Siapa Remaja Pelarian yang Melukis Mahkota dan Tengkorak dan Menjadi Legenda? Kisah Selebriti: Jean-Michel Basquiat

Siapa Remaja Pelarian yang Melukis Mahkota dan Tengkorak dan Menjadi Legenda? Kisah Selebriti: Jean-Michel Basquiat

Game Seru + Cerita Menarik = Anak-anak Senang Belajar! Unduh Sekarang

Apakah kamu pernah melihat lukisan sosok hitam dengan mahkota? Mahkota itu memiliki tiga titik. Sosok itu terlihat seperti coretan. Namun, rasanya kuat. Mahkota itu milik Jean-Michel Basquiat. Dia melukisnya di mana-mana. Di dinding. Di kanvas. Di pakaian. Kisah Selebriti ini: Jean-Michel Basquiat akan memperkenalkanmu pada seorang anak yang melarikan diri dari rumah saat remaja. Dia tidur di bangku taman di New York City. Dia menyemprotkan cat di gedung-gedung dengan nama SAMO. Dia menjadi seniman kulit hitam paling terkenal di generasinya. Dia berteman dengan Andy Warhol dan Madonna. Lukisannya terjual lebih dari 100 juta dolar saat ini. Dia meninggal muda. Namun, mahkotanya tetap hidup.

Mari kita bertemu dengan seniman yang mengubah grafiti menjadi seni rupa. Jean-Michel Basquiat melukis dengan kemarahan dan kebahagiaan.

Siapa Selebriti Ini?
Jean-Michel Basquiat adalah seorang seniman Amerika. Dia hidup dari 1960 hingga 1988. Dia meninggal saat baru berusia 27 tahun. Namun, dalam waktu singkat itu, dia mengubah dunia seni selamanya. Dia mulai sebagai penulis grafiti di New York City. Dia menjadi pelukis yang terkenal. Karyanya dipajang di museum di seluruh dunia.

Mengapa dia terkenal? Dia menciptakan jenis seni baru. Dia mencampurkan kata-kata dan gambar. Dia menggambar mahkota, tengkorak, dan kerangka. Dia menulis frasa seperti "SAMO" dan "Atlet Kulit Hitam Terkenal." Seni nya mentah, berantakan, dan kuat. Dia adalah salah satu seniman kulit hitam pertama yang menjadi superstar. Dia melukis tentang ras, identitas, dan ketenaran. Karyanya terlihat seperti gambar anak-anak. Namun, itu penuh dengan makna yang dalam. Dia dianggap sebagai salah satu seniman terpenting abad ke-20.

Kehidupan Awal dan Masa Kecil
Jean-Michel Basquiat lahir di Brooklyn, New York. Ayahnya berasal dari Haiti. Ibunya berasal dari Puerto Rico. Dia berbicara bahasa Prancis dan Spanyol di rumah. Dia tumbuh di lingkungan kelas menengah.

Ibunya menyukai seni. Dia membawanya ke museum. Dia menunjukkan buku-buku gambar. Dia mendorongnya untuk menggambar. Dia menggambar sepanjang waktu. Dia menggambar kartun. Dia menggambar monster. Dia menggambar keluarganya.

Ketika dia berusia tujuh tahun, dia ditabrak mobil. Dia dirawat di rumah sakit selama sebulan. Ibunya membawakan buku berjudul "Gray's Anatomy." Buku itu menunjukkan gambar-gambar tubuh manusia. Dia menyukai gambar tulang dan organ. Gambar-gambar itu tetap ada di kepalanya. Tengkorak dan kerangka muncul dalam lukisannya.

Orang tuanya berpisah ketika dia masih kecil. Dia tinggal bersama ayahnya. Namun, dia melarikan diri dari rumah berkali-kali. Dia tidak akur dengan ayahnya.

Ketika dia berusia 15 tahun, dia melarikan diri untuk selamanya. Dia putus sekolah. Dia pindah ke Manhattan. Dia menjadi tunawisma. Dia tidur di taman dan gedung-gedung kosong. Dia bertahan hidup dengan menjual kaos dan kartu pos. Dia adalah remaja yang sendirian di New York City.

Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Jean-Michel Basquiat tidak menyelesaikan sekolah menengah. Dia putus sekolah saat berusia 17 tahun. Ayahnya marah. Namun, Jean-Michel sudah belajar apa yang dia butuhkan.

Dia belajar dengan berjalan di jalanan New York. Dia melihat grafiti. Dia melihat iklan. Dia melihat tanda-tanda yang ditinggalkan. Dia menyerap semuanya.

Dia mulai menyemprotkan cat di dinding bersama seorang teman. Mereka menulis "SAMO" di mana-mana. SAMO berarti "Same Old Shit." Mereka menulis frasa lucu dan misterius. "SAMO menyelamatkan orang bodoh." "SAMO sebagai klausul pelarian." Orang-orang melihat tulisan itu. Mereka bertanya-tanya siapa itu SAMO.

Dia juga bermain di sebuah band. Dia membuat musik suara aneh. Dia menamai bandnya Gray. Dia selalu menciptakan.

Dia membaca buku secara konstan. Dia membaca puisi. Dia membaca sejarah. Dia membaca tentang musisi jazz. Dia mempelajari buku seni di perpustakaan. Dia mengajari dirinya sendiri tentang seniman yang dia cintai. Dia tidak membutuhkan guru. Dia memiliki jalanan dan perpustakaan.

Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Jean-Michel Basquiat menjadi sukses melalui keberuntungan. Pada tahun 1979, seorang seniman terkenal bernama Andy Warhol melihat karyanya. Andy Warhol adalah superstar. Dia membuat seni pop. Dia kaya dan terkenal. Warhol membeli salah satu kartu pos Basquiat. Dia terkesan.

Tahun berikutnya, Basquiat diikutsertakan dalam pameran kelompok. Pameran itu disebut "The Times Square Show." Pameran itu menampilkan seniman muda yang tidak dikenal. Kritikus memperhatikan karya Basquiat. Mereka menulis tentangnya.

Pada tahun 1981, seorang dealer seni terkenal memberinya pameran sendiri. Pameran itu terjual habis. Dia berusia 21 tahun. Dia beralih dari tunawisma menjadi terkenal dalam dua tahun.

Dia berteman dengan Andy Warhol. Mereka melukis bersama. Warhol sudah tua dan terkenal. Basquiat masih muda dan sedang naik daun. Orang-orang menyebut mereka pasangan yang aneh. Namun, mereka saling menghormati.

Dia berkencan dengan Madonna. Dia belum terkenal saat itu. Dia memperkenalkannya kepada Andy Warhol. Dia segera menjadi terkenal.

Dia muncul di sampul majalah The New York Times. Dia adalah seniman kulit hitam pertama yang mendapatkan kehormatan itu. Dia berusia 24 tahun. Dia memiliki segalanya. Keternaran. Uang. Teman.

Ide Besar dan Prestasi
Ide terbesar Jean-Michel Basquiat adalah bahwa grafiti adalah seni. Sebelum dia, kebanyakan orang menganggap grafiti sebagai vandalisme. Dia membuktikan bahwa cat semprot bisa menciptakan mahakarya.

Prestasi terbesarnya adalah lukisannya "Untitled" dari tahun 1982. Lukisan itu menunjukkan wajah seperti tengkorak di latar belakang biru. Wajah itu terlihat marah dan sedih. Lukisan itu terjual seharga 110 juta dolar pada tahun 2017. Ini adalah salah satu lukisan termahal yang pernah dijual.

Prestasi besar lainnya adalah pengaruhnya terhadap seniman lain. Dia membuka pintu bagi seniman kulit hitam muda. Dia menunjukkan bahwa kamu bisa berasal dari jalanan dan tetap menjadi jenius. Setiap seniman kulit hitam yang datang setelahnya berdiri di atas bahunya.

Dia juga menciptakan bahasa visual. Mahkotanya mewakili pahlawan kulit hitam. Tengkoraknya mewakili kematian dan rasisme. Kata-kata yang dia coretkan mewakili suara kota. Dia menciptakan simbol-simbol yang langsung dikenali orang.

Dia membuat lebih dari 1.000 lukisan dalam karirnya yang singkat. Dia juga membuat gambar, cetakan, dan patung. Dia bekerja tanpa henti.

Tantangan dan Masa Sulit
Jean-Michel Basquiat menghadapi tantangan yang mengerikan. Pertama, dia tunawisma saat remaja. Dia tidur di bangku. Dia lapar. Dia sendirian. Kenangan itu tetap bersamanya.

Kedua, dia menghadapi rasisme di dunia seni. Beberapa kritikus meremehkannya. Mereka mengatakan dia hanya terkenal karena dia kulit hitam. Mereka mengatakan dia hanya terkenal karena dia mengenal Andy Warhol. Itu sangat menyakitkan baginya.

Ketiga, dia berjuang dengan kecanduan narkoba. Dia menggunakan heroin. Narkoba itu membuatnya merasa tenang. Namun, itu menghancurkan kesehatannya. Dia kehilangan berat badan. Dia kehilangan teman.

Keempat, temannya Andy Warhol meninggal pada tahun 1987. Basquiat sangat terpukul. Warhol adalah mentornya dan pelindungnya. Tanpa dia, Basquiat merasa tersesat.

Kecanduannya semakin parah. Dia menjadi depresi. Pada 12 Agustus 1988, dia meninggal karena overdosis narkoba. Dia berusia 27 tahun. Dia bergabung dengan "27 Club" musisi terkenal yang meninggal pada usia itu: Jimi Hendrix, Janis Joplin, Kurt Cobain.

Fakta Menarik tentang Selebriti
Jean-Michel Basquiat biasa mengenakan jas Armani yang terkena cat. Dia terlihat berantakan dan mahal pada saat yang sama.

Fakta menarik lainnya: Dia suka menonton kartun. Dia menonton "The Simpsons" dan "Ren and Stimpy." Dia mengatakan kartun mengajarinya cara menggambar.

Dia memiliki burung beo peliharaan. Dia menyukai hewan.

Dia takut terbang. Dia bepergian dengan kereta atau mobil. Dia tidak pernah naik pesawat.

Satu fakta lagi: Dia pernah melukis di sebuah kulkas. Dia memberikannya kepada seorang teman. Kulkas itu sekarang bernilai jutaan.

Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Jean-Michel Basquiat penting karena dia membuktikan bahwa seorang anak kulit hitam dari Brooklyn bisa menjadi legenda. Dia tidak pergi ke sekolah seni. Dia tidak memiliki koneksi. Dia memiliki bakat dan semangat.

Dia juga penting karena seni nya berbicara tentang isu-isu masa kini. Dia melukis tentang kekerasan polisi. Dia melukis tentang rasisme. Dia melukis tentang ketidaksetaraan. Masalah-masalah itu masih ada hingga sekarang. Seni nya terasa relevan.

Pengaruhnya ada di mana-mana. Kamu melihat mahkotanya di kaos dan sepatu. Lukisannya diproduksi ulang di casing ponsel dan poster. Dia telah menjadi merek. Namun, pesannya tetap kuat.

Orang tua dapat menggunakan kisahnya untuk mengajarkan anak-anak tentang ketekunan. Basquiat adalah tunawisma. Dia ditolak. Dia terus menciptakan.

Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anak-anak bisa belajar pelajaran berharga dari Jean-Michel Basquiat. Pertama, buat seni dari hidupmu. Basquiat melukis apa yang dia tahu. Dia melukis warisan Puerto Riko dan Haiti-nya. Dia melukis jalanan Brooklyn-nya. Dia melukis rasa sakitnya. Hidupmu penuh dengan materi. Gunakan itu.

Kedua, jangan menunggu izin. Basquiat tidak meminta izin kepada siapa pun untuk melukis. Dia hanya melukis. Di dinding. Di pintu. Di kulkas. Mulailah menciptakan sekarang. Jangan menunggu waktu yang sempurna.

Ketiga, jadilah dirimu sendiri. Seni Basquiat terlihat berbeda dari yang lain. Itu berantakan dan mentah. Dia tidak berusaha untuk rapi. Dia tidak berusaha untuk cocok. Keanehanmu adalah kekuatanmu.

Akhirnya, jaga dirimu. Basquiat berjuang dengan narkoba. Perjuangan itu membunuhnya. Dia meninggalkan begitu banyak seni yang bisa dia buat. Jaga tubuh dan pikiranmu. Dirimu di masa depan akan berterima kasih padamu.

Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang kamu pelajari dari Kisah Selebriti ini: Jean-Michel Basquiat. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan orang tua atau sendiri.

Apa yang Basquiat tulis di dinding dengan nama SAMO?

Siapa seniman terkenal yang menjadi teman dan mentornya Basquiat?

Apa nama buku yang sangat disukai Basquiat yang menunjukkan gambar tulang?

Berapa umur Basquiat ketika dia meninggal?

Berapa banyak lukisan "Untitled"-nya terjual pada tahun 2017?

Berikut adalah aktivitas menyenangkan. Cari gambar seni Jean-Michel Basquiat secara online bersama orang tua. Cari mahkota. Cari tengkorak. Perhatikan bagaimana dia menulis kata-kata di dalam lukisannya. Kemudian coba buat gambarmu sendiri dengan gaya Basquiat. Gambar mahkota di atas kepala. Tulis kata-kata di sekelilingnya. Gunakan garis-garis berantakan. Jangan berusaha untuk sempurna.

Aktivitas lainnya. Pilih kata yang penting bagimu. Itu bisa "Harapan" atau "Keluarga" atau "Masa Depan." Tulis kata itu berulang kali di selembar kertas. Gambar bentuk di sekelilingnya. Warnai. Kamu sedang membuat seni seperti Basquiat. Dia mengubah kata-kata menjadi gambar.

Jean-Michel Basquiat menjalani hidup yang singkat dan meledak-ledak. Dia melarikan diri dari rumah saat remaja. Dia tidur di bangku di New York City. Dia menyemprotkan cat di dinding dengan nama SAMO. Dia menjadi seniman kulit hitam paling terkenal di generasinya. Dia melukis mahkota untuk pahlawan kulit hitam. Dia melukis tengkorak untuk mengingatkan kita akan kematian. Dia melukis kata-kata untuk menangkap suara kota. Dia berantakan dan brilian. Dia adalah bintang. Dia meninggal karena overdosis pada usia 27 tahun. Lukisannya terjual ratusan juta sekarang. Namun, dia tidak membuatnya untuk uang. Dia membuatnya karena dia harus. Kisahnya mengajarkan kita bahwa seni bisa datang dari mana saja. Dari jalanan. Dari rasa sakit. Dari seorang remaja pelarian. Itulah pelajaran nyata dari kisah selebriti ini.