Apakah Anda pernah melihat foto hitam putih seorang pria melompati genangan air? Dia terpantul di dalam air. Momen itu terabadikan selamanya. Foto itu terasa seperti puisi. Itulah karya fotografi Henri Cartier-Bresson. Cerita Selebriti ini: Henri Cartier-Bresson akan memperkenalkan Anda kepada bapak jurnalisme foto modern. Dia lahir di Prancis. Dia suka menggambar sejak kecil. Kemudian dia menemukan kamera. Dia menjadi fotografer jalanan terbesar sepanjang masa. Dia berkeliling dunia. Dia memotret Gandhi tepat sebelum dia dibunuh. Dia memotret Cina, Meksiko, dan Rusia. Dia tidak pernah menggunakan flash. Dia tidak pernah memotong fotonya. Dia menangkap "momen yang menentukan." Itu adalah detik yang tepat ketika segalanya berkumpul.
Mari kita bertemu dengan pria yang mengubah fotografi menjadi seni. Henri Cartier-Bresson percaya bahwa kamera seperti buku sketsa.
Siapa Selebriti Ini?
Henri Cartier-Bresson adalah seorang fotografer Prancis. Dia hidup dari 1908 hingga 2004. Dia dianggap sebagai bapak jurnalisme foto modern. Dia juga merupakan salah satu pendiri Magnum Photos. Itu adalah agensi foto terkenal. Magnum memungkinkan fotografer memiliki karya mereka sendiri. Sebelum Magnum, majalah memiliki foto-foto tersebut.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan konsep "momen yang menentukan." Itu adalah momen tepat ketika subjek sebuah foto mengungkapkan esensinya. Seorang pria melompati genangan air. Seorang anak berlari melalui pasar. Sepasang kekasih berciuman di bangku. Dia menangkap momen-momen ini dengan kamera kecil yang dipegang tangan. Dia tidak pernah menggunakan flash. Dia tidak pernah mengatur sebuah adegan. Dia menunggu. Dia mengamati. Dia mengklik. Foto-fotonya bukan hanya dokumen. Mereka adalah seni.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Henri Cartier-Bresson lahir di Chanteloup, Prancis. Keluarganya kaya. Mereka membuat benang dan tekstil. Dia adalah anak tertua dari lima bersaudara.
Ayahnya ingin dia bergabung dengan bisnis keluarga. Henri tidak tertarik. Dia ingin menjadi seorang seniman.
Dia suka menggambar. Dia suka melukis. Dia sangat tertarik dengan gerakan Surealis. Surealis mengeksplorasi mimpi dan ketidaksadaran. Mereka ingin mengejutkan orang dari cara pandang normal mereka.
Dia belajar melukis dengan seorang seniman terkenal. Tapi dia gelisah. Dia ingin bepergian. Dia ingin melihat dunia.
Dia pergi ke Afrika. Dia berburu. Dia memancing. Dia sakit. Dia hampir mati. Dia dikirim kembali ke Prancis untuk pulih.
Selama pemulihannya, dia menemukan fotografi. Dia melihat sebuah foto oleh seorang fotografer Hongaria. Foto itu menunjukkan tiga anak laki-laki Afrika berlari ke laut. Dia terpesona. Dia membeli kamera kecil. Dia tidak pernah melihat ke belakang.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Henri Cartier-Bresson belajar melukis dengan André Lhote. Lhote mengajarinya tentang komposisi dan bentuk. Dia belajar bagaimana mengatur bentuk dalam sebuah persegi panjang. Keterampilan itu akan sangat membantunya dalam fotografi.
Dia juga dipengaruhi oleh Surealis. Dia belajar untuk mencari hal-hal yang tidak terduga. Dia belajar melihat puisi dalam kehidupan sehari-hari.
Dia membeli kamera Leica pada tahun 1932. Leica itu kecil dan portabel. Dia bisa membawanya ke mana saja. Dia bisa menjadi tidak terlihat. Dia mengecat bagian yang mengkilap dengan cat hitam agar tidak ada yang melihatnya.
Dia berkeliling Eropa. Dia mengambil foto di Spanyol, Italia, dan Prancis. Dia menangkap momen yang menentukan. Seorang pria melompati genangan air. Seorang wanita melihat keluar dari jendela. Seorang anak bermain di jalan.
Pameran pertamanya diadakan di New York pada tahun 1933. Dia berusia 25 tahun. Kritikus memuji karyanya.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Henri Cartier-Bresson menjadi sukses pada tahun 1930-an. Karyanya diterbitkan di majalah. Dia diakui sebagai seorang maestro.
Selama Perang Dunia II, dia bertugas di angkatan bersenjata Prancis. Dia ditangkap oleh Jerman. Dia menghabiskan tiga tahun di kamp penjara. Dia melarikan diri pada percobaan ketiganya. Dia kembali ke Prancis dan bergabung dengan Perlawanan. Dia membuat film tentang pembebasan Paris.
Setelah perang, dia ikut mendirikan Magnum Photos. Agensi itu memungkinkan fotografer memiliki karya mereka sendiri. Mereka bisa memilih tugas mereka sendiri. Mereka bisa mempertahankan hak cipta mereka. Magnum menjadi agensi foto paling terkenal di dunia.
Dia melakukan perjalanan secara ekstensif. Dia pergi ke India untuk memotret Gandhi. Dia tiba hanya beberapa jam sebelum Gandhi dibunuh. Dia memotret pemakaman. Gambar-gambar itu bersejarah.
Dia juga memotret Cina, Uni Soviet, Kuba, dan Meksiko. Dia menangkap kehidupan sehari-hari. Dia tidak memotret politisi yang berpose. Dia memotret orang-orang di pasar, di kereta, dan di jalan.
Pada tahun 1970-an, dia berhenti mengambil foto. Dia kembali ke menggambar. Dia mengatakan bahwa dia telah mengungkapkan semua yang perlu dia katakan dengan kamera. Dia menghabiskan 30 tahun terakhirnya sebagai pelukis.
Ide-Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Henri Cartier-Bresson adalah "momen yang menentukan." Dia mendefinisikannya sebagai saat ketika makna sebuah peristiwa tertangkap dalam sebuah foto. Anda tidak bisa merencanakannya. Anda tidak bisa mengaturnya. Anda harus siap. Anda harus tidak terlihat. Anda harus merasakan momen itu.
Prestasi terbesarnya adalah bukunya "The Decisive Moment." Buku itu diterbitkan pada tahun 1952. Buku itu berisi 126 foto-fotonya. Sampulnya dirancang oleh Henri Matisse, seorang pelukis terkenal. Buku itu mempengaruhi generasi fotografer.
Prestasi besar lainnya adalah pendirian Magnum Photos. Magnum memungkinkan fotografer untuk menceritakan kisah mereka sendiri. Itu mengubah jurnalisme foto. Saat ini, Magnum masih menjadi salah satu agensi foto terpenting.
Dia juga memotret banyak peristiwa bersejarah. Kematian Gandhi. Pembebasan Paris. Revolusi Kebudayaan di Cina. Foto-fotonya ada di museum dan arsip di seluruh dunia.
Dia juga membuat film. Dia membuat dokumenter tentang pembebasan Paris. Dia juga membuat film tentang Spanyol dan negara-negara lainnya.
Dia mempengaruhi setiap fotografer jalanan yang datang setelahnya. Konsep momen yang menentukan masih diajarkan di sekolah-sekolah fotografi.
Tantangan dan Masa Sulit
Henri Cartier-Bresson menghadapi banyak tantangan. Pertama, keluarganya ingin dia bergabung dengan bisnis tekstil. Dia menolak. Dia mengikuti jalannya sendiri.
Kedua, dia adalah tahanan perang selama tiga tahun. Dia berada di sebuah kamp. Dia kelaparan. Dia kedinginan. Dia hampir mati. Dia melarikan diri.
Ketiga, dia berjuang dengan reputasinya. Dia begitu terkenal sehingga orang mengenalinya. Dia ingin tidak terlihat. Dia ingin menyatu. Keternamaan membuat itu sulit.
Keempat, dia harus menyeimbangkan seni dan jurnalisme. Dia adalah seorang seniman. Dia juga seorang jurnalis. Dia harus memenuhi tenggat waktu. Dia harus memuaskan editor. Dia mengelola keduanya.
Kelima, dia berhenti mengambil foto. Dia merasa sudah cukup. Beberapa orang kecewa. Dia tidak peduli. Dia melakukan apa yang dia inginkan.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Henri Cartier-Bresson benci difoto. Dia akan menyembunyikan wajahnya. Dia akan berpaling. Ada sangat sedikit foto bagus tentang dirinya.
Fakta menarik lainnya: Dia mengecat bagian mengkilap kameranya hitam. Dia ingin tidak terlihat. Leica krom terlalu mencolok.
Dia adalah pebisnis yang buruk. Dia tidak peduli tentang uang. Dia membiarkan orang lain mengurus keuangan.
Dia suka menggambar. Dia menggambar setiap hari. Dia mengatakan bahwa fotografi adalah pekerjaannya. Menggambar adalah kesenangannya.
Satu fakta lagi: Dia tidak pernah menggunakan flash. Dia tidak pernah memotong fotonya. Apa yang Anda lihat adalah apa yang dia lihat.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Henri Cartier-Bresson penting karena dia mengangkat fotografi ke tingkat seni. Sebelum dia, fotografi dianggap sebagai kerajinan. Dia menunjukkan bahwa sebuah foto bisa seekspresif lukisan.
Dia juga penting karena dia mengajarkan kita untuk melihat. Dia mengajarkan kita untuk mencari momen yang menentukan. Dalam kehidupan kita sendiri, ada momen-momen yang menceritakan sebuah kisah. Sebuah pelukan. Sebuah senyuman. Sebuah air mata. Dia mengajarkan kita untuk memperhatikan.
Pengaruhnya ada di mana-mana. Setiap fotografer yang mengambil foto jalanan candid mengikuti jejaknya.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang kesabaran. Cartier-Bresson menunggu berjam-jam untuk momen yang tepat. Dia tidak terburu-buru. Dia menunggu.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran indah dari Henri Cartier-Bresson. Pertama, bersabarlah. Cartier-Bresson menunggu momen yang sempurna. Dia tidak mengklik secara acak. Dia mengamati. Dia menunggu. Jika Anda ingin mengambil foto yang hebat, tunggu momen itu.
Kedua, jadilah tidak terlihat. Cartier-Bresson mengecat kameranya hitam agar tidak ada yang melihatnya. Jangan mengganggu momen. Biarkan orang-orang menjadi diri mereka sendiri. Seni Anda tidak boleh mengganggu dunia.
Ketiga, geometri itu penting. Cartier-Bresson belajar melukis. Dia belajar komposisi. Ketika Anda mengambil foto, pikirkan tentang garis dan bentuk. Tempatkan subjek Anda di luar pusat. Cari pola.
Akhirnya, ceritakan sebuah kisah. Foto-foto Cartier-Bresson bukan hanya indah. Mereka menceritakan sebuah kisah. Seorang pria melompati genangan air menceritakan kisah tentang kebahagiaan. Seorang anak yang menangis menceritakan kisah tentang kesedihan. Kisah apa yang diceritakan foto Anda?
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Cerita Selebriti ini: Henri Cartier-Bresson. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Apa nama konsep paling terkenal dari Henri Cartier-Bresson?
Jenis kamera apa yang digunakan Cartier-Bresson?
Agensi foto terkenal apa yang didirikan bersama oleh Cartier-Bresson?
Apa yang dilakukan Cartier-Bresson setelah dia berhenti mengambil foto?
Pemimpin terkenal mana yang dipotret Cartier-Bresson tepat sebelum kematiannya?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Ambil kamera atau ponsel. Pergi ke tempat umum. Sebuah taman. Sebuah jalan. Sebuah pasar. Duduklah dengan tenang. Jangan mengambil foto selama lima menit. Hanya mengamati. Cari momen ketika sesuatu terjadi. Seorang anak berlari. Sepasang kekasih tertawa. Seekor burung mendarat. Kemudian ambil satu foto. Itu adalah momen menentukan Anda.
Aktivitas lainnya. Cari foto Henri Cartier-Bresson tentang seorang pria melompati genangan air. Itu terkenal. Perhatikan pantulannya. Perhatikan geometri. Kemudian coba ambil foto pantulan. Sebuah genangan air. Sebuah jendela. Sebuah cermin. Tunggu seseorang lewat. Klik.
Henri Cartier-Bresson dibesarkan dalam keluarga kaya. Dia ingin menjadi seorang seniman. Dia belajar melukis. Dia menemukan fotografi. Dia membeli sebuah Leica. Dia mengecatnya hitam. Dia berkeliling dunia. Dia menangkap momen yang menentukan. Dia memotret Gandhi. Dia ikut mendirikan Magnum. Dia adalah tahanan perang. Dia melarikan diri. Dia berhenti mengambil foto pada usia 60. Dia kembali ke menggambar. Dia meninggal pada usia 95. Foto-fotonya tidak lekang oleh waktu. Mereka menceritakan kisah tanpa kata-kata. Kisahnya mengajarkan kita untuk bersabar. Untuk tidak terlihat. Untuk menunggu momen. Itulah pelajaran nyata dari cerita selebriti ini.

