Apakah Anda pernah melihat kamera tua berbentuk kotak kecil? Itu memiliki tombol di bagian atas. Anda mengarahkannya ke teman-teman Anda. Anda menekan tombol. Itu adalah kamera Kodak. George Eastman yang menciptakannya. Kisah Selebriti ini: George Eastman akan memperkenalkan Anda kepada pria yang membuat fotografi dapat diakses oleh semua orang. Sebelum dia, fotografi itu sulit. Anda membutuhkan pelat kaca yang berat. Anda membutuhkan bahan kimia yang berantakan. Anda membutuhkan ruang gelap. Eastman membuatnya sederhana. Dia menemukan film fleksibel. Dia menemukan kamera yang bisa digunakan oleh siapa saja. Dia mendirikan perusahaan Kodak. Slogannya adalah, "Anda menekan tombol, kami melakukan sisanya."
Mari kita temui pria yang membuat foto instan menjadi mungkin. George Eastman mengubah cara kita mengingat hidup kita.
Siapa Selebriti Ini?
George Eastman adalah seorang penemu dan pebisnis asal Amerika. Dia hidup dari tahun 1854 hingga 1932. Dia mendirikan Perusahaan Eastman Kodak. Dia menemukan film gulung. Dia juga menemukan kamera Kodak. Kamera itu membuat fotografi dapat diakses oleh orang biasa.
Mengapa dia terkenal? Dia mendemokratisasi fotografi. Sebelum dia, hanya profesional dan hobiis kaya yang bisa mengambil foto. Dia membuatnya murah dan mudah. Dia juga menyumbangkan sebagian besar kekayaannya. Dia adalah seorang filantropis besar. Dia menyumbangkan jutaan dolar untuk universitas, rumah sakit, dan sekolah musik.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
George Eastman lahir di Waterville, New York. Keluarganya pindah ke Rochester ketika dia masih muda. Ayahnya menjalankan sekolah bisnis. Dia meninggal ketika George berusia tujuh tahun. Keluarga itu kehilangan sumber pendapatan.
Ibunya berjuang. Dia menerima penyewa. Dia bekerja keras. George keluar dari sekolah pada usia 14 tahun. Dia harus bekerja untuk mendukung keluarga.
Dia bekerja sebagai anak kantor. Dia bekerja untuk perusahaan asuransi. Dia belajar akuntansi sendiri. Dia mendapatkan pekerjaan sebagai petugas di bank. Dia mendapatkan gaji yang baik. Dia menabung uangnya.
Dia penasaran. Dia suka bereksperimen. Dia membeli kamera. Kameranya berat. Itu menggunakan pelat kaca. Pelat harus dilapisi bahan kimia tepat sebelum digunakan. Itu berantakan dan rumit. Dia berpikir, "Pasti ada cara yang lebih baik."
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
George Eastman keluar dari sekolah pada usia 14 tahun. Dia belajar sendiri. Dia belajar akuntansi dan pembukuan sendiri. Dia juga belajar kimia. Dia membaca buku. Dia melakukan eksperimen di dapur ibunya.
Dia bekerja di siang hari. Di malam hari, dia bereksperimen. Dia mencoba membuat pelat kering. Ini adalah pelat kaca yang sudah dilapisi bahan kimia. Mereka bisa disimpan. Mereka tidak perlu disiapkan tepat sebelum digunakan.
Pada tahun 1879, dia menemukan mesin yang bisa melapisi pelat kaca. Dia mematenkannya. Dia memulai bisnis kecil. Dia menjual pelat kering kepada fotografer lain.
Dia sukses. Tapi dia tidak puas. Dia ingin mengganti pelat kaca dengan sesuatu yang fleksibel. Kaca itu berat dan rapuh. Dia menginginkan gulungan film.
Dia bereksperimen dengan kertas. Dia melapisi kertas dengan bahan kimia. Kertas itu berhasil. Tapi butiran kertas muncul di cetakan. Dia beralih ke dasar transparan yang terbuat dari gelatin. Itulah lahirnya film gulung.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
George Eastman menjadi sukses melalui kerja keras dan inovasi. Pada tahun 1888, dia memperkenalkan kamera Kodak. Itu adalah kotak kecil. Itu dilengkapi dengan gulungan film yang bisa mengambil 100 foto. Ketika gulungan selesai, Anda mengirimkan seluruh kamera kembali ke pabrik. Mereka mengembangkan filmnya. Mereka mencetak foto-fotonya. Mereka mengisi ulang kamera. Mereka mengirimkannya kembali. Slogannya adalah, "Anda menekan tombol, kami melakukan sisanya."
Kamera itu menjadi sensasi. Orang-orang menjadi gila. Tiba-tiba, siapa pun bisa mengambil foto. Keluarga bisa mendokumentasikan hidup mereka. Pelancong bisa merekam perjalanan mereka. Amatir bisa bereksperimen.
Eastman menamai perusahaannya Kodak. Dia menciptakan kata itu. Dia ingin dimulai dengan K. Dia ingin itu singkat. Dia ingin itu mudah diucapkan.
Dia juga menciptakan kamera Brownie pada tahun 1900. Harganya satu dolar. Filmnya berharga lima belas sen. Anak-anak bisa membelinya. Brownie membuat fotografi menjadi fenomena massal.
Eastman adalah pebisnis yang brilian. Dia memperlakukan pekerjanya dengan baik. Dia membagi keuntungan dengan mereka. Dia membayar pendidikan mereka. Dia membangun perusahaan yang besar.
Dia juga menyumbangkan kekayaannya. Dia menyumbangkan lebih dari $100 juta dalam uang saat ini. Dia memberi kepada Massachusetts Institute of Technology. Dia memberi kepada Tuskegee Institute. Dia memberi kepada University of Rochester. Dia juga mendanai klinik gigi untuk anak-anak berpenghasilan rendah.
Ide-Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar George Eastman adalah bahwa fotografi harus untuk semua orang. Dia tidak ingin itu menjadi barang mewah. Dia ingin itu seumum pensil.
Prestasi terbesarnya adalah kamera Kodak. Kotak kecil itu mengubah dunia. Itu menciptakan foto instan. Itu menciptakan album foto keluarga.
Prestasi besar lainnya adalah film gulung. Tanpa film gulung, tidak akan ada film. Thomas Edison menggunakan film Eastman untuk kamera filmnya. Seluruh industri film berutang budi padanya.
Dia juga menemukan kamera Brownie. Kamera itu terjual jutaan. Itu membawa fotografi kepada anak-anak. Itu membawa fotografi kepada masyarakat luas.
Dia juga menciptakan Perusahaan Eastman Kodak. Itu adalah salah satu perusahaan paling sukses dalam sejarah Amerika. Itu mempekerjakan ribuan orang. Itu menjadikan Rochester sebagai pusat inovasi.
Dia juga merupakan pelopor filantropi korporat. Dia membagikan kekayaannya. Dia percaya pada memberi kembali.
Tantangan dan Masa Sulit
George Eastman menghadapi banyak tantangan. Pertama, ayahnya meninggal ketika dia masih muda. Dia harus keluar dari sekolah. Dia harus mendukung keluarganya.
Kedua, dia tidak memiliki pelatihan ilmiah. Dia belajar kimia sendiri. Dia melakukan kesalahan. Dia membuang bahan. Dia terus melanjutkan.
Ketiga, dia menghadapi persaingan. Penemu lain sedang mengerjakan ide serupa. Dia harus bekerja lebih cepat. Dia harus mematenkan penemuannya.
Keempat, dia berjuang dengan masalah kesehatan. Dia memiliki kondisi tulang belakang. Dia merasakan sakit. Dia tidak mengeluh.
Kelima, dia menjadi depresi di usia tuanya. Dia merasakan sakit. Dia kehilangan energinya. Pada tahun 1932, dia mengakhiri hidupnya sendiri. Dia meninggalkan catatan. Itu berkata, "Pekerjaanku telah selesai. Mengapa menunggu?"
Fakta Menarik Tentang Selebriti
George Eastman tidak pernah menikah. Dia tidak memiliki anak. Dia menyebut perusahaannya sebagai anaknya.
Fakta menarik lainnya: Dia adalah seorang musisi amatir yang hebat. Dia bermain piano dan organ. Dia menyumbangkan jutaan untuk sekolah musik.
Dia suka bepergian. Dia mengunjungi Asia dan Afrika. Dia mengambil banyak foto.
Dia seorang vegetarian. Dia tidak makan daging.
Satu fakta lagi: Rumahnya di Rochester sekarang menjadi museum. Anda bisa mengunjunginya. Anda bisa melihat koleksi kameranya.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
George Eastman penting karena dia membuat fotografi menjadi universal. Setiap kali Anda mengambil foto dengan ponsel Anda, Anda menggunakan idenya. Arahkan. Klik. Perangkat melakukan sisanya.
Dia juga penting karena praktik bisnisnya. Dia memperlakukan pekerja dengan baik. Dia membagi keuntungan. Dia menjadi teladan bagi pengusaha selanjutnya.
Pengaruhnya ada di mana-mana. Setiap album foto keluarga. Setiap film. Setiap posting media sosial. Semua itu kembali kepada Eastman.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang ketekunan. Eastman keluar dari sekolah pada usia 14 tahun. Dia belajar sendiri. Dia berhasil.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran yang luar biasa dari George Eastman. Pertama, mulai dari yang kecil. Eastman memulai dengan mesin untuk melapisi pelat. Dia membangun dari situ. Anda tidak perlu mengubah dunia hari ini. Mulailah dengan tujuan kecil.
Kedua, belajar sendiri. Eastman keluar dari sekolah pada usia 14 tahun. Dia belajar kimia sendiri. Anda bisa belajar apa saja. Bacalah buku. Tonton video. Bereksperimenlah.
Ketiga, buatlah sesuatu yang dapat diakses. Eastman ingin semua orang bisa mengambil foto. Pikirkan tentang keterampilan Anda. Bagaimana Anda bisa membuatnya dapat diakses oleh orang lain?
Akhirnya, beri kembali. Eastman menyumbangkan sebagian besar uangnya. Anda tidak perlu kaya. Berikan waktu Anda. Berikan bantuan Anda. Jadilah dermawan.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: George Eastman. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini bersama orang tua atau sendiri.
Apa nama kamera pertama yang mudah digunakan oleh Eastman?
Apa yang ditemukan Eastman yang menggantikan pelat kaca?
Apa slogan terkenal Kodak?
Apa nama kamera satu dolar untuk anak-anak?
Apa yang dilakukan Eastman dengan sebagian besar kekayaannya?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Ambil foto keluarga Anda. Kamera apa saja. Ponsel apa saja. Kemudian cetak. Tempatkan di album. Anda melakukan apa yang diinginkan George Eastman. Anda merekam kenangan Anda.
Aktivitas lainnya. Cari foto kamera Kodak tua secara online bersama orang tua Anda. Itu terlihat seperti kotak kecil. Kemudian ambil foto dengan ponsel Anda. Bandingkan. Teknologi telah berubah. Idéanya tetap sama. Arahkan dan klik.
George Eastman lahir di New York. Ayahnya meninggal. Dia keluar dari sekolah pada usia 14 tahun. Dia belajar kimia sendiri. Dia menemukan pelat kering. Dia menemukan film gulung. Dia menemukan kamera Kodak. Anda menekan tombol, kami melakukan sisanya. Dia menemukan Brownie. Dia menyumbangkan jutaan. Dia meninggal pada tahun 1932. Pekerjaannya telah selesai. Kisahnya mengajarkan kita untuk mulai dari yang kecil. Untuk belajar sendiri. Untuk membuat sesuatu yang dapat diakses. Untuk memberi kembali. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.

