Siapa Selebriti Ini?
Chen Yi adalah seorang jenderal terkenal dan penyair berbakat. Ia menjabat sebagai Marsekal Angkatan Bersenjata Pembebasan Rakyat. Ia juga menjadi Menteri Luar Negeri Tiongkok setelah perang. Orang-orang memanggilnya "Jenderal Penyair" karena ia menulis bait-bait yang indah. Ia bertempur dengan berani dalam pertempuran tetapi juga mencintai seni dan budaya. Ia percaya bahwa kekuatan dan keindahan dapat hidup dalam satu orang. Para tentaranya menghormati keberanian dan kebaikannya. Kisahnya menunjukkan bahwa para pejuang juga bisa menjadi pemimpi.
Kehidupan Awal dan Masa Kanak-Kanak
Chen Yi lahir pada tahun 1901 di Provinsi Sichuan, Tiongkok. Keluarganya tinggal di sebuah kota bernama Lezhi. Ayahnya adalah seorang pejabat lokal yang mencintai sastra. Ibunya berasal dari keluarga cendekiawan. Chen kecil tumbuh dikelilingi oleh buku dan puisi. Ia belajar membaca dan menulis pada usia yang sangat muda. Ia suka menghafal puisi kuno dan membacakannya dengan keras. Ia juga menikmati bermain di luar ruangan dan memanjat pohon. Ia bermimpi untuk menjadi penulis hebat suatu hari nanti. Namun, ia melihat bagaimana kekuatan asing mengintimidasi Tiongkok. Ini membuatnya ingin berjuang untuk negaranya.
Pendidikan dan Perjalanan Belajar
Chen Yi bersekolah di sebuah sekolah modern di Provinsi Sichuan. Ia mempelajari klasik Tiongkok, sejarah, dan bahasa asing. Para gurunya memuji kecerdasannya yang cepat dan ingatannya yang luar biasa. Ia juga belajar bahasa Prancis dan Inggris dari guru-guru misionaris. Pada usia 18 tahun, ia pergi ke Prancis sebagai siswa kerja-studi. Ia bekerja di pabrik selama siang hari. Ia belajar di malam hari. Ia melihat bagaimana para pekerja menderita di bawah kondisi yang keras. Polisi Prancis menangkapnya karena berpartisipasi dalam protes. Mereka mengirimnya kembali ke Tiongkok pada tahun 1921. Pengalaman ini mengubah hidupnya selamanya. Ia memutuskan untuk mendedikasikan dirinya untuk perubahan revolusioner. Ia kemudian masuk Akademi Militer Whampoa.
Bagaimana Mereka Menjadi Sukses?
Chen Yi menjadi sukses dengan menggabungkan kecerdasan dengan keberanian. Ia bergabung dengan Partai Komunis pada tahun 1923. Ia bertempur dalam Ekspedisi Utara untuk menyatukan Tiongkok. Ia memimpin tentara dalam banyak pertempuran sulit. Selama Long March, ia tertinggal untuk memimpin pejuang gerilya. Ia bersembunyi di pegunungan selama tiga tahun. Tentara musuh selalu mengepungnya. Ia bertahan hidup dengan memakan tanaman liar dan tidur di gua. Ia menulis puisi selama hari-hari gelap itu untuk menjaga semangatnya tetap hidup. Setelah Jepang menginvasi Tiongkok, ia memimpin pertempuran besar melawan pasukan Jepang. Taktik cerdasnya menyelamatkan ribuan nyawa. Ia menjadi salah satu komandan teratas Tiongkok.
Ide Besar dan Prestasi
Prestasi terbesar Chen Yi datang setelah Perang Saudara. Ia memimpin tentara yang merebut Shanghai pada tahun 1949. Shanghai adalah kota terbesar dan terkaya di Tiongkok. Chen Yi menjadi walikota pertama kota itu. Ia memulihkan ketertiban dan membuka kembali pabrik-pabrik. Ia juga menghentikan korupsi dan kejahatan. Ia membuat Shanghai aman bagi orang biasa lagi. Kemudian, ia menjadi Menteri Luar Negeri Tiongkok dari tahun 1958 hingga 1972. Ia melakukan perjalanan ke banyak negara dan bertemu dengan pemimpin dunia. Ia membantu Tiongkok membangun persahabatan dengan negara-negara Afrika dan Asia. Ia juga menulis ratusan puisi sepanjang hidupnya. Kumpulan puisi miliknya menjadi terkenal di seluruh Tiongkok. Ia membuktikan bahwa seorang jenderal juga bisa menjadi seorang seniman.
Tantangan dan Masa Sulit
Chen Yi menghadapi bahaya konstan sepanjang hidupnya. Ia bertempur dalam perang selama lebih dari dua puluh tahun. Ia terluka beberapa kali tetapi menolak untuk meninggalkan medan perang. Selama tiga tahun di pegunungan, ia hampir mati karena sakit. Ia tidak memiliki obat atau dokter. Ia bertahan hidup dengan meminum teh herbal yang dibuat oleh petani setempat. Ia juga menghadapi serangan politik di tahun-tahun terakhirnya. Beberapa orang mengkritik keputusan diplomatiknya. Yang lain menuduhnya terlalu lembut dengan musuh. Chen Yi tidak pernah melawan atau membela dirinya secara publik. Ia hanya terus melakukan pekerjaannya. Ia percaya bahwa waktu akan membuktikan siapa yang benar.
Fakta Menarik Tentang Selebriti Ini
Chen Yi suka bermain catur, terutama catur Tiongkok. Ia bermain dengan siapa saja, dari tentara hingga diplomat asing. Ia juga menikmati makanan sederhana seperti bubur nasi dan sayuran acar. Ia tidak pernah minum alkohol atau merokok. Ia menulis puisi di setiap lembar kertas yang bisa ia temukan. Bahkan serbet dan kotak rokok menjadi buku catatannya. Ia juga suka mendengarkan opera Peking. Ia tahu semua aria terkenal di luar kepala. Ia tidak pernah mengenakan pakaian mewah atau seragam. Ia lebih suka jaket sederhana dan sepatu kain. Ia menyimpan ukiran kecil dari giok berbentuk kuda di mejanya. Ia percaya itu membawanya keberuntungan. Ia juga suka bercerita lelucon dan membuat orang tertawa.
Mengapa Selebriti Ini Penting Hari Ini?
Kehidupan Chen Yi menunjukkan bahwa orang dapat memiliki banyak bakat. Ia adalah seorang pejuang, diplomat, dan penyair sekaligus. Sekolah-sekolah mengajarkan puisi-puisinya kepada anak-anak di seluruh Tiongkok. Siswa-siswa menghafal bait-baitnya tentang gunung, perang, dan perdamaian. Karya diplomatiknya membantu Tiongkok menjalin persahabatan di seluruh dunia. Banyak orang tua Afrika dan Asia masih mengingat kebaikannya. Rumahnya yang dulu di Sichuan kini menjadi museum dan pusat puisi. Penulis muda mengunjungi untuk merasa terinspirasi. Ia juga mewakili gagasan bahwa orang yang lembut bisa kuat. Ia tidak pernah berteriak atau mengancam orang lain. Tetapi semua orang menghormatinya. Namanya berdiri untuk kreativitas dan keberanian bersama.
Apa yang Bisa Anak-Anak Pelajari dari Kisah Ini?
Anda bisa belajar bahwa Anda bisa mencintai seni dan aksi sekaligus. Chen Yi menulis puisi dan memimpin tentara. Anda tidak perlu memilih hanya satu minat. Anda juga bisa belajar untuk tetap kreatif di masa-masa sulit. Ia menulis puisi saat bersembunyi di gua dan memakan tanaman liar. Anda bisa belajar untuk tetap baik meskipun Anda kuat. Ia menjadi walikota kota besar. Tetapi ia memperlakukan semua orang dengan hormat. Anda bisa belajar untuk terus belajar sepanjang hidup Anda. Ia mempelajari bahasa Prancis, Inggris, sejarah, dan puisi. Ia tidak pernah berhenti menjadi seorang pelajar. Anda juga bisa belajar bahwa humor membantu. Ia bercerita lelucon untuk membuat orang tersenyum selama perang.
Kuis Cepat atau Waktu Latihan
Mari kita lihat apa yang Anda ingat tentang Chen Yi.
Pertanyaan 1: Apa julukan yang diberikan orang kepada Chen Yi?
Jawaban: Jenderal Penyair.
Pertanyaan 2: Negara mana yang dikunjungi Chen Yi sebagai siswa kerja-studi?
Jawaban: Prancis.
Pertanyaan 3: Kota besar Tiongkok mana yang menjadi walikota Chen Yi pada tahun 1949?
Jawaban: Shanghai.
Pertanyaan 4: Permainan apa yang sangat disukai Chen Yi untuk dimainkan dengan semua orang?
Jawaban: Catur Tiongkok.
Pertanyaan 5: Apa yang ditulis Chen Yi di serbet dan kotak rokok?
Jawaban: Puisi.
Aktivitas: Tulis puisi pendek tentang sesuatu yang Anda lihat di sekitar Anda hari ini. Itu bisa berupa pohon, awan, atau hewan peliharaan. Tidak perlu berima. Cukup tulis apa yang Anda rasakan. Bagikan puisi Anda dengan anggota keluarga.
Chen Yi menjalani hidup yang penuh dan berwarna. Ia memegang senjata di satu tangan dan kuas puisi di tangan lainnya. Ia berjuang untuk negaranya dengan keberanian. Ia menulis untuk jiwanya dengan kejujuran. Ia menjelajahi dunia sebagai seorang diplomat. Ia tidak pernah kehilangan hati yang sederhana dan rendah hati. Ia makan makanan sederhana. Ia mengenakan pakaian sederhana. Ia bercerita lelucon kepada tentara muda yang gugup. Ia menulis puisi di kertas bekas. Ia menunjukkan kepada kita bahwa seseorang bisa menjadi banyak hal. Anda bisa kuat dan lembut. Anda bisa serius dan lucu. Anda bisa menjadi pejuang dan pemimpi. Anda tidak perlu terjebak dalam satu kotak kecil. Chen Yi tidak terjebak dalam kotak mana pun. Dan lihat semua yang telah ia capai. Sekarang tulislah puisi. Atau pelajari keterampilan baru. Atau bantu seseorang yang membutuhkan Anda. Jadilah seperti Chen Yi. Jadilah banyak hal. Jadilah diri Anda sendiri.

