Apakah Anda pernah melihat foto Albert Einstein dengan kakinya terbuka dan tangannya terentang seolah-olah dia sedang terbang? Dia terlihat seperti anak yang bahagia. Rambutnya acak-acakan. Wajahnya ceria. Itu adalah foto Philippe Halsman. Dia meminta Einstein untuk melompat. Einstein melompat. Halsman mengklik kameranya. Kisah Selebriti ini: Philippe Halsman akan memperkenalkan Anda kepada seorang fotografer yang membuat orang terkenal melompat. Dia lahir di Latvia. Dia dituduh secara salah atas sebuah kejahatan. Dia melarikan diri ke Prancis. Dia melarikan diri lagi ke Amerika. Dia menjadi fotografer potret yang paling dicari di Amerika Serikat. Dia memotret lebih dari 100 sampul untuk majalah Life. Dia memotret Marilyn Monroe, Salvador Dalí, dan Duke dan Duchess of Windsor. Potret-potret karyanya ceria. Mereka aneh. Mereka tak terlupakan.
Mari kita bertemu dengan pria yang berkata, "Jika Anda ingin melihat kepribadian sejati seseorang, mintalah mereka untuk melompat."
Siapa Selebriti Ini?
Philippe Halsman adalah seorang fotografer potret Amerika. Dia hidup dari tahun 1906 hingga 1979. Dia lahir di Latvia. Dia menjadi warga negara Amerika yang dinaturalisasi. Dia bekerja untuk majalah Life selama 37 tahun. Dia mengambil lebih dari 100 potret sampul.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan potret "melompat". Dia meminta subjeknya untuk melompat. Dia percaya bahwa seseorang tidak dapat berpura-pura ekspresinya saat melompat. Topeng itu jatuh. Diri yang sebenarnya muncul. Dia memotret Albert Einstein melompat. Dia memotret Marilyn Monroe melompat. Dia memotret Duke dan Duchess of Windsor melompat. Karya terkenalnya yang lain termasuk kolaborasi dengan seniman surealis Salvador Dalí. Mereka membuat foto "Dalí Atomicus." Itu menunjukkan Dalí melompat. Kucing-kucing terbang di udara. Air memercik. Dibutuhkan 28 percobaan untuk mendapatkan foto tersebut.
Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Philippe Halsman lahir di Riga, Latvia. Ayahnya adalah seorang dokter gigi. Ibunya adalah seorang guru. Dia adalah anak bungsu dari tiga bersaudara.
Dia suka mengambil foto. Dia mendapatkan kamera pertamanya saat berusia 13 tahun. Dia membangun ruang gelap di kamar mandi keluarganya. Dia mengembangkan filmnya sendiri.
Dia adalah siswa yang baik. Dia belajar teknik di Dresden, Jerman. Dia pintar. Dia penasaran.
Pada tahun 1928, sebuah tragedi terjadi. Halsman dan ayahnya sedang mendaki di Pegunungan Alpen Austria. Ayahnya jatuh. Dia meninggal. Halsman dituduh memb

