Apakah Anda pernah melihat foto seorang tokoh terkenal berdiri di sudut? Dinding bertemu pada sudut. Latar belakangnya abu-abu. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Itulah potret Irving Penn. Dia membangun sudut itu. Dia menempatkan subjeknya di dalamnya. Kemudian dia memotret mereka. Kisah Selebriti: Irving Penn ini akan memperkenalkan Anda kepada seorang fotografer yang menemukan keindahan dalam hal-hal sederhana. Dia lahir di New Jersey. Dia ingin menjadi pelukis. Dia menjadi fotografer untuk majalah Vogue. Dia bekerja di sana selama lebih dari 60 tahun. Dia memotret model fashion, selebriti, dan orang biasa. Dia juga memotret puntung rokok, makanan, dan sampah. Dia membuat segalanya terlihat elegan. Dia adalah seorang ahli cahaya dan komposisi.
Mari kita bertemu dengan perfeksionis yang tenang. Irving Penn berkata, "Sebuah foto yang baik adalah yang mengkomunikasikan sebuah fakta, menyentuh hati, dan meninggalkan penonton sebagai orang yang berubah."
Siapa Selebriti Ini?
Irving Penn adalah seorang fotografer Amerika. Dia hidup dari 1917 hingga 2009. Dia bekerja untuk majalah Vogue selama lebih dari enam dekade. Dia dianggap sebagai salah satu fotografer terbesar abad ke-20. Dia memotret fashion, potret, benda mati, dan telanjang.
Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan gaya potret yang unik. Dia menempatkan subjeknya di sudut yang terbuat dari dua dinding abu-abu. Tidak ada furnitur. Tidak ada properti. Hanya orang itu. Dia juga menciptakan foto fashion yang menakjubkan. Dia menggunakan latar belakang sederhana dan cahaya dramatis. Dia juga memotret benda mati yang tidak biasa. Dia memotret sampah. Dia memotret puntung rokok. Dia membuat sampah terlihat indah. Dia adalah seorang perfeksionis. Dia bekerja perlahan. Dia memperhatikan setiap detail.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Irving Penn lahir di Plainfield, New Jersey. Ayahnya adalah seorang pembuat jam. Ibunya adalah seorang perawat. Dia memiliki seorang adik laki-laki, Arthur, yang juga menjadi fotografer terkenal.
Dia suka menggambar. Dia suka melukis. Dia ingin menjadi seorang seniman. Dia menghadiri Philadelphia Museum School of Industrial Art. Dia belajar menggambar dan desain. Dia lulus pada tahun 1938.
Dia kemudian pindah ke New York. Dia bekerja sebagai desainer lepas. Dia juga mengambil foto. Dia belum menjadi fotografer. Dia adalah seorang desainer yang menggunakan kamera.
Dia bertemu dengan direktur seni majalah Vogue, Alexander Liberman. Liberman melihat karyanya. Dia menawarkan pekerjaan. Penn mulai bekerja di Vogue pada tahun 1943. Dia berusia 26 tahun. Dia tinggal di sana selama 66 tahun.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Irving Penn belajar di Philadelphia Museum School of Industrial Art. Dia belajar tentang desain, warna, dan komposisi. Dia juga belajar di bawah seniman Alexey Brodovitch. Brodovitch adalah direktur seni Harper's Bazaar. Dia adalah guru yang keras. Dia mendorong murid-muridnya untuk menjadi kreatif.
Penn juga belajar dengan melakukan. Dia bekerja sebagai desainer. Dia belajar bagaimana menyusun halaman. Dia belajar bagaimana memilih gambar. Pengetahuan itu membantunya sebagai fotografer.
Dia mulai mengambil foto untuk Vogue. Karya awalnya bukanlah fotografi fashion tradisional. Dia menempatkan model di latar belakang abu-abu yang sederhana. Dia menggunakan cahaya alami. Foto-fotonya tajam dan modern. Mereka berbeda dari yang pernah ada sebelumnya.
Pada tahun 1948, dia membuka studionya sendiri di New York. Dia membangun sudut di studio. Dua dinding bertemu pada sudut. Lantainya miring. Dia akan meminta subjeknya untuk berdiri di sudut. Mereka tidak bisa bersandar. Mereka tidak bisa bersantai. Mereka harus berdiri. Sudut itu menjadi ciri khasnya.
Dia juga mulai bepergian. Dia pergi ke Peru, Nepal, dan Kamerun. Dia memotret orang-orang pribumi. Dia mendirikan sudutnya di hutan. Dia meminta orang-orang lokal untuk berdiri di sudut. Potret-potret itu menakjubkan.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Irving Penn menjadi sukses dengan cepat. Sampul pertamanya untuk Vogue adalah pada tahun 1943. Dia berusia 26 tahun. Dia menjadi fotografer utama untuk majalah tersebut. Dia dikenal karena gaya elegan dan sederhana.
Pada tahun 1950-an, dia mulai memotret selebriti. Dia memotret Marlene Dietrich, Pablo Picasso, dan Igor Stravinsky. Potret-potret beliau ikonik.
Dia juga mulai memotret benda mati. Dia memotret makanan. Dia memotret bunga. Dia memotret sampah. Dia menemukan keindahan di mana-mana.
Pada tahun 1974, dia menerbitkan sebuah buku berjudul "Worlds in a Small Room." Buku itu menampilkan potret-potret dari perjalanannya. Buku itu sukses.
Dia terus bekerja untuk Vogue selama beberapa dekade. Dia bukan pekerja yang cepat. Dia teliti. Dia akan menghabiskan berjam-jam mengatur satu kelopak bunga. Dia akan menunggu cahaya yang sempurna. Dia adalah seorang perfeksionis.
Dia bekerja hingga usia 90-an. Dia meninggal pada tahun 2009. Dia berusia 92 tahun.
Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Irving Penn adalah bahwa kesederhanaan adalah kecanggihan tertinggi. Dia menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu. Tidak ada properti. Tidak ada latar belakang yang mewah. Hanya subjek dan cahaya.
Prestasi terbesarnya adalah potret sudutnya. Dia memotret seniman, penulis, penari, dan aktor di sudut itu. Seri ini adalah kronik budaya abad ke-20.
Prestasi besar lainnya adalah fotografi fashionnya. Dia membuat pakaian terlihat seperti patung. Foto-fotonya ada di koleksi Metropolitan Museum of Art, Museum of Modern Art, dan Art Institute of Chicago.
Dia juga membuat seri berjudul "Small Trades." Dia memotret pekerja dalam seragam mereka. Seorang pembuat roti. Seorang pembersih cerobong asap. Seorang tukang daging. Foto-foto itu sederhana dan bermartabat.
Dia juga memotret puntung rokok. Dia menemukan keindahan dalam sampah. Dia berkata, "Saya menemukan hal-hal biasa itu indah."
Dia mempengaruhi banyak fotografer. Gaya minimalisnya masih dipelajari.
Tantangan dan Masa Sulit
Irving Penn menghadapi banyak tantangan. Pertama, dia adalah seorang perfeksionis. Dia tidak pernah puas. Dia akan memotret ulang tanpa henti. Itu menyebabkan stres.
Kedua, dia berjuang dengan industri fashion. Dia ingin membuat seni. Industri ingin menjual pakaian. Dia menemukan keseimbangan.
Ketiga, dia bepergian ke tempat-tempat berbahaya. Dia pergi ke hutan Peru dan Nepal. Dia sakit. Dia terus bekerja.
Keempat, dia kehilangan saudaranya Arthur karena bunuh diri pada tahun 1962. Arthur juga seorang fotografer terkenal. Irving sangat terpukul.
Kelima, dia harus beradaptasi dengan fotografi digital. Dia lebih suka film. Dia akhirnya menggunakan digital. Dia tidak menyukainya. Dia terus bekerja.
Fakta Menarik Tentang Selebriti
Irving Penn adalah pengemudi yang buruk. Dia tidak pernah mendapatkan SIM.
Fakta menarik lainnya: Dia membangun sudut terkenalnya di studionya. Lantainya miring. Dia ingin subjeknya sedikit bersandar ke depan.
Dia suka memasak. Dia membuat hidangan Prancis yang rumit.
Dia sangat tinggi. Dia lebih dari enam kaki.
Satu fakta lagi: Dia menikahi seorang model terkenal, Lisa Fonssagrives. Dia adalah subjek favoritnya. Dia memotret dia ribuan kali.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Irving Penn penting karena dia menunjukkan bahwa lebih sedikit itu lebih. Sebuah sudut abu-abu. Sebuah bunga tunggal. Sebuah puntung rokok. Dia menemukan keanggunan dalam kesederhanaan.
Dia juga penting karena potret-potret yang dia buat. Dia menangkap esensi subjek-subjeknya. Ketika Anda melihat potret Picasso-nya, Anda melihat jenius Picasso. Anda melihat arogansinya. Anda melihat keceriaannya. Semua dalam satu gambar.
Pengaruhnya ada di mana-mana. Fotografer saat ini masih menggunakan latar belakang sederhana. Mereka masih mempelajari komposisinya.
Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang memperhatikan detail. Penn memperhatikan segalanya.
Apa yang Bisa Dipelajari Anak-Anak dari Kisah Ini?
Anak-anak dapat belajar pelajaran yang luar biasa dari Irving Penn. Pertama, perhatikan detail. Penn memindahkan kelopak bunga satu milimeter. Dia memperhatikan segalanya. Perhatikan hal-hal kecil. Mereka penting.
Kedua, sederhanakan. Penn menghilangkan segala sesuatu yang tidak perlu. Ketika Anda menggambar atau mengambil foto, tanyakan pada diri sendiri: apa yang bisa saya hilangkan? Sederhana seringkali lebih kuat.
Ketiga, temukan keindahan di mana-mana. Penn memotret sampah. Dia membuatnya indah. Lihatlah di sekitar Anda. Sebuah retakan di trotoar. Sebuah daun yang jatuh. Sebuah bayangan. Ada keindahan di mana-mana.
Akhirnya, bekerja perlahan. Penn tidak cepat. Dia hati-hati. Luangkan waktu Anda. Jangan terburu-buru. Karya yang baik membutuhkan waktu.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda pelajari dari Kisah Selebriti: Irving Penn. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.
Apa yang dibangun Irving Penn di studionya untuk memotret orang?
Majalah apa yang dipekerjakan Penn selama lebih dari 60 tahun?
Subjek tidak biasa apa yang dipotret Penn sebagai benda mati?
Siapa nama istri Penn, yang juga seorang model terkenal?
Apa yang dipelajari Penn di sekolah sebelum menjadi fotografer?
Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Temukan sudut di rumah Anda. Minta anggota keluarga untuk berdiri di sudut. Ambil foto mereka. Gunakan cahaya alami. Tidak ada properti. Tidak ada senyuman. Hanya mereka. Anda sedang memotret seperti Irving Penn.
Aktivitas lainnya. Temukan objek biasa. Sebuah sendok. Sepatu. Mainan. Tempatkan di atas meja polos. Ambil foto. Pindahkan satu inci. Ambil foto lagi. Perhatikan perbedaannya. Perubahan kecil itu penting.
Irving Penn tumbuh di New Jersey. Dia ingin menjadi pelukis. Dia menjadi fotografer. Dia membangun sudut di studionya. Dia menempatkan subjeknya di sudut. Dia memotret mereka melawan dinding abu-abu. Dia bekerja untuk Vogue selama 66 tahun. Dia memotret fashion, selebriti, dan sampah. Dia membuat segalanya terlihat elegan. Dia adalah seorang perfeksionis. Dia bekerja perlahan. Dia tidak pernah berhenti. Dia meninggal pada usia 92 tahun. Kisahnya mengajarkan kita untuk memperhatikan detail. Untuk menyederhanakan. Untuk menemukan keindahan di mana-mana. Untuk bekerja perlahan. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.

