Apakah Anda pernah melihat foto model yang melompat di atas genangan air dengan gaun yang indah? Dia terlihat seperti sedang terbang. Latar belakangnya kabur. Gaunnya kabur. Tapi wajahnya tajam. Itu adalah foto Richard Avedon. Dia menjadikan fotografi fashion sebagai seni. Kisah Selebriti ini: Richard Avedon akan memperkenalkan Anda kepada fotografer yang mengubah cara kita melihat kecantikan, fashion, dan orang-orang. Dia dibesarkan di New York. Ayahnya memiliki toko pakaian. Dia membencinya. Dia ingin menjadi seorang penyair. Dia menjadi fotografer sebagai gantinya. Dia memotret model dalam gerakan. Dia juga memotret orang biasa di latar belakang putih. Dia menghilangkan segala sesuatu kecuali wajah. Dia berkata, "Semua foto akurat. Tidak ada yang merupakan kebenaran."
Mari kita bertemu dengan pria yang membuat latar belakang putih terkenal. Richard Avedon melihat jiwa dalam setiap orang yang dia potret.
Siapa Selebriti Ini?
Richard Avedon adalah seorang fotografer fashion dan potret asal Amerika. Dia hidup dari tahun 1923 hingga 2004. Dia bekerja untuk majalah Harper's Bazaar dan Vogue. Dia juga memotret Amerika Barat. Dia membuat potret besar para pengembara, penambang, dan orang biasa.
Mengapa dia terkenal? Dia merevolusi fotografi fashion. Sebelum dia, model fashion berdiri diam. Mereka terlihat seperti manekin. Dia membuat mereka bergerak. Dia membuat mereka berlari, melompat, dan menari. Foto-fotonya penuh energi. Dia juga merevolusi fotografi potret. Dia memotret subjeknya di latar belakang putih polos. Tanpa properti. Tanpa pemandangan. Hanya orangnya. Dia berkata, "Tidak ada yang tidak bergerak. Segala sesuatu itu bergerak." Potret-potret beliau tentang yang berkuasa dan yang tidak berkuasa adalah di antara yang terpenting di abad ke-20.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Richard Avedon lahir di New York City. Ayahnya adalah seorang pebisnis. Keluarganya memiliki toko pakaian. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Dia artistik. Dia mendorong kreativitasnya.
Dia menyukai puisi. Dia ingin menjadi seorang penyair. Dia menulis puisi di buku catatannya. Dia juga menyukai fashion. Dia menyukai cara pakaian terlihat. Dia menyukai cara mereka bergerak.
Dia bersekolah di DeWitt Clinton High School di Bronx. Dia adalah editor majalah sastra sekolah. Dia juga berada di staf buku tahunan. Dia mengambil foto untuk buku tahunan.
Ayahnya ingin dia bergabung dengan bisnis keluarga. Richard tidak ingin. Dia ingin membuat seni.
Dia bergabung dengan Merchant Marine selama Perang Dunia II. Pekerjaannya adalah mengambil foto identifikasi para pelaut. Dia belajar mengambil potret yang baik. Dia belajar bekerja cepat. Dia mengambil ribuan foto.
Setelah perang, dia belajar di New School for Social Research di New York. Dia mengambil kelas fotografi. Gurunya adalah Alexey Brodovitch. Brodovitch adalah direktur seni Harper's Bazaar. Dia melihat bakat Avedon. Dia mempekerjakannya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Richard Avedon belajar di Columbia University untuk waktu yang singkat. Dia keluar. Dia tidak suka sekolah. Dia mengambil satu kelas fotografi di New School. Kelas itu mengubah hidupnya.
Gurunya, Alexey Brodovitch, sangat keras. Dia mendorong Avedon untuk bereksperimen. Dia menyuruhnya untuk melanggar aturan. Avedon mendengarkan.
Dia belajar dengan bekerja. Dia mendapatkan pekerjaan di sebuah department store. Dia memotret perhiasan. Dia membencinya. Dia menyimpan proyek-proyeknya sendiri untuk malam dan akhir pekan.
Dia mulai mengambil foto fashion di jalanan Paris. Dia menggunakan cahaya alami. Dia menggunakan latar belakang yang nyata. Dia membuat model-modelnya bergerak. Dia menyuruh mereka untuk berlari dan melompat. Dia menangkap mereka di udara.
Kesempatan besar pertamanya datang pada tahun 1947. Dia memotret seorang model bernama Dorian Leigh. Dia mengenakan gaun Dior. Dia sedang menari di jalanan Paris. Foto-foto itu diterbitkan di Harper's Bazaar. Mereka menjadi sensasi. Semua orang membicarakannya.
Dia menjadi fotografer utama untuk Harper's Bazaar. Dia berusia 24 tahun.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Richard Avedon menjadi sukses sangat muda. Dia bekerja untuk Harper's Bazaar dari tahun 1945 hingga 1965. Dia kemudian pindah ke Vogue. Dia bekerja di sana hingga tahun 1988.
Dia memotret orang-orang paling terkenal di dunia. Marilyn Monroe. Audrey Hepburn. The Beatles. Andy Warhol. Foto-fotonya ikonik.
Dia juga memotret gerakan hak sipil. Dia memotret para pengunjuk rasa di Selatan. Dia mengambil potret mereka di latar belakang putih. Foto-foto itu tajam dan kuat.
Pada tahun 1980-an, dia memulai proyek bernama "In the American West." Dia melakukan perjalanan ke kota-kota kecil di barat Amerika Serikat. Dia memasang latar belakang putih. Dia memotret siapa saja yang mau duduk untuknya. Penambang. Pengembara. Pelayan. Petani. Foto-foto itu besar. Mereka seukuran kehidupan. Anda tidak bisa berpaling.
Proyek itu dipamerkan di Amon Carter Museum di Fort Worth, Texas, pada tahun 1985. Pameran itu berpindah ke New York, Washington, dan Los Angeles. Itu menjadi sensasi. Beberapa orang menyebutnya kejam. Yang lain menyebutnya penuh kasih. Dia menunjukkan wajah-wajah Amerika yang biasa.
Kariernya berlangsung selama 60 tahun. Dia tidak pernah berhenti bekerja. Dia meninggal pada tahun 2004 saat sedang bertugas untuk majalah The New Yorker. Dia berusia 81 tahun.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Richard Avedon adalah bahwa latar belakang putih mengungkapkan kebenaran. Tanpa properti. Tanpa pemandangan. Hanya orangnya. Dia berkata, "Saya telah diminta untuk memotret jiwa orang-orang."
Prestasi terbesarnya adalah "In the American West." Lebih dari 750 potret. Masing-masing adalah sebuah cerita. Wajah-wajahnya berkerut. Matanya lelah. Pakaian mereka usang. Dia tidak menghakimi mereka. Dia hanya menunjukkan mereka.
Prestasi besar lainnya adalah fotografi fashionnya. Dia membuat pakaian terlihat hidup. Foto model yang melompat dari trotoar dengan gaun Dior adalah salah satu gambar fashion paling terkenal yang pernah ada.
Dia juga membuat foto terkenal dari The Beatles. Itu tajam. The Beatles mengenakan jas. Mereka terlihat lelah. Mereka terlihat nyata. Itu bukan foto yang glamor. Itu jujur.
Dia juga memotret ayahnya yang sekarat karena kanker. Potret itu menunjukkan seorang pria tua di tempat tidur rumah sakit. Itu menyakitkan untuk dilihat. Itu juga indah. Dia tidak berpaling dari kematian.
Dia memenangkan banyak penghargaan. Dia memenangkan Medali Centenary dari Royal Photographic Society. Dia dihormati di Kennedy Center. Dia mempengaruhi generasi fotografer.
Tantangan dan Masa Sulit
Richard Avedon menghadapi banyak tantangan. Pertama, ayahnya ingin dia masuk ke bisnis. Dia menolak. Dia mengecewakan ayahnya.
Kedua, dia berjuang dengan depresi. Dia melihat begitu banyak. Dia merasa dalam. Dia sering merasa sedih.
Ketiga, karyanya diserang. Kritikus mengatakan foto-fotonya tentang Amerika Barat itu kejam. Mereka mengatakan dia mengeksploitasi orang-orang miskin. Dia berkata dia menunjukkan kebenaran.
Keempat, dia memiliki pernikahan yang sulit. Dia menikah dua kali. Dia tidak mudah untuk diajak hidup bersama. Dia terobsesi dengan pekerjaan.
Kelima, dia meninggal saat bekerja. Dia mengalami pendarahan otak. Dia sedang mengambil foto untuk The New Yorker. Dia tidak mau berhenti. Dia bekerja hingga akhir.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Richard Avedon adalah penari yang sangat buruk. Dia sendiri yang mengatakannya. Tapi dia menyukai fotografi penari.
Fakta menarik lainnya: Dia membenci terbang. Dia bepergian dengan kereta api kapan pun memungkinkan.
Dia seorang vegetarian. Dia hanya makan sayuran dan ikan.
Dia memiliki ego yang besar. Dia tahu bahwa dia baik. Dia tidak malu tentang hal itu.
Satu fakta lagi: Dia berteman dengan penulis James Baldwin. Mereka berkolaborasi dalam sebuah buku berjudul "Nothing Personal."
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Richard Avedon penting karena dia menunjukkan bahwa fotografi fashion bisa menjadi seni. Sebelum dia, foto-foto fashion hanyalah gambar produk. Dia mengubahnya menjadi puisi.
Dia juga penting karena potret-potret yang dia buat. Dia memotret semua orang dengan cara yang sama. Seorang presiden berdiri di latar belakang putih yang sama dengan seorang penambang batu bara. Dia menghapus properti kekuasaan. Hanya orang itu yang tersisa.
Pengaruhnya ada di mana-mana. Setiap kali Anda melihat potret di latar belakang polos, Anda melihat pengaruh Avedon.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang melihat orang, bukan pakaian. Avedon melihat melampaui permukaan.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran berharga dari Richard Avedon. Pertama, lihatlah orangnya. Avedon memotret seorang pelayan dengan cara yang sama seperti dia memotret seorang bintang film. Setiap orang itu penting. Perlakukan setiap orang dengan sama.
Kedua, buatlah sederhana. Avedon menggunakan latar belakang putih. Tidak ada yang lain. Sederhana bisa menjadi kuat. Ketika Anda menggambar potret, gunakan latar belakang yang sederhana. Biarkan wajah yang menceritakan kisah.
Ketiga, bergeraklah. Model-model fashion Avedon bergerak. Mereka berlari dan melompat. Jangan berdiri diam. Menari. Berlari. Melompat. Hidup adalah gerakan.
Akhirnya, bekerja keras. Avedon bekerja hingga hari terakhirnya. Dia tidak pernah pensiun. Jika Anda mencintai sesuatu, lakukanlah setiap hari.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Richard Avedon. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Apa warna latar belakang yang digunakan Richard Avedon untuk potret-potret nya?
Majalah terkenal apa yang pertama kali Avedon bekerja?
Proyek apa yang mendokumentasikan wajah orang biasa di Amerika Barat?
Apa yang Avedon ingin jadi sebelum dia menjadi fotografer?
Bagaimana Avedon membuat model fashion berpose dengan cara yang berbeda?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Siapkan latar belakang putih. Dinding putih atau lembaran putih. Minta anggota keluarga untuk duduk di depannya. Ambil potret. Tanpa properti. Tanpa senyuman. Hanya lihat ke kamera. Anda sedang memotret seperti Richard Avedon.
Aktivitas lainnya. Temukan foto seseorang yang Anda kagumi. Potong. Tempelkan ke selembar kertas putih. Kemudian tulis satu kalimat tentang mereka. Anda telah membuat potret gaya Avedon.
Richard Avedon dibesarkan di New York. Dia ingin menjadi seorang penyair. Dia menjadi fotografer sebagai gantinya. Dia membuat model-model menari di jalanan Paris. Dia menjadikan fashion sebagai seni. Dia memotret Marilyn Monroe dan The Beatles. Dia memotret ayahnya yang sekarat. Dia melakukan perjalanan ke Amerika Barat. Dia memotret penambang dan pelayan di latar belakang putih. Dia menunjukkan wajah mereka. Dia menunjukkan jiwa mereka. Dia bekerja hingga dia meninggal. Kisahnya mengajarkan kita untuk melihat orangnya. Untuk menjaga kesederhanaan. Untuk bergerak. Untuk bekerja keras. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.

