Siapa Fotografer yang Mengorbankan Hidupnya untuk Menunjukkan Penderitaan Perang dan Penyakit? Kisah Selebriti: James Nachtwey

Siapa Fotografer yang Mengorbankan Hidupnya untuk Menunjukkan Penderitaan Perang dan Penyakit? Kisah Selebriti: James Nachtwey

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apakah Anda pernah melihat sebuah foto yang membuat Anda merasa harus melakukan sesuatu? Sebuah wajah. Seorang anak. Sebuah momen rasa sakit atau keberanian. Gambar itu akan selalu ada dalam ingatan Anda. Anda tidak bisa melupakannya. James Nachtwey mengambil foto-foto tersebut. Kisah Selebriti ini: James Nachtwey akan memperkenalkan Anda kepada seorang pria yang telah menghabiskan seluruh karirnya mendokumentasikan perang, kelaparan, dan penyakit. Dia tidak ingin mengejutkan Anda. Dia ingin membangunkan Anda. Dia percaya bahwa foto dapat mengubah dunia. Dia pernah ditembak. Dia terluka. Dia hampir mati berkali-kali. Dia terus melangkah.

Mari kita bertemu dengan fotografer perang terpenting di zaman kita. James Nachtwey berkata, "Saya telah menjadi saksi, dan foto-foto ini adalah kesaksian saya."

Siapa Selebriti Ini?
James Nachtwey adalah seorang fotografer perang dan jurnalis foto asal Amerika. Ia lahir pada tahun 1948. Ia masih hidup. Ia telah meliput konflik di seluruh dunia. Ia telah pergi ke El Salvador, Nikaragua, Guatemala, Lebanon, Tepi Barat, Gaza, Israel, Indonesia, Thailand, India, Sri Lanka, Afghanistan, Filipina, Korea Selatan, Somalia, Sudan, Rwanda, Bosnia, Kosovo, Chechnya, Rumania, Brasil, dan Amerika Serikat setelah 9/11.

Mengapa dia terkenal? Dia dianggap sebagai salah satu fotografer perang terhebat sepanjang masa. Dia telah memenangkan banyak penghargaan. Dia memenangkan Medali Emas Robert Capa lima kali. Itu adalah penghargaan tertinggi untuk fotografi perang. Dia juga memenangkan penghargaan World Press Photo beberapa kali. Dia dinominasikan untuk Academy Award untuk film dokumenter "War Photographer." Film tersebut mengikuti dia saat bekerja. Anda melihatnya menangis setelah memotret seorang anak yang sekarat. Anda melihat belas kasihnya. Itulah yang membuatnya istimewa. Dia peduli.

Kehidupan Awal dan Masa Kecil
James Nachtwey lahir di Syracuse, New York. Ibunya adalah seorang perawat. Ayahnya adalah seorang sejarawan. Mereka pindah ke Massachusetts saat dia masih kecil. Dia tumbuh di sebuah kota kecil. Dia adalah anak yang pendiam.

Dia mencintai sejarah. Dia suka membaca. Dia terpesona oleh foto-foto perang. Dia melihat gambar-gambar dari Perang Dunia II dan Holocaust. Dia merasa ngeri. Dia juga tertarik pada mereka. Dia ingin memahami bagaimana manusia bisa begitu kejam.

Dia kuliah di Dartmouth College. Dia belajar sejarah seni dan ilmu politik. Dia belum menjadi fotografer saat itu. Dia lulus pada tahun 1970. Dia bekerja sebagai sopir truk. Dia bekerja sebagai pelaut. Dia sedang mencari.

Dia menemukan fotografi di akhir 20-an. Dia belajar sendiri. Dia belajar dengan membaca majalah. Dia belajar dengan mempelajari karya Robert Capa dan fotografer perang lainnya.

Pada tahun 1981, dia berhenti dari pekerjaannya. Dia memutuskan untuk menjadi fotografer lepas. Dia berusia 33 tahun. Itu adalah risiko besar.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
James Nachtwey tidak pergi ke sekolah fotografi. Dia belajar sendiri. Dia belajar dengan melihat karya orang lain. Dia belajar dengan melakukan.

Tugas pertamanya adalah meliput aksi mogok lapar tahun 1981 di Irlandia Utara. Dia pergi ke Belfast. Dia memotret protes tersebut. Dia merasa takut. Dia tidak tahu apa yang dia lakukan. Tapi dia terus memotret.

Peluang besarnya datang pada tahun 1984. Dia pergi ke El Salvador. Ada perang saudara. Dia mendokumentasikan konflik tersebut. Foto-fotonya diterbitkan di majalah Time. Dia berusia 36 tahun. Dia akhirnya menjadi profesional.

Dia belajar seiring berjalannya waktu. Dia belajar bagaimana tetap aman. Dia belajar bagaimana mendekat. Dia belajar bagaimana memotret orang-orang yang sedang menderita tanpa mengeksploitasi mereka. Dia belajar untuk menghormati. Dia belajar untuk berbelas kasih.

Dia juga belajar bahwa fotografi bisa membuat perbedaan. Foto-fotonya tentang kelaparan di Somalia pada tahun 1992 membantu mendorong tanggapan internasional. Bantuan dikirim. Nyawa diselamatkan. Dia melihat bukti bahwa karyanya berarti.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
James Nachtwey menjadi sukses melalui dedikasi dan keberanian. Dia pergi ke tempat-tempat yang tidak ingin dijelajahi orang lain. Dia tetap tinggal ketika orang lain pergi. Dia mendekat ketika orang lain menjauh.

Pada tahun 1990-an, dia meliput perang saudara di Bosnia. Dia memotret pengepungan Sarajevo. Dia memotret pembantaian