Siapa Fotografer yang Memperbesar Sebuah Bunga Magnolia hingga Seukuran Dinding dan Mengubah Cara Kita Melihat Bunga? Kisah Selebriti: Imogen Cunningham

Siapa Fotografer yang Memperbesar Sebuah Bunga Magnolia hingga Seukuran Dinding dan Mengubah Cara Kita Melihat Bunga? Kisah Selebriti: Imogen Cunningham

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apakah Anda pernah melihat bunga dari dekat? Seperti benar-benar dekat. Dekat cukup untuk melihat urat di kelopak. Dekat cukup untuk melihat serbuk sari di benang sari. Imogen Cunningham melakukan itu. Dia memotret tanaman seperti tidak ada orang sebelum dia. Kisah Selebriti ini: Imogen Cunningham akan memperkenalkan Anda kepada seorang fotografer yang menemukan keajaiban dalam bunga magnolia dan artichoke. Dia lahir di Oregon. Dia belajar kimia. Dia menggunakan pengetahuan itu untuk menyempurnakan cetakannya. Dia memotret tanaman, orang, dan jalanan San Francisco. Dia masih memotret ketika dia berusia 90 tahun. Dia tidak pernah berhenti bekerja. Dia tidak pernah berhenti melihat.

Mari kita bertemu dengan wanita yang menjadikan bunga sebagai seni. Imogen Cunningham berkata, "Foto mana yang menjadi favorit saya? Yang akan saya ambil besok."

Siapa Selebriti Ini?
Imogen Cunningham adalah seorang fotografer Amerika. Dia hidup dari 1883 hingga 1976. Dia adalah salah satu pelopor fotografi modern. Dia adalah anggota Grup f/64. Itu adalah kelompok fotografer yang percaya pada fokus tajam dan fotografi lurus. Tanpa trik. Tanpa manipulasi. Hanya subjeknya.

Mengapa dia terkenal? Dia mengambil foto close-up tanaman. Sebuah bunga magnolia. Sebuah bunga calla. Sebuah agave. Dia membuatnya terlihat seperti patung. Dia juga mengambil potret indah seniman dan penulis. Dia memotret jalanan San Francisco. Dia bekerja untuk Vanity Fair dan majalah lainnya. Karirnya berlangsung lebih dari 70 tahun. Dia masih memotret di usia 90-an.

Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Imogen Cunningham lahir di Portland, Oregon. Ayahnya adalah seorang guru. Ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Dia adalah anak kelima dari sepuluh bersaudara. Keluarganya miskin. Mereka tinggal di sebuah rumah kecil.

Dia suka menggambar. Dia suka melukis. Dia juga suka sains. Dia penasaran tentang segalanya.

Dia pergi ke Universitas Washington di Seattle. Dia belajar kimia. Dia ingin menjadi seorang ahli kimia. Tapi dia juga mengambil kelas fotografi. Dia jatuh cinta dengan kamera.

Dia lulus pada tahun 1907. Dia menulis tesisnya tentang fotografi. Dia menggunakan kimia untuk memahami proses fotografi.

Dia pindah ke Jerman. Dia belajar di Universitas Teknik Dresden. Dia ingin belajar lebih banyak tentang kimia fotografi.

Pada tahun 1909, dia kembali ke Seattle. Dia membuka studio potret. Dia memotret fakultas dan mahasiswa universitas. Dia sukses.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Imogen Cunningham belajar kimia di Universitas Washington. Dia juga belajar di Universitas Teknik Dresden di Jerman. Dia mempelajari sains di balik fotografi. Dia tahu cara mencampur bahan kimia. Dia tahu cara mengembangkan film untuk kualitas maksimal.

Pelatihan ilmiahnya menjadikannya seorang pencetak ulung. Cetakannya kaya dan detail. Mereka telah bertahan selama lebih dari satu abad.

Dia juga mempelajari sejarah seni. Dia melihat lukisan oleh para maestro lama. Dia belajar tentang komposisi dan cahaya.

Dia dipengaruhi oleh karya Alfred Stieglitz. Dia adalah seorang fotografer yang percaya bahwa fotografi adalah bentuk seni. Dia setuju.

Pada tahun 1920-an, dia mulai memotret tanaman. Dia menggunakan kamera format besar. Dia mendekat. Detailnya menakjubkan. Dia menerbitkan foto-foto tanaman dalam majalah. Dia menjadi terkenal.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Imogen Cunningham menjadi sukses pada tahun 1920-an. Foto-foto tanaman miliknya diterbitkan di Vanity Fair dan majalah lainnya. Dia dirayakan sebagai seniman modern.

Pada tahun 1932, dia ikut mendirikan Grup f/64. Grup ini termasuk Ansel Adams dan Edward Weston. Mereka percaya pada fokus tajam. Mereka menolak fotografi lembut dan mimpi yang populer saat itu. Mereka ingin fotografi menjadi jujur.

Dia juga memotret orang. Dia mengambil potret seniman Frida Kahlo. Dia mengambil potret fotografer Dorothea Lange. Dia mengambil potret aktor Cary Grant. Potret-potret miliknya sederhana dan langsung. Subjeknya adalah bintangnya.

Dia juga memotret jalanan San Francisco. Dia menangkap energi kota.

Dia terus bekerja selama beberapa dekade. Dia tidak terkenal. Dia dihormati. Di usia 80-an, dia menjadi terkenal lagi. Generasi baru menemukan karyanya. Dia diberikan retrospektif di sebuah museum besar. Dia berusia 85 tahun.

Dia meninggal pada tahun 1976. Dia berusia 93 tahun. Dia bekerja hingga seminggu sebelum kematiannya.

Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Imogen Cunningham adalah bahwa yang biasa itu luar biasa. Sebuah bunga magnolia. Tangan seorang pria tua. Sebuah sudut jalan. Lihatlah dengan dekat. Lihatlah keindahannya.

Prestasi terbesarnya adalah foto-foto tanamannya. Mereka adalah salah satu gambar botani paling terkenal yang pernah dibuat. Mereka ada di museum di seluruh dunia.

Prestasi besar lainnya adalah potret Frida Kahlo. Foto itu menunjukkan Kahlo dengan rambut gelap dan mata gelap. Dia terlihat serius. Dia terlihat cantik. Itu adalah salah satu gambar paling terkenal dari Kahlo.

Dia juga mengambil potret diri yang terkenal. Dia berada di usia 80-an. Dia telanjang. Dia tidak malu dengan usianya. Foto itu kuat.

Dia juga memotret penari Martha Graham. Foto itu menunjukkan Graham dalam gerakan. Itu menangkap energinya.

Dia juga membuat serangkaian foto tanaman agave. Tanaman itu membutuhkan bertahun-tahun untuk berbunga. Kemudian ia mati. Cunningham memotret bunga tersebut. Gambar-gambarnya dramatis.

Dia mempengaruhi generasi fotografer. Fotografi close-up tanaman miliknya masih dipelajari. Potret-potret miliknya masih dikagumi.

Tantangan dan Masa Sulit
Imogen Cunningham menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia adalah seorang wanita di bidang yang didominasi pria. Dia harus berjuang untuk mendapatkan rasa hormat.

Kedua, dia adalah seorang ibu tunggal selama bertahun-tahun. Dia bercerai dari suaminya pada tahun 1934. Dia membesarkan ketiga putranya sendirian. Dia menghidupi mereka dengan fotografi.

Ketiga, karyanya kehilangan popularitas pada tahun 1950-an. Dia dilupakan. Dia terus bekerja. Dia terus mencetak.

Keempat, dia miskin selama bertahun-tahun. Dia tinggal di sebuah apartemen kecil. Dia tidak mengeluh.

Kelima, dia menjadi buta di satu mata di usia 80-an. Dia terus memotret. Dia beradaptasi.

Fakta Menarik tentang Selebriti
Imogen Cunningham adalah seorang vegetarian. Dia tidak makan daging.

Fakta menarik lainnya: Dia mengendarai sepeda motor di masa mudanya. Dia tidak takut.

Dia suka berkebun. Dia menanam sayurannya sendiri.

Dia berteman dengan fotografer Ansel Adams. Mereka berkorespondensi selama beberapa dekade.

Satu fakta lagi: Dia belajar menari di usia 80-an. Dia mengambil pelajaran tap dance.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Imogen Cunningham penting karena dia menunjukkan bahwa Anda bisa menjadi seniman yang bekerja sepanjang hidup Anda. Dia aktif hingga usia 90-an. Usia tidak menghentikannya.

Dia juga penting karena kerajinan tangannya. Cetakannya adalah mahakarya. Dia tahu kimia. Dia tahu cahaya. Dia tahu komposisi.

Pengaruhnya terlihat dalam fotografi tanaman dan potret. Setiap fotografer yang mendekati bunga mengikuti jejak Cunningham.

Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang pembelajaran seumur hidup. Cunningham tidak pernah berhenti. Dia belajar hal-hal baru hingga akhir.

Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran indah dari Imogen Cunningham. Pertama, lihatlah dengan dekat. Cunningham memperbesar bunga untuk melihat detailnya. Lihatlah dengan dekat pada daun. Lihatlah dengan dekat pada sehelai rumput. Anda akan melihat hal-hal menakjubkan.

Kedua, gunakan sains dalam seni Anda. Cunningham belajar kimia. Itu membuat cetakannya lebih baik. Matematika, sains, dan seni semua bekerja sama.

Ketiga, jangan pernah berhenti. Cunningham bekerja hingga usia 93 tahun. Dia tidak pernah pensiun. Teruslah menggambar. Teruslah melukis. Teruslah memotret. Jangan berhenti.

Akhirnya, jadilah diri sendiri. Cunningham mengambil potret diri telanjang di usia 80-an. Dia tidak malu dengan usianya. Jangan malu dengan siapa Anda. Jadilah bangga.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti ini: Imogen Cunningham. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.

Subjek apa yang paling terkenal dipotret oleh Imogen Cunningham?

Kelompok fotografi apa yang didirikan bersama oleh Cunningham?

Seniman Meksiko terkenal mana yang dipotret oleh Cunningham?

Apa yang dipelajari Cunningham di perguruan tinggi yang membantunya dalam fotografi?

Berapa usia Cunningham ketika dia meninggal?

Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Temukan sebuah bunga. Bunga apa saja. Lihatlah dengan sangat dekat. Perhatikan uratnya. Perhatikan serbuk sarinya. Kemudian ambil foto sedekat mungkin. Anda sedang memotret seperti Imogen Cunningham.

Aktivitas lainnya. Cari potret diri Imogen Cunningham dari saat dia berusia 80-an. Dia telanjang. Dia tidak malu. Kemudian gambarlah potret diri. Jangan khawatir tentang membuatnya indah. Gambarlah diri Anda yang sebenarnya. Jadilah bangga.

Imogen Cunningham lahir di Portland. Dia belajar kimia. Dia memotret bunga magnolia. Dia menjadikannya seni. Dia ikut mendirikan Grup f/64. Dia memotret Frida Kahlo. Dia memotret jalanan San Francisco. Dia membesarkan tiga putra sendirian. Dia dilupakan. Dia terus bekerja. Dia ditemukan kembali. Dia bekerja hingga usia 93 tahun. Dia tidak pernah berhenti. Kisahnya mengajarkan kita untuk melihat dengan dekat. Untuk menggunakan sains dalam seni kita. Untuk tidak pernah berhenti. Untuk menjadi diri kita sendiri. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini. Catatan: Potret diri Imogen Cunningham yang terlambat adalah telanjang. Harap pratinjau sebelum membagikannya kepada anak-anak yang lebih muda. Fotografi bunganya cocok untuk semua usia.