sendiri."

b) "Jadilah dirimu apa adanya. Kamu luar biasa apa adanya."

Jawaban:

1 – a atau b. "Jadilah diri sendiri" lebih umum untuk motivasi cepat.

2 – b. Momen yang lembut dan halus cocok dengan "jadilah dirimu apa adanya" yang lebih lembut.

Isi bagian yang kosong:

"Ketika aku memberi motivasi cepat kepada anakku sebelum sekolah, aku berkata ______."

("Jadilah diri sendiri" adalah pilihan singkat, energik, sehari-hari.)

Satu lagi:

"Ketika aku memeluk anakku setelah mereka diejek, aku berbisik ______."

("Jadilah dirimu apa adanya" cocok dengan deskripsi yang lembut, halus, penuh kasih.)

Kamu cukup.

"Jadilah diri sendiri" untuk keberanian.

"Jadilah dirimu apa adanya" untuk cinta.

Ajarkan anakmu keduanya.

Seorang anak yang mempelajari keduanya akan berdiri tegak dan merasa aman menjadi dirinya sendiri.